Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Bakal di obati


__ADS_3

Keesokan harinya, seluruh peserta rapat besar itu, berangsur angsur meninggalkan kota Golden City, dan berniat kembali ketempat tugasnya masing masing


Emily yang di tunjuk sebagai sekretaris utama perusahaan, saat ini masih berada di Villa milik Dion, dan akan selalu mendampingi serta menerima perintahnya dalam beberapa hari ke depan


Dion berencana akan menempatkan kantor Emily, di salah satu gedung besar yang ada di kota Golden City itu. agar mudah memusatkan perhatiannya, pada ratusan perusahaan. yang sekarang ini telah berada di bawah pengawasan nya


Ivan sanders sepupu Ivory, sengaja tidak di ijinkan untuk kembali ke kota J hari itu, karena ada tugas khusus yang akan di berikan oleh Dion padanya


Sementara, Tiger dan anaknya, yaitu Maya, sejak pukul 4 sore, sudah sampai di kota Golden City, dan langsung di tempatkan di kamar yang biasa mereka tempati


Pagi ini sekitar pukul 8 pagi, satu jam setelah sarapan bersama. Tuan Birawa mengumpulkan mereka semua, di dalam ruang keluarga dengan Dion sebagai pembicaranya


Tak lupa pula tuan birawa juga Dion, menyertakan para petinggi pengawalnya. yang kebetulan saat itu belum pulang atau kembali ketempat tugasnya masing masing


"Aku senang kalian ada di tengah tengah kami. dan pagi ini bisa berkumpul bersama layaknya sebuah keluarga." Ucap tuan Birawa membuka pembicaraan


"Kalian berdua sudah sangat lama tidak berkunjung kota ini. apakah terlalu sibuk dengan pekerjaan, atau memang malas untuk datang, apalagi kau Maya!" Ucap tuan Birawa terkesan marah dan kecewa pada keduanya


"Maafkan Maya kek!. Bukan maksud Maya demikian, tapi Maya harus fokus membantu ayah dalam menjalankan usahanya." Jawab Maya dengan jujur dan apa adanya


"Lalu bagaimana dengan mu Tiger?. Apakah kau juga mempunyai alasan yang sama dengan anak mu itu?" Respon tuan Birawa ketus


"Maafkan kesalahan saya tuan senior. Saya mengaku salah, karena jarang sekali bertandang di keluarga ini."


"Kedepannya saya dan Maya akan selalu menyempatkan diri untuk datang, dan tinggal di sini untuk beberapa lama."Jawab Tiger tegas, dengan perasaan tidak enak hati


"Baiklah kalau begitu!. Aku pegang janji mu tersebut!" Reaksi tuan Birawa senang


"Oh ya Emily. ada satu rencana besar yang akan di sampaikan oleh kakak mu ini, tentang posisi mu tersebut." Ucap tuan birawa beralih pada cucu angkatnya itu


"Kakak?" Respon Emily penasaran, dan kepalanya penuh dengan tanda tanya


"Yang dikatakan oleh kakek itu benar!"


"Aku berencana ingin memindahkan kantor mu ke salah satu gedung, yang ada di kota ini."


"Kebetulan Gedung besar berlantai dua belas itu kosong, dan aku rasa, gedung tersebut cocok sebagai kantor barumu." Jawab Dion berterus terang


"Selain itu, aku juga berencana akan memindahkan beberapa karyawan, untuk menjadi staf mu, yang bertugas membantu tugas mu sehari hari."


"Rencana ku selanjutnya adalah, menempatkan mu di salah satu villa yang ada di sini."


"Kebetulan masih ada 13 villa yang kosong, dan kau bisa memilih salah satu diantaranya." Ucap Dion cukup jelas


"Baik kak!. Lily akan mematuhinya dan menuruti kemauan kakak itu." Respon Emily atau Lily itu senang


"Mulai hari ini, aku sudah memerintahkan pada petugas pemeliharaan gedung, untuk membersihkan bangunan yang akan kau tempati itu, dalam tiga atau empat hari kemudian, kau sudah bisa menempatinya."

__ADS_1


"Selain itu, aku juga sudah memilihkan sekitar 45 sampai 50 orang karyawan untuk mu, baik senior maupun baru untuk mendampingi mu dalam bekerja."


"Di gedung lantai dua belas tersebut, juga akan di tempati oleh James, Shio Lung dan Erisha, mereka juga akan di bantu oleh belasan bahkan mungkin puluhan karyawan nya."


"Sementara Govin akan di tempatkan di salah satu atau dua lantai yang ada di gedung itu, juga dibantu oleh anak buahnya yang lumayan banyak itu."


"Aku sengaja melakukan hal tersebut, agar kedepannya mudah dalam memobilisasi kalian, jika sewaktu waktu di perlukan."


"Mumpung para petinggi pengawal ada di sini, aku juga berencana akan memindahkan markas besar kalian, yang sudah cukup sempit itu ke lokasi baru."


"Adapun lokasinya berjarak sekitar 300 meter dari villa ini, yang bakal menempati lahan kosong di sepanjang jalan menuju ke villa."


"Untuk rencana pembangunannya, aku serahkan pada James, Shio Lung dan Erisha untuk mengerjakannya."


"Kalian bertiga buat denah lokasi juga arsitekturnya, aku mau dalam satu atau dua minggu ke depan. proyek pembangunannya sudah bisa di mulai."


"Sementara pekerjaan lain, untuk sementara percayakan pada asisten mu untuk menanganinya, agar kalian bisa fokus di sini."


"Sedangkan hal lain yang perlu juga mendapat penanganan segera adalah. membuat perumahan khusus pengawal, yang sudah dan akan berumah tangga. karena tidak mungkin berbaur dengan yang masih bujangan."


"Untuk itu, aku juga mempercayakan arsitekturnya, bentuk dan denahnya pada james, agar bisa dibangun oleh orang lain."


"Aku rasa penjelasan ku ini sudah cukup jelas dan mudah untuk di pahami!" Ucap Dion panjang lebar, dengan rencana rencana briliannya tersebut


"Mendengar penjelasan dan rencana mu itu, kakek merasa sangat senang sekali."


"Sebagai kakek mu, aku merasa sangat bangga atas keputusan mu ini."


"Tidak percuma kakek memilih mu sebagai pewaris kerajaan bisnis kakek ini."


"Kau sangat peduli dengan orang orang yang selama ini menjaga keluarga kita." Ucap tuan Birawa senang, dengan memuji kinerja cucunya tersebut. Langsung di depan orang lain


"Bagaimana menurut pendapat mu Tiger, apakah kau bangga dengan keponakan mu ini?" Tanya tuan Birawa tiba tiba


"Saya tidak berani tuan senior!" Jawab Tiger merendah


"Kalian sudah aku anggap sebagai keluarga, karena Maya anak mu itu, adalah cucu angkat ku. Jadi otomatis kami ini adalah keluarga mu!" Respon tuan Birawa kurang senang


"Apakah kau berani menolaknya Tiger?" Tanya tuan Birawa ingin tahu


"Kami tidak berani tuan senior!' Jawab Tiger terus terang


"Bagus kalau begitu!. Jadi mulai sekarang, kau jangan sungkan sungkan lagi pada kami. dan jangan bersikap terlalu formal. Apakah semuanya bisa kau pahami Tiger?" Tanya tuan Birawa langsung pada intinya


"Ya tuan senior!" Jawabnya singkat


"Bagus!. Aku senang mendengarnya!" Respon tuan Birawa lega

__ADS_1


"Karena masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan, maka kalian boleh meninggalkan tempat ini." Ucap Dion tegas, sesaat setelah kakeknya selesai berkata demikian


"Baik tuan besar!". Jawab mereka serempak, lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk mengerjakan tugasnya masing masing


"Untuk Maya dan kau Tiger, tetap tinggal di sini, Karena Govin ini akan menyampaikan beberapa masukan pada mu." Ucap tuan Birawa berterus terang


"Baik kek!" Jawab Maya patuh


"Lakukan sekarang!" Ucap tuan Birawa tegas pada Govin si dewa medis itu


"Mohon maaf sebelumnya saudara Tiger terutama pada nona Maya. Jika pernyataan ku ini akan mengagetkan anda berdua." Ucap Govin tiba tiba, dan terkesan ragu ragu


"Katakan saja Govin. jangan ragu ragu seperti itu!" Reaksi tuan Birawa cepat, tidak senang melihat keraguan dari anak buahnya itu


"Baik tuan senior!" Jawabnya patuh. Kemudian mengambil nafas panjang, untuk menenangkan hati dan pikirannya, agar bisa menyampaikan berita besar itu pada Maya


Tak lama kemudian Govin berkata. "Baru baru ini, aku telah berhasil mendapatkan sejenis ramuan, yang bisa memulihkan penyakit seperti yang nona derita." Ucapnya tanpa ragu ragu lagi


"Maksud paman?" Respon Maya terkejut


"Maaf sebelumnya. Aku sudah tahu berita itu dari tuan senior, bahwa nona mengidap sejenis penyakit mioma, yang jarang sekali bisa di sembuhkan."


"Tapi dengan ketekunan dan penelitian panjang, empat hari lalu, aku telah berhasil menemukan obatnya, dan mudah mudahan, akan bisa mengobati penyakit nona muda." Jawab Govin berterus terang


"Benarkah paman Govin?" Tanya Maya kegirangan


"Benar cucuku!. Si dewa medis ini, dedikasinya tidak perlu diragukan lagi."


"Kakek berharap dengan meminum ramuan yang telah di buatnya itu, penyakit yang kau derita, akan sembuh, dan kau bisa memberikan keturunan pada suami mu.". Jawab tuan Birawa apa adanya dan penuh harap


"Oh senangnya!" Respon Maya lega


"Sekarang kau hanya fokus dalam program pengobatan itu saja. Dalam tiga minggu atau satu bulan paling cepat, kau akan sembuh. Kakek yakin itu!" Ucap tuan Birawa juga senang


"Karena kau akan menjalani program pengobatan, maka mau tidak mau, kau harus tinggal di kota ini, dan belum boleh kembali sebelum pengobatan itu selesai!" Ucap tuan birawa tegas


"Tapi kek!" Bantah Maya seperti tidak setuju


"Tidak ada tapi tapi!. Kau mau sembuh atau tidak?" Bentak tuan Birawa kuat


"Mau kek!' Jawab Maya berterus terang


"Kalau begitu kau turuti nasehat kakek, dalam sebulan atau lebih, kau harus tinggal di kota ini!. Paham?" Tanya tuan Birawa dengan intonasi tegas


"Paham kek!" Jawab Maya patuh


"Bagus!. Itu baru cucu kakek!' Respon tuan Birawa senang

__ADS_1


__ADS_2