Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
25. Inilah Saatnya


__ADS_3

Tak lama setelah itu, 6 orang berjalan masuk melewati barisan tersebut dengan gagahnya, salah satu diantara mereka adalah seorang perempuan muda, kisaran 20 tahun atau lebih, Ivory Sanders, sang sekretaris utama Birawa Group, dan tangan kanan Dion


Wanita itu yang memimpin jalan, Penampilan mereka begitu agung, dan terlihat menyiratkan ancaman bagi siapa saja yang berani mengganggunya


Brian,Jasmine terutama brandy, yang melihat kedatangan 6 orang itu tercekat, ada rasa takut dan senang, terutama bagi Brian. Pesta pernikahan nya, kedatangan tamu agung petinggi Birawa Group, perusahaan di mana selama ini dia bekerja, begitu juga dengan Jasmine


Takut jika kekacauan di pestanya akan menjadi image buruk bagi perusahaan, tapi dia senang, karena sang pengacau pesta yang saat ini masih ada di situ, akan dihajar oleh orang yang baru datang tersebut. Sungguh dangkal pemikirannya


Sementara bagi brandy dan anak buahnya, hal itu merupakan bencana dan akhir hidup mereka, orang yang selama ini sangat ditakuti dan dihindari oleh nya, saat ini tengah berada di depan mereka


Jasmine yang mengenali Ivory yang baru datang itu turut senang, tapi dia tidak mengenali lima orang laki laki yang tadi berjalan dibelakang Ivory


Dia tidak menyangka, orang yang selama ini sangat dihormati dan dikagumi dan agungkan olehnya, juga datang di pesta pernikahan itu. Ini keberuntungan pikirnya


"Nona Ivory, aku tidak menyangka anda akan datang di pesta pernikahan ku yang tidak seberapa ini." Ujar Brian berusaha mengjilat


"Dan selamat datang juga bagi orang orangmu. Mari


kutunjukkan tempat duduk kalian."


Brian senang Bukan main.


Sambil tertunduk tunduk, dia mencoba menyenangkan tamu terhormat nya


Ivory, yang mendapat kehormatan itu hanya diam saja, dia hanya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan pesta itu, dan berhenti ketika matanya tertuju ke arah Dion, begitu juga dengan kelima orang yang ada di belakangnya


Begitu Ivory melihat Dion, dia menganggukkan kepalanya sedikit untuk memberi hormat kepadanya. mengatakan bahwa dia sudah datang


Dion yang mendapat isyarat itu hanya mengangguk kecil, dan memberi isyarat juga agar Ivory dan orang orang nya mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan rencana nya


"Nona Ivory, maafkan kami yang tidak menyambut kedatangan anda dengan baik. Tadi ada keributan sedikit di ruangan ini."


"Kekacauan ini disebabkan oleh manusia rendah, dan sampah tidak berguna yang ada di sana itu." Ucap Brian dengan muka masam ketika memandang Dion


Kening Ivory dan kelima pengawalnya mengkerut secara serentak, mereka tidak habis pikir, kenapa orang yang sangat dihormati oleh mereka, dihina dengan begitu rendahnya oleh Brian


Padahal mereka tahu, siapa Dion yang sebenarnya. Tidak tahu kah dia, bahwa orang yang sedang dihina nya itu, adalah pewaris sah perusahaan Birawa Group, tuan muda Dion yang sangat mereka hormati

__ADS_1


"Sungguh kurang ajar kau Brian, di saat akhir hidupmu, masih saja bersikap kurang ajar seperti itu." Bisik Ivory dalam hatinya geram, tapi dia berusaha bersikap tenang. Dia tidak mau keberadaan Dion yang sebenarnya diketahui oleh mereka


Sementara itu, kelima orang yang kini berada di belakang Ivory maju ke depan, dan menghampiri Brandy dengan tatapan kematian


Aura yang dikeluarkan oleh kelimanya sangat menakutkan, mereka adalah Iron, panglima perang, atau si tangan besi, Hans, si tangan kilat, Robin si dewa kematian, Leon, si dewa perang dan Burgon si mata dewa, sedangkan Rams berada di tempat lain


Brandy, yang mendapat tatapan itu gemetaran, hingga terkencing kencing di celana, kemudian jatuh berlutut menghadap kelima nya, bau menyengat segera menyebar di ruangan itu. Kurang ajar sekali dia


Anak buahnya yang melihat kejadian itu menjadi heran, kenapa bosnya yang selama ini terkenal kuat, kejam dan tidak kenal ampun, sekarang sedang berlutut dan gemetaran seperti itu


"Cepat semuanya berlutut." Teriak Brandy mengingatkan anak buahnya. Dia takut kalau ke lima orang yang sangat ditakuti nya itu, akan membantai mereka


"Kau cukup berani juga Randy!"


"Kau telah mencoba membunuh orang yang seharusnya tidak boleh kau singgung. Kau tahu hukumannya apa?" Tanya salah seorang dari kelimanya yang ternyata adalah Iron, komandan kepala seluruh pengawal keluarga Birawa, yang bergelar si tangan besi


"A..a..ampuni nyawaku tuan. Aku tidak tahu siapa orang yang tuan maksud." Jawabnya memelas dan ketakutan


"Apakah kau tahu, siapa orang yang tadi ingin kau bunuh, dia adalah tuan ku, tuan bagi kami semua." Kata Iron berbisik pelan di dekat telinga Brandy


Situasi sudah mulai kacau, Vincent yang ditunjuk oleh Brandy menjadi sangat ketakutan. Dia tidak kenal dengan Iron, karena tidak pernah berurusan dengannya


Tapi begitu melihat, betapa Brandy yang cukup ditakuti di kota B, gemetaran ketika berhadapan dengan Iron, tentu latar belakangnya lebih hebat daripada Brandy


Iron sekilas memandang Vincent dengan tatapan mengancam, dia mengedarkan pandangannya pada semua tamu yang hadir, memberi kode agar mereka keluar dari ruangan itu


Melihat tatapan yang tidak main-main itu, seluruh tamu yang tidak ada kena mengenanya dengan mereka, berebut keluar melalui pintu masuk, dan berdesak desakan saling mendahului satu sama lain


Mereka takut akan terseret dengan masalah, jadi lebih memilih untuk keluar, walau pesta belum juga dimulai


Sementara itu, nenek wolf begitu melihat para tamu meninggalkan ruangan pesta, menjadi marah dan berkata


"Siapa yang mengizinkan kalian masuk ke sini, dan mengacaukan pesta cucuku." Teriaknya jumawa, tidak tahu situasi saat itu


Plak!


"Aaaarrkh.!

__ADS_1


Entah kapan datangnya seseorang yang berpakaian mirip ninja, tiba tiba saja muncul, dan menampar wajah nenek Wolf hingga membuatnya terhuyung kebelakang, kalau dilihat dari posturnya, ninja tersebut seperti seorang wanita


Vincent, Jasmine, Brian, Danis, Chalista juga Everly, yang melihat kejadian itu menjadi terkejut, tidak menyangka, kepala keluarga yang sangat mereka hormati, telah ditampar oleh seseorang tanpa ampun


"Kenapa kau memukul nenekku?. Dasar perempuan rendah!" Ujar Vincent emosi


Plak..buk..buk..!


Tubuh Vincent terdorong sejauh 2 meter, akibat terkena tamparan dan tendangan dari wanita yang berpakaian ninja itu. Mulutnya mengeluarkan darah yang cukup banyak


Kedua orang yang baru saja ditampar, tidak berani lagi bersuara, gawat, pikir mereka


"Nona Ivory, kalau boleh aku tahu, kenapa kalian datang ke sini, apakah untuk menghadiri pesta ku, atau ada masalah lain?" Ucap Brian penuh tanda tanya, kemudian melanjutkan berkata


"Manusia rendah itu yang telah mengacaukan pesta ku, dia mantan suami istri ku Jasmine, dan orang yang sedang berlutut itu, adalah ketua Genk elang hitam yang sangat ditakuti di kota B."


"Aku takut, kalian akan mendapatkan masalah, karena telah memprovokasi nya, anak buahnya tentu tidak akan tinggal diam, melihat bosnya disakiti seperti itu."


Plak..plak.!


Tanpa ba bi bu, mulut Brian ditampar oleh seseorang yang tiba tiba muncul di depannya


Sama seperti kedatangan perempuan sebelumnya, kali ini orang tersebut juga datang secara tiba tiba, dan langsung menampar mulut Brian yang kotor tersebut hingga berdarah


"Ada apa ini?.Kenapa kau menamparku?. Bukankah yang kukatakan ini semuanya fakta. Badjingan itu telah datang ke pesta ku tanpa diundang, dia telah membuat pestaku menjadi kacau."


"Manusia rendah itu, adalah mantan suami dan menantu yang dibuang, serta diusir dari kediaman keluarga Wolf, jadi aku tidak salah kalau merendahkannya, serta menolak kehadirannya di sini."


Brian belum juga menyadari situasi, dia terus saja merendahkan Dion musuh buyutan nya itu


Ivory, dan kelima bawahannya murka, sementara Dion hanya diam saja, dia sudah memutuskan untuk tidak ikut campur dalam masalah tersebut


Dia ingin melihat bagaimana orang orangnya menyelesaikan masalah kecil itu


Salah seorang bawahan Dion maju melangkah, dan sedikit menundukkan kepalanya kearah Dion, tapi tidak ada seorang pun dari keluarga Wolf, juga orang orang Brandy yang menyadarinya


"Mulutmu cukup pedas juga. Apakah orang tuamu tidak mengajari sopan santun kepadamu?" Ujarnya dingin

__ADS_1


__ADS_2