Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Bertemu kawan lama


__ADS_3

Di menit ke sepuluh, serangan


yang sangat terarah masuk ke tubuh lawan dengan telak


Jika wanita cantik itu tidak merubah serangannya, sudah bisa dipastikan. lawannya itu akan mati terkena tusukan pedang tipis tapi tajam tersebut


Dia hanya memakai hulu pedang untuk memukul tengkuk lawannya, tapi akibat yang ditimbulkan cukup membuat mata semua orang yang melihatnya terpana


Tubuh wanita yang tengkuknya dipukul dengan hulu pedang tersebut, saat ini tengah tergeletak di lantai, walau tidak sampai pingsan, tapi pandangannya menjadi kabur, dan akhirnya dinyatakan kalah, dan tidak berhak maju ke babak ketiga


Sementara itu pertarungan pertarungan lain, menang dan kalah datang silih berganti, hanya orang orang terkuat saja yang bisa maju ke babak selanjutnya


Begitu juga dengan yang terjadi di dua gedung lainnya. Hampir separuh jumlah peserta, dinyatakan tidak lolos ke babak ketiga, karena dalam babak kedua, mereka sudah kalah, dan akhirnya menerima dengan ikhlas kekalahannya itu


Ada juga peserta yang harusnya mengikuti seleksi, tapi sebelum memulai pertarungan sudah menyerah


Bagi mereka bisa bekerja pada keluarga Birawa sudah lebih dari cukup, walau sebagai pengawal rendahan, karena karir mereka bisa naik, kalau sudah bekerja selama tiga tahun, maka akan naik menjadi pengawal level dua


Kini yang maju ke babak tiga hanya tersisa 2.000 orang saja, sedang yang 2.849 orang telah resmi menjadi pengawal level satu, atau level bawahan


***


Hari kedua belas babak ketiga


"Ini adalah hari penentuan, dimana kalian akan menjadi pengawal level menengah atau level elit. jadi berjuanglah lebih baik, pair dan jujur!" Ucap Awan memberi pengarahan kepada seribu orang peserta yang masih tersisa di GOR milik Pemda itu


Sementara di gedung tua, yang sudah di perbarui penampilannya, Bumi juga sudah memberikan wejangan serupa pada seribu peserta yang tersisa di sana


Sedangkan Langit, lebih bersemangat lagi


"Jika kalian berbuat curang, maka aku dan orang orang ku, tidak akan segan segan lagi untuk menghukum kalian!" Ucapnya penuh ancaman


Di gedung ini, 10 anak buah Eric Juga ikut dalam kompetisi itu. kebetulan pula mereka ditempatkan dalam gedung yang sama


Sampai sejauh ini, seluruh anak buahnya berhasil masuk dalam babak ketiga


Jika mereka menang dalam babak ini, maka mereka akan masuk dalam pengawal elit, jika tersingkir, maka mereka akan menjadi pengawal level menengah


Tepat pukul 8.00 pagi, seleksi pengawal elit dan menengah sudah di mulai


Didalam aula gedung tua yang luas itu, dibagi menjadi enam arena, sedangkan empat sisanya menempati ruang lain yang juga cukup luas


Hari ini, Eric sedang menghadapi seorang petarung asal Thailand. Keahliannya adalah menyerang dengan kelincahan kaki dan lututnya


Sudah banyak peserta yang tumbang karena serangannya itu. Kali ini, dia juga sangat yakin akan bisa merobohkan Eric, tapi mungkin anggapannya salah, karena setiap serangannya berhasil di hindari atau ditangkis oleh Eric dengan mudah


Malah dalam menit ke enam, tinju Eric berhasil masuk mengenai wajahnya, hingga membuat posisi nya menjadi oleng, dan mundur ke belakang


Kesempatan itu tidak disia siakan oleh Eric, tendangan kaki kanan dan kirinya, terus mengenai dada dan perut lawan dengan telak


Serangan yang beruntung itu, berhasil membuat petarung itu roboh, tapi belum juga menyerah

__ADS_1


Wasit yang memimpin jalannya pertandingan, ingin menghentikan pertarungan tersebut, tapi petarung asal Thailand itu, tidak mau menyerah, dia tetap bersikukuh untuk melanjutkan pertarungan


Kali ini, apa yang dikatakannya memang bisa dibuktikan nya. Serangan Eric yang dilancarkan secara bertubi tubi, berhasil dihindari, bahkan pukulan dan tendangan nya, berhasil masuk ke tubuh Eric, sehingga membuat tubuhnya juga terdorong kebelakang, tapi tidak sampai jatuh


Mendapat serangan beruntun itu, Eric menjadi serius, kemudian mengeluarkan teknik terkuatnya, yang selama ini belum pernah dia gunakan


Ketika petarung asal Thailand itu sedang melayangkan tendangannya ke arah dada Eric, tangan kirinya menahan kaki tersebut, kemudian tangan kanannya memukul paha kanan lawannya


Pukulan cepat yang dilancarkan oleh Eric itu, sangat tidak terduga oleh lawan, sehingga membuat petarung asal Thailand itu menjadi lumpuh, dan jatuh ke lantai, dia tidak bisa bangun lagi, karena saraf geraknya dipukul oleh Eric dengan telak


Dengan tumbangnya petarung asal Thailand tersebut, menjadikan Eric sebagai pemenang dan dinobatkan sebagai pengawal elite


"Kuat juga orang itu, tuan muda pasti senang mendapatkan orang sekuat dia." Batin Bumi dalam hati


"Ini harus dilaporkan pada tuan muda, bibit unggul seperti dia harus dipertahankan." Batinnya lagi


***


Vila milik Dion kota golden city sekitar pukul 11.10 siang


"Salam hormat tuan besar dan tuan muda!" Ucap seorang komandan pengawal pada keduanya


"Ya, salam mu di terima." Jawab kakek Birawa ramah


"Ada apa kau menemui kami komandan Danu?" Tanya Dion serius


"Diluar ada tuan Tiger dan anaknya, ingin bertemu dengan tuan muda." Jawab Danu cepat


"Benar kek, orang itu adalah mantan pengusaha besar kota B dulu. Pengusaha yang pernah jatuh karena dikhianati temannya, dan kakek mengangkatnya kembali. Apakah kakek ingat siapa dia?" Ucap dan jawab Dion menanggapi keingintahuan dari kakeknya tersebut


"Hahahaha, sekarang kakek ingat, cepat kau suruh mereka masuk!" Respon kakeknya senang


"Baik tuan besar!" Sambut Danu cepat


"Ini bisa gawat, kalau sampai kakek ku menjodohkan aku dengan Maya. ini tidak boleh jadi!" Batin Dion dalam hati, dan merasa khawatir


"Kenapa juga di waktu yang sempit seperti ini, mereka harus datang?" Batin Dion lagi


"Ini tak bisa dibiarkan!. aku belum mau menikah lagi, aku masih ingin bebas, agar fokus mengembangkan perusahaan ku ini."


"Tapi bagaimana kalau kakek tetap mamaksa juga. Apakah aku harus menolak?. Huh!. Benar benar pusing!" Batin Dion berkata sambung menyambung


Ketika Dion membatin seperti terakhir itu, Tiger dan anaknya Maya, berjalan mendekati mereka, dengan langkah tidak terburu buru


Begitu mendekat, keduanya langsung membungkuk hormat ke arah kakek Birawa juga Dion, baru setelah itu mengangkat separoh badannya kembali


"Sahabatku Tiger!. Sudah lama tidak ketemu, apa kabarnya kau sekarang?" Sapa kakek Birawa ramah, sambil tersenyum, kemudian melangkah mendekatinya, dan mengembangkan tangannya seperti ingin memeluk


"Tu..tu..tuan besar! Saya sungguh tidak pantas menerima kehormatan seperti ini dari tuan!" Ucap Tiger gugup


"Apa yang kau katakan Tiger? Aku ini sahabat mu, bukan tuan mu!" Sanggah Kakek Birawa tidak senang

__ADS_1


"Tidak tuan besar, bagaimanapun, tuan adalah dewa penolongku, sampai kapanpun, saya akan tetap menganggap anda sebagai tuan ku." Tolak Tiger tetap ngotot


"Uh! kalau begini sangat merepotkan sekali." Jawabnya lemah, sambil mengalihkan pandangannya kearah Maya


"Luar biasa sekali!.Apakah ini anak mu Tiger?" Tanya kakek Birawa tiba tiba


"Benar tuan besar. ini anak keduaku, sedangkan anak pertama sudah menjadi pengawal keluarga tuan." Jawabnya tenang


"Hahahaha!. Sangat kebetulan sekali!. Anakmu telah bekerja pada ku, dan sekarang anakmu yang kedua ini, harus menjadi anakku juga!" Tawa kakek Birawa menggema karena senang


"Maksud tuan besar?" Tanya Tiger keheranan, padahal dalam hatinya sudah bisa menebak maksud dari perkataan kakek Birawa itu


"Apakah kau tidak tahu Tiger?. bahwa cucuku ini, sekarang sedang singgel, dan sepertinya sedang mencari pasangan!" Jawab kakek Birawa berniat menggoda Dion


"Kakek!" Tegur Dion tidak enak hati


"Kau diam saja!. Ini urusan kakek dengan Tiger!. kau tinggal menyetujuinya saja. Kalau kau menolak! maka kakek akan sangat marah sekali!" Ancam kakek Birawa serius


"Gawat!. apa yang aku takutkan, akhirnya terjadi juga." Batin Dion sudah mulai gugup


"Bagaimana Tiger, apakah kau setuju, jika anak mu ini, dijodohkan dengan cucuku Dion itu?" Tanya kakek Birawa terus terang dan langsung pada intinya


"Saya tidak berani tuan besar!" Jawab Tiger pasrah


"Kenapa tidak berani?, aku yang memintanya langsung, anggap saja hari ini, aku yang datang melamar anakmu yang cantik ini untuk cucuku Dion!" Tegas kakek Birawa tanpa selindung lagi


"Oh ya. siapa namamu?" Tanya kakek Birawa pada Maya


"Namaku Maya tuan besar." Jawab Maya sambil menunduk


"Hahahaha! Santai saja Maya, jangan gugup seperti itu!" sanggah Kakek Birawa sambil bercanda


"Apakah kau mendengar apa yang sudah kakek katakan tadi, bawa kau mau kakek jodohkan dengan cucu Kakek ini. apakah kau bersedia?" Tanya kakek Birawa langsung pada intinya


Maya tidak langsung menjawab, tapi menundukkan kepalanya sambil tersenyum simpul, di dalam hatinya bersorak gembira, karena apa yang selama ini diimpikannya, akan menjadi kenyataan tidak lama lagi


"Karena kau tidak menjawab dan menunduk malu, berarti kakek menganggap kau bersedia. Benar kan begitu Maya?" Todong kakek Birawa terus terang


Maya menjadi semakin gugup, karena malu, akhirnya dia bersembunyi di belakang ayahnya


"Hahahaha! Sungguh calon cucu menantu yang baik." Ujarnya senang


"Dion! Kau tidak boleh membantah apa yang kakek katakan!. mulai saat ini, Maya adalah calon istrimu, dan kau tidak boleh mencari calon lain, kau dengar itu?" Titah kakek Birawa yang tidak bisa dibantah lagi


"Tapi kek!. Untuk saat ini, Dion belum mau menikah..." Jawab Dion terputus


"Apa kau bilang!. Apakah kau ingin membuat kakekmu ini jantungan, dengan penolakan mu itu!" Bentak kakek nya tidak senang


"Tidak kek, maafkan Dion!. Dion akan menerima apapun yang kakek katakan." Jawab Dion melemah


"Nah itu lebih baik. Kalau kau berani membantah perkataan kakek lagi !, kakek benar benar akan sangat marah sekali!" Ancam kakeknya bersungguh sungguh

__ADS_1


"Baik kek!" Jawab Dion sambil menunduk lesu


__ADS_2