
Sementara itu. Tim pemburu yang dipimpin oleh Burgon dan anak buahnya tersebut. telah berhasil menawan Bagaspati, dan menghabisi Meri, walau itu karena kesalahannya sendiri
Lima orang petugas pengaman mall, saat ini telah diamankan ketempat lain, agar tidak membuka mulut. Dan sebagai gantinya, Burgon menempatkan 10 orang bawahannya, yang terdiri dari satu orang komandan, dan 9 pengawal elit serta menengah, untuk berjaga di disana
Setelah mengamankan mereka, Burgon memerintahkan pada anak buahnya, untuk mengurus jasad Meri, dan membawa Bagaspati menuju rumahnya sendiri
Begitu sampai di rumah Bagaspati, Burgon segera mengurung pemilik markas itu di dalam ruang isolasi, yang memang ada di markas nya tersebut. dan dijaga dengan ketat agar dia tidak bisa melarikan diri
Karena saat itu sudah terlalu larut malam. Burgon dan Leon memutuskan untuk menyambung pekerjaannya besok, dan akan melaporkan kejadian apa yang telah mereka alami dan buat selama berada di markas gagak hitam
Setelah memastikan semua anak buah Bagaspati telah ditaklukkan, dan markasnya dalam kondisi aman. Barulah Burgon meninggalkan tempat itu, bersama dengan Leon dan beberapa anak buahnya untuk istirahat
Sedangkan puluhan pengawal anak buah Leon, tetap tinggal di markas tersebut, untuk berjaga disana sampai pagi
***
Keesokan harinya
Dion, tuan Birawa, Iron dan ratusan pengawal elitnya tersebut, bertolak ke markas besar gagak hitam, besutan Bagaspati dan beberapa temannya itu
Mereka kesana karena ingin melihat, seperti apa gangster gagak hitam tersebut, sekaligus ingin memastikan, apakah anggotanya selamat atau tidak
Dengan menggunakan puluhan mobil, rombongan Dion bergerak meninggalkan hotel, menuju ke markas milik Bagaspati itu, dengan dipandu oleh Burgon serta Leon. dan sampai disana sekitar 45 menit kemudian
"Salam tuan senior!. Salam tuan besar!" Sapa pengawal nya yang sudah semalaman berjaga
"Ya, terima kasih!. Sekarang kalian kembalilah ke hotel, untuk beristirahat. Tugas kalian, akan digantikan oleh mereka!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawab mereka serempak, kemudian meminta ijin untuk meninggalkan tempat itu, pulang ke hotel tempat mereka menginap untuk tidur
"Berapa orang yang dikurung dalam ruang bawah tanah itu?" Tanya Dion, sesaat setelah pengawalnya tersebut pergi
"Ada sekitar 700 orang tuan besar!" Jawab Leon apa adanya
"Sebanyak itu?" Respon Dion terkejut
"Benar tuan!. Malah menurut informasi dari salah seorang komandannya, Jumlah anggota seluruhnya adalah sebanyak 750 orang. Tapi 50 orang diantaranya berhasil melarikan diri" Jawab Leon apa adanya
"Bagai mana mereka bisa kabur?" Tanya Dion keheranan
"Ketika terjadi penyergapan, ada beberapa buah mobil yang tidak masuk dalam sasaran tembak kita, Mereka langsung tancap gas ketika mendapatkan tanda bahaya."
"Lagipula mereka bukan termasuk tim penyerang, tapi bertugas sebagai mata mata saja. Walau tugas mereka belum sempat dilakukan."
"Lalu dimana pemimpinnya?" Tanya tuan Birawa tiba tiba
"Sedang diamankan ditempat terpisah tuan senior, tapi jaraknya tidak begitu jauh dari sini." Jawab Burgon berterus terang
"Bawa dia kemari!" Perintah tuan Birawa tegas
"Baik!"
Setelah Burgon pergi, yang diikuti oleh empat orang bawahannya. Tuan Birawa serta Dion, dan yang lainnya itu, memasuki ruang bawah tanah tersebut, dan mendapati bahwa ruang tersebut lumayan luas, dengan beberapa ruang terpisah seperti tempat tinggal
Di ruang bawah tanah itu, juga terdapat sebuah lapangan yang cukup luas, mungkin sebagai tempat anggota gangster itu berkumpul
__ADS_1
Tak lama sesudah itu, Burgon dan empat anak buahnya pun datang, dengan membawa seorang pesakitan bernama Bagaspati. bekas bawahan Iron dulu, juga mantan karyawan Birawa Group yang membelot
"Ternyata dibalik kejadian ini, adalah ulah mu Bagas!. Aku kira, setelah meninggalkan Birawa Group, kau akan berubah menjadi orang baik!" Ucap tuan Birawa menyindir bekas bawahannya itu dengan kata kata pedas
"Kalau kau datang padaku dengan baik baik. mungkin aku akan mempertimbangkan usulan mu. meminta keringanan hutang atau menghapusnya sama sekali."
"Tapi kau malah bertindak bodoh, dengan berusaha membunuh ku, juga orang orang ku itu."
"Apakah kau pikir, dengan serangan mu yang bagai semut sedang mendatangi gula tersebut, akan mampu menghancurkan kekuatan ku Bagas?" Ucap tuan Birawa tegas
"Maafkan saya tuan besar!" Saya mengaku salah, dan bersedia dihukum, tapi tolong jangan apa apakan mereka, karena mereka tidak bersalah!" Respon Bagaspati lemah dan takut, mencoba meminta keringanan hukuman untuk nya, terutama pada anak buahnya itu
Padahal pada malam harinya, dia begitu emosi dan marah, serta dendam pada tuan Birawa, terutama pada Burgon, karena dia istrinya jadi mati
Tapi mengapa begitu bertemu dengan tuan Birawa, sikapnya melunak, dan seperti sudah jinak, mirip seperti hewan yang berjumpa dengan tuannya, karena sudah lama tidak bertemu
"Apakah kau pikir aku akan mendengarkan perkataan mu Bagas?. Kau telah bertindak diluar batas, dan berani melawanku!. Kau tahu apa hukumannya?" Jawab tuan Birawa dengan ekspresi marah
"Tolong ampuni saya tuan besar!. Saya bersedia dihukum. Tapi tolong pertimbangkan lagi, jika harus menghukum mereka juga."
"Diantara orang orang yang ditawan itu, 300 diantaranya adalah anggota hantu malam, pimpinan ayah mertuaku. Torangga. Jadi tolong lepaskan mereka. Karena saya takut, pimpinan hantu malam akan menyerang tuan tuan semua." Ucap Bagaspati apa adanya
"Siapa Torangga itu?" Ucap tuan Birawa malah balik bertanya
"Ketua dua, organisasi gangster hantu malam, pimpinan Bramantyo dari kota L." Jawab Bagaspati cepat, dengan harapan agar bosnya dulu itu ketakutan
"Hahahaha!" Tawa tuan Birawa lepas, hingga gigi giginya terlihat dengan jelas
"Kenapa kakek tertawa seperti itu, apakah jawaban dari orang ini sangat lucu bagi kakek?" Tanya Dion keheranan
"Dia aku rekrut menjadi pengawal ku, karena kemampuan bela dirinya yang cukup tinggi, dengan syarat, tidak dimasukkan sebagai karyawan, namun sebagai pengawal kontrak saja."
"Hampir tiga tahun dia bekerja padaku sebagai pengawal pribadi, Tapi dia memutuskan untuk berhenti, dan kembali ke kotanya ."
"Tidak disangka, setelah belasan tahun, dia telah berkembang sampai sejauh ini, dan membentuk organisasi sendiri." Jawab tuan Birawa berterus terang terang, senang sekaligus terkejut
"Kau tahu dimana Bramantyo sekarang. Apakah kau pernah bertemu dengannya?" Tanya tuan Birawa penasaran
"Saya tidak pernah bertemu dengannya tuan besar. Saya hanya mendengar nama besarnya saja." Jawab Bagaspati apa adanya
"Hem!. Ternyata begitu." Respon tuan Birawa kecewa
"Tapi bagaimana kau bisa kenal dengan si Torangga itu, sampai menjadi menantunya pula?" Tanya tuan Birawa ingin tahu
"Awalnya saya juga tidak tahu tuan besar. Istriku Meri, yang malam tadi mati terbunuh itu, tidak pernah menceritakan tentang orang tuanya. padaku"
"Tunggu dulu!. Kau bilang istrimu mati malam tadi, memang siapa yang telah membunuhnya?"
Bagaspati tidak langsung menjawab pertanyaan dari bosnya dulu itu. Dia malah memandang ke arah Burgon, seperti ingin meminta penjelasan
Burgon yang ditatap seperti itu langsung mengerti, dan buru buru berkata." Istrinya mati oleh senjatanya sendiri, yang diarahkan pada kami malam tadi."
"Demi mempertahankan diri. Pistol tersebut saya rebut, dan meletus, lalu mengenai dadanya secara tidak sengaja. saat itu juga dia mati" Lapor Burgon berterus terang, mewakili Bagaspati untuk menjawab
"Maafkan saya karena belum memberitahukan tentang masalah ini pada tuan senior dan tuan besar." Ucap Burgon seperti menyesal
__ADS_1
"Lalu dimana jasadnya sekarang?" Tanya tuan Birawa cepat
"Sudah dimakamkan di pemakaman umum, dibantu oleh pengurus pemakaman tersebut." Jawab Burgon apa adanya
"Hem!" Respon tuan Birawa datar, kemudian mengalihkan pandangannya pada Bagaspati lalu berkata.
"Kau tahu apa kesalahan mu Bagas?" Ucapnya dengan ekspresi dingin
"Saya tahu tuan Besar!" Jawab Bagaspati pasrah
"Atas perbuatanmu itu, kau harus mati, karena kau telah membuat orang lain menjadi korban, termasuk istrimu itu!"
"Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan Bagas?" Tanya tuan Birawa datar
"A..ada tuan!" Jawabnya terbata bata
"Katakan!" Respon tuan Birawa
"Karena Meri itu adalah anak dari Torangga. Saya khawatir, dia akan menuntut balas, dan akan membunuh tuan, juga keluarga tuan.!" Ucap Bagaspati apa adanya, dengan kesan khawatir atas keselamatan tuannya dulu itu
"Kenapa kau malah memberi peringatan seperti itu Bagas?. Bukankah kalau terjadi bentrokan antara kami dengan kelompok gangster itu, kau akan turut senang. dan berharap agar kami mati?"
"Bukankah itu yang selama ini kau harapkan?" Tanya tuan Birawa dengan perkataan yang sangat menohok sekali
"Saya sungguh menyesal tuan!. Karena bersikukuh untuk tidak mau membayar hutang hutang saya dulu, hingga nekat memusuhi orang yang sangat baik seperti tuan."
"Jika diberi satu kesempatan lagi untuk hidup, maka saya akan menjadi orang baik!" Jawabnya berterus terang, sejenak mengambil nafas untuk menenangkan hatinya, kemudian berkata lagi
"Hari ini. Seluruh usaha saya, akan saya serahkan pada tuan, sebagai pertanggung jawaban saya terhadap hutang hutang saya itu."
"Mulai hari ini. saya serahkan perusahaan saya yang berasal dari uang pinjaman itu pada tuan besar, dan saya akan mengundurkan diri dari kegiatan apapun."
"Nyawa saya juga tinggal beberapa menit lagi, dan saya sudah siap menjemput kematian saya!" Ucap Bagaspati pasrah, kemudian menjatuhkan diri ke tanah, dan berlutut kearah tuan Birawa, sebagai penghormatan terakhirnya pada orang yang pernah menolongnya dulu
Tapi sebelum perbuatannya itu selesai, terdengar suara ribut ribut dari luar gua atau ruang bawah tanah itu
"Ada apa?" Tanya Iron cepat. pada anak buahnya yang datang tergesa gesa tersebut
"Diluar gua ini, ada ribuan orang yang sedang mengepung kita. mereka rata rata membawa senjata api dan berbagai senjata lainnya!" Jawab pengawal tersebut apa adanya
"Siapa mereka?" Tanya Dion geram
"Mereka mengaku berasal dari gangster hantu malam." Jawab pengawal tersebut cepat
"Tuan!. Apa yang saya takutkan itu akhirnya datang juga. Cepatlah lari dari sini, melalui lorong itu!"
"Saya tidak mau tuan celaka!" Ucapnya tulus
"Apakah kau pikir, kelompok semut seperti itu bisa membuat kami takut Bagas?" tanya Leon geram
"Bos!. Mereka sangat kuat, apalagi si Torangga itu. Di kota ini, siapa yang tidak kenal dengannya!. Jadi cepatlah kalian pergi!" Bujuk Bagaspati sangat berharap sekali
"Omong kosong apa yang kau katakan itu Bagas!. Orang seperti Torangga itu, tidak akan mampu berbuat apa apa pada kami!" Jawab Dion kesal karena merasa diremehkan oleh bekas anak buah Iron itu
"Benarkah?" Jawab seseorang yang tiba tiba saja masuk kedalam gua itu dengan seringainya yang menakutkan
__ADS_1