
"Kalian bertiga!. Bawa orang orang itu kemari!" Ucap Dion memberi perintah pada Langit, Awan serta Eric
"Baik!" Jawab ketiganya serempak. Kemudian menyuruh ketiga komandan anak buah Zabuza untuk menghadap Dion dalam keadaan terikat tangannya
"Angkat juga tubuh Zabuza kemari!" Perintah Dion lagi. Kemudian memerintahkan pada para pengawal juga murid murid perguruan, untuk membersihkan kekacauan di tempat itu
Setelah keempatnya sampai dihadapan Dion. Dia meminta kepada Abhicandra, untuk menyembuhkan Zabuza, agar mudah diajak bicara. Setelah itu dia mengalihkan perhatiannya pada Dragon kemudian berkata.
"Anak ku!. Apakah kau mempunyai formasi pengikat hati orang?" Tanya Dion tiba-tiba
"Apa maksud ayah dengan bertanya seperti itu?" Tanya Dragon penasaran
"Ayah ingin agar orang-orang kuat ini bekerja pada kita. Tapi di dalam hatinya sudah kita ikat dengan formasi kutukan."
"Apakah ada benda yang seperti itu?" Jawab Dion berterus terang
"Mungkin tidak ada ayah, dan akan sedikit sulit!. Karena Dragon belum sepenuhnya mengetahui, rahasia besar yang ada di dalam Wahyu Taqwa tersebut."
"Pada hakekatnya, ilmu Wahyu Taqwa bukan digunakan untuk mengikat hati orang, tapi untuk menghancurkan kebatilan, pendinding diri dan tempat yang kita inginkan!"
"Ilmu tersebut bisa juga digunakan untuk menghilangkan kemusyrikan!" Jawab Dragon sedikit ragu ragu
"Kemusyrikan?. Bukankah itu ada urusannya dengan hati?"
"Kalau kemusyrikan saja bisa dihilangkan, berarti mengikat hati orang juga bisa!" Reaksi Dion senang
"Belum tahu juga ayah!. Karena Dragon belum mengetahui seluruh rahasia yang ada di dalam ilmu itu."
"Mungkin nanti, semua rahasia tersebut akan Dragon dapatkan!" Jawabnya mantap
"Ternyata begitu!. Berarti rencana ayah, pada keempat orang itu akan gagal." Respon Dion sedih
"Mungkin masih bisa dengan cara lain ayah." Ucap Dragon mencoba membujuk ayahnya
"Misalnya?"
"Kita beri pengertian pada mereka, bahwa melawan mati, berkhianat juga akan mati!" Jawab Dragon cukup lancar
"Ayah rasa itu sulit nak!. Memang terlihat dari luar berkata setia. tapi dalam hati berkata lain, dan menunggu kesempatan untuk membalas dendam!" Balas Dion tidak semangat, dan terdengar seperti sedang berdiskusi dengan anak nya sendiri
"Paman Adi juga yang lain!. Bagaimana pendapat kalian?. Apa yang sebaiknya kita lakukan pada keempat orang ini?" Tanya Dion pada anak buahnya pula
"Jika tujuan tuan besar hanya ingin menjadikan mereka bawahan. Saya rasa itu sia sia saja tuan!"
"Dari sorot matanya saja kita bisa mengetahui, bahwa mereka sangat menaruh dendam pada kita kecuali Zabuza itu."
"Menurut pendapat ku, tiga orang ini dihabisi saja!. Kalau Zabuza terserah pada keputusan tuan besar." Jawab Adiwilaga mantap
"Hem!" Reaksi Dion lirih, sambil memegang dagunya sendiri, serta memperhatikan keadaan tiga orang komandan musuh yang berdiri tak jauh darinya itu
Memang benar apa yang dikatakan oleh Adiwilaga tersebut. Ketiga komandan itu sikapnya tidak bersahabat, walaupun sudah menjadi tawanan. Bagi mereka lebih baik mati daripada menyerah
Dion juga merasakan hal itu. Dalam hatinya membatin serta memutuskan, bahwa ketiga orang komandan tersebut, memang tidak bisa diajak berunding, dan tidak baik jika dijadikan anak buah. Lebih baik di habisi saja!" Batinnya dalam hati
__ADS_1
Tapi dia tidak memutus kan nya sendiri, walau dia mempunyai hak untuk itu. Dion ingin mendengarkan pendapat dari orang lain juga, yaitu anak buahnya sendiri. Maka dengan tegas dia berkata.
"Bagaimana dengan yang lain. Apakah kalian juga setuju dengan pendapat senior kalian ini?" Tanya Dion pada semuanya
"Kami semua setuju tuan besar!" Jawab anak buahnya serempak
"Lalu bagaimana dengan Miyazaki Ozawa, Tanawat Virote, Anderson juga tujuh anak buahnya itu, serta yang lain?"
"Apakah mereka juga akan kita habisi?" Tanya Dion sengaja menyebutkan nama anak buah Jundan Miyazawa itu agar terdengar di telinga Zabuza
"Apa!. Mereka masih hidup?" Reaksi Zabuza terkejut dan memang sudah terkena perangkap dari Dion
"Ya!. Mereka masih hidup dan sekarang nasib mereka ada di tangan kami!" Jawab Dion berterus terang
"Dimana mereka sekarang?. Apakah murid ku Takeda juga masih hidup?" Tanya Zabuza penuh harap
"Sayangnya dia sudah mati. Karena sikapnya sangat arogan dan sombong sekali!. Maka terpaksa kami habisi!" Jawab Dion lagi
"Ya, kami tahu itu. Takeda memang sifatnya seperti itu. Tapi sebenarnya dia orang baik!" Sambut Zabuza penuh penyesalan
"Kalau dia orang baik, tidak mungkin jadi penjahat Zabuza!" Respon Robin tidak senang
"Apakah kau yang telah membunuh murid kesayangan ku?" Tanya Zabuza tiba tiba
"Ya!. Akulah orangnya!. Apakah kau akan balas dendam?" Jawab Robin tanpa tedeng aling-aling lagi
"Haaahhh!" Reaksi Zabuza seperti sudah putus asa. Dan menganggap masalah itu sudah selesai. Karena di dalam suatu pertempuran, kalah dan menang itu sudah biasa, apalagi mati terbunuh itu sudah memang lazimnya dalam suatu pertempuran
Zabuza tidak mau lagi membahas hal itu. yang ingin dia bahas adalah tentang masalah lain, dan memutuskan untuk membuat terobosan baru, yang dimulai dengan keingintahuannya tentang Abhicandra juga yang lain
"Aku Abhicandra!, yang biasa dipanggil orang dengan sebutan dewa metafisika!" Jawab Abhicandra tegas, tapi ada kesan membanggakan dirinya sendiri
"Ternyata anda orang orang hebat!"
"Sejujurnya aku tidak akan bisa menang, jika tidak berbuat curang tadi!"
"Tapi karena ingin mengalahkan mu walau curang, tetap ku lakukan juga!"
"Untuk itu aku minta maaf!" Ucap Zabuza tulus
"Tidak masalah!, Karena itu sudah berlalu, yang penting aku masih tetap hidup" Jawab Abhicandra santai
"Oh ya!. Apakah anak hebat itu murid mu?" Tanya Zabuza asal bicara saja, karena dia tidak tahu siapa Dragon itu sesungguhnya
"Hahahaha!. Bukan dia yang murid ku!. Tapi aku yang muridnya!" Jawab Abhicandra lepas apa adanya saja
"Apa!. Anda yang sekuat ini berguru pada anak ke..?" Reaksi zabuza terkejut, tapi tidak jadi meneruskan perkataannya, karena takut salah bicara
"Jaga sikapmu Zabuza!. Orang yang mau kau katakan anak kecil itu, adalah junjungan kami, tuan muda kami, penguasa kami dan calon penguasa dunia pula!" Ucap Bumi marah
"Maaf!. Aku tidak tahu tentang itu." Jawab Zabuza menyesal dengan menangkupkan kedua tangannya di dada
"Tuan muda!. Tolong angkat saya menjadi murid mu, sama seperti saudara Abhicandra itu!" Ucap Zabuza tiba tiba. Kemudian berlutut di depan kaki Dragon, agar diterima permohonannya.
__ADS_1
Tapi Dragon hanya diam saja, dan tidak bereaksi apa-apa. Namun pandangan matanya tertuju ke arah tubuh Zabuza yang dia nilai aneh tersebut
Dalam pandangan Dragon, tubuh Zabuza tidak sepenuhnya dikuasai oleh jiwanya, tapi dikuasai oleh roh lain, yang dengan mudah terlihat oleh Dragon. Tapi roh apa itu hanya Dragon sendiri yang tahu
Sebaliknya bagi Zabuza, sikap diam Dragon tersebut, pertanda dia sedang mempertimbangkan, apakah akan menerima permintaan dari Zabuza atau tidak. Dan dia terus akan berlutut seperti itu, sampai ada keputusan tegas dari Dragon sendiri
Bagi seorang praktisi metafisika. Siapa saja orang ilmunya lebih tinggi dari ilmunya sendiri, maka orang tersebut akan dianggap guru, atau master di atas master. dan berguru padanya bukanlah merupakan suatu aib
Sama seperti Abhicandra dulu, ketika dia dikalahkan oleh Dragon waktu pertama kali bertemu. Dia langsung ingin berguru pada Dragon, walau usianya jauh lebih tua dari orang yang dianggapnya guru tersebut
Menurut Abhicandra itu biasa saja, karena ilmu Dragon jauh lebih tinggi dari ilmu yang dikuasainya. Maka dengan rendah hati dia memohon agar diangkat menjadi muridnya
Ternyata apa yang dilakukan oleh Zabuza tadi, sama seperti yang dilakukan oleh Abhicandra dulu, dan itu membuat semua orang menjadi heran sekaligus takjub
Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 4.10 pagi. Tapi yang anehnya mereka tidak merasa mengantuk lagi, cuma merasa lelah saja
Memikirkan semua itu, Dion memerintahkan kepada seluruh anak buahnya, untuk kembali ke perguruan, dan istirahat di sana
Sedangkan Zabuza dan tiga orang anak buahnya tersebut, juga dibawa serta, tanpa ada keputusan, apakah permohonannya diterima oleh Dragon atau tidak
Tapi dia masih tetap berharap, untuk mendapatkan jawaban tegas dari Dragon itu
***
Waktu pun terus berlalu dan tidak terasa, sudah tiga hari terlewati sejak malam pertempuran besar tersebut
Keputusan yang diambil oleh Dion adalah. Zabuza diterima menjadi anak buahnya, dengan perjanjian yang cukup berat termasuk juga Anderson, Miyazaki Ozawa dan Tanawat Virote
Sedangkan tiga orang komandan bawahan Zabuza, mereka diputuskan dijatuhi hukuman mati, karena mereka menolak dengan tegas, tidak mau bekerja sama dengan pihak musuh
Sementara tujuh anak buah Anderson, mereka juga bernasib sama, dijatuhi hukuman mati, karena rata-rata sikap mereka kurang terpuji, dan membuat Dion merasa tidak senang
Tapi satu hari setelah Dion dan orang orangnya kembali ke kota emas. Dragon seperti bermimpi, didatangi oleh seorang raja yang memakai mahkota terbuat dari emas dan permata
Dalam mimpinya itu orang tersebut mengatakan, bahwa ilmu yang sekarang diwarisi oleh Dragon, bukanlah ilmu sembarangan. Jika pemiliknya sudah menguasai level 20 maka dia sudah bisa menguasai hati orang
Sedangkan Dragon sekarang sudah menguasai level 24, bahkan hampir memasuki level 25. Hanya tinggal menunggu waktu saja. Jadi sudah bisa mengikat atau merubah hati seseorang, untuk menjadi baik atau jahat terserah yang diinginkannya
Selain itu. Orang yang ada dalam mimpi Dragon juga mengatakan, bahwa suatu saat nanti, Dragon akan menjadi orang yang sangat kuat, setelah usianya menginjak 17 tahun
Bukan hanya itu saja yang dikatakan oleh orang tersebut. Dia juga mengatakan, bahwa musuh terbesar Dragon, adalah seorang anak yang saat ini juga sedang dibimbing oleh orang orangnya. Tapi tempat tinggalnya cukup jauh dari negara ini
Sedangkan apa yang dilihat oleh Dion, legenda cyber, Austin juga Rams serta yang lainnya itu, hanya sebagai bumbu pelengkap saja. Karena Mereka ternyata adalah anak buah dari ayah anak tersebut. Keberadaan mereka tidak akan menjadi ancaman serius bagi keutuhan Birawa Group untuk masa sekarang ini
Tapi yang perlu diwaspadai adalah, adanya anak yang usianya hampir sama dengan usia Dragon, walau sedikit lebih tua darinya
Saat ini anak tersebut sedang berlatih suatu ilmu, yang didapatkannya dari 100 orang guru, yang diambil dari berbagai belahan dunia
Hanya dengan memandangnya saja, benda tersebut bisa hancur, apalagi jika disentuh oleh nya. Seluruh anak buahnya yang berjumlah puluhan ribu saja, Tidak ada satupun yang mampu mengalahkannya, termasuk guru-gurunya tersebut
Walaupun usianya baru menginjak 10 tahun, tapi kekuatannya sangat luar biasa sekali, karena di klan di mana dia tinggal, yang bersangkutan adalah anak super jenius, yang hanya muncul 100 tahun sekali
Ayahnya adalah seorang penguasa suatu wilayah, yang mempunyai pengaruh sangat besar sekali. Tidak ada yang tidak tunduk padanya, termasuk juga kepala otoritas setempat
__ADS_1
Selain ketua keluarga atau klan. Dia juga merupakan seorang pengusaha sukses, yang harta kekayaannya sangat melimpah sekali. Tapi sayangnya tidak mau diekspos ke dunia luar
Di keluarga besar itulah, anak tersebut sekarang tinggal, dan sedang digembleng oleh ayah juga guru gurunya, untuk menjadi seorang penguasa dunia. Dengan mengandalkan harta kekayaannya, maka dunia akan digenggamnya, termasuk yang menjadi target besarnya tersebut adalah Indonesia