
"Kalau kau tidak berani, mengapa kau mengganggu nona muda mu?" Tanya Dion terkesan marah
"Kakak!. Pengawal Awan sedang tidak mengganggu ku, tapi dia yang justru menolong Maya!" Ucap Maya membela komandan Awan
"Menolong bagaimana?. Kakak yakin dia sedang mencari perhatian mu, dengan pura pura menolong seperti itu!" Bantah Dion tidak mau menerima
"Tapi kak?" Protes Maya keberatan
"Tidak ada tapi tapi!" Bentak Dion marah, dan matanya melotot garang ke arah keduanya
Melihat kemarahan Dion, nyali Maya mendadak ciut. Dia tidak menyangka kalau kakak nya bisa semarah itu, hanya gara gara dia berpegangan tangan dengan komandan Awan
Robin yang melihat keseriusan dari tuan besarnya itu pun , hanya bisa berdiam diri, dan tidak berani membela anak buahnya, yang dimarahi seperti itu
Dia cuma menyayangkan tindakan berani dari Awan, yang ketangkap tangan sedang mencoba merayu nona muda mereka, dengan memegang tangan lembutnya tersebut
Sementara Awan hanya bisa diam, dan tidak berani membantah atau membela diri
Dia telah siap dengan hukuman apapun, yang diberikan oleh tuan besarnya, termasuk di pecat dari pekerjaannya sebagai pengawal keluarganya
"Karena kau telah berani mengganggu adik ku, maka kau akan aku hukum!"
"Tapi tentunya setelah kau menjawab beberapa pertanyaan ku!" Ucap Dion tegas
"Saya siap tuan besar!" Jawab Awan pasrah
"Katakan!. Apa benar kau tadi hanya berniat ingin menolong adik ku, dan bukan berniat mengganggunya?" Tanya Dion ingin tahu
"Benar tuan besar!. Secara tidak sengaja saya menabrak nona muda, karena tadi jalan tergesa gesa." Jawab Awan apa adanya
"Bagaimana kau bisa menabraknya?. Bukankah jalan ini begitu lebar, tapi mengapa kalian bisa bertabrakan?" Tanya Dion penasaran
"Saya sendiri tidak tahu tuan besar dan bingung sendiri, kenapa peristiwa itu bisa terjadi pada kami." Jawab Awan asal bicara
"Kalau kalian memang tidak tahu, setidaknya kalian cepat memperbaiki diri, bukan malah berpegangan tangan seperti itu!" Respon Dion tidak terima
"Buat malu saja!" Gerutu Dion kesal
"Maafkan saya tuan besar, saya mengaku bersalah !" Respon Awan benar benar menyesal
"Maaf! maaf! maaf!. Memangnya masalah ini bisa selesai hanya dengan meminta maaf?" Bentak Dion tidak terima
"Mengapa tuan besar bisa begitu marah, hanya gara gara adiknya dipegang tangannya seperti itu?"
"Bukankah itu hanya kecelakaan semata, dan itupun dilakukan secara tidak sengaja?" Batin Robin keheranan dalam hati
"Saya mengaku salah tuan besar, dan saya siap di hukum!" Jawab Awan kembali dengan ekspresi pasrah
"Baik!. Karena kau yang memintanya sendiri, maka aku akan menghukum mu!" Sambut Dion senang
"Siap tuan besar!" Jawab Awan siap menerima
"Robin!. Lakukan tugas mu!" Perintah Dion tegas
"Siap laksanakan tuan besar!" Jawab Robin tanpa ragu ragu lagi
"Kalian semua!. Tangkap komandan Awan, dan ikat tangannya agar tidak melarikan diri atau melawan!" Perintah tegas Robin pada anak buahnya, walau dia sendiri tidak mengerti, kenapa tuan besarnya memerintahkannya seperti itu
"Baik!" Jawab Mereka serempak. Kemudian mengerjakan perintah dari atasannya, dengan menangkap serta mengikat tangan komandan yang paling disegani oleh mereka itu
"Maafkan kami komandan!. Kami hanya menjalankan perintah!" Ucap anak buahnya tidak enak hati
"Tidak apa apa pengawal!. Laksanakan saja tugas kalian dengan baik, dan tanpa ragu ragu lagi!"
"Sebagai seorang pengawal, tugas mu adalah menjaga integritas dari atasan, dan sedikitpun tidak boleh ragu ragu!" Jawab Awan mantap
"Baik!" Jawab anak buahnya pasrah, kemudian membawa tubuh tak berdaya Awan ke hadapan Dion
"Apakah ada kata terakhir mu sebelum di hukum?" Tanya Dion garang
__ADS_1
"Secara pribadi tidak ada tuan besar!. Cuma kalau boleh meminta, jangan hukum nona muda, karena dia tidak bersalah!"
"Sayalah yang salah, dan menjadi penyebab kejadian memalukan ini terjadi!" Jawab Awan tegas
"Hum! Begitu ya?" Respon Dion singkat. Kemudian berkata lagi
"Pertanyaan kedua!. Apakah kau menyukai adikku?" Tanya Dion tanpa ditutup tutupi lagi
"Sa..sa..saya tidak berani tuan besar!" Jawab Awan mengelak
"Ngomong yang jelas!. Kau seorang komandan!. Apakah kau menyukai adik ku?" Tanya Dion tidak senang
"Ti..ti.tidak,.eh ya..ya tuan besar, oh tidak!" Jawab Awan terbata bata
"Pukul dia karena berani berbohong !" Ucap Dion marah ketika memberi perintah
"Tunggu!. Kakak tidak boleh bertindak sembarangan!"
"Komandan Awan tidak bersalah!. Dia hanya ingin menolong Maya saja, bukan berniat mengganggu Maya kak!" Teriak Maya kuat
"Apa buktinya kalau dia tidak bersalah?" Tanya Dion geram
"Sebenarnya adikmu inilah yang bersalah kak, karena berjalan tidak hati hati, dan mengambil jalan orang lain."
"Kotak kotak itu telah menghalangi pandangan Maya, hingga Maya menabrak komandan Awan itu karena tidak hati hati!" Ucap Maya membela Awan
"Kenapa kau malah membela dia?. Bukankah tadi dia mencoba menggoda mu?" Jawab Dion marah
"Bukan seperti itu juga kak!"
"Cukup!. Jangan membantah lagi!" Bentak Dion semakin kesal
Mendapat bentakan kasar seperti itu, Maya mendadak menjadi sedih. Air matanya langsung merembes keluar, dari sudut mata beningnya tersebut
Kesedihannya sudah tidak tertahankan lagi. Dia tidak habis pikir, mengapa orang yang selama ini dikagumi dan dicintainya itu, sikapnya kini telah berubah 180 derajat
Apakah dia tidak rela, kalau adiknya itu diambil oleh orang lain. Kalau memang iya, tak seharusnya Dion mempermalukan Awan sampai sedemikian rupa
Hampir saja Awan menjadi marah, tapi dia sadar, kalau dia juga berperan atas kemarahan tuan besarnya itu. Jadi dia hanya pasrah saja mendapat perlakuan tidak adil tersebut dari mereka
"Mengapa kau membelanya adikku?" Tanya Dion geram
"Maya tidak berniat membelanya kak!. Cuma mengatakan kejadian yang sebenarnya!" Jawab Maya tetap ngotot
"Apakah kalian berdua telah bersekongkol untuk menipu ku?" Tanya Dion dengan nada tinggi
"Kami tidak berani tuan besar!" Jawab Awan mantap
"Siapa yang suruh kau menjawab?" Bentak Dion tidak senang
Deg!
Jantung Awan seketika mau copot, ketika dibentak sekuat itu. Mendadak lututnya lemah, wajahnya berubah menjadi pucat pasi
Walau dia telah dilatih dengan keras dan tidak kenal batas, tapi saat di marahi oleh Dion, entah mengapa nyalinya menjadi ciut. Tapi dia pasrah saja saat itu
Namun dalam hatinya tidak rela, kalau gadis yang dicintainya barusan, yang mampu mencairkan sisi beku hatinya selama ini, juga di perlakukan seperti itu. Namun demikian, saat ini dia tidak bisa berbuat apa apa
"Maaf tuan besar kalau saya tidak sopan. Saya rasa mereka tidak bersalah, dan apa yang mereka katakan itu benar." Ucap Robin mencoba meredakan emosi tuannya itu
"Apakah kau juga ingin membela mereka Robin?" Tanya Dion kurang senang
"Bukan begitu tuan, tapi."
"Diam!" Bentak Dion keras
"Siap tuan besar!" Jawab Robin patuh
"Gawat!. Tuan besar benar benar marah pada mereka berdua. Apa yang harus aku lakukan untuk meredakan kemarahannya?" Batin Robin dalam hati
__ADS_1
"Karena kalian telah berani melawan ku, dan mempermalukan keluargaku, maka kalian harus aku hukum!" Ucap Dion tegas dan serius. Jelas saja Maya dan Awan menjadi ketakutan
Sementara itu, Ivory dan tuan senior telah mendengar prihal masalah Awan dan Maya, tapi mereka tidak tahu, mengapa Dion bisa semarah itu
Tak mau terjadi apa apa pada mereka. tuan senior dan Ivory bergegas pergi ke tempat kejadian. Mereka pergi dengan di kawal oleh Iron,Langit, Bumi dan Eric
Sesampainya mereka di tempat kejadian, yang kebetulan lokasinya tidak begitu jauh dari villa, tuan senior dan yang lainnya mendadak terkejut, dimana mereka melihat Awan sedang berlutut di tanah, dengan posisi tangan diikat ke belakang
Kondisinya sangat menyedihkan sekali. Sementara Maya juga demikian, dimana kondisinya juga tidak wajar. Rambutnya kusut masai, wajahnya pucat pasi, dan matanya sembab karena terus menangis
Melihat itu, Ivory menjadi tidak sampai hati, kemudian mendekati tubuh maya dan berusaha menghiburnya
"Kakak!" Teriaknya sedih, dan langsung memeluk tubuh Ivory erat erat
"Ada apa cucuku. kenapa kau memperlakukan mereka seperti ini?" Tanya tuan Birawa kurang senang, dan mengharapkan jawaban pasti dari cucunya
Tapi ditunggu sekian lama, Dion tidak juga menjawab pertanyaannya. Malah mendekati tuan Birawa, dan membisikkan sesuatu di telinganya
Mendengar bisikan itu, tuan Birawa menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju, dan berkata.
"Jika itu keputusan mu, kakek tidak setuju!. Entah dengan istrimu itu!" Ucap tuan Birawa tegas, walau sedikit terkesan ragu ragu
"Apa yang kalian bicarakan pa?. Kenapa berbisik bisik seperti?" Tanya Ivory penasaran
"Tidak ada apa apa ma. kau tenang saja!" Jawab Dion datar, kemudian memberi perintah pada anak buahnya
"Robin!. Buka ikatan tali ditangan Awan, dan bawa dia ke hadapan ku!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan senior!" Jawab Robin patuh. dan menyuruh anak buahnya untuk melepaskan ikatan tali ditangan Awan
Setelah dihadapkan pada Dion, Awan tetap bersikap hormat pada tuannya. Benar benar sikap yang membuat orang lain menjadi terkagum kagum padanya
Tapi sebaliknya buat Maya, dia tidak bisa menerima keputusan dari kakak angkatnya itu, dan seperti ingin protes, tapi tidak mampu diutarakannya
"Kesini kalian berdua!" Ucap Dion garang
Tak mau membuat Dion bertambah marah, Awan dan Maya bergegas menghampirinya, lalu berdiri berdampingan, dengan ekspresi takut takut
"Aku perlu mencari tahu, apa kalian berdua sudah pernah menjalin hubungan sebelumnya?" Tanya Dion langsung pada intinya
"Tidak pernah tuan besar!" Jawab Awan apa adanya
"Kalau belum pernah, kenapa kau berani memegang tangan adik ku tadi?" Protes Dion tidak mau terima
"Saya tidak bermaksud demikian tuan besar.
saya hanya ingin membantunya berdiri, dan menahannya agar tidak jatuh!" Jawab Awan apa adanya
"Apa benar apa yang dikatakan oleh Awan ini adikku?" Tanya Dion pada Maya
"Benar kakak. Komandan Awan hanya ingin menolongku, agar tidak jatuh karena terburu buru melangkah tadi." Jawab Maya berterus terang
"Lalu mengapa kau menyuruh enam pengawal mu untuk pulang?"
"Tak tahukan kamu, bahwa tindakan itu bisa menyebabkan mereka dipecat?" Tanya Dion malah merembet ke masalah lain
"Saya tidak tahu tuan besar, eh kakak!" Jawab Maya polos
"Dasar bodoh!. Bisa-bisanya kau bersikap seperti itu, disaat Birawa Group sedang banyak musuh?" Respon Dion tidak habis pikir
"Maafkan Maya kak. Lain kali tidak akan diulangi lagi." Jawab Maya lemah dan merasa bersalah
"Baik!. Tapi ingat!. Masalah ini tidak cukup hanya dengan kata maaf itu saja!"
"Kalian berdua harus aku hukum berat!" Respon Dion tegas dengan ekspresi dingin dan aura penekanan yang kuat
"Jadi untuk menebus kesalahan kalian berdua. terutama buat mu Awan!. Kau akan aku tugaskan, untuk mengawal dan mengawasi Maya kemanapun dia pergi."
"Jadi mulai sekarang!. Kau adalah pengawal pribadi Maya!"
__ADS_1
"Kemanapun dia pergi, kau harus memastikan, agar dia tidak diganggu oleh orang lain, karena tiga bulan lagi, kalian akan aku resmikan menjadi pasangan suami istri!" Ucap Dion tegas, dan mengagetkan mereka semua