Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
67. Sedikit masalah di Diamond blue


__ADS_3

"Dendam dan sakit hati ku ini sudah terbalaskan, kurasa sudah cukup memberikan pelajaran kepada mereka semua." Batin Dion dalam hati, sambil menyetir mobil mewahnya menuju kota The Golden City


Dion masih kesal atas kejadian itu, seharusnya sekarang ini, dia sudah berada di villa barunya, tapi karena kecelakaan kecil yang disengaja oleh seseorang itu, rencana Dion menjadi terkendala


Dion tidak habis pikir, kenapa Jasmine sampai begitu nekat menabrakkan dirinya ke mobil Dion, apakah memang disengaja olehnya, atau karena dia mempunyai rencana lain


Memikirkan semua itu, kepala Dion semakin pusing, ingin rasanya dia melampiaskan kekesalannya pada seseorang, tetapi entah pada siapa


Mobil mewahnya terus melaju di jalanan yang cukup ramai, sudah hampir 21 menit Dion mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang


Menurut perkiraannya, jarak kota B dengan kota The Golden City miliknya itu, kalau ditempuh dengan menggunakan mobil di jalanan yang normal, hanya membutuhkan waktu sekitar 25 sampai 27 menit


Tapi saat ini, Dion sudah mengendarai mobilnya selama kurang lebih 21 menit, seharusnya 4 menit lagi, dia sudah sampai di sana, tapi ini sepertiga jalan saja belum dilaluinya


Padahal jarak kota B dengan kota golden City tidak begitu jauh, tapi ya begitulah keadaannya


"Sial!.Kenapa juga harus bertemu dengan mereka lagi?, ke mana orang orang yang ditugaskan oleh Burgon untuk mengawasi mereka. Kenapa mereka tidak pernah melaporkannya padaku?" Batin Dion dalam hati, kesal


Untuk menghilangkan rasa kesalnya, dia mencoba memutar lagu yang tersedia di dalam mobil mewahnya itu, tapi tetap saja tidak bisa menenangkan pikirannya


Saat ini, Dion terus kepikiran dengan kejadian yang dialaminya tadi, ketika dia bertemu dengan Jasmine, nenek Wolf, Danish, Everly Chalista dan Brian


Pikirannya tidak bisa lepas dengan kejadian tadi, apa saja yang dialami, yang diucapkan, dan yang didengarnya, semua peristiwa itu terus terngiang ngiang di kepalanya


"Kalau ku pikir pikir, ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh nenek Elina tadi, Tapi tetap saja tidak bisa ku terima kata maafnya, karena aku masih teringat dengan apa yang telah mereka lakukan padaku dulu."


"Walau sekarang kelihatannya mereka sudah mulai berubah, terutama sikap nenek Elina, begitu juga dengan Everly, tapi mungkin itu hanya sementara saja, setelah mereka kaya kembali, mungkin mereka akan bersikap sombong lagi."


"Tapi semarah apapun aku pada mereka, bagaimanapun, mereka pernah menampungku untuk tinggal di kediaman mereka, walaupun itu hanya terpaksa karena adanya kakek Wolf."


"Kakek yang baik hati itu, telah menolongku, walau dia tidak tahu siapa aku sebenarnya."


"Kalau saat itu aku tidak ditolong olehnya, mungkin aku sudah mati, dan tidak ada Dion yang sekarang."


"Ah sudahlah! Budi baik orang tua itu harus aku balas, tetapi dengan caraku sendiri. Aku akan membantu istri dan keturunannya, dengan memberi mereka tempat tinggal yang layak."


"Setelah ini, aku tidak akan berhutang budi lagi pada kakek Wolf, dan aku sudah menepati janjiku padanya, untuk menjaga istri dan keturunannya."


"Tapi sejujurnya, aku masih ingin bermain main dengan mereka, karena aku belum puas, biar mereka merasakan, bagaimana susahnya orang orang miskin mencari makan di luaran sana."

__ADS_1


"Aku ingin, mereka benar benar menyesal, karena telah mengusirku dari kediaman mereka dulu." Ucap Dion dalam hati, sambil mengemudikan mobilnya secara perlahan


"Tapi setelah aku menolong mereka, tetap saja berniat jahat padaku, maka aku tidak akan mengampuninya, dan bisa ku pastikan, mereka akan tamat." Ucap Dion masih dalam hati, dengan aura dingin dan niat membunuh yang besar


***


Tidak terasa, setelah Dion merutuk dalam hati, mobil yang dikendarainya telah sampai di pintu gerbang kota Golden City


Pemeriksaan di gerbang itu tidak begitu ketat, karena mereka tidak memeriksa orangnya, tapi hanya mendeteksi, setiap mobil atau kendaraan yang lewat, dengan alat digital yang dipasang di kanan kiri gerbang, yang dilalui oleh kendaraan tersebut


Mereka tidak mengecek orang orang yang masuk, tetapi malah memeriksa kendaraan yang mereka kendarai itu. Mereka hanya memastikan, apakah kendaraan yang akan masuk itu, membawa bahan peledak, senjata dan lain sebagainya


Setelah melalui pintu gerbang, untuk sesaat, Dion terpana, walau dia pernah mengunjungi kota itu bersama Ivory, tapi tetap saja ada rasa kagum yang begitu besar di hatinya


Saat Dion datang bersama dengan Ivory itu, Dion tidak begitu memperhatikan arsitektur kota miliknya tersebut, padahal waktu itu Dion datang pada malam hari, tentu saja pemandangannya jauh lebih indah daripada pemandangan siang hari


Dion lebih fokus menggoda dan memperhatikan Ivory, disebabkan waktu itu, penampilan Ivory benar benar sangat menakjubkan dan cantik


Maka ketika Dion sekali lagi memasuki kota The Golden City, matanya dimanjakan oleh bangunan bangunan yang sangat indah dan megah itu


Bangunan bangunan besar tersebut, merupakan kompleks pertokoan, yang berjajar di kanan kiri jalan yang cukup lebar dan bersih


Jadi Dion memutuskan untuk singgah di salah satu restoran yang ada di kotanya itu, tapi Dion tidak mau pergi ke Top Sky restauran, dia lebih memilih untuk mendatangi restoran lainnya


Adapun restoran yang dituju oleh Dion adalah restoran terkenal nomor 2 di kota The Golden City. Restoran tersebut bernama Diamond blue, yang mempunyai pelataran parkir yang sangat luas, dan bertingkat enam


Letaknya berada di tengah tengah kota, bersebelahan dengan toko barang antik, yang juga sudah sangat terkenal, baik di kota The Golden City, maupun di Kota B, juga di kota kota lainnya


Dion sama sekali belum pernah pergi ke sana, begitu juga dengan restoran restoran lainnya


Saat itu, Dion hanya merasa lapar, dan kebetulan ketika dia lapar tersebut, posisinya berada tidak jauh dari restoran Diamond blue


Setelah memarkirkan mobilnya di tempat parkir, yang agak jauh dari restoran tersebut, Dion memutuskan untuk segera masuk ke sana, tapi ketika Dion mau masuk, dia dihadang oleh dua orang pelayan yang berpakaian seragam hitam, dengan berkata


"Berhenti!. Tunjukkan kartu anggota mu!" Ucap salah seorang pelayan tidak ramah kepada Dion


Dion refleks berhenti, dan sesaat memperhatikan kedua pelayan tersebut dengan pikiran bingung bercampur tidak senang


Dion memperhatikan penampilan mereka, dari atas sampai ke bawah, beberapa saat kemudian, Dion menggelengkan kepala, lalu membatin dalam hati." Orang seperti ini, sungguh tidak cocok bekerja di restoran ku, penampilannya saja tidak enak dipandang." Batinnya

__ADS_1


Wajar Dion berkata seperti itu, karena penampilan mereka yang sangar, dan tidak terkesan ramah, sangat tidak cocok menjadi pelayan di restoran tersebut, karena pada dasarnya, pelayanan restoran kelas atas itu, harus mengutamakan keramahan, juga kenyamanan pelanggannya


Tapi saat ini, restoran tersebut ternyata memperkerjakan pelayan yang tidak tepat, terbukti ketika Dion, yang notabenenya adalah calon pelanggan restoran itu, dihadang ketika dia ingin masuk ke dalam


Karena keinginannya untuk makan di restoran itu dihalangi, Dion langsung saja marah kepada kedua pelayan tersebut, dengan berkata


"Apakah begini pelayanan di restoran yang katanya sangat termashur itu?, atau memang ada aturannya, ketika seorang pelanggan ingin masuk ke dalam, harus dihentikan terlebih dahulu?" Ucap Dion tidak senang


"Kami hanya menanyakan, apakah kau mempunyai kartu anggota atau tidak! hanya itu saja." Jawabnya membela diri


"Memangnya kenapa kalau aku tidak punya kartu anggota?. Apakah memang restoran ini menerapkan aturan seperti itu." Tanya Dion tidak mau kalah


"Hanya tamu yang bisa menunjukkan kartu anggota saja, yang akan dilayani oleh restoran ini, kalau calon pelanggan tidak mempunyai kartu anggota, maka dia harus memprosesnya, agar bisa makan di restoran ini. Kecuali" Jawabnya panjang lebar dan menggantung


"Kecuali apa?" Tanya Dion ingin tahu


"Kecuali orang yang banyak uang" Jawabnya enteng


"Kalau begitu aku bisa masuk, karena aku banyak uang." jawab Dion geram


"Hahahaha!" Tawa mereka lepas


"Orang macam ini, yang katanya banyak uang, Jangan mimpi kau!" Ujar keduanya merendahkan Dion


Plak! plak!


Dua kali bunyi tamparan terdengar, mengiringi suara merintih kesakitan


Orang yang ditampar tersebut, adalah dua orang pelayan yang bersikap arogan kepada Dion, karena dia sudah sangat muak dengan sikap mereka berdua


Orang orang yang berada di dalam restoran itu terkejut, begitu juga dengan orang orang yang yang berniat ingin memasuki restoran


Jelas mereka terkejut, karena tidak menyangka, ada orang yang berani membuat masalah dengan kedua pelayan yang sudah sangat terkenal sombong dan arogan itu


Di hati mereka masing masing membatin." Habis lah orang itu, karena telah berani menamparnya."


"Aku yakin, pemuda itu akan mati atau setidaknya cacat karena telah berani membuat masalah dengan mereka berdua."


Sementara itu, dua orang pelayan yang tadi kena tampar oleh Dion, menjadi sangat marah sekali. Tubuh mereka sempat terdorong ke belakang, akibat terkena tamparan yang cukup kuat oleh Dion

__ADS_1


Setelah menenangkan diri, mereka mendekati Dion, lalu berkata


__ADS_2