Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Dyah Isma Prameswari


__ADS_3

"Panggil saja aku Brawijaya!.Tanpa embel embel pangeran!" Jawab pemuda tersebut enteng. yang ternyata adalah seorang pangeran yang sebentar lagi akan menjadi raja atau sultan


"A a apa!. Jadi anda adalah pangeran yang sangat terkenal itu!" Respon Prameswari gugup


"Begitulah kira kira!. Tapi sepertinya orang orang itu terlalu melebih lebihkan kata saja!" Jawab Brawijaya merendah


"Maafkan saya pangeran!. Sungguh saya tidak tahu tingginya gunung dan dalamnya lautan!"


"Kekuatan baru seujung kuku. Tapi sudah menganggap diri yang paling kuat."


"Kedepannya saya berjanji, tidak akan lagi bersikap sombong, dan membanggakan ilmu yang tidak seberapa ini!" Ucap Prameswari tulus. Sambil menangkupkan kedua tangannya di dada, pertanda meminta maaf


"Bagus kalau begitu!. Sekarang pulanglah, dan bantu kerajaan calon suami mu itu!" Reaksi Brawijaya senang. Lalu..


Tik!


Boom!


Tiba tiba saja tubuh Brawijaya menghilang, dan berpindah ke tempat lain dalam sekejap mata


"Untung aku masih hidup!"


"Jika pangeran itu melawan, aku pasti hanya tinggal nama saja!"


"Entah ilmu apa yang digunakannya itu."


"Semua serangan ku tidak berarti apa apa baginya."


"Benar benar ilmu yang sangat menyeramkan!" Guman Prameswari lirih pada diri sendiri. Kemudian berlari ke arah timur menuju kerajaan calon suaminya tersebut


Tapi sayang!. Dua hari kemudian, kedatangannya sudah sangat terlambat. Calon suaminya beserta seluruh keluarganya itu telah tewas karena dikhianati oleh saudaranya sendiri


Karena saking marahnya. Prameswari melampiaskan kemarahannya pada penghianat juga orang-orang nya itu


Bukan hanya itu saja yang iya lakukan. Prameswari juga membantai habis prajurit beserta panglima dari kerajaan lain, yang membantu si penghianat itu. Lalu melanjutkan penyerangannya ke pusat kerajaan, yang telah berani membantu pengkhianat tersebut


Walau kondisinya berdarah darah, karena menemukan lawan yang seimbang, tapi akhirnya dia berhasil memenangkan pertarungan itu


Raja dan seluruh keluarganya, beserta seluruh prajurit, panglima, menteri yang masih tersisa, juga tidak luput dari amukan nya


Mereka semua mati di ujung pedang milik Prameswari. dan tidak menyisakan seorangpun


Setelah Prameswari naik tahta, menggantikan kedudukan ayahnya yang meninggal itu. Dia memutuskan untuk memasukkan dua wilayah kerajaan tersebut menjadi wilayahnya. Dan di rubah nya menjadi beberapa buah kadipaten, yang dipimpin oleh seorang Adipati


Tapi karena sedih kehilangan orang yang sangat dicintainya tersebut. membuat Prameswari menjadi patah arang, dan memutuskan untuk meninggalkan dunia fana, menuju dunia abadi. dan menunggu saat kelahiran seseorang, yang harus ditunggunya selama 500 tahun


Maka hari ini adalah hari yang sangat dinantikan nya itu . Di mana seorang bayi ajaib, adik dari Dragon, pemilik ilmu Wahyu Taqwa, yang pernah mengalahkannya ratusan tahun yang lalu, lahir


Saat ini Prameswari sudah bersemayam di tubuh bayi ajaib tersebut, dan sedang berkomunikasi dengan Dragon melalui mata batinnya, tanpa diketahui oleh orang lain, termasuk Dion sendiri


"Yang mulia pangeran!. Tubuh adik mu ini, adalah tubuh istimewa, yang lahir setiap 500 ratus tahun sekali."


"Masih kecil saja sudah sangat luar biasa begini!"


"Saya merasa sangat nyaman berada di dalam tubuhnya."


"Semua luka dalam yang saya alami selama ratusan tahun, sembuh seketika."


"Adik tuan memang sangat luar biasa."


"Dia mempunyai aura penyembuh, untuk penyakit seberat apapun, hanya dengan menyentuhnya saja!"


"Selain itu, di dalam tubuhnya, juga ada penawar racun sekeras dan seganas apapun yang ada di dunia ini."

__ADS_1


"Saat orang-orang tahu tentang ini, maka orang akan berbondong-bondong datang, berusaha untuk mendapatkan tubuh istimewa adik anda ini!" Ucap Prameswari melalui mata batinnya kepada Dragon


"Untuk itulah gunanya kau ada di dalam tubuh adikku!"


"Jika kau tidak mampu melindunginya!. maka keluar saja dari sekarang!" Jawab Dragon tegas


"Yang mulia jangan khawatir! saya akan selalu melindunginya!" Jawab Prameswari mantap


"Bagus!" Respon Dragon singkat


"Anak ku!. Kenapa dari tadi diam saja?" Tanya Ivory merasa heran


"Bukan melamun Bu. Tapi sedang mencarikan nama yang cocok untuk adik Draco ini." Jawab Dragon sedikit berbohong. Karena tidak mungkin harus mengatakan tentang Prameswari, yang ada ditubuh adiknya itu, dan apa yang telah diucapkannya pada Prameswari


"Lalu Apakah kau sudah mendapatkan nama yang bagus untuk adikmu ini?" Tanya Dion juga merasa penasaran


"Sudah ayah!" Jawab Dragon cepat. Kemudian seperti sedang berpikir dan mengamati, wajah adiknya tersebut


"Kulitnya putih, hidungnya mancung, dan wajahnya cantik, memancarkan aura penguasa serta kulitnya bersih. Maka Dragon namai adik ku ini dengan nama, Dyah Isma Prameswari!"


Slash!


Jder!


Dhuar!


"Ada apa ini?. Kenapa kilat dan petir berbunyi lagi?. Padahal sudah tidak turun hujan?" Ucap Tuan Birawa keheranan


"Itu tandanya alam menerima dan merestui pemberian nama bagus tersebut." Jawab Dion mantap, serta menyakini pendapatnya itu tepat


"Ayah benar!. Nama belakang yang dipakai oleh adik ku ini, melambangkan nama seorang ratu, yang memerintah sebagian besar tanah Jawa 500 tahun yang lalu."


"Sifatnya baik, adil serta bijaksana."


"Mudah mudahan sifatnya akan menurun pada adik ku ini." Sambung Dragon membenarkan pendapat ayahnya itu


"Dragon bukan tanpa alasan memberikannya dia nama seperti itu. Semua ada maknanya."


"Dyah itu melekat nama ayah. Isma itu nama ibu, Ra dan wa itu nama kakek buyut. P itu ada nama kakek dan juga ada nama neneknya!" Ucap Dragon mantap


"Luar biasa!. Ternyata sebelum kakek menamainya dulu. Kau sudah merancang sebuah nama untuk adik mu ya?" Reaksi tuan Birawa pura pura merasa kecewa. Padahal dia senang sekali mendengar nama tersebut diucapkan


"Tentu dong kakek buyut!. Karena dia adik Draco, maka Draco lah yang harus memberikan dia nama!" Jawab Dragon bangga


"Tapi kan Dyah ini anak ibu juga ayah!. jadi kamilah yang seharusnya memberikan dia nama?" Ucap Ivory menimpali


"Tidak bisa!. Itu hak Draco bu!" Jawab Dragon membalas candaan ibunya, dan pura pura merajuk


"Hahahaha!" Tawa mereka pecah bersamaan, hingga sedikit mengagetkan bayi kecil yang sedang tertidur pulas itu. Tapi cepat tenang kembali


Suara petir yang menggelegar saja, tidak mampu membangunkannya, apalagi suara tawa dari keluarganya tersebut


Diah Isma Prameswari malah tertidur pulas, terlihat sekilas tersenyum, dan mungkin sedang berada di dunia mimpi


***


Sementara itu di tempat lain, di sebuah kota kecil. Nun jauh di sana di waktu yang sama


Saat Prameswari lahir itu , seorang bayi kecil, yang sudah satu tahun lahir. Tiba tiba menangis dengan suara kuat, dan tidak bisa didiamkan dengan cara apapun


Matanya melotot ke arah atap, dan seperti mengisyaratkan rasa takut pada sesuatu


Keluarganya tentu saja merasa bingung. Tidak biasanya anaknya tersebut menangis seperti itu. Padahal siang harinya dia bermain seperti biasanya

__ADS_1


Tapi malam harinya, dia menangis sejadi jadinya, dengan rasa takut yang teramat sangat. seperti merasa sedang terancam keselamatan nya, juga keluarganya


Entah apa yang dirasakan oleh anak berumur satu tahun itu, tidak ada seorangpun yang tahu. Mungkin itu suatu pertanda, bahwa kelahiran seseorang di kota emas, akan menjadi penentu kematiannya di masa yang akan datang


Kebetulan ayah dari anak tersebut, adalah seorang pengusaha sekaligus penguasa di kota itu. Tapi sebenarnya kedudukannya jauh lebih tinggi dari yang orang perkirakan


Saat ini ayahnya menjabat sebagai seorang wakil rakyat, dan telah menjabat sebagai ketua komisi bidang pemerintahan. dan akan mencalonkan diri menjadi bupati. dan selanjutnya gubernur. Jika memungkinkan mencalonkan diri menjadi presiden dimasa yang akan datang


Karirnya memang tergolong bagus. Setamat kuliah, langsung bergabung dengan salah satu partai yang ada di kotanya, dan coba coba mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Kalau tidak terpilih pun tidak apa-apa. Tapi usaha coba cobanya malah berhasil


Karena keberhasilannya itu, menjadikan dia terus terobsesi ingin memperbaiki karirnya, yang jauh lebih tinggi dari karirnya sekarang


Masyarakat yang memilihnya, tergiur dengan iming-iming serta janji yang diucapkan melalui mulutnya, dan di tahun-tahun pertama, dia memang memenuhi janji tersebut


Tapi tidak ada seorang pun yang tahu, bahwa sebenarnya orang tersebut hatinya jahat dan penuh dengan dendam. Mirip seperti musang berbulu domba


Ayah bayi inilah, yang suatu saat nanti, akan menjadi seorang gubernur, dan hampir menjadi presiden kalau tidak tersandung kasus anaknya


Siapa yang membongkar kedok dari calon presiden itu kalau bukan seorang Prameswari, yang saat itu bermusuhan dengan anaknya


Mungkin karena itulah, bayi berusia satu tahun tersebut, saat Prameswari lahir, menangis sejadi-jadinya. Karena dia mungkin tahu, bahwa dia dan ayahnya akan mati beberapa tahun yang akan datang, melalui tangan Prameswari yang cantik jelita itu


"Pertanda apa ini?. Kenapa anak kita yang biasanya ceria tiba tiba ketakutan seperti itu?" Tanya Anggoro Danny merasa heran


"Biasalah pak!. Semua anak kecil pasti takut mendengar kilat dan petir kuat seperti itu!"


"Jangankan dia, kita saja takut tadi!" Jawab Murtisari enteng sambil menggendong, dan menenangkan anak semata wayangnya itu


"Ya sudahlah!. Tapi firasat ku mengatakan dia seperti melihat sesuatu. Tapi entah apa itu?" Respon Anggoro Danny merasa khawatir. Lalu meninggalkan istri serta anaknya yang sudah mulai diam itu


***


Keesokan harinya


Dampak dari adanya petir malam tadi telah terlihat


Banyak pohon pohon menjulang tinggi yang roboh, hangus dan terbakar. Terutama pohon yang dianggap keramat atau angker oleh sebagian penduduk desa maupun kota


Hampir di semua tempat terlihat pemandangan itu. Bahkan sumber asal kejadian, bangunannya pun rusak dan rata dengan tanah


Penduduk desa yang melihat kejadian itu menjadi merinding ngeri. Mereka membayangkan jika sambatan petir itu mengenai rumah mereka, entah apa yang akan terjadi


Tempat yang kokoh saja hancur, apalagi rumah mereka, yang sebagian besarnya terbuat dari kayu


Memikirkan semua itu. Mereka merasa bersyukur, karena selamat dari bencana malam tadi


Tapi mengenang tempat itu merupakan makam keramat menurut seluruh penduduk desa. Mereka sangat menyayangkan kejadian itu


Namun lain lagi pendapat dari pihak arkeologi. Menurut mereka, tempat itu bukan makam, tapi situs berupa candi yang didalamnya ada prasasti dari kerajaan tempo dulu


Ditempat itu ada semacam medan magnet, yang selalu menarik petir untuk datang. Padahal sejatinya adalah aura kekuatan dari seorang ratu kerajaan tempo dulu


Mendengar situs itu hancur. Mereka bergegas datang, dan meneliti siapa tahu masih ada benda berharga yang tersisa


Tapi dicari selama berjam jam apa yang mereka inginkan itu tidak ketemu juga. Paling paling ditemukan serpihan prasasti, juga ornamen bebatuan yang masih melekat di dasar situs tersebut. Dan mereka tidak berani untuk membongkarnya. Karena ada aura yang sangat kuat sekali yang mereka rasakan, saat ingin melakukan pembongkaran


Jadi mereka membiarkannya saja, dan akan melakukan pembangunan ulang, tapi entah kapan


Namun demikian, tempat tersebut segera dipasangi pagar pembatas, agar para penjarah tidak memasukinya


Tapi siapa yang berani menjarah tempat itu?. Orang sakti saja tidak berani. Baru mendekatinya, sudah tertekan dan tidak bisa bergerak


Bukan hanya sekali terjadi, tapi sudah berulang-ulang. Akhirnya para cenayang, paranormal dan dan orang-orang pintar yang ada, sepakat untuk tidak mengganggu tempat tersebut. Jika mereka berani nekat, maka nyawa taruhannya

__ADS_1


Ada rahasia apa di dalam makam atau situs itu sebenarnya?


__ADS_2