Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
91. Membasmi hama tikus


__ADS_3

"La la lapor bos, Gawat!" Ucap seseorang yang baru saja datang dengan nafas ngos ngosan


"Gawat kenapa !. mana Doni?" Tanya Arga marah dan keheranan


"Ternyata perempuan yang bernama Sanders itu, tidak selemah yang kita perkirakan bos, bahkan dia sangat kuat sekali. Doni dan 4 orang lainnya saja, berhasil dikalahkannya dengan mudah." Jawab anak buahnya tadi


"Kenapa bisa begitu?" Tanya Arga masih penasaran juga


"Kami juga tidak tahu bos!"


"Lalu kenapa kalian kembali?. Kalian kan jumlahnya banyak, sementara dia cuma seorang. Kenapa bisa kalah!"


"Dia bukan perempuan biasa bos, kekuatannya mungkin menyamai 100 orang seperti kami."


"Dasar bodoh! menghadapi 1 perempuan saja kalian tidak becus, percuma kalian menjadi orang orang ku, kalau mengalahkan seorang perempuan saja kalian tidak bisa!" Tanya Arga benar benar marah, kemudian mengangkat tangannya seperti ingin menampar anak buahnya tadi


"Tapi bos. ka..." Jawab anak buahnya ketakutan, tapi dia tak sempat menyelesaikan kata katanya, dan tiba tiba..


Boooomm!


"Ah sial! perbuatan siapa ini, dan apa yang meledak?" Tanya Arga panik


"Bos! bangunan depan rumah ini telah hancur, karena...."


Boooommm!


"Aaaarrrrggghh!. Siapa yang berani menghancurkan rumahku!" Ucap Arga marah karena terkejut


"Keluar kalian semua! kalau tidak, tempat ini akan kami ratakan dengan tanah!" Teriak sebuah suara yang cukup keras dari luar rumah


"Bos! rumah kita telah dikepung, di luar ada puluhan orang, yang sepertinya pengawal perempuan itu"


"Apa! bagaimana bisa?"


"Kenyataan seperti itu bos, kita telah terkepung. Apakah kita mau keluar atau tidak?"


"Sial!. Ini semua gara gara kalian, yang telah berani mengganggu perempuan itu!"


"Tapi bos!


"Diam!. Ayo kita keluar!" Hardik Arga kesal, sambil melangkah duluan menuju ruang depan yang sudah hancur


Begitu dia keluar, tanpa membuang waktu lagi, Arga langsung bertanya. "Siapa kalian? mengapa kalian menghancurkan rumahku?" Tanya Arga marah dan dibuat se wibawa mungkin


"Kapasitas mu bukan untuk bertanya, tapi menjawab pertanyaan!." Katakan dengan jelas, dan tidak bertele-tele!. Kenapa kau berani mengganggu nona Sanders?" Ucap Light tanpa memperdulikan pertanyaan Arga sebelumnya


"Aku tidak mengganggu nona Sanders kalian, tapi dia sendirilah yang datang menghampiri kami!" Jawabnya ragu ragu dan memutarbalikkan fakta


"Beraninya kau memutarbalikkan fakta!. Dasar badjingan!" Teriak seseorang dari belakang Light, sambil melemparkan tubuh Doni ke depan Arga


"Nona Ivory!" Ucap Light kaget


"Kau tenanglah Light !. Serah kan ini padaku!" Jawab Ivory kalem


"Baik!" Jawab Light singkat


"Kau!"


"Ya. ini aku!. Kaget?" Tanya Ivory dengan aura mengintimidasi


"Hahahaha..! Ternyata kau tidak selemah yang kubayangkan. Doni yang sekuat inipun, bisa kau kalahkan dengan mudah, hebat! hebat!" Ucap Arga mencoba tegar, walau sebenarnya hatinya sangat takut


"Jangan banyak bacot!. jawab saja pertanyaan ku tadi, apa alasanmu mengganggu nona Ivory?" Ucap Light tidak sabaran bercampur kesal, karena Arga terus saja mengulur ulur waktu

__ADS_1


"Ternyata kau manusia yang tidak sabaran ya?" Ejek Arga pada Light


"Cepat jawab!. jangan bertele tele!" Balas Light terpancing emosi


"Kau benar benar mau ta..!"


Wuss!


Buk..!


"Aaaarrrhhkkk.!


Buuuk...!


"Uuuuggghhh.!


"Baik! baik!. aku akan terus terang!" Ucap Arga sambil memegang dada yang tadi terkena pukulan entah dari siapa


"Sebelum aku menjawab pertanyaan kalian dan berterus terang, aku mau tahu, siapa yang tadi memukul ku?" Tanya Arga penasaran


"Kau bukan dalam posisi bisa bernegosiasi, sebaiknya kau berterus terang, dan jangan mempersulit diri sendiri." Ucap Ivory geram dengan sikap Arga yang bertele tele itu


Ingin rasanya Ivory menghancurkan mulut besar Arga saat itu juga, tapi Ivory tidak mau bertindak gegabah, sebelum tahu alasannya, maka dia menahan diri untuk tidak segera menghakiminya


Sementara Arga yang semula bersikap berani dan jumawa, saat ini bagai tikus yang terkena perangkap. Dia menganggap bahwa selama ini dia kuat, Tapi tidak disangka, kekuatannya tidak berarti sama sekali di hadapan Ivory dan orang orangnya


Baru saja mendapatkan 2 buah pukulan yang tidak terlalu keras di dadanya, jantungnya terasa mau copot, akibat menahan pukulan tersebut


Dia tahu, pukulan sekuat itu, kekuatannya masih ditahan oleh si empunya pukulan, kalau tidak, pukulan tersebut akan membuat lawan nya mati saat itu juga


Sejak awal dia mendengar berita, bahwa Ivory tidak sesederhana yang dipikirkan oleh mereka, hatinya sudah menjadi kecut dan takut, tapi tetap disembunyikannya demi gengsi, di depan anak buahnya yang lain


Sekarang, saat dia benar benar berhadapan dengan kekuatan yang sesungguhnya, mulut besar yang biasa di gaung gaung kan oleh Arga setiap hari, saat ini tidak berlaku lagi


Mentalnya benar benar anjlok, jika salah menjawab sedikit saja, maka akibatnya mati


"Masih belum mau mengatakan juga!" Ucap Light geram, lalu melangkah mendekati Arga yang sedang berdiri gemetaran, tapi di tahan tahannya agar tidak ketahuan oleh orang lain


Begitu sudah dekat, Arga semakin gemetaran, lalu berkata " Apa maumu?" Ujarnya


"Mauku?. Ya tentu saja untuk menghajar mu seperti tadi." Jawab Light dengan wajah sinis


"Jadi?"


"Ya, kau benar, akulah orangnya. Kenapa?. Mau yang lebih keras lagi?" Jawab Light dengan aura mengintimidasi


"Baiklah, aku akan jujur!" Ucap Arga setelah mendapatkan ancaman dari Light


"Walau pemerintah dan warga banyak yang senang, karena daerah ini akan dibangun menjadi tempat wisata, tapi bagi kami tidak."


"Dengan dibukanya lahan, tempat habitat hewan buruan kami, yang biasa kami dapatkan di sana, maka otomatis semuanya akan menghilang."


"Atas dasar itu, kami berani mengganggu nona kalian, orang yang kami anggap bertanggung jawab dalam hal itu." Ucap Arga dengan nafas tersengal sengal


"Kau masih belum menjawab semuanya!" Sela Ivory tiba tiba


Di tengah perdebatan itu, dari arah desa, datang sekelompok orang dengan tergesa gesa, yang dipimpin oleh kepala desa tersebut


Begitu mereka sampai, kepala desa mendekati Ivory, James dan Tiger, yang saat itu sedang berdiri berhadap hadapan dengan Arga, preman kampung yang sok jumawa itu


"Maafkan atas ketidaknyamanan yang anda dapatkan di desa ini nona. Sungguh kami tidak menduga, si Arga ini berani membuat masalah dengan anda dan orang orang anda di desa ini."


"Itu hanya masalah kecil kepala desa. Hama tikus seperti mereka, tidak akan mampu memprovokasi kami semua, apalagi tuan muda kami." Jawab Ivory enteng

__ADS_1


"Arga! apa yang kau lakukan?.Kenapa kau berani bersinggungan dengan orang utusan Birawa Group. Apakah kau mau cari mati?" Tanya kepala desa keheranan


"Sejujurnya kami tidak berani kepala desa, kami berbuat seperti ini, karena membela diri, Lahan yang biasanya tempat kami mencari nafkah, tidak lama lagi akan menghilang. Dengan demikian, otomatis kami juga akan kehilangan pekerjaan." Ucap Arga membela diri


"Bukankah kau bisa membicarakannya dengan baik baik!. Kalau alasanmu karena takut kehilangan pekerjaan, masih ada pekerjaan lain yang bisa kau dapatkan, tidak semata mata hanya sekedar berburu." Ucap kepala desa cukup bijaksana


"Aku..aku.." ucap Arga terbata bata


"Bukankah kau berniat ingin menjadikanku sebagai mainan mu!" Sambung Ivory dengan raut muka jijik


"Sungguh aku tidak berniat seperti nona, percayalah!" Bela Arga berbohong


"Masih berani berkata bohong kau rupanya!" Light, kerjakan tugasmu!" Perintah tegas Ivory menggema


"Baik nona!"


Byur!


Aaakhhh..!


Sudah bangun kau rupanya. Dengar! apakah kau masih ingin hidup!" Ucap Ivory dengan wajah dingin


"Apa mau mu jalang?" Jawab Doni tidak menyadari situasi


Buk!


Buk!


"Uuughh! Teriak Doni ketika tubuhnya di tendang oleh Light dengan keras, hingga terpental cukup jauh


Bukan sampai disitu saja, Light masih tetap mengejar Doni, dan ingin melanjutkan siksaan nya, tapi tiba tiba Doni berkata. "Baik baik!. Aku menyerah dan akan jujur mengatakannya" Ucapnya sambil melirik ke arah bosnya


"Semula kami memang marah ketika menyadari akibat dari pembuatan tempat wisata itu, karena kami pasti akan kehilangan pekerjaan, dan kami akan berusaha menggagalkannya dengan berbagai macam cara." Ujar Doni cukup lancar


"Lalu bagaimana caranya kalian akan menggagalkan rencana kami itu?" Tanya Light geram


"Dengan menyandera perempuan yang bernama Sanders itu" Ucap Doni terus terang


"Jadi setelah kalian berhasil penyandera ku, apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?" Tanya Ivory geram, karena dia sudah tahu kearah mana jawaban itu


"I..i itu urusan bos kami!" Jawab Doni ketakutan


"Kurang ajar kau!. Bukan hanya ingin menyandera nona Sanders, tetapi ingin memilikinya. Bukankah begitu?" Tanya Light sudah tidak sabar ingin menghajarnya


"I..i itu tidak benar, dia pasti bohong!" Sela Arga ketakutan dengan niat membela diri


"Siapa yang memberi kau hak untuk bicara?" Tanya Ivory geram


"Aku hanya melaksanakan perintah, dan selanjutnya adalah urusan bos kami!" Sambung Doni membela diri, dan terkesan menghianati bosnya sendiri


"Baik!. Dengan demikian aku sudah mengerti, apa yang menjadi tujuan kalian mencegat ku serta mengganggu ku tadi!" Ucap Ivory dingin, yang menyiratkan ancaman kematian yang sangat besar


"Maafkan kami nona! kami sungguh tidak tahu diri!" Ucap Arga ketakutan atas apa yang akan terjadi padanya


"Light, kau tahu apa yang harus dilakukan?" Ucap Ivory masih dalam mode kejam


"Dimengerti nona!" Jawab Light cukup cerdas


"Amankan orang orang ini!. Aku tidak mau melihat mereka ada di desa ini lagi."


"Siap nona!"


Tak lama kemudian Arga dan orang orangnya dibawa oleh Light pergi menjauh dengan tangan terikat, dan dibawa entah kemana

__ADS_1


"Kepala desa!. Maaf, kami terpaksa berbuat seperti ini, agar hama tikus itu, tidak mengganggu ladang ku lagi" Ucap Ivory dingin


"Kami mengerti nona!" Jawab kepala desa sambil tersenyum pahit


__ADS_2