
Dua jam setelah pemilik vila kembali
Tuan Birawa yang sudah diberitahu tentang kondisi Maya, dan niatnya untuk mundur dari kehidupan Dion, tetap menyimpan rahasia itu dalam dalam
Rencananya, berita itu akan disampaikan kepada Dion, setelah sampai di kota B, dan dalam kondisi yang tenang
Tapi belum sempat tuan Birawa menyampaikan berita itu, Robin dan Eric datang menemuinya, dan menyampaikan berita, seperti yang telah diceritakan sebelumnya itu
Setelah Robin dan Eric meninggalkan tuan Birawa dan Dion di ruang keluarga vilanya, barulah dia menyampaikan berita besar tersebut kepada Dion. Tapi tidak disampaikannya secara langsung, dia malah menanyakan hal lain sebagai perumpamaan
"Bagaimana perasaan mu setelah berpisah dengan mantan istri mu itu?" Tanya tuan Birawa mencoba menebak isi hati cucunya tersebut
Mendapat pertanyaan yang tidak terduga seperti itu, Dion sampai mengerutkan keningnya dalam dalam, karena tidak mengerti, arah pembicaraan dari kakeknya tersebut
"Dion tidak paham dengan arah pembicaraan kakek itu." Jawab Dion kebingungan
"Bukankah pertanyaan kakek tadi sudah cukup jelas!. Apakah masih kurang lagi, atau perlu kakek jelaskan kembali?" Ucap kakeknya kesal
"Jika itu memang diperlukan." Jawab Dion apa adanya
"Jika suatu saat nanti, mantan istri mu itu, mau rujuk kembali, bagaimana kau harus mengambil sikap?" Jawab kakeknya malah balik bertanya, dan rasanya tidak nyambung dengan pertanyaan pertama tadi
Kali ini Dion langsung paham, apa maksud pertanyaan dari kakeknya tersebut, kemudian dia menjawab dengan tegas
"Sekali putus tidak akan bisa tersambung kembali. Tidak ada pengecualian sedikitpun dalam masalah ini, apalagi terhadap mantan istri ku itu!" Jawab Dion tegas
"Sekali berlayar tidak akan bisa surut ke belakang. Begitu juga dengan ikatan pernikahan ku dengan si Jasmine itu. tidak akan bisa kembali walau dengan alasan apapun." Sambungnya lagi dengan ekspresi marah
"Ditambah lagi, dia bukan perempuan baik baik. Jadi keputusan ku sudah sangat jelas. Tidak akan!" Ucap Dion berapi api
Beberapa saat kakeknya hanya terdiam, tapi tak lama sesudah itu, dia mengambil perumpamaan lain lagi
"Lalu bagaimana jika kau dihadapkan pada dua buah benda, yang mempunyai bentuk, rupa dan ukuran yang sama, tapi salah satu diantaranya, ada kekurangan, yang tidak diketahui oleh siapapun. Apakah keduanya akan kau pilih?" Tanya kakek Birawa penuh dengan teka teki
"Dion akan melihat substansinya dulu. mana yang paling menguntungkan dan layak jual, atau yang lebih bermanfaat kedepannya." Jawab Dion penuh makna
"Tapi keduanya layak jual, walau mungkin orang akan tertipu dengan kualitasnya !" Bantah kakeknya tak mau kalah
"Apa yang kakek katakan itu memang benar!. Tapi kita tetap harus bersikap adil pada keduanya, kalau memang kita berkehendak, dan tidak boleh membedakan satu sama lain."
"Keduanya boleh dipilih, asal sesuai dengan kriteria, tapi tetap harus mengutamakan yang penting dulu dan bernilai tinggi!" Balas Dion memberi argumen
"Itu maknanya, kau akan memilih keduanya, walau kau sudah tahu, bahwa ada salah satu dari dua benda tersebut dalam kondisi cacat, dan tidak akan menguntungkan di kemudian hari!" Bantah kakeknya mencoba mematahkan argumen Dion itu
"Kita harus melihat prospektifnya dulu kek, tidak sembarangan memilih kedua benda itu untuk dibeli, atau katakanlah dibawa pulang."
__ADS_1
"Kalau kita memang berminat pada kedua benda itu, dan kalau diperbolehkan, maka Dion akan membawa pulang kedua duanya. Tapi jika harus memilih salah satu diantaranya, jelas Dion akan memilih yang dalam kondisi masih baik. Itu menurut Dion." Ucap Dion panjang lebar, dan belum menyadari, ke arah mana kakeknya itu akan mengarahkan pembicaraan tersebut
Tuan Birawa hanya terdiam saja mendengar pemaparan dari cucunya itu, dia sedang menganalisa, apa saja yang telah dikatakan oleh Dion tersebut, dan dalam hatinya membenarkan, apa yang dikatakan oleh Dion itu memang benar adanya
"Jika kau disuruh untuk memilih salah satu dari dua orang wanita, yang sama sama mencintai mu, menyayangi mu, dan ikhlas menerima mu apa adanya. Bagaimana caramu untuk memilih salah satunya?" Tanya kakeknya lagi dengan pertanyaan lain
"Apakah Dion boleh memilih keduanya?" Tanya Dion konyol
"Kau harus memilih salah satu diantara mereka. dan tidak boleh serakah." Jawab kakeknya tegas
"Kalau begitu Dion bingung juga kek, mana yang harus dipilih, karena belum melihat dua orang itu." Jawab Dion jujur
"Kau sudah melihatnya, bahkan setiap hari." Respon kakeknya masih tetap mengandung teka teki
"Langsung sajalah kek!. jangan berbelit belit dan berteka teki seperti itu!" Protes Dion tidak senang
"Kau kenal Maya dan Ivory?" Tanya kakek Birawa langsung pada intinya
"Ya tentu saja kenal lah kek. Kakek ini ada ada saja!" Jawab Dion sedikit kesal
"Jika kakek menyuruh mu memilih salah satu diantara mereka, maka siapa yang akan kau pilih?" Tanya kakeknya lagi
"Maksud kakek?" Tanya Dion keheranan
"Masih juga kau bertanya. Diantara Maya dan Ivory, mana yang lebih kau cintai, dan akan kau tetap kan sebagai istrimu nanti?" Jawab kakek nya tidak sabar
"Cepat jawab pertanyaan kakek tadi, karena jawaban mu, akan menentukan masa depan mu nanti." Desak kakeknya marah
"Dion memilih keduanya kek, dan tidak salah satu diantaranya!" Jawab Dion tegas
"Walaupun salah satu diantaranya memiliki kekurangan?" Tanya kakeknya mengandung teka teki yang sangat besar lagi
"Ya!. Dion tetap akan memilih keduanya!" Jawab Dion tetap pada pendiriannya
"Sekarang kau Jawab dengan jujur!, diantara Maya dan Ivory, mana yang lebih kau cintai dan kehendaki?" Tanya kakeknya menohok
"Di. Dion lebih memilih..."
"Cepat katakan!" Bentak kakeknya kesal dan marah atas keragu raguan sikap Dion itu
"Ivory!" Jawab Dion jujur, dan meluncur begitu saja
Kakeknya tak merespon, dan hanya diam seribu bahasa. Dia hanya menganggukkan kepalanya saja, tapi di wajahnya, seperti ada rasa sedih yang teramat dalam
"Kakek!, maafkan Dion, karena telah mengecewakan dan membuat kakek sedih." Ucap Dion tulus
__ADS_1
"Sebenarnya, sudah lama Dion ingin membicarakan ini dengan kakek, tapi belum ada waktu yang tepat, lagipula Dion khawatir, kalau kakek akan marah dan kecewa pada Dion." Ucapnya penuh penyesalan
"Hahaha!. Ternyata kau tidak seperti yang ku sangkakan!" Ucap kakek nya Dion sambil tertawa lepas
"Kenapa kakak malah tertawa, bukannya sedih, karena Dion tidak memilih wanita pilihan kakek itu." Tanya Dion penasaran, karena tiba tiba saja, kakeknya malah tertawa, ketika mendengar jawaban dari Dion itu
"Dari awal kakek sudah tahu, bahwa kau menolak perjodohan tersebut, tapi kakek tetap memaksa, karena kakek ingin menguji pendirian mu, apakah dalam masalah wanita, kau akan bersikap serakah juga?" Jawab kakeknya penuh dengan perumpamaan
"Maksud kakek?. Kakek tidak marah karena itu, dan merestui, jika Dion hanya memilih Ivory saja?" Tanya Dion mulai senang
"Iya!. Kakek tidak marah lagi, dan merestui, jika kau hanya menikah dengan Ivory, karena perhitungan beberapa tahun kedepan." Jawabnya mengandung teka teki lagi
"Jika Kau mempunyai banyak keturunan dari beberapa orang istri, selain dari Maya itu, maka suatu saat nanti, mereka akan saling bersaing memperebutkan harta warisan mu itu. Apakah kau paham maksud kakek?" Tanya kakeknya memberi pengertian
"Dion paham kek!. Untuk itu, Dion ucapkan terima kasih, karena kakek tidak memaksakan kehendak lagi, dan merestui, kalau Dion hanya menikah dengan Ivory saja." Jawab Dion dengan wajah berseri seri, kemudian berdiri dan mendekati kakek nya, lalu memeluknya erat erat
"Lalu bagaimana dengan Maya kek?. Apakah dia sudah tahu masalah ini?" Tanya Dion setelah melepaskan pelukan dari tubuh kakeknya itu
"Kau tenang saja, dia tidak akan marah, karena dia juga berprinsip sama sepertimu." Jawab kakeknya tenang
"Jadi maksud kakek?"
"Ya!. dia yang terlebih dahulu mengundurkan diri dari perjodohan tersebut, dan merelakan mu menikah dengan Ivory." Jawab kakeknya ikhlas
"Tapi bukan kah kakek akan kehilangan nya?" Tanya Dion mencoba menebak isi hati kakeknya lagi
"Walaupun kalian tidak jadi menikah, tapi Maya sudah mengatakan kepada kakek, dia ingin menjadi cucu angkat kakek."
"Ha.! Kalau begitu sangat bagus sekali, berarti Dion akan mempunyai dua orang adik angkat!" Seru Dion senang
"Kau benar!, dan kakek sudah tidak sabar ingin melihat mu menikah."
"Sekarang kau putuskanlah, kapan kau siap membentuk rumah tangga baru!" Ucap kakeknya berharap, agar Dion secepatnya menikah
"Tunggu satu atau dua bulan lagi kek, setelah semua yang Dion rencanakan, setidaknya 50% tercapai." Respon Dion mencari alasan
"Kalau itu terus yang menjadi alasanmu, maka sampai kapanpun!, pernikahanmu tidak akan terlaksana, karena usaha yang kau jalankan itu, tidak akan pernah berhenti, karena kau akan terus berkeinginan untuk menambah, menambah dan menambah lagi, agar lebih besar dan banyak!" Bantah kakeknya tidak senang
"Jadi kek?" Kata Dion berpura pura tidak tahu
"Secepat nya kau tetapkan! kapan akan melangsungkan pernikahan itu." Jawab kakeknya tegas
"Atau sebaiknya, nanti kita bicarakan dengan Ivory, Maya Tiger, dan siapa adik mu yang satu yang lagi itu?" Tanya kakeknya ragu ragu
"Emily kek!" Jawab Dion singkat
__ADS_1
"Ya Emily!. Kau bawa dia ke sini, dan kenalkan pada kakek!" Ucap nya senang
"Siap kek!" Jawab Dion cepat