Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Kembalilah sebelum ku musnahkan!


__ADS_3

"Rooaar!"


"Groooor!"


Teriak naga itu seperti mengerti perintah dari majikannya. Kemudian terbang dan menghilang saat keluar dari ruangan luas itu


Tak lama sesudah naga itu pergi. Jigong Naidong, cenayang kenamaan asal pesisir kawasan Khao Lak, atau dalam sebutan lain pawang, dukun atau paranormal itu berkata dengan suara cukup keras


"Bantu aku mengawal naga tersebut untuk menghancurkan musuh ku itu!"


"Kirimkan aura sihir kalian, dan gabung dengan sihir ku!"


"Aku yakin dengan gabungan kekuatan kita semua, bocah itu akan mati!" Ucapnya dengan ekspresi marah


"Baik guru!" Jawab belasan orang murid muridnya yang ada di depannya serempak


Beberapa saat kemudian, tubuh tubuh mereka bergetar hebat, dan mengeluarkan aura sihir yang sangat pekat sekali, serta mendominasi keadaan sekitar


Beruntung rumah rumah penduduk lainnya berjauhan. Jadi fenomena tersebut tidak mereka rasakan saat ini. Hanya semilir angin sejuk yang membuat bulu kuduk berdiri saja yang mereka rasakan


Mereka memang sudah tahu siapa Jigong Naidong itu, dan tidak ada siapapun yang berani mengganggunya


Apalagi orang tersebut selalu mengobati penyakit orang desa yang sengaja dia buat itu, agar hati dan pikiran mereka merasa segan dan takut padanya


***


Sementara itu di dalam istana, Dragon sedang berusaha mengobati dan menjinakkan ular liar tersebut. Tapi ketika prosesi pengobatan hampir selesai, datang ular lainnya yang beraura sihir sangat kuat, dan berusaha menggagalkan usaha Dragon tersebut


Bahkan mencoba melukai atau membunuh Dragon. Namun semua itu bukan ancaman serius buat Dragon. Malah dengan mudahnya melemparkan ular naga itu keluar ruangan. Hingga membuat atap ruangan yang terbuat dari genteng itu, sebagiannya menjadi hancur berantakan


Tapi beberapa saat kemudian, ular itu kembali lagi. Dengan kekuatan berkali kaki lipat, dan ancamannya sangat terasa sekali


Kekuatannya itu didapatkan berkat mendapatkan asupan sihir, yang dikirimkan oleh majikan serta murid muridnya tersebut, dan diperintahkan untuk membunuh Dragon


"Aku tahu siapa yang mengirim mu itu naga jelek!"


"Kembalilah sebelum ku musnahkan wujud mu itu!"


"Katakan pada majikan mu!. Jika dia masih ingin hidup!. Jangan coba coba mengganggu gadis ini!" Ucap Dragon penuh ancaman


"Anak kecil!. Aku tidak takut pada mu!."


"Sekuat apapun dirimu, tidak akan mampu menahan api hitam ku ini!" Jawab naga tersebut merasa pasti menang, yang suaranya ditransmisikan oleh Jigong Naidong dari jarak jauh itu


"Kalau begitu buktikan!. Jangan banyak omong saja orang tua!" Balas Dragon menantang


"Roar!"


Bluup!


Tanpa menjawab lagi, naga itu langsung mengeluarkan api hitamnya, dan langsung disemburkan kearah Dragon, yang saat itu sedang berdiri di tengah tengah ruangan


Sementara tuan putri, di pindahkan ke tempat lain. Atau tepatnya di belakang Dragon. Sedangkan raja dan keluarganya, di tempatkan di bagian terpisah, yang dilindungi dengan formasi pelindung yang sangat kuat


Dion dan sepuluh pengawal utamanya, ditempatkan di bagian lain pula. Mereka bertugas mengawasi proses pengobatan terhadap putri raja tersebut


Perdana menteri, jenderal polisi dan panglima angkatan bersenjata, ditempatkan di bagian lain juga. Tapi tak jauh dari posisi raja dan permaisurinya duduk itu


Mereka sengaja ditempatkan di situ, untuk mencegah segala kemungkinan buruk, yang akan terjadi pada raja serta keluarganya tersebut


Jadi saat Dragon sedang mengobati tuan Putri, mereka hanya berdiri diam, di belakang raja serta permaisurinya. Begitu juga dengan keluarga kerajaan lainnya

__ADS_1


Sementara itu, api berwarna hitam yang disemburkan ke arah Dragon, terus meluncur ke arahnya. Tapi Dragon tidak bereaksi, dan hanya tersenyum sinis. Kemudian berkata.


"Api seperti ini yang kau bilang kuat?"


"Coba kau lihat yang ini, dan rasakan!. Apakah api hitam mu atau api kecil ku ini yang lebih panas serta kuat?" Ucap Dragon santai saja, sambil menahan api hitam dan menangkapnya. Kemudian berkata lagi.


"Kembalilah pada tuan mu!"


"Sebentar lagi aku akan menarik majikan mu ke sini!" Ucapnya tegas. Lalu tiba tiba api berwarna putih keluar dari jari Dragon, dan ditembakkan ke arah naga kiriman Jigong Naidong itu. Dan tak lama kemudian, jerit kesakitan terdengar dari mulut naga itu


"Rooaar!"


Blus!


Blam!


Tubuh naga buatan Jigong Naidong menghilang, dan dikirim kembali kepada pemiliknya, serta meninggalkan aura pekat di ruangan itu


Semua orang yang melihat kejadian tersebut menjadi tercekat diam, termasuk Dion juga orang orangnya


Kekuatan, kesaktian dan kedigdayaan yang ditunjukkan oleh Dragon sangat luar biasa sekali


Jarang sekali mereka bisa melihat itu, dan baru kali ini bisa menyaksikannya


Pai Zu Xian, yang bergelar dewa obat atau dewa tabib saja tidak bisa melakukan hal tersebut. Karena dia hanya ahli dalam ramuan, tapi dalam hal metafisika, jauh tertinggal dari Dragon


Maka saat tuan mudanya itu, menunjukkan kemampuan metafisika tingkat tingginya, mau tidak mau dia harus menelan ludah pahit, karena kemampuan Dragon jauh lebih tinggi dari kemampuannya


Dalam hati nya membatin. "Jika itu adalah aku, jelas sekali mudah mengobati orang yang sakit."


"Tapi sayang itu bukan aku!" Batinnya menyesali diri


"Kakek Xian!. Setelah pengobatan ini selesai, dan kita kembali ke kota emas. Dragon akan mengajari kakek dewa, bagaimana caranya mengobati orang sakit dengan aura kesadaran yang kita punya!"


Mendapatkan tranmisi suara seperti itu, membuat Pai Zu Xian jadi gelagapan. Dia tidak menyangka bahwa tuan mudanya bisa mengetahui apa yang dikatakannya dalam hati


Karena menyakini bahwa tranmisi suara itu dikirimkan oleh Dragon. Pai Zu Xian merasa tidak enak hati. Kemudian memandang ke arah Dion, ingin mendapatkan penjelasan


"Jangan heran dewa obat. Anak ku itu bukan hanya sakti, tapi mampu mendengar apa yang diucapkan oleh seseorang, walau dalam hati apalagi dari jarak jauh!"


"Untuk itu lain kali berhati hatilah. Dan jangan bicara secara sembarangan!" Respon Dragon menjelaskan


"Baik tuan besar!. Dan maafkan sikap saya tadi!" Jawab Pai Zu Xian merasa bersalah


"Sudahlah!. Bukan hal penting juga untuk di perdebatkan!" Sambut Dion mencoba bersikap tenang dan bijaksana pada bawahannya


Kemudian mengalihkan perhatiannya pada Dragon, dan menunggu apa yang akan dilakukannya lagi


Sementara itu di bagian Dragon. Setelah selesai mengirimkan kembali naga besar yang menyerangnya tadi, Dragon langsung menstabilkan aura jahat yang ditinggalkan oleh naga tersebut, agar tidak mempengaruhi raja juga yang lainnya


Kemudian dengan ekspresi kurang senang dia berkata. "Siapapun kau adanya orang tua!. Kekuatan seperti itu belum mampu untuk menekan ku!"


"Ini aku kembalikan oleh oleh mu, agar kau merasa senang!" Ucap Dragon disertai aura kekuatan, dan dikirimkan pada pemilik naga tersebut


Akibatnya tubuh para cenayang itu terdorong dan terpental kebelakang, sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya


Ditambah lagi dengan kembalinya naga buatan gurunya, menambah situasi di ruangan itu menjadi kacau balau, dan rasa sakit yang mereka derita, semakin bertambah besar


Sedangkan Jigong Naidong hanya mengalami luka ringan saja. Walau tadi sempat terpental kebelakang juga. Namun masih bisa di tahannya


Itu berkat ilmunya yang lumayan tinggi. Tapi belum cukup tinggi untuk melukai Dragon

__ADS_1


Namun walau demikian, kondisinya juga tidak stabil. Meridian serta peredaran darahnya menjadi kacau, akibat serangan balik dari Dragon barusan


Sedetik kemudian dia memuntahkan darah segar yang jauh lebih banyak dari murid muridnya


Kondisi itu membuat dua orang pria berpakaian kantoran menjadi cemas, dan berusaha menolong gurunya


"Guru!" Teriak keduanya serempak. Kemudian mendekati gurunya serta berusaha menolongnya


Tapi naas!. Saat hampir sampai itu. Satu kekuatan besar menabrak tubuh mereka berdua, dan seketika membuat mereka mati


Kekuatan yang menabrak mereka tu, adalah api kecil berwarna putih, disertai aura kesadaran Dragon, yang saat mengirimkannya, memperkuat dengan salah satu jurus dari kitab Kalamurka


Siapapun yang terkena api tersebut akan binasa, dan tubuhnya menjadi hangus sampai tidak tersisa


Tapi dalam kasus ini. Dragon membiarkan tubuh orang tersebut masih utuh, karena dia akan menunjukkan kedua orang tersebut pada raja juga pada yang lainnya


"Siapa sebenarnya orang yang sedang aku lawan itu?"


"Kenapa kekuatannya sangat luar biasa sekali?"


"Belum pernah ada yang berhasil mengalahkan ku!"


"Tapi kali ini aku kalah, dan ini baru pertama kali terjadi sepanjang karir ku menjadi seorang cenayang, dan master metafisika di negara ini!"


"Kali ini terang-terangan aku dibuat babak belur oleh seseorang, yang menurut pandanganku masih kecil. Tapi mempunyai kekuatan yang sangat besar!" Gumam Jigong Naidong kesal, di sela sela menahan rasa sakitnya itu


Kemudian dia memandang ke arah dua orang muridnya yang sudah mati tersebut, kemudian beralih pada yang lain, dan mendapati murid muridnya itu hanya pingsan saja


Saat dia kebingungan dan linglung seperti itu. Datang aura yang sangat kuat, dan tidak bisa dilawan olehnya. Sedetik kemudian dia pingsan, atau tidak sadarkan diri


Kemudian aura kuat tersebut, menarik tubuh tubuh mereka, untuk masuk ke dalam lingkaran, yang dibuat oleh Dragon dari jarak jauh. Dan sekejap saja tubuh mereka menghilang, serta muncul di depan raja juga yang lainnya itu


"Yang mulia!. Inilah orang yang mencoba mencelakai putri anda!"


"Dia sengaja mengirimkan hewan peliharaannya untuk menguasai tubuh anak ini!" Ucap Dragon menjelaskan tentang siapa orang tersebut, dan apa yang telah dilakukannya


Tanpa menunggu jawaban dari raja Mongkut Kittirong, Dragon melanjutkan aksinya, dan menghadap ke arah tubuh sang putri, dan merilis kekuatannya


Sedetik kemudian. Dragon mengulurkan tangannya di udara, tanpa menyentuh tubuh sang putri, dan menarik ular yang ada di tubuhnya itu, agar keluar untuk dibinasakannya


Tapi sedaya upaya ular yang ada di tubuh Anong Achara tersebut mencoba melawan, dengan mengekspresikan perlawanannya melalui tubuh orang yang berusaha dikuasainya itu


Tiba tiba saja tubuh gadis kecil tersebut berdiri, dan terbang menuju Dragon dengan kekuatan penuh. Kedua tangannya menjulur ke depan, dan menuju ke dada Dragon


Melihat itu raja serta yang lainnya menjadi khawatir. Terutama Dion ayahnya itu


Dalam pandangan orang orang itu, tubuh Anong telah berubah menjadi naga, dengan kuku kuku nya yang sangat panjang serta runcing, dan siap merobek tubuh Dragon hingga tidak berbentuk. Dan memang demikian kondisi Anong saat ini


Tapi sebelum tangan tangan itu sampai pada sasarannya. dari tubuh Dragon keluar cahaya yang sangat terang sekali, dan membuat gerakan Anong seketika terhenti di udara


Aura tersebut menyelimuti tubuh Anong, dan membuatnya terdiam. Tapi masih berusaha melawan


Sekitar dua setengah menit kemudian, gerakan tubuh tuan putri tersebut terhenti, dan melayang turun ke lantai aula, tapi disambut oleh Dragon, dengan mengirimkan aura perlindungannya, agar putri itu tidak membentur lantai


Ular yang telah berhasil ditarik oleh Dragon, yang sudah berwujud kecil, segera di bunuh serta di hancurkannya


Setelah selesai, Dragon mengangkat tubuh tuan putri, tanpa menyentuhnya, dan dibawa ke hadapan raja juga permaisurinya


Setelah sampai itu Dragon segera berkata. " Sekarang putri anda sudah sembuh, dan ular yang ada di tubuhnya sudah saya musnahkan!"


"Sekarang kondisinya sudah kembali seperti sediakala." Ucap Dragon menjelaskan

__ADS_1


"Tuan dewa!. Atas nama pribadi juga rakyat ku. Kami mengucapkan terima kasih pada anda."


"Berkat tuan, penyakit yang diderita oleh anak ku bisa sembuh. Dan orang yang membuatnya telah ditangkap." Respon raja Mongkut Kittirong senang


__ADS_2