Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Kaulah orang itu


__ADS_3

"Biasanya kalau berburu itu di dalam hutan, tapi ini kenapa di tengah kota?" Itu pikir Pras


"Orang ini ada ada saja!" Batinnya dalam hati


"Maksud tuan, apakah ingin berburu kuliner atau tempat tempat wisata?" Tanya Pras ingin menegaskan kembali, maksud perkataan dari kawan barunya itu


"Nah itu maksud kami. Maaf kalau salah bicara. Tapi kalau memungkinkan, kami juga ingin berburu orang lah!" Jawab Burgon sambil bercanda


"Tuan ini ada ada saja!. Masa orang diburu?. memangnya dia hewan apa?" Balas Pras juga bercanda


"Bisa jadi, kalau memang orang itu perlu diburu, karena harganya mahal. Hahahaha!" Bantah Burgon sambil tertawa renyah


Pras hanya tersenyum kecut, karena dia sudah mulai menangkap gelagat yang kurang baik


Dia baru teringat, bahwa saat ini dia sedang bersembunyi, atas saran dari Arnold teman nya itu


Tapi dasar pencinta kopi yang fanatik, dia tetap tidak bisa menahan keinginannya, untuk minum kopi di kafe yang biasa dikunjunginya itu


Padahal di rumahnya juga ada, tapi entah kenapa, kopi yang dihidangkan oleh pelayan cafe itu sangat lezat sekali


Namun sialnya, ketika sore ini dia nekat mengunjungi cafe favoritnya itu, dia malah bertemu dengan orang yang sangat misterius, yaitu Burgon, yang menyatakan, bahwa dia ingin berburu di kota S ini, tapi berburu apa Pras juga tidak tahu


Karena penasaran, maka Pras bertanya dengan sedikit candaan. "Kalau tuan ingin berburu manusia, saya akan tunjukkan tempatnya, di sana banyak sekali mahluk pendosa yang cantik cantik, yang boleh tuan buru." Ucapnya mencoba mempengaruhi Burgon dengan cara bercanda seperti itu


"Kalau mahluk seperti itu, tidak perlu diburu, karena memang kami tidak berminat, tapi kami ingin berburu orang lain!" Jawab Burgon mengandung teka teki


"Kalau boleh tahu, orang macam mana yang tuan ingin buru?" Tanya Pras sudah mulai gemetaran


"Kalau dilihat lihat, seperti tuan inilah orang yang ingin kami buru!" Jawab Burgon berandai andai


"Ah tuan ini bercanda saja!" Balas Pras sambil tersenyum kecut


"Kami sedang tidak bercanda. Kami memang sedang ingin berburu orang seperti anda!" Jawab Burgon cuek


"Kalau boleh tahu, siapa orangnya?" Tanya Pras mencoba berani


"Kaulah orangnya!" Jawab Burgon sambil menatap mata Pras dengan tatapan dingin


"Kenapa aku?. apakah aku seperti orang yang pantas untuk diburu?" Tanya Pras mencoba mengalihkan perhatian, dan mengulur ulur waktu, padahal sedang mencari cara untuk kabur


Burgon tidak menjawab, dia malah menatap mata Pras lekat lekat, seperti ingin mencari sesuatu


Pras yang ditatap seperti itu tidak tahan, lalu buru buru berkata. "Tolong katakan!, apa alasan anda ingin memburu ku?" Tanya Pras mencoba bersikap tenang kembali


"Karena kau telah membuat masalah dengan perusahaan Birawa Group?" Jawab Burgon sudah mau menjawab pertanyaan Pras itu


"Apa!. anda jangan bercanda!. Ucap Pras menyangkal perkataan Burgaon tadi


"Apakah kau melihat kami seperti sedang bercanda?" Bantah Burgon dengan entengnya


"Apa kesalahan ku, hingga kalian memperlakukan ku seperti ini?" Tanya Pras mencoba membela diri


"Pertama, kau telah menyuruh Barry dan anak buahnya itu, untuk mengacau perusahaan Birawa Group, yang ada di kota ini!"


"Kedua! kau juga menyuruh Gideon dan anak buahnya itu, untuk berbuat hal yang sama di perusahaan Birawa yang lain."


"Ketiga!, kau dengan liciknya menggunakan nomor orang lain, untuk menghubungi Gideon dan anak buahnya itu." Ucap Burgon menyebutkan satu persatu usaha licik dari Pras itu


"Siapa sebenarnya kalian!. Jangan macam macam denganku!. Aku temannya Arnold, pemilik perusahaan besar di kota S ini!" Kata Pras mencoba menggertak Burgon dan orang orangnya tersebut


"Justru orang itu yang ingin kami temui, untuk membuat perhitungan!" Jawab Burgon tenang

__ADS_1


Pras sudah tidak bisa berkutik lagi, juga sudah tidak bisa beralasan apapun, karena keberadaannya sudah diketahui, dan perbuatannya sudah terendus, bahkan bukti bukti semua mengarah padanya, tapi dia masih tetap berkelit juga


"Mungkin anda salah orang. Aku bukan orang yang sedang kalian cari!" Ujar Pras tidak mau menyerah, dan masih tetap mengelak tuduhan itu


"Kalau begitu, mungkin kau kenal Tantri, gadis yang ingin kau jadikan simpanan mu itu." Balas Burgon menggunakan taktik kuno


"Bagaimana kau bisa mengenal Tantri?. padahal selama ini dia telah ku sembunyikan dengan rapi?" Respon Pras terkejut dan kelepasan bicara


"Nah!, akhirnya kau mengaku juga, bawa kau adalah Prasetyo, orang yang telah membayar Gideon untuk mengganggu perusahaan Birawa Group. Benar kan?" Kata Burgon cepat


Pras atau Prasetyo kelepasan bicara, hanya gara gara disebutkan nama Tantri itu


Secara tidak sengaja, dia merespon ucapan dari Burgon tadi. Dari jawaban itulah, Burgon bisa menyimpulkan, bahwa orang yang sedang diintimidasi olehnya itu, memang benar benar Pras, orang yang sedang mereka cari


Karena itu, Pras ingin mencoba kabur. Dia sudah kelihatan gelisah sekali, tetapi Burgon dengan cerdiknya berkata..


"Kau lihatlah sekelilingmu!. semua yang ada disini, sebagian besar adalah anak buahku. jika kau macam macam, maka saat ini juga, kau mati!. maka bekerjasamalah dengan ku, dan jangan melawan atau berteriak." Ucap Burgon dingin


Sekali lagi, Pras tidak bisa berbuat apa apa, karena dari segala arah, dia sudah terkepung oleh anak buah Burgon. Kalaupun dia nekat, mereka tidak akan segan segan lagi menghabisinya, walaupun sedang berada di tempat ramai


Sungguh dia tidak menyangka, bahwa kedatangannya kali ini, adalah untuk mengantarkan nyawa atau keselamatannya sendiri, bahkan mungkin keluarganya


Susah payah dia menyembunyikan diri dari pantauan orang orang nya Birawa Group, tapi tetap ketahuan juga


Ini semua terjadi disebabkan kesalahannya juga, karena dia menganggap, para pengawal yang ditugaskan untuk menjaga perusahaan tersebut, tidak akan mungkin menemukannya di kafe ini. Karena tidak ada yang mengenali wajahnya, kecuali Gideon itu. tapi nyatanya perkiraan Pras salah


"Apa yang kalian inginkan? Aku bukan orang yang kalian..!" Ucap Pras terhenti


"Sebaiknya kau diam, dan jawablah dengan jujur, karena aku tidak mau berbasa basi lagi!" Potong Burgon dengan wajah dingin


"Apa tujuanmu menyuruh Barry dan Gideon mengacau di perusahaan Birawa Group?"Tanya Burgon serius


"Dari nada bicaramu, berarti kau tidak kenal dengan Gideon dan Barry itu." Respon Burgon cepat


"Ya benar!. Aku memang tidak mengenalnya.!" Jawab Pras mencoba berbohong


"Bagaimana dengan nomor kontak Ini, bukan kah nomor ini yang kau gunakan untuk menghubungi Gideon juga anak buahnya itu!" Sanggah Burgon cukup cerdik


"Ba..bagaimana kau bisa mendapatkan nomor kontak ini?" Tanya Pras gugup


"Kau tidak perlu tahu, bagaimana caranya aku mendapatkan nomor kontak yang kau gunakan itu, tapi cukup kau tahu saja, bahwa teknologi sudah sangat maju sekali." Jawab Burgon enteng


"Kau jawab saja pertanyaanku tadi. Apa alasanmu mengirim Gideon juga Barry, dan 20 orang penyusup itu ke Birawa Group?" Tanya Burgon mengintimidasi


Pras hanya diam saja, tidak berusaha untuk menjawab atau merespon apapun, karena dia berpikir, ini tempat umum, jika mereka membuat onar, maka akan cepat ketahuan oleh pihak yang berwajib, tapi ternyata pikirannya salah


Bumi yang sudah geram, melihat bosnya dipermainkan seperti itu, menekan paha kanan Pras, dan mencengkeramnya dengan kuat, hingga membuatnya meringis menahan sakit, tapi dia tidak berani bergerak, apalagi berteriak


Tapi walau sudah mendapat siksaan seperti itu, Pras tetap tidak bergeming, dia tetap tidak mau menjawab pertanyaan Burgon tadi


Bumi merasa diremehkan oleh Pras, maka dia menekan saraf gerak di paha Pras kuat kuat, hingga membuat kakinya seperti lumpuh


"Ini baru peringatan kecil!" Ucapnya mengintimidasi dengan tatapan dingin


Pras yang melihat tatapan itu menjadi ketakutan, ditambah dengan tatapan Burgon dan 2 temannya yang lain, yang saat ini sedang duduk berdekatan dengannya, kemudian dia berkata..


"Apakah kalian bisa menjamin keselamatan ku?" Tanya Pras meminta kepastian


"Kau jangan khawatir.Masalah keselamatan mu, itu tanggung jawab ku!" Jawab Burgon memberi kepastian


Tapi walaupun sudah mendapat kepastian seperti itu, Pras masih tetap tidak mau membuka suara, karena dia sejujurnya tidak mau menghianati Arnold temannya itu

__ADS_1


Langit yang melihat keraguan Pras tersebut, juga menjadi geram. Bergegas dia berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Pras yang ada di depannya itu


Dengan tenang dia mencengkram bahu Pras kuat kuat, seperti sedang menepuk saja, sehingga para pelanggan yang bukan orang orangnya Burgon akan menyangka, bahwa Langit saat itu sedang menunjukkan keakraban nya pada Pras itu


Tapi akibat cengkraman itu, kulit bahu Pras seperti terkelupas. Tak tahan dengan siksaan itu, Pras membuka suara da berkata. "Baik!. baik!. Aku akan bekerjasama dengan kalian, tapi tolong lindungi keluargaku." Ujarnya memohon


"Baik aku jamin itu!" Jawab Burgon cepat


"Awalnya, ini adalah ide dari sahabatku Arnold itu. Dia pemilik perusahaan besar di kota S ini." Ucap Pras sambil meringis menahan sakit di paha dan bahunya itu


"Arnold adalah musuh bebuyutan dari tuan besar Birawa, yang dulunya pernah menggagalkan usaha teman ku itu, untuk mengakuisisi dua perusahaan, yang sekarang jatuh ke tangan tuan Birawa."


"Karena usahanya gagal, maka Arnold menaruh dendam padanya sampai saat ini."


"Beberapa hari yang lalu, kami dikumpulkan untuk mengadakan pembicaraan tentang cara membalaskan dendam tersebut, dan disimpulkan bahwa.."


Pras berhenti sejenak, karena tidak mau terlepas kata, bahwa awal dari rencana itu adalah idenya sendiri


"Kenapa berhenti?" Tanya Burgon kesal


"Sebenarnya yang menyarankan itu adalah aku. Akulah yang menyuruh Barry dan Gideon untuk mengacau di dua perusahaan tersebut, berikut mengirimkan 20 orang penyusup ke perusahaan itu." Jawabnya terus terang


"Tapi belum apa apa, usaha itu gagal, bahkan orang orang yang kusuruh untuk mengacau di perusahaan itu tertangkap, dan kalian mendapatkan nomor kontak yang aku gunakan itu."


"Kalian benar benar hebat!, karena bisa menemukan ku dengan begitu cepat, hanya dengan nomor kontak itu." Ucap Pras melenceng dari arah pembicaraan semula


"Apakah cuma itu saja?" Tanya Burgon tidak sabar


"Sebenarnya ada 1 rencana yang jauh lebih mengerikan lagi, yaitu rencana ingin meretas sistem pertahanan perusahaan Birawa Group, dan mencuri informasinya. bahkan jika memungkinkan, akan mencuri uangnya." Ucap Pras terus terang


"Apakah yang kau katakan ini tidak bohong?" Tanya Burgon kesal


"Aku berkata jujur!. Jika aku bohong, kau boleh membunuh saat ini juga." Jawab Pras cukup berani


"Sekarang aku sudah mengatakan yang sebenarnya. Jadi tolong lepaskan aku!" Mohon Pras menghiba


"Apakah kau pikir kami orang bodoh! kalau kau dilepaskan, tentu kau akan menghubungi sahabat mu itu, dan menyuruhnya untuk kabur dari kota ini." Sanggah Burgon cerdik sekali


"Aku janji tidak akan mengatakan ini padanya!" Janji Pras pada Burgon, tapi dia tidak meresponnya malah berkata..


"Tolong jangan membuat keributan! Mari kita keluar, Bersikaplah seolah olah tidak pernah terjadi apa apa."


"Jika kau berani bergerak dengan gerakan yang mencurigakan, maka saat itu juga, tubuhmu akan tertembus peluru!. Kau lihat mereka!" Ucap burgon sambil menunjuk orang orangnya, dengan pandangannya saja


Pras mengikuti arah yang ditunjukkan oleh Burgon tadi, di beberapa meja dia melihat, belasan orang sedang memperlihatkan pistol yang ada di balik bajunya masing masing


Melihat itu, pras tidak bisa berbuat apa apa lagi, padahal niatnya ingin kabur, saat mereka keluar itu dan berteriak meminta tolong, tapi niatnya terhenti karena ucapan Burgon


"Kalau kau coba berteriak dan minta tolong, maka keluargamu akan kami habisi! karena orang orang ku, sudah berada di rumahmu saat ini!" Ucap Burgon berpura pura sudah mendatangi rumah Pras, dan menyandera keluarganya


"Ayo ikut kami!." Ucap Burgon sambil berdiri dan memegang tangan Pras, dan dituntunnya keluar seperti seorang sahabat karib


Sesampainya di luar, Burgon berkata. "Eric!. Cepat bawa orang ini, dan masukkan ke dalam mobil kalian! Awasi dengan ketat, jangan lupa plaster mulutnya itu agar tidak berteriak!" Perintahnya tegas


"Baik bos!" Jawab Eric cepat


"Kalian semua cepat masuk ke mobil masing masing, dan kita pergi ke perusahaan Birawa Group, untuk mempertemukan Pras dengan si Barry itu."


"Di sana baru kita akan membuat perhitungan dengan Arnold si kurang ajar tersebut." Ujarnya penuh amarah


"Siap bos!" Ucap mereka serempak, hingga membuat orang orang yang ada di dalam cafe tersebut menjadi keheranan, tapi mereka tetap melanjutkan makan dan minum di cafe tersebut

__ADS_1


__ADS_2