
Emily yang mau meninggalkan ruang pertemuan itu mendadak berhenti, setelah mendapat panggilan dari Dion, kemudian membalikkan badan menghadap ke arahnya
Dion yang tidak mau berlama lama menghabiskan waktu di hotel tersebut, langsung berkata dengan mengajukan pertanyaan. "Bagaimana rasanya bekerja di sini?, apakah ada perkembangan, atau malah menghambat keahlian mu di bidang lain?"
Emily yang mendengar pertanyaan tersebut mengerutkan keningnya, pertanda belum mengerti arah pertanyaan dari Dion itu, tapi tetap dijawabnya dengan profesional
Tapi dia bingung harus bersikap bagaimana dengan Dion, formal atau seperti ketika dulu mereka berteman baik. Emily masih bingung, dan tidak bisa mengambil keputusan dalam waktu singkat
Tapi karena Dion sedang menunggu jawaban darinya, maka Emily memutuskan untuk bersikap formal kepada Dion
"Saya sangat bersyukur sekali bisa bekerja di hotel ini, sesuatu hal yang memang dari dulu paling ku impikan, dan ternyata, berkarir di bidang perhotelan, jauh lebih menyenangkan dari pada bekerja di tempat lain" Jawab Emily terus terang dan jujur
Mendengar jawaban Emily yang bagus itu, Dion semakin penasaran, lalu mengajukan pertanyaan lagi. "Apa yang menyebabkan mu tertarik bekerja di bidang perhotelan, padahal sebelumnya, kau menduduki jabatan manajer pemasaran di tempat lain?"
"Aku ingin berkembang dan terus berkembang di segala bidang, tidak terfokus hanya di satu sisi. Jika memang pekerjaan itu sesuai dengan apa yang diinginkan, maka aku yakin, tugas yang diberikan padanya akan dijalankan dengan baik." Jawab Emily penuh percaya diri
Jawaban yang di berikan oleh Emily itu, sempat membuat kepala Dion manggut manggut, lalu dengan suara lirih dia berkata sendiri. "Hemm!. Cukup menarik dan masuk akal." Ujarnya. Kemudian melanjutkan berkata..
"Baiklah!. aku puas dengan jawabanmu itu. Baru beberapa hari kau bekerja di sini, sudah menunjukkan hasil yang cukup bagus.Tapi apakah kau puas dengan posisimu sebagai wakil general manager di hotel ini?" Tanya Dion seperti sedang menguji tekad sahabatnya itu
"Justru saya merasa sangat tersanjung sekali tuan, karena diberi kepercayaan menduduki posisi wakil general manager, sesuatu hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, saya cuma mengira, ketika diterima di hotel ini, paling tinggi menempati posisi manager."
"Tapi ternyata, saya malah diberi posisi tertinggi nomor dua di hotel ini." Jawab Emily dengan kata kata yang sangat lancar sekali, berbalut senang
"Atas kebaikan tuan muda Dion lah, kau bisa menduduki posisi wakil general manager di hotel ini, jika tidak karena kebaikannya, posisimu paling tinggi menjadi supervisor biasa." Ucap Ivory tiba tiba
Emily sempat terkejut, mendengar ucapan dari Ivory itu, dia tidak menyangka, kalau Dion lah yang telah mempercayakan jabatan itu padanya, tapi dia masih sedikit ragu
Tapi saat ini, dia tidak mampu berpikir banyak, karena dihadapannya, sedang berdiri pemilik hotel tempat dia bekerja, sekaligus pemilik perusahaan Birawa Group, yang didampingi pula oleh sekretaris utamanya, Ivory
"Saya sangat berterima kasih sekali atas kesempatan yang telah diberikan oleh tuan muda. Saya sempat meyakini, bahwa posisiku sekarang, pasti ada campur tangan dari pemilik hotel ini, dan ternyata perkiraan ku itu benar."
"Untuk itu, atas nama pribadi, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada tuan muda." Ucap Emily sambil membungkukkan setengah badannya ke arah Dion
"Baiklah!. Bekerjalah dengan baik dan tekun. Tunjukan prestasimu. Apabila dalam beberapa minggu ini, tingkat hunian hotel meningkat drastis, maka aku akan memberikan hadiah yang besar untukmu." Ucap Dion senang
Dion terpaksa bersikap formal seperti itu kepada Emily, Walaupun dia tahu, mereka sudah saling mengenal cukup lama, tetapi karena ini dalam forum resmi, maka mau tidak mau, Dion harus bersikap tegas, lain cerita kalau di luar kantor
__ADS_1
"Aku berjanji akan menjalankan kepercayaan tuan muda dengan baik, dan bekerja secara maksimal di hotel ini." Jawab Emily dengan tekad kuat
Jawaban yang di berikan Emily barusan, membuat Dion senang dan tidak khawatir lagi mempercayakan posisi wakil general manager kepada sahabatnya itu
Setelah berbincang bincang dengan Emily, Dion dan Ivory bergegas meninggalkan ruang rapat tersebut menuju lobi hotel
Dion memutuskan untuk pulang saja ke villanya, karena malam nanti, Dion akan mengadakan pertemuan dengan orang orangnya lagi
Tak lama sesudah itu, mereka berdua sudah berada di dalam mobil yang sedang melaju di jalanan, dengan dikawal oleh Hans dan orang orangnya yang juga menaiki 6 buah mobil mewah lainnya
***
The Golden City 7.30 malam
"Salam hormat tuan muda!" Ucap Hans, Shio Lung, Burgon dan yang lainnya penuh hormat, ketika Dion baru tiba di ruang operator miliknya
"Ya, selamat malam juga, terima kasih!" Jawab Dion santai
"Shio Lung! Aku ingin 1,7 ton emas batangan yang ada di Bank Swiss, dijual kepada investor yang ingin membelinya, dan dibayar dalam bentuk Dollar Amerika, malam ini juga. Sedangkan 75 kg batu batu mulia lainnya, biarkan saja tetap seperti itu." Ucap Dion sesaat setelah duduk
"Dimengerti tuan!. Mohon kiranya tuan bisa menunggu beberapa menit lagi." Jawab Shio Lung cepat
Kemudian Shio Lung masuk ke bursa perdagangan dunia, yang buka 24 jam nonstop, untuk menawarkan 1,7 ton emas batangan itu
Tak lama setelah Shio Lung menawarkan emas batangan itu, tiga menit kemudian, ada sebuah notifikasi masuk dari Bank Swiss, yang menyatakan bahwa, seluruh emas batangan yang tersimpan di sana telah terjual, dan dibayar dalam bentuk US Dollar
Ada badan usaha dunia yang menginvestasikan uangnya dalam bentuk emas batangan, dan membeli seluruh emas batangan milik Dion itu, dan mereka telah membayarnya dalam bentuk US$, seperti yang diinginkan oleh pemilik emas batangan tersebut
Harga emas dunia sekarang sedang naik, yaitu per gramnya sebesar, IDR: 885.000, atau US$: 59. Sedangkan perkilonya atau 1000 gram, dihargai IDR: 885.000.000, Jadi bisa dibayangkan berapa banyak uang yang didapatkan oleh Dion, dari hasil penjualan emas batangan itu
Dengan terjualnya seluruh emas batangan tersebut, Dion mendapatkan bayaran yang sangat fantastis sekali. sekarang Dion benar benar telah menjadi seorang sultan, yang kekayaannya mungkin tidak terkejar lagi oleh siapapun
Bisa jadi sekarang ini, Dion telah menjadi orang terkaya nomor 1 di dunia, menggeser posisi utama orang terkaya di dunia
"Semua keinginan tuan muda telah terlaksana. Apakah tuan ingin berbuat lebih daripada ini?" Tanya Shio Lung tiba tiba
"Ya!. Aku tidak ingin berhenti sampai disini saja. Banyak orang yang bergantung hidup padaku, Maka aku harus bisa menjamin kebutuhannya sampai kapanpun." Jawab Dion tanpa ragu ragu, kemudian mengalihkan perhatiannya pada James, si dewa strategi dan investasi, lalu berkata:
__ADS_1
"James!, Apakah ada peluang untuk menguasai 75 - 80% saham minyak mentah dunia saat ini?" Ujarnya
James yang mendapat pertanyaan seperti itu menjadi terkejut dan terpana, bagaimana tidak terkejut, tuan muda Dion adalah pemilik perusahaan Birawa Group, yang didalamnya juga ada perusahaan pertambangan minyak bumi dan gas, yang sampai saat ini telah menghasilkan jutaan barel minyak mentah dunia
Tapi kenapa masih juga menginginkan minyak mentah lainnya? apakah ada pertimbangan lain. Semua itu, masih menjadi misteri di pikirannya, juga semua orang, yang saat ini ada di dekat Dion, termasuklah Ivory
Agar tidak mengecewakan tuan muda Dion, James menjawabnya dengan pasti
"Harga minyak mentah dunia sekarang sedang turun tuan, hingga mencapai titik terendah per barel nya. Selama 6 bulan terakhir ini, masih tetap seperti itu juga. karena seluruh kilang minyak yang ada di dunia ini, memproduksi nya dalam jumlah banyak. Sehingga persediaan minyak mentah dunia melimpah saat ini"
"Tapi jika tuan tetap ingin membelinya juga, saat inilah waktu yang tepat untuk mewujudkan keinginan tuan itu."
"Justru itulah hal yang baik, dan yang paling kutunggu selama ini, saat inilah waktu yang paling tepat untuk membeli seluruh stok yang mereka punya."
"Dengan demikian, tidak mustahil aku akan menguasai 75 sampai 80% saham mereka."
"Aku yakin, beberapa minggu atau bulan ke depan, harga minyak mentah dunia akan naik, karena banyak sekali spekulan yang mencoba untuk bermain di dalamnya."
"Dengan menguasai 75 sampai 80% stok minyak mentah dunia, maka aku akan menjadi satu satunya pemain besar yang harus mereka perhitungkan."
"Dengan alasan itu, aku perintahkan untuk membeli stok seluruh minyak mentah dunia, berapapun jumlahnya!" Titah Dion tanpa ragu ragu lagi
"Baik tuan muda!" Jawab Shio Lung tegas
Tak lama sesudah itu, di layar komputer yang terkoneksi dengan layar lebar, muncul beberapa notifikasi dari puluhan kilang minyak mentah dunia, yang mengabarkan, bahwa proses pembelian minyak mentah dunia sedang berlangsung atau telah selesai
( Proses transaksi dari Sinnovix Petroleum sedang berlangsung )
( Proses transaksi dari Royal Dutch Shell telah selesai )
( Proses transaksi dari Saudi Aramco telah selesai )
( Proses transaksi dari Exxon mobile sedang berlangsung )
( Proses transaksi dari Petro China telah selesai )
( Proses transaksi dari Total petroleum telah selesai )
__ADS_1
( Proses transaksi dari BB Watch Petroleum telah selesai )
Dan masih banyak lagi notifikasi notifikasi yang masuk, hingga membuat Dion melonjak kegirangan