Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Kau bukan siapa siapa


__ADS_3

Sementara itu, kelompok empat yang ditugaskan menyambangi rumah bordil, saat ini telah berada di lokasi, dan langsung masuk, dengan menyamar sebagai pelanggan


Tapi hanya seorang yang berperan sebagai pelanggan sedangkan sisanya menyisir kamar kamar yang ada di hotel atau tepatnya rumah bordil tersebut


Tujuan mereka adalah mencari dan menemukan keberadaan Jarot dan 25 anak buahnya, dan benar saja, semua orang yang dicari, memang ada di kamar kamar yang mereka datangi


Tanpa membuang waktu lagi dan tanpa kenal takut, semua kamar yang ditempati oleh bawahan Jarot, mereka masuki secara serentak


"Siapa kau?" Tanya salah seorang dari mereka terkejut, saat anak buah Barga masuk ke kamarnya, ketika dia sedang berasyik masyuk dengan dua orang wanita penghibur di rumah bordil tersebut


Shut!


Jleb!


Tanpa menjawab atau bersuara, belati sepanjang 30 centimeter melayang ke arah orang itu dengan kecepatan tinggi, dan tepat mengenai lehernya


"Kalian berdua jangan berisik dan jangan berteriak, kalau masih sayang dengan nyawa!" Ucap penyerang tersebut dengan ekspresi dingin


Kemudian mendekati jasad bawahan Jarot, serta mengambil belati yang menancap di lehernya, dan tak lama kemudian pergi begitu saja


Tapi sebelum dia keluar dari dalam kamar itu, dia sempat berkata.


"Jika kalian berdua masih sayang dengan nyawa, maka diam lah, dan jangan berteriak atau histeris!"


"Kalau kalian mengabarkan pembunuhan ini, maka kalian juga akan aku habisi seperti dia!"


"Jadi jangan buka mulut atau melaporkan masalah ini pada siapapun,Jika tidak!, maka malam ini juga kalian berdua akan mati!" Ancam pengawal itu serius


"Ba...ba.. baik!. Kami tidak akan mengatakannya!. Jawab dua orang wanita tersebut ketakutan


"Bagus!. anak baik!. Ternyata kalian masih sayang dengan nyawa, dan masih ingin hidup!" Respon pembunuh itu dingin.Tapi tiba tiba..


"Tolong!. Ada pembunuhan!" Teriak salah seorang dari pelayan nafsu itu keras, Tapi hanya terdengar dari dalam kamar, karena kamar itu seperti kedap suara


Shut! Shut!


Jleb! Jleb!


"Argh!" Teriak mereka bersamaan, ketika mulut dan dadanya tertembus belati tajam, dan saat itu juga, mereka mati


"Dasar jhalang!. Sudah dikasi hidup masih ingin mau mati!"


"Dasar Bodoh!" Ucap pengawal itu kesal, lalu mendekati keduanya, dan mencabut belati belati tersebut dengan paksa


Memandang sejenak, Kemudian menempelkan belati belati tersebut di tubuh tanpa busana mereka dan membersihkannya, Kemudian bergegas keluar dari kamar tersebut tanpa beban, dan seperti tidak pernah terjadi apa apa


Sementara di kamar kamar bagian lain. teman teman pengawal itu juga telah berhasil menghabisi 24 anak buah Jarot tanpa perlawanan


Saat itu terjadi, mereka ada yang sedang tertidur karena kelelahan, ada pula yang sedang mendayung dalam gelora nafsu, sama seperti di kamar kamar lain, walau saat itu sudah dini hari


Maka dengan mudah, mereka semuanya berhasil dihabisi, tanpa sempat melakukan perlawanan


Kini tinggal satu kamar lagi yang belum mereka datangi, yaitu kamar Jarot


Kali ini giliran komandan Barga yang harus melakukan eksekusi padanya


Tapi saat Barga memasuki kamar tersebut, dia menjadi shock dan terkejut, karena di depan matanya, terpampang pemandangan yang sangat indah, dimana empat orang wanita cantik tanpa busana, tengah mengerubuti seorang pria yang juga sedang tidak berbusana


Kedatangan Barga yang tiba tiba itu, tentu saja mengagetkan mereka berlima, dan sontak saja aktivitas mereka terhenti begitu saja


Karena merasa terganggu kesenangannya, Jarot pun segera berkata.

__ADS_1


"Siapa kau?. dan kenapa berani masuk ke dalam kamar ku tanpa izin?" Teriaknya marah


"Syuuut!" Reaksi Barga cepat, sambil menempelkan jari telunjuknya diantara dua bibirnya, Lalu menjawab


"Ada pesta enak begini, kenapa kau tidak mengajak ku Jarot?" Ucap Barga sambil bercanda


"Siapa kau?. Kenapa kau tahu nama ku?. Apakah sebelumnya kita pernah bertemu?" Tanya Jarot keheranan


"Kau sudah kenal dengan ku manusia busuk. Tapi kau berpura pura tidak kenal. Dasar laki laki mesum!. Hahahaha!" Jawab Barga sambil tertawa pelan


"Buka penutup kepala dan wajah mu itu, agar aku tidak salah orang!" Perintah Jarot pada Barga


"Memang nya kau siapa berani memerintah ku. apakah kau tuan besar?" Tanya Barga mencoba memancing emosi lawannya


"Aku Jarot!. Manajer kepala di perusahaan Birawa Group di kota ini. Apakah kau tidak takut jika harus berurusan dengan orang orangnya?"


"Benarkah?. Kalau begitu aku menjadi sangat takut sekali!"


"Tapi sayangnya, aku orang yang tidak mudah untuk di tipu!"


"Kau bukanlah manajer Birawa group lagi, karena pagi tadi sudah dipecat oleh sekretaris utamanya!"


"Jadi kau sekarang bukanlah siapa siapa lagi bagi perusahaan. Bahkan kau sekarang telah di tetapkan sebagai buronan besar dan berbahaya bagi perusahaan itu."


"Jadi aku datang ke sini karena telah mendengar kabar itu, dan ingin menanam jasa pada perusahaan tersebut."


"Siapa tahu akan mendapat hadiah besar dari pimpinannya." Jawab Barga enteng


"Jika kau membunuh ku, maka anak buah ku akan membalas dendam dan akan menghabisi mu!" Ucap Jarot mengancam


"Benarkah?" Kalau begitu aku tidak jadi membunuh mu, tapi cukup memotong senjata yang kau banggakan itu!" Jawab Barga serius


"Nona nona manis!. Sebaiknya kalian kenakan pakaian, dan keluar dari tempat ini. kalau tidak mau melihat senjata yang telah kalian pakai itu, terpotong dari tubuh orang itu!"


"Jadi cepatlah keluar dan jangan berisik!" Perintahnya pada empat orang wanita itu dengan ekspresi dingin


Tanpa diperintah dua kali lagi, keempat wanita tersebut pun segera mengenakan pakaiannya kembali, dan segera berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri


Tapi di depan pintu mereka di sergap oleh anak buah Barga, sama seperti wanita penghibur lainnya, untuk di habisi juga, karena jika wanita wanita itu dibiarkan hidup, mungkin saja perbuatan mereka akan ketahuan


Maka tanpa belas kasihan lagi, seluruh wanita penghibur yang sudah melihat perbuatan mereka, di habisi di sebuah ruang


Tak lama sesudah itu, jasad jasad anak buah Jarot di kumpulkan di ruangan itu juga, seperti sedang melaksanakan pesta mesum


Keadaan acak dan kacau di rumah bordil tersebut tidak diketahui oleh siapapun karena 25 orang pengawal itu melakukannya dengan rapi dan terencana, hingga tidak menimbulkan suara bising


Lagi pula saat itu orang orang sekitar sudah pada tidur, dan tidak mendengar keributan kecil yang terjadi dalam rumah bordil tersebut


Makanya dengan leluasa, anak buah Barga yang tidak kenal ampun itu melakukan pembersihan dengan baik, termasuk juga Barga sendiri


"Sekarang pelayan mu sudah pergi walau masih tanggung!"


"Kini giliran kau melayani pisau kecil ku ini. agar dia juga terpuaskan!. Bagaimana?" Tanya Jarot sinis sambil menyeringai bengis


"Jangan berani macam macam, kalau tidak mau susah!" Jawabnya mengancam


"Memang apa kebiasaan mu dalam situasi terdesak seperti ini?. Kau hanya tinggal sendiri, karena seluruh anak Buah mu sudah di selesaikan oleh anak buah ku!"


"Tapi sebelum kau menyusul mereka, aku ingin mendengar sedikit kebaikan darimu!"


"Katakan dengan terus terang!, selain kau!, siapa siapa lagi anggota mu yang masih ada di perusahaan itu?" Tanya Barga dengan aura mengintimidasi

__ADS_1


"Jangan harap!" Jawab Jarot tidak kenal takut


"Oh hebat juga!"


Crash!


"Argh!" Teriak tertahan Jarot kesakitan


"Itu baru lima jari, belum mata mu yang akan aku congkel, termasuk memotong senjata mu yang selalu kau berikan pada wanita lain selain istrimu itu!" Reaksi Barga geram


"Lakukan kalau kau memang berani!" Jawab Jarot nekat


Shut!


Jleb!


"Argh!" Teriak Jarot kesakitan kala mata sebelah kirinya ditembus oleh belati pendek, yang dilemparkan oleh Barga, dan tepat mengenainya


"Iblis!. Kau benar benar iblis!" Teriaknya keras sambil menahan marah dan mencabut belati pendek yang menancap di mata kirinya itu


"Sampai mati pun aku tidak akan memberitahu mu siapa siapa saja anggota ku yang masih tersisa di perusahaan itu!"


"Untuk kau tahu saja!. kemungkinan saat ini perusahaan yang selalu dibangga banggakan oleh Dion itu sudah terbakar habis!"


"Anak buah ku sudah aku perintahkan!, jika terjadi sesuatu pada kami, maka mereka harus membalas dendam, dengan cara membakar perusahaan!" Ucap Jarot mencoba menakuti lawan misteriusnya itu


"Oh aku baru dengar tentang itu!. Tapi sayangnya baru saja masuk pesan di handphone ku, bahwa anak buah mu yang ternyata adalah dua orang sekuriti itu, keduanya telah dihabisi oleh anak buah ku."


"Sebenarnya siapa kau?" Kenapa kau seperti mengetahui seluruh seluk beluk perusahaan?" Tanya Jarot penasaran


"Karena kau akan mati maka aku akan berbaik hati menunjukkan wajah tampan ku ini pada mu."


"Tapi setelah itu kau harus mati, walau dengan mati penasaran karena tidak percaya!"


"Lihatlah wajah ku ini!" Ucapnya cepat sambil membuka penutup kepala juga wajahnya


"Komandan Barga!" Seru Jarot terkejut


"Matilah!" Serunya pula, dan..


Jleb! Jleb!


"Argh!" Keluh Jarot kesakitan, saat tubuhnya ditembus belati sepanjang 30 centimeter, dan tak lama kemudian dia mati dengan penasaran


"Bakar tempat ini agar tidak meninggalkan jejak!. Yang lain segera pergi!" Perintah Barga tegas


"BaiK" Jawab mereka serempak, Lalu mengerjakan perintah dari komandan mereka tanpa beban


Tak lama kemudian rumah bordil tersebut terlihat terbakar di lantai dasar dan lantai duanya, karena terbuat dari kayu lama. Sedangkan hotel bintang dua di sebelahnya, tidak mereka usik dan tidak ikut terbakar


Kejadian dinihari tersebut, tentu saja mengejutkan warga sekitar. Tapi apa daya, mereka tidak bisa menolong karena api berkobar sangat besar, jadi hanya bisa melihatnya saja


Dalam sekejap, rumah bordil itu sudah hangus terbakar, dan hanya menyisakan puing puing hitam, termasuk jasad jasad yang sudah tidak bisa dikenali lagi, karena hampir 99% jasad mereka terbakar. Yang tinggal hanya kerangkanya saja. itupun sudah banyak yang terlepas


Sementara itu, Gedung yang dijadikan markas Gangster Jarot juga sudah terbakar, dan tidak meninggalkan jejak apapun


Dugaan sementara adalah ledakan gas dari dalamnya, karena ketika di periksa, mereka hanya menemukan tabung gas, juga kaleng kaleng bekas bahan bakar


Sedangkan orang orang yang mendiaminya semuanya telah hangus dan hancur terbakar, serta sudah tidak bisa dikenali lagi, kecuali jika melakukan tes secara mendalam dan hati hati


Kini keadaaan jalanan menjadi ramai dengan banyaknya petugas pemadam kebakaran yang berseliweran di sekitar jalan tersebut. Tapi para pelaku pembakaran itu sekarang telah duduk manis di markasnya, dan seperti tidak pernah melakukan apa apa

__ADS_1


__ADS_2