
Aksi kedermawanan Dion terus dilakukannya di mana mana, sehingga namanya menjadi terkenal di seluruh negeri
Tuan Mahesa Birawa pun sudah mendengar kabar itu, dan dia sangat mendukung sekali tindakan dari cucu kesayangannya tersebut
Selain itu, tuan Birawa pun sudah mendengar akan sepak terjang Dion, yang telah menginvestasikan uang nya, dengan memborong minyak mentah dunia, juga mengakuisisi beberapa perusahaan besar, baik dalam maupun luar negeri
Semua tindakan Dion itu, menurut tuan Birawa sudah sangat benar, dan dia sangat mendukung keputusan cucunya itu, sampai-sampai dia mengirimkan utusan untuk menemui Dion, hanya sekedar untuk menyampaikan dukungannya itu
Padahal zaman sudah sangat canggih, hanya tinggal video call atau telepon manual, tuan Birawa sudah bisa mengucapkan dukungannya itu, tapi dia tetap tidak mau melakukannya dengan alasan tidak nyaman
Kelihatan sekali kalau tuan Birawa sangat menyayangi cucunya itu, sampai sampai apapun yang dilakukan oleh Dion, tetap dibelanya, karena dia yakin, apa yang dilakukan oleh Dion itu, sudah sesuai dengan prosedur, dan merupakan keputusan yang terbaik, tanpa ada bantahan atau pun protes sedikitpun
***
Hari ini di Kota Golden City, sekitar pukul 10 pagi, Dion kedatangan lima orang tamu, yang mengaku dari sebuah yayasan amal, yang bergerak di bidang penyaluran, pencari bantuan dan dukungan untuk kaum miskin dan tidak mampu
Kedatangan mereka kali ini, ingin mendapatkan dukungan dari Dion, untuk mendirikan beberapa cabang yayasan di beberapa kota wilayah timur, tetapi mereka kekurangan biaya. untuk itu, mereka meminta bantuan kepada Dion, untuk membagikan sedikit uangnya, demi kelancaran pembangunan yayasan tersebut
Mereka sudah mendengar dan menonton siaran tentang kedermawanan Dion, yang rela mengeluarkan uangnya, untuk membantu orang orang tidak mampu, dan membangun fasilitas fasilitas umum
Berdasarkan alasan itu, 5 orang yang mengaku berasal dari sebuah yayasan amal mendatangi Dion, untuk meminta bantuan kepadanya. Dibumbui dengan cerita cerita yang sangat meyakinkan sekali
Dion yang berotak cerdas, tidak mau percaya begitu saja, sebelum menyelidikinya dengan seksama. Secara diam diam, Dion memberi kode kepada Rams, si otak jenius, untuk menyelidiki jati diri mereka berikut yayasannya
Sambil menunggu hasil investigasinya, Dion tetap melayani mereka seperti biasa
Di ruangan itu, Dion tidak sendiri, tetapi didampingi oleh Iron, Leon, Burgon dan Hans. juga Rams, yang barusan diperintahkan oleh Dion untuk menyelidiki siapa orang yang tengah berhadapan dengan nya itu
Mereka berlima datang hanya untuk memastikan, bahwa tuan mudanya tidak dalam keadaan sedang terancam, sambil mengawasi perilaku dari kelima orang tersebut
Sementara itu, ketua rombongan yang dipimpin oleh seorang pria yang kelihatannya baik, tetapi menyimpan kelicikan yang sangat dalam, terus menerus meyakinkan Dion, agar mau memberikan bantuan kepada yayasan mereka
Tapi beberapa saat kemudian, tiba tiba wajahnya mendadak pias dan ketakutan, karena Dion menatapnya dengan tatapan tajam, disertai niat membunuh yang sangat besar
Ditatap seperti ingin dibunuh itu, ketua rombongan menggigil ketakutan. Keempat orang yang mendampunginya, juga menyadari perubahan dari ketua kelompok nya itu, dan masing masing memberi kode, bahwa aksi mereka telah ketahuan oleh Dion
Tanpa mau berbasa basi lagi, Dion mengangguk ke arah Iron dan 3 orang lainnya, untuk melakukan tugasnya, menangkap kelima orang itu dan membawanya ke suatu tempat untuk diinterogasi, tapi..
"Tunggu tuan!. Kenapa tuan menatapku seperti itu, kami jadi segan tuan!" Kata ketua kelompok itu pura pura, tapi Dion tidak menanggapinya
Dion sekali lagi melihat layar hp-nya, yang berisi pesan dari Rams, yang mengabarkan, bahwa kelima orang itu adalah sindikat penipuan berkedok yayasan amal
"Ternyata mereka adalah kelompok penipu, yang mencari bantuan untuk kepentingan dan keuntungan mereka sendiri." Monolog Dion dalam hati, kemudian membuka suara dengan bertanya..
"Apakah bualan mu itu sudah cukup, atau masih ada yang ingin kau sampaikan penipu?" Gertak Dion tiba tiba
"Apa maksud tuan, kami datang kesini karena untuk meminta bantuan, bukan untuk menipu!" Bantahnya dengan raut wajah sedikit marah
"Apakah kau masih mau mengelak, atau perlu ku tunjukkan bukti aksi kalian selama ini?" Sambung Dion dengan aura mengintimidasi
__ADS_1
"Kami dari yayasan resmi, yang sudah di akui oleh pemerintah, dan bekerjasama dengan dinas terkait. Semua bantuan yang kami dapatkan, pasti akan kami salurkan kepada yang berhak menerimanya." Bela ketua kelompok tak mau kalah
"Begitu!. Lalu bagaimana dengan yang ini?" Ucap Dion dingin, sambil menyalakan alat yang sepertinya remote control kecil, dan mengarahkannya ke dinding putih yang cukup lebar
"I..i..ini, bagaimana mungkin?" Ucap ketua kelompok terbata bata dan ketakutan, sambil berusaha untuk lari, tapi di tangkap oleh Hans, hingga tubuhnya terbanting ke lantai
"Masih mau menyangkal juga!" Tanya Dion sambil menyeringai
"A..a..ampuni kami tuan!. Kami mengaku salah, kami disuruh oleh Bargo untuk menjalankan aksi ini" Jawabnya semakin ketakutan
"Apakah Bargo itu bos mu?" Tanya Dion langsung ke intinya
"B..B..benar tuan!" Jawab Ketua kelompok takut takut
"Iron! Lakukan tugas mu!" Ucap Dion dingin
"Baik tuan muda!" Jawab Iron singkat
"Tu..tu..tuan muda! tolong ampuni kami, kami berjanji, akan mengatakan dimana Bargo dan yang lainnya" Rengeknya meminta ampunan pada Dion
"Iron!"
"Siap tuan muda!" Jawab nya tegas
"Ayo ikut!. Dasar bodoh! Mau cari mati saja kalian!" Bentak Iron sambil mengangkat tubuh ketua kelompok, dan yang lainnya, dibantu oleh, Hans, Burgon dan Leon
"Tuan!. tolong ampuni kami!"
"Aaarrrkkh!"
"Kalau kau masih berisik, ku bunuh kau!" Ancam Hans geram
"Ba..ba..baik! aku akan diam." Jawabnya terbata bata
***
Tiga bulan kemudian
Semua yang direncanakan oleh Dion sedang dalam tahap pengerjaan. Ada yang sudah selesai 100%, ada yang baru 75 sampai 87% dikerjakan
Kepala proyek yang ditugaskan untuk melaksanakan rencana Dion tersebut, terdiri dari orang orang terpilih, yang berdedikasi tinggi, yang di ambil dari perusahaan Birawa Group, baik pusat maupun Daerah
Semua pengerjaannya dikerjakan oleh orang orang Dion sendiri, karena Dion sudah sangat mengenal orang orang nya, disamping itu, hukuman yang akan mereka terima, apabila berkhianat atau tidak amanah adalah mati
Jadi mereka bersungguh sungguh dalam mengerjakan perintah dari bosnya itu. tiada hari tanpa kerja, libur hanya pada hari Jumat, sedangkan minggu tetap kerja seperti biasa
Siang malam proyek itu di kerjakan, dengan menggunakan sistem shif, para pekerjanya pun banyak diambil dari warga sekitar, tentunya sebagai buruh kasar. Sedangkan tehnisi atau ahlinya, di ambil dari karyawan Birawa Group, juga dari luar negeri sebagai supervisor
Selama tiga bulan itu, proyek yang digadang oleh Dion, sudah banyak mengalami kemajuan, diantara lain adalah
__ADS_1
Proyek pembangunan tempat wisata di desa BS, yang sudah selesai di kerjakan kisaran 87%, dan sisanya dalam tahap pengerjaan
Diantara pembangunan tempat wisata itu adalah, pembuatan resor tepi pantai yang terletak di ujung pulau desa itu, Resor Tanjung Cinta atau RTC namanya. Pembangunannya sudah selesai 100%
Sedangkan tempat wisata berlatar belakang danau, sedang dalam tahap finishing atau penyelesaian
Proyek kedua yang di gagas oleh Dion, yang saat ini juga dalam tahap penyelesaian adalah, pembangunan panti asuhan tempat Dion dulu tinggal
Proyek ketiga yang sedang dalam tahap pengerjaan adalah, pembangunan desa maju, lengkap dengan infrastrukturnya, salah satu yang sudah selesai adalah, Sekolah Dasar tempat Dion menuntut ilmu dulu
Sedangkan yang keempat adalah pembangunan pabrik di lahan yang di beli dari Tiger. Pengerjaannya sudah selesai sebesar 85%
Selain itu, selama tiga bulan ini, saham perusahaan yang dibeli oleh Dion, telah meraup laba yang sangat luar biasa
Index perdagangan dunia, dimana perusahaan yang sahamnya dibeli oleh Dion, terus mengalami kenaikan, sebesar 2,07 sampai 3,32 % setiap harinya, dan terus bertahan, tanpa mengalami penurunan
Maka tidak heran, perusahaan itu mendapatkan untung yang sangat besar. Imbasnya adalah, perusahaan tersebut tetap eksis di percaturan bisnis internasional
Cadangan minyak mentah yang dibeli oleh Dion pun, telah di Beli seluruhnya oleh dunia industri, militer dan pemerintah dunia
Akibat kelangkaan minyak bumi, dunia pun mengalami kemerosotan ekonomi, walau dalam hitungan hari, dengan berhentinya pabrik pabrik besar di seluruh dunia.
Dunia mengetahui, ada pemain besar yang menahan peredaran minyak bumi itu, dan belum mau menjualnya Tapi setelah harga minyak bumi menembus level US$.58.6 perbarel nya, Barulah pemain besar itu, atau Dion, menjual seluruh cadangan minyaknya
Ketika membeli minyak mentah itu, Dion membelinya dengan harga terendah, yaitu pada level US$.27,63 perbarelnya
Jadi Dion mendapatkan keuntungan dua kali lipat dari penjualan cadangan minyak buminya itu
Keuntungan yang didapatnya itu, sudah lebih dari cukup untuk menghidupi rakyat negara ini selama 1 sampai 2 tahun tanpa kerja
Dengan keuntungan itulah, Dion melakukan gerakan amal di mana mana, jadi tidak di makannya sendiri. Entah salah atau benar, Dion tidak peduli. Niatnya menolong, ya menolong , tidak ada embel embel apapun
Mau dikatakan orang kaya yang dermawan ya terserah, mau dikatakan orang jahat apalagi. Jahat salah baik pun salah, ya lebih baik di labrak saja, pikir Dion
Prinsip Dion, jangan membantu karena pamrih, membantu ketika kaya itu wajar, tapi membantu waktu miskin, itu baru luar biasa
__ADS_1
Tapi Dion ketika miskin tidak bisa berbuat apa apa, Tiap hari dia hanya bisa dicaci, dimaki, dihina, di bully dan lain sebagainya, tanpa bisa membela diri. Maka setelah dia kaya, Dion melakukan gerakan amal itu sesuka hatinya
Yang jahat di tolong, yang baik apalagi. Mau benar atau salah, terserah penilaian kalian!. Titik!