Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Jaga sikap mu!


__ADS_3

"Dion!. Eh maksudku tuan muda!" Ucap Riska langsung berdiri, ketika Dion datang itu, diikuti oleh teman teman yang lain, sebagai penghormatan padanya, sambil membungkukkan sedikit badannya kearah Dion


"Jaga sikapmu nona!" Respon Eric kurang senang, begitu juga dengan Ivory


Mereka saja tidak berani memanggil Dion dengan namanya saja, karena walau bagaimanapun, dia adalah tuan muda, pewaris kekayaan Birawa Group, dan sekaligus atasan mereka, setelah tuan besar Mahesa Birawa itu


Sudah sepantasnya Dion mendapatkan penghormatan seperti itu, dan ini sudah jamak saja terjadi di dunia, karena banyak sekali kita temui, orang orang kaya dunia, selalu dipanggil oleh bawahannya atau orang lain dengan sebutan bapak, pak, nyonya, tuan, juragan atau bahkan yang mulia


Ada juga yang dipanggil dengan sebutan bos, karena posisinya lebih tinggi dari posisi pemanggilnya


Dion yang mendapatkan panggilan itu, hanya diam saja, tidak merespon ataupun marah sedikitpun. Seperti biasanya, sejak menjadi orang kaya, Dion akan bersikap dingin kepada orang yang selama ini memusuhinya


"Ada urusan apa kalian ingin menemui ku?" Tanya Dion dengan ekspresi datar


"Ti..ti..tidak ada tuan muda!" Jawab Riska ketakutan dan spontan saja berkata seperti itu


"Kalau tidak ada perlu, kenapa kalian ingin sekali bertemu denganku?" Protes Dion tidak senang


"Maafkan kami tuan muda jika kami lancang." Ucap Mona menengahi dan meredakan kegugupan dari sahabatnya itu


"Kamu siapa?" Tanya Dion seperti tidak mengenali siapa Mona itu


"Saya mona tuan muda!. Memang selama kuliah di kampus dulu, kita tidak pernah bertemu, karena berlainan jurusan.! Jawab Mona apa adanya


"Aku beri kalian waktu 10 menit untuk bicara, jika setelah melewati masa itu, kalian tidak bicara juga tentang maksud kedatangan kalian kesini. maka kalian harus segera tinggalkan tempat ini!" Ucap Dion tegas


"Kami.. kami hanya ingin melihat lihat saja tuan muda, sambil ingin membuat foto diri di depan vila ini, jika diizinkan." Jawab Tommy malu malu


"Untuk apa kau ingin mengambil gambar vila ku?. Apakah ingin kau pamerkan kepada teman temanmu di luaran sana?" Tanya Dion menebak nebak saja


"Tidak tuan muda, justru kami ingin menunjukkan kepada teman teman kuliah kita dulu, bahwa tuan muda sekarang, telah menjadi orang sukses." Jawab Tommy mencoba mengambil hati Dion


"Tidak perlu dan kalian tidak diizinkan untuk memotret apapun yang ada di sini. Jelas!" Tegas Dion melarang Tommy untuk memotret kediamannya itu


"Ba..baik tuan muda!" Jawab Tommy gugup dan tidak menyangka, kenapa dia sangat ketakutan sekali ketika berbicara dengan Dion saat ini


Kalau dulu malah dia yang sangat mendominasi. Dion hanya menjadi bulan bulanan nya saja. terangkat saja telunjuknya, maka orang orangnya, akan dengan senang hati melakukan apa yang diinginkan oleh Tommy tersebut


Tapi sekarang, jangankan untuk menunjuknya, mengangkat wajah tinggi tinggi di hadapan Dion saja takut


Raymond yang sejak tadi hanya diam saja, pun tidak berani bersikap macam macam, atau mencari gara gara dengan Dion. Jadi dia berinisiatif untuk tidak menanyakan apapun


"Ma..maafkan saya tuan muda!" Tanya Riska takut takut


"Ya, ada apa?" Tanya dion datar tanpa ekspresi


"Dulu tuan muda terkenal sebagai mahasiswa miskin, tapi setelah kurang lebih 2 tahun ini, tuan muda telah berubah menjadi seperti saat ini." Ucap Riska tidak mampu melanjutkan perkataannya. Tapi Dion bisa menangkap maksud pertanyaan dari Riska tersebut, kemudian dia berkata


"Maksudmu kau ingin menanyakan, bagaimana aku bisa menjadi orang kaya. Begitu kan?" Tanya Dion langsung pada intinya


"Benar tuan muda." Jawab Riska singkat, setelah mampu menenangkan kegugupannya itu


"Untuk masalah itu, kau dan juga kalian, tidak perlu tahu apa dan bagaimana aku bisa sampai seperti ini. Yang perlu kalian tahu adalah, waktu kalian hanya tinggal 5 menit. Kalau pertanyaan atau jawaban kalian tidak memuaskan, maka orang orang ku akan menyeret kalian dari sini!" Jawab Dion tegas disertai peringatan

__ADS_1


"Ba..baik tuan muda!" Jawab Riska kembali gugup


Hilang sudah kesempatan baginya untuk mendekati Dion. Baru mendengar kata katanya saja, dia sudah sangat ketakutan seperti itu, apalagi untuk merayu Dion


Jadi apa yang dia inginkan kan untuk mendapatkan Dion, itu tidak akan mungkin terjadi


Ivory yang saat itu sedang duduk di samping Dion, membuka suara


"Apa maksud perkataan mu tadi!. Kau mengatakan, bahwa dulu kalian berpasangan. Apa perkataan mu bisa dipertanggungjawabkan?" Tanya Ivory dingin dan sedikit bersuara tinggi


"Ma..maafkan saya nona! Saya hanya mengarang cerita saja. Tuan muda itu orang baik. Dulu memang saya ingin menjadikannya pacar, hanya karena ingin memanfaatkan otaknya yang cerdas itu saja." Jawab Riska berterus terang


"Lain kali jika kau berbicara seperti itu lagi. maka aku sendiri akan merobek mulut mu itu!" Respon Ivory tidak senang


"Ba... baik!" Jawab Riska ketakutan


Hancur sudah harapannya, dan hilang tertiup angin. Rencana ingin memeluk gunung, tapi apa daya tangan tak sampai. Niat hati ingin mendapat simpati Dion, malah hatinya sendiri yang hancur, dan ketakutan seperti itu


"Nah karena jawaban mu jujur!, maka aku tambahkan 10 menit lagi, untuk kalian berada di vila ku ini. Tapi jika sikap kalian selama penambahan waktu itu ternyata baik, maka aku akan menambahkan lagi selama beberapa menit." Ucap Dion seperti bermain teka teki


"Terima kasih tuan muda!" Jawab mereka serempak


Ruang tamu yang sedang ditempati oleh mereka itu, ukurannya sangat luas sekali, di dalamnya banyak terdapat perabotan mahal, dan sofa sofa yang sangat empuk


Saat ini Dion dan Ivory tengah duduk di sofa kebesaran mereka, yang tidak ada satu orang pun berani duduk di atasnya


Tadi ketika Riska ingin duduk di situ. Ling Chia sangat marah sekali, lalu melarangnya, karena sofa itu, khusus untuk tuan muda dan nona Ivory saja


Jadi mereka duduk di sofa lain, yang tidak kalah mewahnya dengan sofa khusus, yang sekarang ini tengah diduduki oleh Dion dan Ivory


"Ini sudah lebih dari cukup tuan muda." Jawab Riska memberanikan diri


Sementara teman temannya yang lain, hanya diam saja, karena mereka takut akan salah bicara di hadapan Dion, yang sekarang telah menjadi orang kaya itu


Yang mereka takutkan bukan hanya Dion, tapi juga Hans, Burgon, Eric, tiga gadis Shanghai, Anjani dan tiga pengawal elit lainnya itu, termasuk juga Ivory


Penampilan mereka yang dingin dan jarang tersenyum Itu, membuat hati Riska, Tommy, Raymond dan teman temannya yang lain itu menjadi ciut


Belum apa apa saja, dan hanya sekedar dipandang, tubuh Riska dan yang lain, sudah keringatan seperti itu, walau di ruang tamu tersebut, udara sangat dingin sekali


"Oh ya!. karena kalian mengaku sebagai teman temanku waktu kuliah dulu, dan telah datang ke rumahku, maka aku sebagai tuan rumah, ingin menyuguhkan minuman yang tidak seberapa harganya itu."


"Kalau kalian berenam ini memang laki laki, dan berminat untuk meminumnya, silakan!" Ucap Dion menawarkan dua botol anggur yang berharga sangat mahal itu kepada Tommy dan kawan kawannya tersebut


"Kami tidak berani tuan muda!" Jawab Tommy berterus terang, dan tidak enak hati, karena telah disindir oleh Dion tadi


"Jangan sungkan sungkan lagi. Silakan!. Anggur seperti itu, masih banyak sekali di gudang ku!" Tanggap Dion tidak mau tahu


"Kalau kalian tidak bisa membukanya, maka akan aku bantu." Ucap Dion mencoba mengejek mereka


"Ti..tidak perlu tuan muda, terima kasih!" Jawab Tommy segan, kemudian meraih satu botol anggur yang berharga 295 juta rupiah itu


Dia tidak berani mengambil botol anggur yang berharga 2,1 miliar tersebut, karena walaupun dia anak orang kaya, tapi belum pernah meminum anggur semahal itu

__ADS_1


Tommy hanya mendengar berita nya saja. itupun dia dengar dari ayahnya sendiri, yang katanya pernah minum anggur itu, walaupun hanya satu teguk


Kabarnya, minuman itu sangat lezat sekali, dan harganya sangat mahal. oleh karena itu, Tommy takut untuk membuka tutup botol anggur tersebut, dan memilih botol anggur yang harganya tidak begitu mahal, menurut perkiraannya


"Kenapa kau memilih anggur yang berharga murah itu?. Bukankah anggur yang di sebelahnya itu, dari tadi ingin kau nikmati?" Tanya Dion menohok, langsung pada intinya


Dian berkata seperti itu, karena dari tadi, dia terus memantau kelakuan dari Tommy, juga teman temannya yang lain, melalui layar monitor CCTV, yang ada di ruang operator


"Tidak usah tuan muda, cukup yang ini saja!" Jawab Tommy malu malu


"Ah kau ini!, hanya berpura pura saja!. Raymond!, cepat ambil botol yang ada ditangan Tommy itu, dan letakkan di atas meja. Kemudian ambil botol yang satu lagi, dan kau tolong bukakan untuk Tommy!" Ucap Dion tidak mau tahu


"Ba.. baik tuan muda!" Jawab Raymond tidak berani membantah


Tak lama kemudian, tutup botol anggur seharga 2,1 milyar tersebut pun telah terbuka, kemudian dia menuangkan isinya ke dalam gelas kecil yang memang khusus disediakan untuk meminum anggur mahal itu


Dengan malu malu, di bawah tatapan semua orang, Tommy dan Raymond, meminum anggur itu, kemudian diikuti oleh 4 temannya yang lain


"Bagaimana rasanya. Apakah enak?" Tanya Dion tiba tiba


"Sangat lezat sekali tuan muda. Terima kasih!" Ucap Tommy, Raymond dan yang lainnya, sambil membungkuk hormat ke arah Dion


Habis sudah kesombongan yang selama ini mereka bangga banggakan, di hadapan Dion, mereka tidak berani berkutik, kalau dulu boleh saja mereka berbuat seperti itu, tapi sekarang jangan macam macam lagi


Jika mereka berani bergerak sedikit saja, maka tak ayal, tubuh mereka akan menjadi bulan bulanan para pengawal Dion yang sangat misterius itu


Waktu yang diberikan oleh Dion sudah habis, tetapi Dion diam saja, tidak mengatakan apa apa, dan akhirnya setelah 1 jam, barulah mereka diizinkan untuk keluar dan pergi dari vila tersebut, dengan perasaan puas dan terkagum kagum


Sejak saat itu, Tommy, Raymond, Riska, Mona dan teman temannya yang lain itu, tidak berani lagi berniat jahat pada Dion, terutama Riska, yang berkeinginan sekali untuk mendapatkan Dion dengan berbagai macam cara


Riska segera membuang jauh jauh keinginannya itu, karena tidak mungkin baginya, untuk mendapatkan hati Dion, apalagi sekarang, Dion bukanlah orang sembarangan, dan bisa dia atur sesuka hati sama seperti dulu


Dunia memang benar benar berputar, Dion dulu berperan sebagai orang miskin, tapi sekarang berperan sebagai raja, bahkan sultan yang sangat berkuasa dan kaya raya


***


Vila megah kota Golden City, setelah Riska dan teman temannya pergi


Emily teman Dion semasa kuliah dulu, yang sekarang telah diangkat menjadi adik angkat Dion, telah menduduki posisi penting di hotel tempatnya bekerja itu


Kalau semula posisinya sebagai wakil general manager, sekarang telah berubah menjadi general manager itu sendiri


Hal itu bisa terjadi, karena prestasinya yang sangat gemilang, yang mampu menaikkan omset serta tingkat hunian hotel cukup signifikan sekali


Oleh karena itu, Ivory mengusulkan kepada Dion, untuk mengangkat Emily, menjadi pimpinan tertinggi di hotel tempat dia bekerja tersebut


Sudah dua bulan lebih Dion tidak menemui Emily, sejak dia mengatakan kepada kakeknya, bahwa dia sekarang telah mempunyai adik angkat, yaitu Emily itu


Dion pun belum sempat memperkenalkan Emily pada kakeknya, karena kesibukannya yang sangat luar biasa


Jadi hari ini, Dion berniat mengundang Emily untuk datang ke vila nya, agar bisa di pertemukan dengan kakeknya itu


Dion segera memerintahkan kepada Ivory, untuk menghubungi Emily yang sedang bekerja, untuk datang ke vila, dan diminta untuk bersiap siap, karena sebentar lagi akan dijemput oleh orang orangnya

__ADS_1


"Hans bawa orang orang mu dan jemput Emily, lalu bawa dia ke sini!" Perintah Dion tegas


"Baik tuan muda!" Jawab Hans patuh


__ADS_2