Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
51. Seperti bidadari


__ADS_3

"Kami utusan dari tuan muda Dion, dan bukankah nona Ivory sudah memberi tahu tujuan kami kesini." Jawab Burgon, sambil mengerutkan kulit keningnya rapat rapat


"Oh kalau begitu maafkan kami, saya selaku kepala desa, hanya ingin memastikannya saja." Ujarnya membalas jawaban Burgon dengan perasaan tak enak hati


Hal itu terpaksa dilakukannya, karena dia sudah sering melihat orang orang yang bersikap tidak sopan datang ke desanya. Sikap mereka benar benar kurang ajar


Tidak jarang mereka melampiaskan kekesalannya pada warga, apabila tujuan mereka datang ke sana tidak tercapai


Sudah ada usaha dari kepala desa, untuk pergi melaporkan perbuatan mereka, tapi selalu saja tidak berhasil, dan dia tak tahu kenapa tidak di respon. Yang bisa kepala desa lakukan adalah, mengingatkan kepada warganya, untuk tidak membuat masalah dengan mereka, kalau tidak mau celaka


Jadi ketika rombongan utusan Dion datang, dia mengambil sikap hati hati, walau sudah diberitahu oleh nona Ivory


Hal itu dilakukannya semata mata, hanya untuk melindungi warganya dari intimidasi pihak luar


"Jadi apakah kami bisa menemui tuan Tiger sekarang?" Tanya Burgon, membuyarkan lamunan kepala desa tentang banyak hal di desanya


Dengan gelagapan dia menjawab. "T..tentu saja tuan!, kebetulan rumahnya berada di ujung tanah lapang ini." Jawab kepala desa gugup dan takut takut, sambil menunjukkan jalan bagi rombongan tersebut


Empat menit kemudian, rombongan itu sudah berada di depan pintu rumah Tiger yang pintunya masih tertutup rapat


Rombongan itu di dampingi oleh kepala desa dan perangkatnya, kepala distrik serta seluruh orang orang yang datang bersamanya tadi. Tak lupa pula sebagian besar warga desa, yang penasaran ingin mengetahui tujuan mereka datang ke desanya


Begitu rombongan itu sampai, kepala desa mengetuk pintu depan rumah Tiger perlahan, takut mengejutkan penghuninya


Sebenarnya Tiger sudah mengetahui kedatangan utusan Dion itu, karena dia sempat juga melihat ada dua helikopter yang mendarat di tanah lapang tak jauh dari rumahnya itu


Tapi dia tidak mengetahui dengan pasti, siapa orang yang datang ke desanya tersebut. Dia hanya menduga duga saja, bahwa orang yang baru datang itu, adalah orang suruhan Govan, yang selalu mencari masalah dengannya


Untuk berjaga jaga dan melindungi anaknya dari gangguan orang orang suruhan Govan tersebut, Tiger bergegas pulang ke rumah dari sawah miliknya, dan langsung menutup pintunya rapat rapat


Tapi begitu melihat orang orang desa, berikut kepala desa, juga kepala distrik dan rombongannya datang ke rumahnya, mengiringi utusan Dion itu, keningnya berkerut, dan sempat tidak percaya


Dari balik jendela dia dan anak gadisnya, mengamati rombongan itu, yang terus berjalan mendekati rumahnya, sampai tangan kepala desa, mengetuk pintu depan rumahnya perlahan, barulah mereka berdua tersadar


Tiger buru buru membukakan pintu, dan keluar dari rumahnya, diiringi oleh anak gadisnya yang cantik rupawan

__ADS_1


Kedatangan mereka berdua, sempat membuat suasana heboh menjadi tenang


Mereka semuanya terpana, begitu melihat ke arah anak gadis Tiger, yang berwajah sangat cantik, dengan postur tubuh yang sangat proporsional


Kulit putih, rambut sebahu, hidung mancung, leher jenjang, bibir tipis, mata bulat indah, di hiasi pula dengan betis yang cantik, dan pinggul yang menawan, menambah kecantikannya, bak seorang Dewi yang turun dari langit


Tak terkecuali, Hans, Leon, Robin dan Burgon, serta seluruh pengawalnya, juga turut terpana, dengan mulut menganga lebar, ketika memandang keindahan, yang terpampang di depan matanya


Hampir semenit hal itu berlangsung, sehingga membuat tiger dan anak gadisnya menjadi tidak enak hati


Untuk memecahkan keheningan itu, Tiger membuka suara dan bertanya


"Ada gerangan apakah tuan tuan datang berkunjung ke rumahku?. Apakah ada hal penting yang ingin dibicarakan?" Ucapnya sopan dan terkesan penasaran


Burgon yang pertama kali menyadari kebodohannya, buru buru mengalihkan pandangannya ke arah Tiger, kemudian menjawab pertanyaannya


"Selamat pagi tuan Tiger!. Perkenalkan, saya Burgon, ini Hans, Robin dan itu Leon. dan ke 20 orang orang ini adalah pengawal keluarga besar tuan Mahesa Birawa dari kota J." Kata Burqon memperkenalkan diri dan orang orangnya kepada Tiger, sambil sedikit membungkuk ke arahnya


Tapi apa yang terjadi?.Tiger menjadi sangat terkejut, ketika mendengar, bahwa mereka adalah utusan dari orang yang selama ini sangat dikagumi dan dihormatinya


"Maafkan ketidaktahuan hamba yang hina ini tuan, mohon tidak diambil hati, dan dilaporkan kepada tuan besar Mahesa Birawa." Ucapnya takut takut


Mereka semua, yang ikut bersama rombongan itu, tentu saja terkejut, melongo tidak percaya, bagaimana seorang Tiger, yang dikenal oleh warga desa sebagai orang yang kuat dan tegas, juga merupakan bekas seorang taipan pada masanya dulu, membungkuk hormat ke arah utusan Dion tersebut, walau salah sasaran


Burgon, Hans, Leon dan Robin, yang menyaksikan kejadian itu, juga terkejut dan merasa tidak enak hati, buru buru Hans datang menghampiri Tiger dan berkata


"Sungguh kami tidak pantas menerima penghormatan mu itu tuan Tiger, karena yang pantas menerima penghormatan seperti itu adalah tuan muda kami, dan tuan besar Mahesa Birawa." Ucapkan Hans terus terang


"Tuan muda!. Siapakah dia?" Tanya Tiger penasaran


"Anda akan tahu siapa tuan muda yang dimaksud. Kedatangan kami kesini adalah untuk menjemput tuan, agar bisa di pertemukan pada tuan muda kami, karena ada suatu urusan yang ingin dia bicarakan dengan anda." Jawab Burgon panjang lebar


"Ada urusan penting apakah sehingga tuan muda kalian ingin menemui ku. Apakah ada hubungannya dengan bidang pekerjaan yang sekarang ku geluti ini?" Tanya Tiger semakin penasaran


"Kami tidak bisa menjawabnya di sini. Nanti setelah tuan dipertemukan dengannya, maka anda akan tahu, urusan penting apakah itu. Tapi yang jelas, tidak akan merugikan anda dan keturunan anda." Jawab Hans si tangan kilat

__ADS_1


"Jadi apa yang harus kami lakukan?" Tanya Tiger hati hati


"Tuan hanya perlu ikut kami, naik helikopter itu. 15 menit kemudian, anda akan dipertemukan dengan tuan muda Dion, yang saat ini sedang menunggu anda dengan tidak sabar." Jawab Hans sekali lagi dengan tenang


"Baiklah kalau begitu. Aku akan bersiap siap, dan kalau diizinkan, aku akan membawa anak gadisku, serta satu anakku, yang sekarang masih ada di dalam rumah ini." Kata Tiger tidak enak hati


"Terserah tuan saja." Jawab Hans tenang


Tiger dan anak gadisnya, kemudian memasuki rumah, dan tak lama kemudian, keluar sambil menuntun seorang pemuda, yang berjalan dengan tongkatnya


Tak lama kemudian, mereka diarahkan untuk menaiki salah satu helikopter yang dibawa oleh rombongan itu


Setelah berpamitan dan bersalam salaman dengan kepala desa, kepala distrik, dan dan petugas yang berwenang, serta yang lain, rombongan utusan Dion itu, menyusul masuk ke dalam helikopter, dan segera terbang meninggalkan desa tersebut diiringi lambaian tangan dari warganya


Mereka sangat berharap kepada tuan Tiger, agar sekembalinya dia dari kota B, dan bertemu dengan tuan muda dari rombongan itu, bisa membawa angin segar bagi desanya nanti


***


Sementara itu, Dion yang pergi melihat lihat areal bekas pabrik tersebut, merasa puas


Tekadnya semakin bulat untuk memiliki areal tersebut, untuk dibangun pabrik modern yang bergerak di bidang IPTEK dan lain sebagainya


Setelah 10 menit berputar putar di areal itu, Dion memutuskan untuk beristirahat, dan menunggu kedatangan rombongan yang telah diutusnya ke kota S


Ketika Dion sudah hampir memasuki mobil mewahnya untuk istirahat, empat mobil mewah yang lain memasuki areal bekas pabrik itu, dan berhenti di tempat semula


Setelah pintu mobil terbuka, keluarlah beberapa orang pengawal membawa Brandy bersamanya


Brandy tentu saja terkejut dan bertanya tanya, ada gerangan apakah, sampai dia dibawa ke tempat seperti itu, oleh orang orang yang mengaku anak buah Iron


Tapi keterkejutan dan keheranannya mendadak hilang, setelah dia melihat sosok seseorang yang sangat ditakuti nya, yaitu Dion dan Iron, yang berdiri sambil menatapnya dingin, hening


Ketika keheningan itu sedang berlangsung, terlihat dua helikopter meraung raung di udara, di atas areal bekas pabrik tersebut


Tak lama kemudian, dua helikopter itu turun dan mendarat di di tanah lapang tak jauh dari tempat Dion berdiri

__ADS_1


Begitu penumpangnya turun, termasuk juga Tiger dan kedua anaknya, suasana yang tadinya ramai, tiba tiba menjadi hening, semuanya terdiam dengan mata melotot, menuju ke satu titik, yang ada di sebelah tuan Tiger, tapi tidak termasuk Dion


__ADS_2