
Satu minggu kemudian
Maya dan ayahnya sudah berada di kota Golden City. Mereka terutama Maya datang ke sana karena dipanggil oleh Dion untuk diobati
Beruntung sekali si maya itu, karena dalam tiga hari saja, penyakit yang dideritanya sudah berangsur membaik, dan tepat satu minggu setelah pengobatan tersebut, Dia dinyatakan sembuh, setelah melakukan pemeriksaan mendalam atas penyakitnya itu
Para dokter yang bekerja di rumah sakit milik Birawa Group, dan yang memeriksanya dengan bantuan peralatan mesin canggih telah sepakat, bahwa Nona Maya sekarang tidak lagi mengidap penyakit yang menakutkan itu
Para dokter modern, tentu saja sangat terkejut atas berita tersebut, dan berusaha mencari tahu siapa dan obat apa yang telah membantu nona Maya atas proses kesembuhannya itu
"Ini berita luar biasa. Para dokter ahli kandungan yang sering menangani permasalahan ini, hanya mampu mendiagnosa, tanpa mampu menghilangkan bahkan menyembuhkan total 100 persen sindrom mioma itu."
"Tapi ini sangat aneh sekali dan sangat luar biasa, dimana hanya menggunakan ramuan herbal biasa, yang dicampur dengan beberapa herbal langka. penyakit itu bisa sembuh 100 persen."
"Benar benar jenius orang yang membuatnya!" Ucap salah seorang dokter kandungan, dalam rapat internal antar sesama dokter ahli kandungan dan dokter ahli lain, yang bekerja di rumah sakit milik Birawa Group
"Menurut kabar yang aku dengar, penemu herbal langka itu adalah orang yang berjuluk dewa tabib atau dewa obat, berasal dari daratan tiongkok, tapi besar di sini." Respon temannya yang lain
"Kita yang mengaku dokter ahli, hanya mampu memberikan obat obatan modern, tanpa mampu membuat obat itu sendiri."
"Tapi orang itu selain hebat, dia juga bisa meramu herbal untuk dijadikan sebagai media penyembuhan berbagai macam penyakit langka."
"Kita harus merekrutnya agar mau bergabung dengan rumah sakit tempat kita bekerja ini!" Ucap salah seorang dokter senior di rumah sakit tersebut
"Ide Gila!. Tak tahukan kalian, kalau orang tersebut adalah petinggi Birawa Group, tempat rumah sakit ini bernaung?"Tanya salah seorang dokter kepala di rumah sakit tersebut sedikit kurang senang
"Benar benar cari penyakit!" Responnya bertambah tidak senang
"Kalau kita berani merekrutnya apa kata tuan kita nanti. Sedangkan dia datang khusus untuk tuan besar, kita pula yang berniat untuk merekrutnya."
"Benar benar cari penyakit!" Respon dokter kepala tersebut mengulangi lagi perkataannya, dan semakin tidak senang, serta mulai takut
Sementara itu diluar ruang pertemuan. ada seorang perawat jaga yang datang tergesa gesa, menuju ruang rapat tersebut dan mengabarkan bahwa seluruh dokter dipanggil untuk menghadap tuan besar hari ini juga
Saat perawat itu mengetuk pintu dan masuk, wajahnya terlihat cemas dan ketakutan. Kejadian tersebut tentu saja membuat para dokter menjadi keheranan, dan langsung bertanya
"Ada apa kamu datang terburu buru dan ketakutan seperti itu Rina?" Tanya seorang dokter pada perawat tersebut
"Maaf kalau saya mengganggu dokter!"
"Sekretaris utama Birawa Group, tadi menelepon dan memerintahkan, agar semua dokter dan ahli pengobatan yang bekerja pada Birawa Group, datang menemuinya sekarang juga !"Jawab Rina si perawat tersebut dengan lancarnya
Beef! beef!. Bunyi nada panggilan handphone dokter kepala atau direktur rumah sakit tersebut tiba tiba
Dengan buru buru dia mengangkatnya lalu berkata
"Salam tuan besar!" Sapa nya penuh hormat
__ADS_1
"Kumpulkan semua dokter dokter mu, untuk menemui ku. Sekarang!" Ucap seseorang dari seberang telepon, yang ternyata adalah Dion
"Baik tuan besar!" Jawabnya gugup
Klik!
Gawat!. Tuan besar meminta kita untuk datang menemuinya sekarang."
"Tolong informasikan pada teman dokter dokter lain agar berkumpul, dan segera menuju ke villa tuan besar!" Ucap direktur rumah sakit itu gugup
"Baik direktur!" Jawab bawahannya serempak
Satu setengah jam kemudian, seluruh dokter ahli rumah sakit milik Birawa Group, seluruhnya telah berkumpul di aula pertemuan villa milik Dion tersebut, dan langsung diterima oleh para petinggi perusahaan
"Selamat datang semuanya!" Sapa Dion sesaat setelah para dokter itu memberi penghormatan padanya
"Dalam kesempatan ini, aku sebagai pemilik Birawa Group, juga rumah sakit yang ada. ingin memperkenalkan seorang jenius pada kalian." Ucap Dion memulai pembicaraannya
"Perkenalkan!. Ini adalah Pai Zu Xian, atau yang selalu dipanggil dengan dewa tabib atau dewa obat."
"Dialah yang telah menciptakan ramuan herbal langka, yang belum pernah ada sebelumnya."
"Berkat dia, adik angkat ku Maya ini, penyakit yang diderita olehnya selama bertahun tahun, dinyatakan telah sembuh, dan kalian sebagai saksinya."
"Dalam kesempatan ini juga, aku ingin menyampaikan sebuah rencana besar pada kalian, bahwa dalam waktu dekat ini, aku berencana akan mendirikan sebuah rumah obat, atau yang lebih kerennya disebut dengan paviliun obat."
"Kepada kalian aku harapkan, agar selalu merekomendasikan rumah obat itu, sebagai salah satu pilihan tepat dalam memberikan resep alternatif."
"Herbal herbal yang di buat oleh saudara Pai Zu Xian ini, telah mendapat hak paten, dan telah di uji coba di tingkat ahli pusat yang berkompeten dan hasilnya mereka sangat kagum sekali."
"Mereka berniat untuk merekrut dewa obat ini, agar mau bergabung dengan pusat penelitian mereka, dan tentu saja hasilnya, untuk keuntungan organisasi mereka sendiri!"
"Tapi setelah mereka tahu bahwa dewa obat ini merupakan orang ku, mereka mundur teratur dan tidak berai berkomentar lagi."
"Aku yakin kalian para dokter pun pasti berkeinginan untuk merekrutnya. Benarkan begitu?" Ucap dan tanya Dion tiba tiba
Mendapat pertanyaan yang menohok itu, tak seorangpun dokter yang ada di ruangan tersebut, yang berani berkomentar atau menjawab, karena mereka menyadari telah berani mengutarakan pendapat seperti itu pada sesama rekan dokter tadi
Ketika tuan besar mereka menanyakan itu, mereka jadi malu sendiri, dan menyadari bahwa orang jenius seperti dewa obat tersebut, tidak mungkin akan dilepaskan begitu saja untuk bergabung dengan orang lain
Sungguh pemikiran licik, walau hasilnya nanti tetap akan kembali pada Birawa Group. Tapi lain ceritanya kalau dewa obat berada langsung dibawah pengawasan dan kelola dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja itu
"Karena tidak ada yang bisa menjawab, maka aku tegaskan, bahwa saudara Pai Zu Xian ini, adalah rekan kerja kalian, sebagai tempat untuk bertanya masalah obat obatan herbal, dan berada di bawah pengawasan ku langsung."
"Apakah ada yang berkeberatan?" Tanya Dion langsung pada intinya
"Kami semua setuju dengan rencana tuan besar itu, dan akan selalu mendukung apa saja yang telah ditetapkan oleh tuan." Jawab dokter Ramona, direktur seluruh rumah sakit milik Birawa Group yang ada
__ADS_1
"Bagus!. Aku senang mendengarnya!" Respon Dion senang
"Lalu bagaimana dengan dokter dokter dan ahli ahli lain, apakah kalian juga setuju dengan rencana ku ini?" Tanya Dion sekedar menguji
"Kami setuju dengan rencana tuan besar!, dan kami akan selalu mendukung semua rencana yang telah digulirkan oleh tuan!' Jawab mereka serempak dan mantap
"Terima kasih!" Respon Dion singkat. Kemudian melanjutkan lagi dengan berkata.
"Kalau begitu, mari kita melihat labor penelitian milik dewa obat ini." Ucap Dion memberi penawaran
"Maya!. Kau boleh kembali, dan menemui istriku, serta berbincang bincang dengannya!" Perintah Dion pada adiknya itu
"Baik kakak!" Jawab Maya patuh
***
"Ini sungguh luar biasa!. Labor penelitian rumah sakit kita, tidak selengkap dan sehebat labor ini!" Ucap salah seorang ahli laboran dan ahli obat obatan modern pada rekannya
"Aku juga sempat terkagum kagum begitu melihatnya, pantas saja orang itu berhasil menemukan obat obatan langka untuk penyakit yang belum ada obat pastinya itu."
"Tapi di tangan orang ini, tidak ada kata mustahil untuk menemukan solusinya!" Respon kawannya tadi juga setuju dengan pendapatnya
"Setiap penyakit pasti ada obatnya!" Ucap seseorang yang datang tiba tiba di belakang para ahli laboran itu
"Ah saudara dewa obat, kami merasa sangat malu sekali, karena kami mengaku sebagai seorang ahli, tapi kami selalu bergantung dengan obat obatan modern yang banyak mengandung bahan kimia." Respon seorang laboran merendah
"Saudara ini bisa saja!. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, asal kita mau berusaha serta bersungguh sungguh, pasti akan bisa!" Jawab dewa obat merendah
"Kami akan banyak belajar dari anda, dan mohon tunjuk ajarnya nanti." Respon seorang analis atau laboran itu tulus
"Baiklah kalau begitu!. Kedepannya kita akan selalu bekerja sama, karena kita bekerja pada tuan yang sama juga." jawab Pai Zu Xian mantap
"Terima kasih!" Respon mereka senang
***
Sementara itu, Maya sudah berada di hadapan Ivory, dan mereka tampak sedang bercakap cakap serius, tapi sesekali terdengar gelak tawa mereka berdua dengan renyahnya
"Kak Ivo ini ada ada saja!.. Mana berani adik merebut tuan besar dari tangan kakak!" Ucap Maya manja, sambil mencubit lengan Ivory perlahan
"Kalau memang orang yang kita cintai bersama dulu itu mau menikahi mu, kenapa tidak?" Jawab Ivory menguji kesungguhan tekad, dan ketulusan hati dari adik angkatnya tersebut
"Walau bagaimana pun dan sampai kapan pun, Maya tidak akan merebut kak Dion, dan memintanya untuk memperistri Maya!"
"Maya akan mencari yang lain saja!" Respon Maya cepat, tapi seperti menyimpan kepedihan yang teramat dalam di hatinya
Hal itu bisa dilihat oleh ivory, dan dia pasrah saja kalau suaminya nanti akan mengambil Maya sebagai istrinya
__ADS_1
"Oh cinta!. Kenapa deritanya tiada akhir?" Batin Ivory dalam hati