
"Kakek Adi dan kakek Abi!. Turun ke arena, dan tanyakan pada panitia juga penonton. Apakah pertandingan bisa dilanjutkan atau tidak!"
"Jika mereka masih mempermasalahkan kejadian tadi, tanyakan apa yang mereka inginkan." Ucap Dragon memberi perintah
"Baik tuan muda!" Jawab Adiwilaga dan Abhicandra patuh. Kemudian melompat dari tribun serta mendarat di lapangan dengan mulusnya
Kedatangan mereka tersebut di ikuti oleh Robin, Burgon serta sepuluh komandan elit, yang memang tidak diizinkan untuk ikut bertanding
Penampilan serta kedatangan mereka yang tidak biasa dan memukau itu, dengan perbawa masing masing nya yang sangat luar biasa, sempat membuat penonton yang semula riuh mendadak menjadi sepi
Rata rata dari mereka, termasuk para pembuat keputusan pertandingan, menunggu apa yang akan diperbuat, atau dikatakan oleh orang orang misterius tersebut pada mereka
Belum pernah ada kejadian seperti itu sebelumnya. Karena tidak ada yang berani berbuat seperti itu, atau membuat masalah dengan pemilik arena
Tapi malam ini, ada sekelompok orang yang terang terangan datang, dan masuk ke arena laga perempuan dengan gagahnya. Entah apa maksud mereka sebenarnya
"Apa yang kalian inginkan?" Kenapa kalian mengacau di tempat ini?" Tanya pemilik tempat tersebut tidak senang
"Mereka itu orang orang kami!"
"Mereka datang karena ingin ikut bertanding di sini!"
"Tapi belum apa apa, beberapa orang laki-laki datang dan mengintimidasi mereka!"
"Tentu saja kami tidak senang, dan tidak akan tinggal diam!" Jawab Adiwilaga dengan ekspresi dingin
"Ini sudah jamak terjadi di tempat ini!"
"Peserta yang disukai oleh tamu tamu penting kami, harus nurut, dan mau mengikuti kemauan mereka!"
"Jika berani menolak!. Maka akan disingkirkan, serta di keluarkan dari arena pertandingan!" Jawab Samsapting, atau Sampa dengan ekspresi datar datar saja
"Jika itu memang ketentuan kalian!, maka kami juga punya aturan!"
"Siapa pun yang berani mengganggu orang orang kami, maka dia harus mati!" Jawab Adiwilaga cukup berani sekali
"Hahahaha!" Tawa seluruh penonton di tribun serta di ruang VIP pecah, dan menggema di seluruh ruangan yang sangat luas itu
Abhicandra yang mendengar tawa tersebut menjadi tersinggung. Kemudian merilis aura kesadarannya, serta mengirimkannya pada penonton, hingga membuat tubuh mereka bergetar, dan ada perasaan takut pada orang orang tersebut
"Berani bergerak!, maka tubuh kalian akan terpotong dengan aura itu!"
"Jadi katakan!. Apakah kalian masih berniat mengintimidasi kami?" Ucap Abhicandra dengan gagahnya
"Apa yang kalian ingin kan?" Tanya Sampa ingin tahu. sambil badannya gemetar karena merasa ngeri atas perbawa dari Abhicandra
"Jawab pertanyaan ku!. Apakah pertandingan bisa dilanjutkan atau tidak?" Jawab Adiwilaga cukup jumawa, mewakili yuniornya untuk menjawab
"Kalian sudah di diskualifikasi, dan tidak berhak lagi mengikuti pertandingan!"
"Jadi segera enyah dari sini! dan bawa perempuan perempuan jhalang tersebut jauh jauh!"
"Kalau tidak!" Ucap Sampa sempat terhenti, dan menggantung karena merasa ragu untuk mengucapkannya
"Kalau tidak apa?" Tanya Ling Chia datang menyela, dan terkesan merasa tersinggung atas ucapan dari Sampa tersebut
"Kalian akan ditangkap, serta dituduh mengganggu jalannya pertandingan, dan akan dimasukkan ke penjara!" Jawab Sampa mengarang cerita saja
"Aku ingin melihat apa yang kau katakan itu benar atau tidak!. Atau hanya gertak sambal saja!"
__ADS_1
"Atau jangan jangan!. Kalian terdiri dari orang orang lemah, yang beraninya cuma di kandang sendiri?" Respon Ling Chia menimpali, karena sudah merasa geram pada kesombongan Sampa tersebut
Wus
Wus!
Wus!
Tap! Tap! Tap!
Tiba tiba saja, ratusan petarung wanita dari berbagai negara, datang meluruh ke tengah lapangan, dan mengepung Ling Chia serta yang lainnya
Ada yang berlari. Ada yang melompat, bahkan ada yang bersalto di udara untuk cepat sampai ke tengah arena
Mereka datang itu karena tersinggung atas ucapan dari Ling Chia, yang mengecap mereka lemah dan penakut seperti itu alias jago kandang
Maka begitu mendengar Ling Chia berkata seperti itu. Tanpa dikomando lagi, ratusan petarung wanita tersebut langsung turun dari tribun peserta, dan langsung mengepung para petarung Birawa Group, termasuk Adiwilaga, Abhicandra serta pengawal elit lainnya
Kedatangan ratusan petarung itu, sempat membuat pengawal Dragon yang ada di tempat lain merasa resah, dan sedikit khawatir akan keselamatan teman temannya
Maklum petarung yang mengepung mereka, jumlahnya cukup banyak. Diperkirakan jumlah mereka ada sekitar 350 orang. Ditambah dengan 57 bodyguard yang ada di situ serta para pengawal bos bos besar juga pengusaha kaya lainnya. Walau mereka tidak berada di lapangan
Mereka itu diketahui merupakan pengawal sekaligus petarung kuat pada masanya. Mereka direkrut setelah memenangkan pertarungan, dan sekarang bekerja pada bos tersebut
Jadi ketika ratusan petarung wanita itu datang. meluruh dan mengepung petarung petarung Dragon, mereka sangat antusias dan penasaran, dan ingin melihat, apa yang akan terjadi pada mereka, termasuk yang ingin tahu adalah tuan tuan para pengawal tersebut
Sementara itu. Dragon yang melihat kejadian tersebut dari dalam ruang VIP, hanya diam saja, karena dia yakin, orang orang tersebut tidak akan mampu mendekati, apalagi menyentuh orang-orangnya
Jika mereka nekat mendekati atau menyerang para pengawalnya dengan niat ingin mencelakai apalagi membunuh, maka formasi pelindung yang dipasang di tempat itu, akan menekan mereka, serta membuat tubuh mereka lumpuh, dan terlontar ke mana-mana
Dragon berbuat seperti itu, karena dia tidak mau repot repot, harus membiarkan anak buahnya bertarung mati matian, demi untuk mengalahkan mereka
Jadi ketika anak buahnya tersebut di kepung, dia hanya tersenyum sinis, dan melihat apa yang akan dilakukan oleh orang-orang tersebut pada mereka hanya sia sia
"Maaf tuan muda!. Apakah kami harus turun tangan?" Tanya salah seorang komandan pada Dragon
"Tidak perlu!. Senior-senior kalian itu bukan orang lemah!. Mereka terdiri dari orang-orang kuat!"
"Satu orang saja dari para pengawal itu, bisa mengalahkan 10 orang dalam sekali bertarung."
"Jadi kalian tenang saja!. Anak buah ku, atau kawan-kawan kalian itu, tidak akan kalah dari mereka!" Jawab Dragon tenang dan cuek-cuek saja
"Baik tuan muda!" Jawab seorang komandan tersebut patuh, kemudian kembali ke tempat duduknya. dan memandang ke arah bawah, apa yang akan terjadi pada teman-temannya tersebut
"Sekarang kalian telah terkepung!"
"Lebih baik kalian menyerah, dan ikat tangan kalian sendiri, agar kerja kami menjadi mudah!" Ucap Sampa pada puluhan anak buah Dragon tersebut sambil tersenyum sinis. Walau sebenarnya hatinya merasa takut
"Hewan saja jika diancam mau diikat dan akan disembelih, maka dia akan melawan apa lagi kami!"
"Jangan kau pikir kami ini orang-orang lemah, dan takut karena kalian berjumlah banyak!"
"Sebanyak apapun kalian yang ada di sini, dan maju secara serempak, maka kami tidak akan merasa takut!" Jawab Adiwilaga cukup jumawa dan tidak gentar karena intimidasi itu
"Untuk kalian ketahui!. Kami adalah para pengawal tuan besar, yang namanya tidak pantas kalian dengarkan!"
"Jika kalian berani membuat masalah dengan kami!. Maka bersiaplah!.
"Seluruh tempat ini akan kami ratakan!. Kau camkan itu Sampah!" Ucap Adiwilaga sangat mantap dan menohok sekali
__ADS_1
"Kurang ajar!. Dasar kalian badjingan!"
"Pengawal!, juga kalian para petarung dunia!"
"Maju dan habisi mereka. Bunuh sampai tidak tersisa!" Teriak Sampa, atau menurut ucapan Adiwilaga dengan kata Sampah itu dengan suara kuat
Begitu perintah sudah di berikan, ratusan petarung yang tadi sempat merasa tersinggung, langsung merangsek ke arah Adiwilaga juga yang lainnya
Tindakan mereka yang seperti itu, membuat para penonton menjadi tegang, dan ingin melihat apa yang akan terjadi pada orang orang yang dikepung itu
Tapi apa yang terjadi menurut kenyataannya?. Yang terlihat adalah tubuh tubuh tidak berdaya, bertumbangan serta terlempar ke mana mana
Ada yang tiba tiba berdiri kaku, ada yang tiba tiba terdorong serta tidak bisa melangkah
Ada yang terkena tendangan, tamparan serta pukulan dari sekitar 44 orang pengawal Dragon. Mereka bertindak cepat, karena telah mendapatkan kode dari seniornya, bahwa lawan lawannya itu, bukan lah lawan yang berbahaya. Malah sangat rapuh sekali
Tanpa pengaruh formasi pun, orang orangnya Dragon mampu mengalahkan mereka. Dan itu terbukti, setelah 44 pengawal tersebut turun tangan, dan langsung menyerang lawan lawannya itu
Dan yang terlihat adalah. Tubuh para petarung yang berjumlah banyak itu, saling bertumbangan dan tindih menindih, walau mereka sempat melakukan perlawanan
Tapi di bawah tekanan formasi, ditambah dengan kekuatan orang-orangnya Dragon. Mereka yang selama ini dikenal kuat, dan selalu menjuarai pertandingan, dibuat tidak berdaya oleh lawan-lawannya
Para penonton yang melihat kejadian itu, hanya melongo diam. Yang tadinya mereka memberikan semangat agar para bodyguard serta petarung petarung tersebut menghajar anak buah Dragon. kini hanya duduk terdiam, dengan pikirannya masing-masing
Mereka tidak percaya, bahwa orang sebanyak itu tidak mampu mengalahkan petarung yang hanya berjumlah 44 orang itu
Tapi kenyataannya adalah, para petarung yang berjumlah sedikit tersebut, mampu mendominasi keadaan
Mereka bergerak sangat lincah sekali. Seperti tidak ada beban dan hambatan sama sekali
Senjata yang mereka gunakan, atau tangan yang selalu mereka andalkan, serta kaki yang selalu mereka sertakan, meminta korban cukup banyak sekali
Yang mendapatkan serangan, tamparan, tendangan serta tusukan senjata tajam, baik berupa pedang, tongkat, kipas maupun belati pendek, langsung terkapar di tengah arena, atau dilemparkan ke Tribun penonton
Semua yang melihat kejadian Itu bergidik ngeri, karena baru pertama kali mereka melihat ada kejadian seperti itu
Biasanya para petarung, ataupun bodyguard yang mengawasi jalannya pertandingan, serta mengamankan kondisi di tempat itu yang mendominasi keadaan
Tapi saat ini mereka dibuat tidak berdaya. Bersama dengan ratusan petarung, tubuh mereka juga beterbangan kemana-mana
Ada yang patah tangannya, lehernya, bahkan ada yang terluka cukup parah. Tapi sampai sejauh ini, belum ada yang mati
Jika para assassin, ninja serta samurai turun tangan, bukan hanya para petarung tersebut yang akan mati, tapi seluruh penonton yang ada di ruangan tersebut pasti binasa
Ronin dan Angkara, yang terus melihat dan mengawasi jalannya pertandingan, dari ruang operator yang ada di tepi sungai Mekong menjadi geram sekali
Kenapa ada yang berani membuat kekacauan, saat diadakan laga dan adu kekuatan tersebut
Padahal pertandingan mereka itu, langsung disiarkan ke dunia. Tapi apa yang terjadi?. Para bodyguard serta petarung yang sengaja mereka undang tersebut, dibuat tidak berdaya, hanya oleh 44 orang petarung yang datang entah dari mana
"Siapa mereka itu?. Kenapa mereka sangat kuat sekali?" Ucap Ronin pada Angkara
"Mana aku tahu!. Mereka sepertinya orang Asia juga, dan beberapa diantara mereka aku seperti pernah melihatnya!" Jawab Angkara seenaknya. Tapi keningnya sempat berkerut, ketika melihat wajah Adiwilaga serta Abhicandra
"Tunggu!.Dua orang itu sudah sangat kita kenal!"
"Mereka murid perguruan tapak jingga yang sudah bubar itu! Tapi siapa gurunya aku lupa!" Ucap Angkara dengan yakinnya
"Siapa mereka?" Tanya Ronin penasaran karena dia sudah tidak mengingatnya lagi
__ADS_1