
"Masih juga kau bertanya! Apakah kau tidak bisa menterjemahkan nya sendiri?" Jawab kakeknya malah balek bertanya pada Dion
"Dion sungguh tidak mengerti kek." Sanggah Dion lugu
"Dasar anak muda tidak peka!. Sekarang kau dengar baik baik!. kakek telah menjodohkan mu dengan Maya, sedangkan kau mungkin lebih memilih sekretaris mu itu, jadi kakek bisa berbuat apa."
"Mau mendesak mu atau memarahi mu, kau bukan lagi anak kecil, mau tetap memaksa apalagi. Jadi kau putuskan lah sendiri, siapa yang akan kau pilih."
"Kakek cuma berharap, agar kau tidak mengecewakan keduanya." Ucap tuan Birawa mengandung Teka teki besar
"??"
"??"
"???"
Baik Dion. Tiger maupun Maya tidak bisa mengerti apa maksud dari kakek Birawa itu
Di benak mereka timbul tanda tanya, disuruh memilih salah satu diantara dua, tetapi kemudian mengatakan jangan mengecewakan keduanya, maksudnya ini apa?" Batin mereka masing masing tidak mengerti
Kalau memilih Maya, tentu saja Ivory akan kecewa, kalau memilih Ivory begitu juga sebaliknya. Apakah harus memilih keduanya?
"Duh pusing kepala ku." Batin Dion dalam hati
Setelah dipikir pikir beberapa saat, barulah Dion, Maya dan Tiger memahami, apa maksud perkataan kakek Birawa itu
Kesannya, tuan Birawa ingin bersikap bijak, tidak mau ada satupun yang tersakiti, berarti keduanya harus dipilih oleh Dion, bagaimanapun caranya
Jika seandainya memang itu terjadi, dan memang sudah suratan takdir mereka untuk berbagi, Maka Maya dengan lapang dada akan menerima keputusan dari Dion tersebut
Mungkin begitu juga dengan Ivory. Mudah mudahan sikap mau menang sendirinya itu, tidak berlaku dalam masalah seperti ini
Apalagi dengan adanya tuan Birawa, tentu saja dia tidak akan berani membantah. Kalau kata tuan besarnya A ya harus A, Kalau B, ya tetap harus B
"Jadi maksud kakek?"
"Ya!. ternyata kau cukup cerdas, mengerti apa maksud kakek." Jawab kakeknya cepat
"Tidak mungkin itu bisa terjadi kek!" Sanggah Dion penuh keraguan
"Tuan muda!" Sapa Tiger mencoba menengahi keraguan hati Dion itu
Dion yang dipanggil barusan, mengalihkan pandangannya kearah Tiger, kemudian berkata." Ada apa paman?. Paman tentu tidak setuju dengan keputusan kakekku itu." Ucap Dion langsung mengena pada intinya
"Anggapan tuan muda salah. Maaf kalau paman lancang berkata. Paman menolak tidak, menerima pun juga tidak, karena keputusan itu ada pada anak paman ini, apakah dia menerima atau tidak, itu tergantung keputusannya sendiri." Jawabnya bijak sambil memandang ke arah Maya
Maya yang ditatap tidak berkutik. Sebenarnya sudah sejak lama ucapan tuan Birawa itu samar samar dia pahami, tetapi karena masih ragu, dia hanya diam saja
Namun setelah sekian lama, baru lah dia memahami, maksud ucapan tuan Birawa tersebut. Dia menginginkan, agar Dion memilih keduanya, yaitu dia dan Ivory
Jika memang sudah demikian adanya, maka Maya dengan lapang dada, akan menerima kondisi seperti itu
__ADS_1
"Jadi bagaimana Maya, Apakah kau setuju dengan saran kakek tadi?" Tanya tuan Birawa tiba tiba
"Sa sa saya me.."
"Hahahaha!, sudah aku kira, kau pasti akan setuju!" Ucap tuan Birawa memotong perkataan dari Maya tersebut
Maya yang belum sempat menyelesaikan kata katanya itu, menjadi tertunduk malu, dengan senyum manis menawan sekali
"Lalu bagaimana denganmu Tiger, Apakah kau tidak keberatan?"
"Tidak tuan besar, karena hidup dan kehidupan yang bersangkutan lah yang akan menjalani. Jika dia sudah menerima, maka saya sebagai orang tuanya, wajib mendukung keputusannya itu."
"Bagus kalau begitu!, ternyata kau tidak mengecewakan ku!" Respon tuan Birawa senang
"Kau dengar itu Dion!. Baik Maya maupun si Tiger ini, telah menerima keputusan kakek, dan itu tidak dipaksa, tinggal bagaimana kau bersikap dan mengambil keputusan."
"Tapi kakek harap, jangan sampai kau membuat kakek kecewa!"
"Baiklah kek, kalau itu memang keputusan yang terbaik, Dion akan berusaha menjalaninya dengan baik, karena keberadaan kakek jauh lebih penting dari ego Dion sendiri."
"Bagus! bagus! bagus!. itu baru cucu kakek!" Sambut tuan Birawa senang sambil menepuk nepuk bahu Dion
"Tapi bagaimana dengan..? Ucap Dion menggantung dan terhenti ketika mendengar seseorang berbicara dari arah samping
"Tuan muda jangan khawatir, saya sudah mendengar semua pembicaraan kalian tadi, dan saya sudah cukup mengerti posisi tuan saat ini."
"Saya bisa mengalah atau mundur, dan bersikap profesional, Karena bagaimanapun, tuan muda punya hak untuk memilih." Ucap seseorang yang ternyata adalah ivory
"Bukan begitu maksud ku Ivory!. Kau dengarkan baik baik, dan jawab dengan jujur! Jangan beralasan apapun. kalau mau bilang mau, Kalau tidak, ya bilang tidak, jadi aku bisa mengambil keputusan nanti." Bantah tuan Birawa tidak senang
"Maya adalah pilihanku, dan kau adalah pilihan cucuku. Jadi sama sama adil, tidak ada satupun yang tersakiti. Kau paham maksudku?"
"Paham tuan besar!"
"Bagus kalau begitu!. Mulai hari ini, kalian berdua adalah calon cucu menantu ku, jadi bersikaplah layaknya sebagai seorang calon menantu."
"Baik tuan besar!" Jawab Maya dan Ivory serempak
"Oke kalau begitu!. Masalah sudah terselesaikan. Karena sudah waktunya untuk berkunjung. Ayo kita pergi, ke pabrik baru milik Dion itu!"
***
Showroom mobil milik Victor kota B
"Ayah harus membalaskan dendamku. Masa anak ayah ditindas seperti ini ayah diam saja!" Ucap Pram mempengaruhi ayahnya untuk menuruti kehendaknya
Plak !
"Dasar anak tidak berguna! bisanya hanya membuat masalah saja. Kau tahu siapa si Erik itu? Ha!" Bentak Victor marah
"Memangnya dia siapa ayah?" Tanya Pram penasaransambil mengusap-usap pipinya yang barusan tadi ditampar oleh ayahnya itu
__ADS_1
"Dia komandan tim pengawal tuan Birawa, dan tuan muda Dion. mengerti kau?" Jawab ayahnya semakin marah
"Pram tidak peduli ayah! Siapapun dia, Pram akan menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisinya!" Bantah Pram tidak mau tahu
Plak!
Sekali lagi Victor menampar wajah anaknya keras keras. Dia sungguh sangat kesal, atas sikap anaknya yang keras kepala itu
"Dasar budeg telingamu!. Jika kau masih nekat juga untuk membalas dendam, Maka jangan salahkan ayah, kalau seluruh perusahaan kita ini, akan hancur gara gara dendam gilamu itu!" Hardik Victor dengan suara kuat
"Maksud ayah bagaimana?" Pram masih juga tidak mengerti, bahaya yang akan dia dan keluarganya hadapi, jika tetap nekat melaksanakan niatnya itu
"Erik itu orang kuat, apalagi sekarang dia telah menjadi pengawal tuan muda Dion, orang yang tidak bisa di singgung oleh siapapun. Paham kau?" Teriak ayahnya benar benar kesal dengan sikap anaknya
"Ternyata begitu!. Baiklah ayah, untuk saat ini Pram masih bisa menahan amarah itu, tapi jika ada kesempatan, maka Pram akan beraksi." Ucapnya sambil tersenyum sinis
"Terserah kau saja!. Tapi jika terjadi sesuatu pada ayah, pada perusahaan kita, dan pada keluarga kita, maka kau orang pertama yang akan ayah salahkan!"
"Ayah tenang saja! Pram akan bermain cantik, tidak akan ada yang menyadari kejadian itu."
"Hah sudahlah!. terserah kau saja, ayah sudah mengingatkan mu!" Ucap Victor kesal, kemudian pergi meninggalkan Pram begitu saja
Sepeninggal ayahnya, Pram berucap sendiri
"Kalian pikir akan bisa membohongiku!. Erik! Erik!. Kau tunggulah waktunya! aku Pram si raja tega, produk kebaikan negara lain, akan membuat perhitungan denganmu!" Ancamnya penuh dendam. Kemudian mengambil handphone nya, dan menghubungi seseorang yang entah siapa
***
Sementara itu di vila milik Dion
Tuan Birawa, Tiger dan Dion, sedang menaiki mobil mewah yang sama, sedangkan Maya dan Ivory menaiki mobil yang berbeda, disopiri oleh seorang pengawal level menengah
Perlahan mobil yang dinaiki oleh mereka, meninggalkan vila milik Dion, diiringi oleh 8 mobil mewah lainnya
Dalam rombongan itu juga terdapat Eric, komandan tim pengawal yang baru saja memenangkan seleksi babak keempat dua hari yang lalu
Iron, Hans dan Robin, tentu saja ada dalam iring iringan mobil itu, sementara awan, langit dan bumi, ditugaskan menjaga vila milik Dion, didampingi oleh para pengawal elit dan menengah lainnya
Tidak sampai 1 jam, atau tepatnya 37 menit 49 detik, rombongan itu sudah memasuki pintu gerbang pabrik yang sudah selesai seluruhnya
Kedatangan rombongan mobil mewah itu, tentu saja membuat para pekerja yang sedang bersiap siap ingin beristirahat minum, menjadi kalangkabut, karena kedatangan mereka tidak diinformasikan terlebih dahulu
Manajer proyek yang menangani pembangunan pabrik tersebut menjadi ketakutan, karena tidak bisa menyambut tuan besar dan tuan muda sebagaimana mestinya
Tapi sebagai seorang pemimpin yang bijaksana, tuan Birawa dan Dion tidak mempermasalahkan semua itu, dia hanya meminta kepada manajer proyek tersebut, untuk mengantarkan mereka berkeliling pabrik, dengan menggunakan kendaraan khusus yang ada di areal pabrik itu
Sementara Iron, Hans dan Robin, beserta seluruh anak buahnya, segera menyebar, dan memposisikan diri di tempat tempat strategis, untuk memastikan, bahwa lokasi yang akan dilalui oleh tuan Birawa, Dion, Tiger, Ivory dan Maya aman
Dalam perjalanan peninjauan pabrik itu, tidak henti hentinya Tiger menjadi terkagum kagum, karena ukuran pabrik yang sangat besar dan luas tersebut
"Sangat luar biasa, pabrik ini sangat besar sekali!" ucap Tiger tidak bisa menyembunyikan kekagumannya
__ADS_1
"Ini belum seberapa paman. Paman harus melihat bagian lain." Ucap Dion menimpali kekaguman Tiger tersebut
"Benarkah?" Jawab Tigar tanpa sengaja