
Tiga hari kemudian. Dion, tuan Birawa, Ivory, Dragon serta petinggi pengawalnya, termasuk dewa obat dan Govin, telah kembali ke kota emas
Begitu juga dengan seratus lima puluh pengawal lama, dan lima puluh pengawal baru. Mereka juga telah kembali ke sana
Seratus pengawal. 200 pekerja dan 20 juru masak serta pengurus keperluan lainnya. yang 10 hari lalu di datangkan oleh Dion, masih tinggal di perkemahan tersebut, untuk mengerjakan proyek kecil, guna memanusiakan suku terasing di pulau K tersebut
Penatua Belboa, James, lima anak buah Govin, serta tiga komandan elit, juga mendampingi mereka dalam menyiapkan pekerjakan tersebut
Kini sudah sebelas hari pekerjaan membuat pemukiman suku terasing itu telah di kerjakan, dan sudah menampakkan hasilnya
"Kalau tidak terkendala cuaca. 200 rumah serta bangunan pendukung lainnya, yang direncanakan di bangun di sini akan selesai tidak sampai dalam satu bulan." Ucap James pada seorang komandan pengawal, yang dengan setia selalu menemaninya kemanapun dia pergi
"Tapi jika terus turun hujan mau tidak mau waktunya harus perpanjang, dan tugas kalian akan semakin sulit!" Ucapnya lagi
"Kami akan selalu siap mendampingi ketua, dalam mengerjakan perintah dari tuan besar kita" Jawab Darta, sang komandan tersebut mantap
"Itu memang sudah semestinya." Respon James cukup cepat
"Jika areal pemukiman itu dibuat terbuka. Mungkin waktu pengerjaannya bisa sedikit lebih cepat dari yang dijadwalkan?" Ucap Darta mencoba memberi usul pula
"Justru itu akan semakin lama!"
"Lagian tidak mungkin tuan besar mengizinkan adanya penebangan pohon pohon di sekitar pemukiman mereka."
"Hanya yang digunakan untuk membangun rumah mereka saja yang boleh ditebang, itupun tidak boleh menjadi areal terbuka."
"Hal tersebut dimaksudkan agar orang luar tidak bisa menemukan lokasi mereka, walaupun lewat udara!" Jawab James apa adanya
"Tapi medan yang sulit serta waktu pengerjaannya yang terbatas, mau tidak mau sedikit membuat kita kesulitan ketua." Ucap Darta berterus terang
"Tidak juga. Medan yang sulit itu bisa diatasi dengan cara membuat jembatan dari kayu bulat, yang banyak tersedia di hutan ini."
"Medan yang sangat sulit itu hanya ketika menuruni bukit ini, juga melewati dataran rendah berair seperti paya saja"
"Di tempat itulah bakal kita buat jembatan."
"Walau jarak nya lumayan jauh. Aku rasa dengan banyaknya para pekerja, ditambah dengan para pengawal, pekerjaan tersebut akan menjadi mudah."
"Setelah tangga juga jembatan itu selesai. akses ke tempat bakal perumahan itu akan menjadi mudah."
"Ditargetkan pekerjaan membuat tangga juga jembatan itu, akan selesai seluruhnya dalam tiga hari."
"Setelah itu baru kita lanjutkan pembuatan rumah bagi mereka."
"Beruntung lah rumah yang kita buat itu adalah rumah pohon. Ukurannya juga tidak terlalu besar. juga tidak terlalu tinggi"
"Jadi kita tidak perlu membersihkan lahan buat perumahan tersebut ." Ucap James menjelaskan
"Jadi kapan akan kita mulai pekerjaan itu ketua?" Tanya Darta ingin tahu
"Lebih cepat akan lebih baik!. Besok pun bisa." Jawab James tegas
"Kalau begitu apa tidak sebaiknya kita hubungi mandor proyek ini ketua?" Tanya Darta memberi usul
"Boleh juga!. Kau suruh anak buah mu untuk memanggil mandor Tarso kemari!" Jawab James menyetujui usul tersebut
"Baik ketua!" Jawab Darta patuh. kemudian keluar dari dalam tenda terbuka, untuk mencari menemui anak buahnya
Tak lama sesudah komandan Darta pergi, datang seorang ketua juru masak menemui James, lalu berkata.
"Maaf ketua!. Persediaan daging dan yang lain sudah semakin menipis. Apa tidak sebaiknya menghubungi direktur Cena, agar mengirim persediaan yang kosong dan menipis tersebut besok ?" Tanya kepala koki atau juru masak melaporkan apa adanya
"Bukan hanya daging saja, tapi bahan makanan lain juga harus dikirimkan ke sini." Jawab James tegas
"Apakah sudah kau data, bahan apa saja yang sudah habis atau menipis itu Pandu ?" Tanya James ingin tahu
"Sudah ketua, dan ini daftarnya." Jawab Pandu cepat, sambil menyodorkan selembar kertas pada James
Diperhatikan sejenak lalu dibacanya. Kemudian langsung menghubungi direktur Cena, melalui telepon satelitnya itu
"Maaf ketua!. Jika ketua setuju, kami akan memasuki hutan di sebelah barat, untuk mencari rusa atau hewan hewan lainnya." Ucap Bagio, komandan dua memberi usul
__ADS_1
"Itu ide bagus!. Kalau begitu tolong kau panggil komandan Dandy kemari!. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padanya!" Respon James senang, ketika tiba tiba dia mendapatkan ide cemerlang dari usul komandan Dandy tersebut
***
Satu minggu kemudian
Apa yang direncanakan oleh James dan anak buahnya, telah menjadi kenyataan. Bahan makanan serta obat obatan, ditambah dengan ribuan makanan kering, serta minuman penghangat tubuh, telah berhasil mereka dapatkan
Usul Bagio pun telah dilaksanakan. Dia dan tiga puluh anak buahnya ditambah dengan tiga puluh anak buah Dandy, berhasil mendapat hewan buruan yang cukup banyak
Selain itu, jembatan penghubung, antara perkemahan dan perumahan suku terasing tersebut, juga telah selesai dikerjakan
Begitu juga dengan tangga panjang dan datar, untuk menuruni bukit perkemahan ke jembatan itu telah selesai juga dikerjakan
Pengerjaan rumah pohon, menjadi lebih mudah, karena aksesnya telah dibuka oleh mereka
***
Waktu pun terus berlalu, tidak terasa sudah satu bulan mereka berada di hutan tersebut
Sudah 100 persen pengerjaan rumah pohon, telah selesai dikerjakan seluruhnya
Tinggal menunggu satu atau dua hari lagi, mereka akan kembali ke kota B, juga ke kota Emas, untuk bertemu dengan keluarga mereka
Tapi sebelum mereka pulang, Dion kembali mengirimkan banyak bahan makanan olahan dan jadi, untuk diberikan pada suku terasing tersebut
Hal itu disengaja olehnya, agar hati mereka terpaut pada Birawa Group, walau mereka tidak tahu benda apa itu
Belboa yang menjadi juru bicara dan penghubung antar mereka, terus memberikan pengertian, agar suku terasing tersebut, terpaut hatinya, dan tunduk pada penguasa Birawa Group
Bukan hanya itu saja, Abhicandra sebelum pulang tersebut, memberikan mereka perintah pada suku terasing itu, agar bersikap hormat pada para pekerja dan lain lain, yang akan membangun rumah rumah pohon mereka
Dengan perintah tersebut, selama pengerjaan jembatan, yang menghubungkan lokasi perkemahan dengan bakal perumahan mereka. tidak pernah mendapat gangguan dari suku terasing tersebut
Bahkan saat pengerjaan rumah untuk suku terasing itu, mereka kadang-kadang ikut membantu, membersihkan lokasi di mana rumah pohon mereka akan dibangun
Setelah semuanya dinilai beres, dan tidak ada yang tertinggal. James memerintahkan pada anak buahnya, untuk membongkar seluruh tenda tempat mereka selama ini bernaung
Seharian itu, mereka bekerja membongkar semua tenda, serta membersihkan lokasi bekas perkemahan tersebut
***
Villa mewah kota emas, sekitar pukul 7.30 malam harinya
Dion, tuan Birawa, Ivory dan Dragon. terlihat sedang berbincang bincang di sebuah sawung atau gazebo yang ada di samping villa, yang menghadap laut
Dalam duduk bersama tersebut, Dion tiba-tiba bertanya pada Dragon, untuk sekedar mencairkan suasana kaku di antara mereka
"Bagaimana perkembangan pelatihan mu selama menuntut ilmu di padepokan itu anak ku?" Tanya Dion sesaat setelah Dragon selesai meminum minuman kesukaannya
"Sampai saat ini, Draco sudah menguasai level 21 dari 25 level yang harus di kuasai." Jawab Dragon apa adanya
"Luar biasa!. Ayah tidak tahu bagaimana kekuatan mu sekarang." Respon Dion senang sekali
"Tidak juga yah!. Menurut Draco biasa biasa saja!" Jawab Dragon merendah
"Coba kau angkat meja ini, tanpa berdiri dari tempat duduk mu!" Ucap Dion memberi perintah
"Apakah itu perlu yah?" Tanya Dragon tidak enak hati
"Perlu sekali!. Lagipula ayah dan ibumu, juga kakek buyut ingin melihat sampai di mana kekuatan mu sekarang!" Jawab Dion tegas
"Baik yah!" Jawab Dragon patuh. Kemudian duduk Diam, lalu mengangkat tangannya sedikit keatas, serta di arahkan pada meja yang ada tak jauh dari tempat duduknya itu
Tiba tiba, meja tersebut terangkat setinggi 50 sentimeter, hanya menggunakan kekuatan pikiran, dan bertahan sekitar satu menit di udara
"Hebat!. Luar biasa!" Respon Dion kagum
"Kekuatan mu sudah menyamai, bahkan mengalahkan kekuatan batin ayah!"
"Tinggal menguatkan kekuatan fisik mu, seiring bertambahnya usia mu ke depan!" Ujarnya lagi
__ADS_1
"Kakek yakin Draco baru mengeluarkan sedikit kekuatannya!"
"Jika dia bersungguh sungguh. Jangankan meja kecil itu. Bongkahan batu besar mungkin bisa diangkatnya dengan mudah!"
"Kakek jadi penasaran dengan hasil pencapain latihan cucu buyut kakek itu Dion!"
"Kakek ingin Draco memperagakan kekuatannya besok, di hadapan pengawal kita!" Ucap tuan Birawa terlalu semangat
"Maaf buyut kalau Draco menyela!"
"Bukannya tidak mau atau menolak. Tapi kekuatan seperti itu tidak boleh di pamerkan, kecuali dalam situasi terdesak."
"Jadi Draco tidak bersedia untuk memperagakannya." Jawab Dragon berterus terang
"Dion juga setuju kek!"
"Biarlah orang tidak tahu siapa Draco, dan bagaimana kemampuannya!"
"Kalau belum apa apa sudah unjuk gigi, orang akan dengan mudah mengukurnya." Ucap Dion memperkuat perkataan dari anaknya tersebut
"Yang terpenting sekarang adalah, mempersiapkan Draco untuk menjadi pemimpin di masa depan."
"Birawa Group butuh orang kuat seperti dia, karena dialah satu satunya harapan kita, untuk menggantikan kedudukan Dion !" Ucap Dion lagi, sambil menyeruput teh manisnya
"Apa tidak sebaiknya kau kasi adik pada si Draco itu, agar Ivory ada teman, dan tidak terlalu kesepian?"
"Phuff!"
Mendadak Dion tanpa di duga, menyemburkan teh manis tersebut dari dalam mulutnya, ketika mendengar kakeknya berkata seperti itu
Ivory yang melihat reaksi Dion, dibuat terkejut juga. Selama ini dia menang mengharapkan, agar suaminya memberikannya seorang anak lagi, apalagi anak perempuan
Tapi entah mengapa, harapannya selama ini belum terkabul juga, sampai usia Dragon mencapai 8 tahun. Tapi harapan tersebut belum tercapai jua
Ivory selalu sabar dan berharap, agar suatu hari nanti, Tuhan memberikan nya seorang anak lagi
Setiap kali melakukan itu, dia selalu mengharapkan agar apa yang dipersembahkan oleh suaminya tersebut, akan membuahkan hasil
Tapi semakin lama semakin di tunggu, harapan tersebut sepertinya semakin menjauh
"Kenapa kau terkejut?. Apakah kau tidak senang, jika kakek mengajukan pertanyaan seperti itu?" Tanya tuan Birawa ingin penjelasan
"Bukan begitu juga kek!.Dion hanya terkejut, karena air teh ini ternyata masih panas. bisa melepuh nanti lidah Dion!" Jawabnya mencoba berbohong
"Jangan mengalihkan pembicaraan!. Kau sudah dengar tadi, bahwa kakek ingin agar kau memberikan kakek seorang cucu lagi, dan jika bisa cucu perempuan!" Bentak tuan Birawa cukup keras
"Bagaimana Ivory?. Apakah kau setuju dengan pendapat kakek tadi?" Tanya tuan Birawa pula pada Ivory
"Ivo tidak tahu kek!. Itu semua tergantung pada ayah Draco?" Jawab Ivory apa adanya
"Apakah benar begitu Dion?" Tanya kakeknya pula
"Kemungkinan seperti itu kek!" Jawab Dion asal-asalan
"Kemungkinan bagaimana?. Kaunya sendiri yang mungkin tidak mau!"
"Pokoknya kakek tidak mau tahu!. Dalam satu atau dua bulan ke depan, Ivory harus sudah mengandung, agar beberapa bulan kemudian, dia sudah bisa memberikan seorang cucu lagi pada kakek!" Bentak tuan Birawa cukup kuat
"Gawat!. Bagaimana ini?"
"Sedang loyo Loyonya, kakek malah memintaku memberikan nya seorang cucu!"
"Apa yang harus aku lakukan?" Batin Dion dalam hati
"Pai Zu Xian, si dewa obat!. Bukankah dia manusia serba bisa?"
"Aku harus menemuinya, agar bisa membuatkan ku obat, untuk menyembuhkan kekurangan aset ku yang paling berharga!"
"Ya, harus!" Batinnya dengan tekad kuat
"Kenapa kau diam?. Apakah kau menolak keinginan kakek itu?" Tanya tuan Birawa tiba tiba, hingga mengagetkan Dion, yang sedang bermonolog sendiri dalam hati
__ADS_1
"Ti. tidak ada apa apa kek!. Dion cuma berpikir, apakah Ivory mau atau tidak." Jawab Dion malah mengkambing hitamkan istrinya sendiri
"Kau tidak mau cucuku?" Respon tuan Birawa marah, karena merasa dipingpong oleh Dion