Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Melarikan diri


__ADS_3

Tiga hari kemudian, anak buah Tommy kembali dalam keadaan tidak bersemangat. Walaupun mereka berhasil menemukan keberadaan Austin, tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa, karena saat ini, Austin sedang dalam perlindungan Birawa Group


"Apa yang harus kita lakukan?. Jika kita kembali dan melaporkan keadaan ini, mungkin kita akan dibunuhnya. Karena kita tidak mampu membawa pulang si Austin itu." Ucap Paul tidak semangat.


"Kalau belum dicoba belum tahu. Bukankah syaratnya kita hanya menemukan keberadaan Austin, bukan membawanya pulang?" Bantah Ames, salah seorang kawannya, membesarkan hati Paul.


"Kau memang benar!. Tuan Tommy hanya menginginkan kita menemukan tempat persembunyian Austin, tapi aku khawatir, karena kita gagal membawanya pulang, dia akan menghabisi kita!" Sanggah Paul dengan asumsi ketakutannya itu.


"Aku yakin dia tidak akan mau membunuh kita, lagipula tim intelijen yang dia miliki, hanya tinggal kita berlima saja. Sementara yang lain, sudah tidak bisa diharapkan lagi." Sambut Alain percaya diri.


"Jadi menurutku, kita laporkan saja keadaan ini kepada tuan Tommy. Apapun resikonya, akan kita tanggung bersama." Sambungnya lagi.


"Baiklah jika itu mau mu. Ayo kita kembali!" Jawab Paul cepat.


Satu jam kemudian, kelima tim intelijen itu datang menemui Tommy, dan langsung memasuki kantornya, di mana saat itu sedang digelar pembicaraan antara Tommy dan para pengawalnya tersebut.


Dengan was was, kelima orang intelejen itu, yang diwakili oleh Paul, melaporkan tentang keberadaan Austin yang sedang dicari itu.


"Kenapa kalian tidak membawa pulang si Austin tersebut?. Bukankah kalian tim intelijen, yang dibekali dengan ilmu beladiri yang cukup tinggi!" Tanya Tommy marah.


"Apalah artinya kami tuan, jika berhadapan dengan kekuatan orang orangnya Birawa itu. Bagi mereka, kami berlima ini, hanya semut belaka. Jadi kami tidak berani untuk meminta agar Austin di serahkan pada kami." Jawab Paul merendah.


Tommy yang sedang marah tersebut mendadak diam. Jika sudah berhadapan dengan kekuatan orang orangnya Birawa, Dia bisa berbuat apa. Sementara saat ini, kekuatannya belum bisa menyamai kekuatan orang orangnya Dion atau Birawa itu


Jumlah seluruh anggotanya saja, belum genap 200 orang kalaupun itu ada, saat ini mereka sedang tidak bertugas, atau sedang berada ditempat lain.


Praktis kekuatan organisasi, yang dulu sempat jaya, masih belum bisa mengimbangi kekuatan orang orangnya Dion. apalagi mengalahkannya


"Sial!. Kalau begini caranya, lama lama kita sendiri yang akan habis!" Guman Tommy pada diri sendiri


"Maaf tuan jika saya menyela. Menurut saya, sebaiknya tuan singkirkan dulu keinginan tuan untuk membalaskan dendam dan sakit hati tuan kepada pemilik perusahaan tersebut." Ucap John Pierre menasehati Tommy


"Karena jika tuan tetap memaksa. saya khawatir, apa yang dikatakan oleh tuan itu akan menjadi kenyataan." Sambungnya lagi.


"Bukan hanya tuan saja yang akan mereka habisi, tetapi kita semua!" Ucap John Pierre apa adanya.


Tommy sekali lagi diam, di dalam hatinya juga membenarkan, apa yang dikatakan oleh anak buahnya tersebut. Tetapi tak lama kemudian dia berkata.


"Aku butuh Austin, untuk menemukan hacker yang bisa membuka dan menghancurkan virus di komputer kita itu!" Sanggah Tommy tetap ngotot.


"Selagi virus itu belum hilang, maka akses ke database kita tidak bisa dibuka, apalagi diambil alih." Sambung Tommy lagi.Kemudian berkata lagi seperti berguman.


"Apakah sebaiknya aku datang ke perusahaan mereka, dan meminta maaf pada Dion?" Guman Tommy lirih, tapi masih bisa didengar oleh orang lain.


Anak buah Tommy yang mendengar perkataan tersebut mendapatkan ide, kemudian salah seorang di antara mereka berkata.


"Menurutku memang sebaiknya kita mendatangi kelompok mereka, dan meminta maaf, serta berjanji, tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi!" Usul Almond, ketua tim cyber untung untungan.


"Tidak!. Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah tunduk pada mereka!. Merekalah yang harus tunduk padaku!" Bantah Tommy tetap bersikeras untuk melawan Dion.


Setelah mengucapkan kata kata tersebut, Tommy mengalihkan perhatiannya pada lima orang intelijen, yang saat ini masih tetap setia menunggu instruksi dari tuannya itu. dan sejurus kemudian, Tommy berkata.


"Apa yang kalian dapatkan selama mengawasi gedung tempat Austin bersembunyi itu?" Tanya Tommy penasaran.


"Di depan pintu gerbang, juga di setiap penjuru perusahaan tersebut, dijaga oleh puluhan orang pengawal."

__ADS_1


"Siapa saja yang berani mencari masalah dengan mereka, kami yakin, orang tersebut akan dihabisi saat itu juga!" Jawab Paul apa adanya.


Tok! tok! tok! tok!


Empat kali pintu ruangan Tommy diketok oleh seseorang dengan kuat


Semua orang yang ada di dalam ruang kantor Tommy, spontan mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu, yang tiba tiba saja diketuk oleh seseorang.


Tanpa menunggu diperintah, orang yang tadi mengetuk pintu, langsung membuka pintu tersebut, dan langsung berkata.


"Permisi tuan!. Dua orang penjaga gerbang, datang ingin melaporkan sesuatu!" Ucap seorang pengawal yang bertugas menjaga didepan pintu kantor Tommy


"Suruh mereka masuk!" Ucap Tommy tegas


"Baik tuan!"Jawab pengawal tersebut singkat


Setelah mendapatkan izin masuk. Dua orang pengawal yang bertugas di pintu gerbang perusahaan itu, tergopoh gopoh menghampiri Tommy, kemudian berkata.


"Maaf tuan jika saya mengganggu!" Ucap penjaga itu bersikap hormat


"Ada apa Andre?" Tanya Tommy tidak senang


"Maaf tuan!.di depan pintu gerbang, ada ratusan orang yang sedang menunggu untuk diijinkan masuk." Jawab Andre cepat


"Apa!. Kenapa bisa terjadi, dan sejak kapan?" Tanya Tommy terkejut.


"Kami juga tidak tahu tuan. Mereka tiba tiba saja datang dengan puluhan kendaraan besar, dan sekarang sedang terparkir di halaman perusahaan ini!" Jawab Andre apa adanya.


"Siapa mereka?" Tanya Tommy sudah mulai merasa takut.


"Apa!.Kalau benar itu mereka, Apakah kita harus menghadapi nya?" Tanya Tommy meminta pendapat pada anak buahnya itu


"Sebaiknya jangan tuan!. Karena mereka bukan orang sembarangan. Jika kita nekat melawan, maka kita akan mati!" Jawab John Pierre cukup bijaksana


"Lalu?" Tanya Tommy


"Sebaiknya kita keluar, dan sambut mereka, serta tanyakan apa maksud kedatangan mereka kesini." Jawab John Pierre lagi


"Kalau begitu tunggu apa lagi?" Reaksi Tommy cepat, sambil berdiri dari kursinya, dan bergegas ingin menemui orang orang nya Robin itu


"Tunggu tuan!. Sebaiknya tuan tidak usah ikut. Tuan pergilah dari sini, dan keluar melalui pintu rahasia."


"Kami khawatir jika mereka melihat tuan, mereka akan menangkap atau menghabisi tuan."


"Oleh karena itu, cepatlah tuan lari, dan selamatkan diri. Urusan mereka serahkan pada kami!" Ucap John Pierre tegas


"Tidak!. Kalian tidak boleh mati. Ayo kita lari sama sama sama!" Bantah Tommy membandel


"Kami mohon tuan cepat tinggalkan tempat ini. Karena jika tuan tertangkap atau mati, maka organisasi kita akan hancur juga!" Sanggah John Pierre memohon.


"Baiklah kalau begitu. Selamatkan diri kalian. Jika mereka datang hanya sekedar memperingatkan kita, tolong turuti kehendak mereka, dan usahakan jangan timbul perkelahian. Aku tidak mau kalian mati!" Ucap Tommy berharap


"Lagipula mereka orang orang kuat, dan berjumlah banyak. Sedangkan kalian cuma sedikit. Anak buah kita yang lain, saat ini sedang tidak berada di tempat." Respon Tommy khawatir.


"Baik tuan!" Jawab John Pierre patuh, kemudian mengantarkan Tommy kesebuah ruangan untuk melarikan diri.

__ADS_1


Setelah memastikan, bahwa bos besar organisasi mafia, yang kondisinya masih lemah tersebut pergi. John Pierre beserta puluhan anak buahnya, segera keluar dari dalam kantor Tommy, dan bergegas menemui Langit


Karena jarak kantor Tommy tidak begitu jauh dengan gerbang tersebut. Tidak sampai 3 menit, John pierre dan puluhan anak buahnya itu, saat ini sedang berhadapan dengan orang orangnya Robin


"Kalau boleh tahu, apa maksud kedatangan kalian kesini?" Tanya John Pierre tanpa basa basi lagi


"Mana Tommy?. Kenapa dia tidak datang menemui kami?" Tanya Langit tidak senang


"Tuan sedang tidak berada di kota Paris ini, karena sejak satu minggu yang lalu, dia dan istrinya, beserta anaknya itu, sedang berada di Belgia. dan belum tahu kapan pulangnya. Jadi saya mewakili ketua, untuk menemui tuan tuan semua disini." Jawab John Pierre berbohong.


"Baiklah kalau begitu!. Karena kami tidak mau mencari masalah di tempat orang, maka aku bisa menerima alasanmu itu." Reaksi Langit datar, walau dia tahu Pierre sedang membohonginya


"Kami datang ke sini karena diperintahkan oleh tuan besar. untuk memberikan pilihan pada Tommy!" Ucap Langit tegas


"Pilihan apa?" Tanya Pierre penasaran


"Tunduk atau mati!" Jawab Langit tegas


Deg!.


Jantung John Pierre juga yang lainnya itu, tiba tiba berdegup kencang. Nyali mereka langsung ciut, ketika kata kata tersebut diucapkan oleh Langit dengan aura kematian yang sangat menakutkan


Di saat mereka sedang ketakutan tersebut, Langit membuka suara dan berkata. "Perbuatan kelompok kalian, yang telah berani mencoba menyusupkan mata mata ke Birawa Group, juga berupaya merampok tim ekspedisi perusahaan, telah membuat tuan besar kami sangat marah." Jawab Langit dengan ekspresi kesal


"Atas kejadian itu, tuan besar menganggap, bahwa kalian telah menabuh genderang perang padanya, hingga dia memerintahkan pada anak buah nya, agar sistem keamanan komputer kalian dibekukan sebagai peringatan."


"Tapi Sampai sejauh ini, belum ada itikad baik dari kalian, untuk meminta maaf pada tuan besar kami."


"Untuk itu, karena kalian teledor, dan masih juga berusaha untuk melawan kami, maka tuan besar menugaskan pada kami, untuk meratakan tempat ini, dan menangkap orang orangnya." Jawab Eric sangat tegas sekali


"Tunggu!, dan jangan terburu buru. Kami akui, kami memang telah berbuat kurang baik pada kalian, juga pada perusahaan kalian. Untuk itu, saya mewakili tuan Tommy, meminta maaf pada pimpinan kalian, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap John Pierre memohon


"Periksa gedung ini!, dan temukan badjingan Tommy itu, serta seret dia kemari!" Perintah Langit tanpa mengindahkan penjelasan dari Pierre tersebut


"Tunggu!. Kalian tidak boleh seenaknya masuk ketempat orang lain tanpa ijin!" Sanggah Pierre mencegah perbuatan anak buah Langit itu


Tapi, puluhan anak buah Langit tetap maju, dan merangsek kearah orang orang John Pierre itu, dengan aura intimidasi, yang sempat membuat jantung orang yang melihatnya, mendadak berdegup kencang


Mau tidak mau, John Pierre membiarkan puluhan anak buah Langit memasuki gedung perusahaan, tempat dimana Tommy berkantor. Sementara mereka tidak bisa berbuat apa apa


Sekitar satu jam, puluhan anak buah Langit sudah keluar dari dalam gedung itu, dan tidak menemukan apa apa, kecuali belasan karyawan yang saat ini sedang bekerja didalam gedung tersebut.


"Katakan dengan jujur!. dimana Tommy saat ini sedang bersembunyi!" Ucap Langit marah


"Sudah saya katakan, bahwa tuan Tommy saat ini sedang tidak berada di Perancis, tapi di Belgia. Didesak bagaimanapun, tuan Tommy tetap tidak ada disini." Jawab John Pierre tetap bertahan dengan pendiriannya itu


"Baiklah!. Karena kami bukan bangsa barbar, dan juga mematuhi serta menghormati aturan negara orang lain, dan tidak mau membuat masalah. Maka kali ini kalian kami biarkan hidup!"


"Tapi jika lain kali kalian berani berbuat macam macam lagi. Maka kami tidak akan berpikir dua kali untuk menghabisi kalian!"


"Jangan kalian pikir kami tidak tahu, bahwa tuan kalian itu, sengaja melarikan diri, karena takut bertanggung jawab atas perbuatannya itu!"


"Sekali lagi kami tegaskan pada kalian!. Kami orang orang yang tidak mau berbuat masalah, tapi tidak akan lari jika bermasalah!"


"Oleh karena itu, jika kedepannya kalian masih tetap mengganggu kami, maka saat itu juga, kalian aku pastikan mati!" Ucap Langit dengan ancaman yang tidak main main

__ADS_1


__ADS_2