
"Bagus!. Kalau Djani tahu bahwa aktivitasnya kita pantau, mungkin dia akan menangis darah!" Respon Maringgih membanggakan pasukannya yang tidak seberapa itu
"Mau mencoba melawan kita, dasar tidak tahu diri!' Teriak nya lagi
"Cepat kau perintahkan orang orang kita, untuk menyambut kebandelan dari budak semen itu."
"Jika dia masih nekad menjalin hubungan dengan orang asing tersebut, maka bakar pabriknya, dan culik keluarganya!"
"Aku tidak mau aksi kita dihalangi, gara gara kehadiran orang lain!"
"Aku sudah terlalu nyaman mendapatkan asupan gizi tinggi dari budak semen itu, juga dari usaha usaha lainnya."
"Jika mereka tidak lagi membayar upeti pada kita, maka usaha kita akan bangkrut dan Gulung tikar!"
"Jadi cepat kau beri informasi, dan temukan siapa orang yang akan masuk ke dalam bisnis semen itu!"
"Perintahkan pada mereka, untuk menghabisi siapa saja yang mencoba menghalangi usaha kita!" Ucap Maringgih penuh nada kemarahan
"Baik datuk!" Jawab Risman patuh, kemudian bergegas meninggalkan tempat itu untuk menemui teman temannya di luar
Sepeninggal Risman, Maringgih yang dipanggil datuk oleh anak buahnya, tapi bukan oleh masyarakat sekitar melamun diam, dan seperti membayangkan akan hal hal yang mengerikan bakal terjadi, termasuk pada kehancuran usahanya tersebut
Tak lama kemudian dia tersadar dari lamunannya dan berkata lirih sendiri
"Sudah sekian lama aku menjalani usaha broker ini. Awalnya aku hanya menjembatani banyak usaha secara jujur dan apa adanya."
"Tapi lama kelamaan aku melihat ada peluang bagus dalam usaha ini, maka aku beralih pada usaha yang berkedok sebagai broker atau pialang itu."
"Tapi aku sadar usahaku itu sudah melenceng dari aturannya."
"Sudah terlanjur basah, ya mandi sekali!' Ujarnya lirih, kemudian berkata lagi
"Tapi entah mengapa akhir akhir ini, aku seperti mendapat firasat buruk, kalau usahaku akan gulung tikar, dan hancur tidak tersisa."
"Bahkan nyawaku, juga nyawa anak buah ku, akan melayang secara percuma."
"Aku selalu dihantui oleh mimpi buruk, seperti di kejar kejar oleh manusia batu, yang berusaha menginjak ku dengan kaki besarnya tersebut."
"Mungkinkah orang tersebut adalah manusia batu, yang sering muncul dalam mimpi ku itu?"
"Ini tidak boleh di biarkan!"
"Aku harus cepat menghubungi Djani, dan memberi peringatan keras padanya, agar dia membatalkan kerjasama yang akan mereka jalin tidak lama lagi!"
"Mumpung masih merupakan rencana, maka apa salahnya di cegah sedini mungkin!" ujarnya pada diri sendiri. Kemudian melamun dan mengenang awal awal dia datang ke kota P ini
Jamaris, atau yang anak buahnya kenal sebagai Maringgih ini, di masyarkat sekitar nama aslinya nya tidak begitu di kenal oleh mereka
Orang hanya memanggilnya dengan sebutan pak gaek atau gaek lapuak, karena sejak datang ke kota itu, belum pernah mereka melihat nya membawa seorang perempuan sekalipun
Ditambah lagi, dulu dia tidak mampu mengadakan acara adat, untuk mendapatkan gelar datuk itu
__ADS_1
Tapi oleh anak buahnya, dia tetap di panggil datuk untuk menyanjung nya, tapi dalam hati tetap nyinyir memanggil dengan sebutan gaek lapuak tersebut
Tak lama kemudian, dia tersadar dari lamunannya, dan segera mengambil handphone nya, dan memilih nomor kontak milik Djani, kemudian menghubunginya
"Halo pak gaek, apa yang bisa saya bantu?" Tanya orang yang ada di seberang telepon itu dengan nada mengejek
"Kurang ajar!. Ternyata kau sudah mulai berani melawan ku Djani!" Respon Jamaris atau maringgih itu dengan nada marah
"Langsung saja pada intinya!. Apa maksud anda menelepon saya malam malam begini?" Respon Djani kurang senang
"Aku memantau percakapan mu dengan orang asing itu, dan mendapati bahwa kau akan membangun kerja sama dalam usaha semen tersebut!"
"Apakah pendengaran ku ini tidak salah Djani?" Tanya dan jawab Jamaris apa adanya
"Apa yang anda dengar itu memang tidak salah, dan itu adalah hak kami sebagai pengusaha."
"Apakah anda merasa terganggu?" Respon Djani enteng
"Aku peringatkan!, agar kau segera menghubungi orang itu, dan batalkan bakal kerja sama dengannya!"
"Kalau kau menolak dan tetap bersikukuh melanjutkan kerja sama dengannya, maka dalam dua hari ini, pabrik semen mu akan ludes terbakar!'
"Hati hati dalam berbicara pak Jamaris!. Perkataan anda ini aku rekam, dan bisa dijadikan bukti, bahwa anda sedang memeras dan mengancam ku!' Jawab Djani geram. Padahal sebenarnya dia merasa takut, jika ancaman Maringgih akan menjadi kenyataan
"Aku sedang tidak bercanda!. Kata kataku adalah hukum dan aku adalah hukum itu sendiri."
"Jika kau berani melanggar kesepakatan kita, maka aku pastikan!, kau dan keluarga mu akan habis dalam tempo yang tidak lama!" Balas Maringgih dengan ancaman saktinya itu
"Oleh karena itu, cepat hubungi orang asing tersebut, dan katakan padanya, bahwa kau berniat membatalkan bakal kerja sama dengannya." Ucap Maringgih dengan ancaman tegasnya itu
"Beri aku waktu dua hari untuk memikirkannya, karena aku sudah menyampaikan kesepakatan ini pada rekan bisnis ku, yang sekarang sedang berada di luar daerah." Jawab Djani cepat, mencoba mengulur waktu, agar Dion bisa mengirimkan bantuan
"Baik!. Aku beri kau waktu dalam dua hari. Setelah itu sesuai janjiku, maka kau akan melihat pabrik semen mu hanya tinggal puing puing saja!" Balas Maringgih dengan nada ancaman
"Terima kasih!" Respon Djani cepat, karena sudah sangat muak sekali atas perlakuan yang di terimanya selama ini
Klik!
Segera dia mematikan sambungan teleponnya dengan Maringgih dengan kasar, kemudian tampa sadar berkata.
"Dasar kutu kupret, bisa bisanya mengancam ku ketika aku sedang tersambung dengan tuan itu!" Batin Djani dalam hati
"Anda jangan khawatir!. Malam ini juga aku akan memobilisasi orang orang ku, agar besok pagi atau siang sudah sampai di tempat anda!"
"Mereka terdiri dari pengawal pengawal ku yang cukup mumpuni dalam urusan apa saja."
"Untuk sementara, aku hanya bisa mengirim 1.500 orang orang ku saja ke kota anda."
"Besok pagi baru akan menyusul sisanya."Ucap Dion memberi jaminan pada calon rekan kerjanya itu
"Terima kasih tuan!. Kepedulian anda ini akan menjadi kekuatan saya, juga seluruh karyawan saya."
__ADS_1
"Dengan adanya bantuan ini saya yakin bahwa kejahatan yang sudah berurat berakar di sepanjang lintas S itu akan bisa di atasi dengan mudah." Jawab Djani mulai bernafas lega
***
Keesokan harinya
Dion benar benar mengirimkan para pengawalnya untuk pergi ke kota P. bagian barat pulau S
Pada malam harinya dion memerintahkan pada komandan
pasukan yang ada di kota P, kota M, dan kota kota lainnya di bagian timur dan utara pulau S, untuk berangkat ke kota P, malam itu juga
Dengan kekuatan sebanyak 1.500 orang, para pengawal itu berangkat dengan menggunakan puluhan bus, dan belasan mobil van, serta minibus milik Birawa Group, dan sama sama menuju ke kota P
Sementara yang ada di kota Golden City, kota B dan kota kota lainnya. Mereka pergi ke sana juga dengan menggunakan puluhan bahkan ratusan kendaraan, baik besar maupun kecil
Pada mereka semua sudah di beri tahu, bahwa misi mereka di kirim ke sana adalah untuk mengamankan bakal aset Birawa Group, tapi mereka tidak di bekali dengan senjata apapun, karena hal itu di larang sepanjang perjalanan
Setelah semuanya berangkat, Dion dan keluarganya, terutama Dragon, juga berangkat ke desa Argomulyo, dengan di temani oleh Iron, Hans, Leon, dan Bumi serta para pengawal wanita itu
Sedangkan yang di kirim ke kota P untuk mendampingi para pengawal elit dan menengah adalah Burgon
Dalam tim itu juga terdapat belasan komandan elit, setingkat di bawah kekuatan Bumi
Sementara yang tinggal di kota Golden City, hanya para komandan tinggi, seperti eric dan yang lainnya itu, serta ribuan pengawal, baik menengah maupun elit lainnya, termasuk juga pengawal level prajurit rendah
Di bagian pengawal, selama dalam perjalanan, mereka tidak menemukan kendala dan rintangan yang berarti, kecuali ada gangguan kecil pada kendaraan yang mereka gunakan itu
Tak lama setelah Dion dan rombongannya lepas landas dari lapangan helipad milik Birawa Group. dari arah kota B, terlihat iring iringan mobil yang sedang menuju ke kota Golden City dan mereka terlihat oleh Dion dan rombongannya
"Ayah!. Draco seperti melihat api kecil berwarna hitam itu ada dalam salah satu mobil mobil itu, dan dia sedang menuju kota kita!" Ucap Dragon tiba tiba
"Apa?" Teriak Dion cukup keras, hingga mengagetkan tuan Birawa dan Ivory, serta Iron ,Hans dan Leon yang berada dalam satu helikopter
"Pa!. Apakah kita batalkan saja keberangkatan ini, dan tunda sampai besok?" Tanya Ivory bernada khawatir
"Tidak perlu, karena papa yakin dengan kemampuan orang orang kita, terutama si Eric dan Anjani itu juga para pengawal wanita lainnya."
"Selain itu, ada beberapa komandan mantan petinju, tiga ratusan ninja, tiga ratusan samurai, dan tiga ratusan assassin, serta masih banyak lagi para pengawal elit di sana."
"Papa yakin mereka bisa mengatasi orang tersebut."Jawab Dion dengan ekspresi tenang
***
Sementara itu di kota Golden City. persiapan untuk mengantisipasi orang baru masuk ke kota, tengah di lakukan, dengan sangat ketat sekali,
Tampak Eric, Anjani dan beberapa komandan elit, sedang memeriksa persiapan pengamanan kota, baik di pintu gerbang masuk, ataupun yang berada di dalam kota
"Lapor komandan!. Dari mata mata yang tersebar di seluruh kota B melaporkan, bahwa ada tujuh kendaraan mewah sedang menuju kemari, dan mereka terdiri dari orang orang kuat, dengan di komandoi oleh seorang laki laki misterius!' Ucap seorang pengawal melaporkan situasi yang di temui, pada Eric dan teman temannya itu
"Baik, terima kasih!. Laporan mu di terima, dan kembali ke tempat masing masing!' Jawab Eric tegas
__ADS_1
"Siap komandan!" Jawab mereka patuh