Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Minta perlindungan


__ADS_3

"Aku ingin meminta perlindungan pada kalian!" Jawab Austin berterus terang


"Perlindungan?" Tanya Robin keheranan


"Benar tuan!. Saat ini aku sedang melarikan diri dari kejaran orang orangnya Tommy." Jawab Austin dengan ekspresi khawatir


"Maksudmu kau ditahan oleh Tommy?" Tanya Robin semakin penasaran


"Benar tuan!. Semenjak kematian tuan Benyamin itu, aku menjadi tahanan Tommy, karena tidak mau bekerjasama dengannya."


"Ditambah lagi, anakku Caesar, sebelum mati dibunuh oleh bawahan Tommy, waktu itu mencalonkan diri sebagai ketua organisasi mafia, bersama dengan dua orang calon lainnya." Jawab Austin apa adanya


"Apakah kau sedang tidak mengarang cerita, serta berniat menipu kami lagi?" Tanya Robin dengan tatapan mata mengancam


"Tidak tuan!. Sama sekali tidak!. Aku benar benar sedang berusaha melarikan diri dari tommy, dan meminta perlindungan kepada kalian!" Jawab Austin tidak ragu ragu lagi


"Bagaimana itu bisa terjadi?" Tanya Robin ingin tahu


"Database perusahaan, juga organisasi milik Tommy, diretas dan dikuasai oleh Deon temanku itu." Jawab Austin berterus terang


"Tunggu ! tunggu!. Maksudmu saat ini database organisasi juga perusahaan milik Tommy tersebut, sudah dikuasai oleh Birawa Group. Begitu?" Ucap Robin penasaran


"Benar tuan!, bahkan seluruh komputer mereka, telah ditanamkan virus dalam bentuk notifikasi, yang terus terang saja, aku tidak mampu untuk menghancurkannya."


"lalu?"


"Aku diminta untuk mencari seorang hacker atau cyber, yang kemampuannya jauh lebih tinggi dari temanku itu. tapi kesempatan ini, aku gunakan untuk melarikan diri, dan terpaksa harus mengingkari janji ku pada Tommy!" Jawab Austin apa adanya


"Oleh karena itu, mohon tuan percaya pada ku. Karena niatku memang ingin meminta perlindungan pada kalian." Ucap Austin lagi penuh pengharapan


"Tunggu sebentar!. Untuk masalah ini, aku harus meminta persetujuan pada tuan besar!. Kalau dia mengizinkan kau berada dibawah perlindungan kami, maka kau akan diterima, tapi tetap dalam pengawasan ketat." Ucap Robin tidak main main


"Baik, aku siap menunggu!" Jawab Austin senang


Tak lama kemudian, Robin sudah dalam mode panggilan video pada Dion


"Salam tuan besar!" Sapa Robin penuh hormat


"Ya, salam mu aku terima." Jawab Dion datar


"Maaf kalau saya mengganggu waktu istirahat tuan besar." Sambut Robin ragu ragu


"Tidak juga!. Sampaikan apa keperluan mu, sampai mengadakan panggilan video seperti ini?" Tanya Dion keheranan


"Austin yang pernah bekerja pada Birawa Group, datang meminta perlindungan pada kita." Jawab Robin terus teras


"Kenapa?" Tanya Dion penasaran


"Dia takut akan dihabisi oleh Tommy, karena menentang keinginannya membuka akses ke website perusahannya."


"Hadapkan dia padaku!" Perintah Dion tegas


"Baik tuan besar!" Jawab Robin patuh

__ADS_1


"Kemari lah!" Perintah Robin singkat


"Salam tuan!" Ucap Austin pada Dion, sesaat setelah berada di depan kamera vidio


"Kau sudah pernah menghianati Birawa Group, bahkan hampir membuat perusahaan jatuh. Sekarang kau datang ingin meminta perlindungan!. Apa yang sedang kau rencanakan Austin ?" Tanya Dion langsung pada intinya


"Untuk perbuatan ku yang lalu, saya minta maaf kepada tuan besar, juga kepada tuan Birawa!" Jawab Austin sambil menangkupkan tangannya di dada, kemudian berkata lagi


"Kali ini saya datang ingin meminta perlindungan kepada tuan, karena saya sudah tidak mempunyai siapa siapa lagi."


"Sejak tuan Benyamin terbunuh, begitu juga dengan anakku Caesar, praktis saya sudah tidak mempunyai tempat untuk bersandar, atau tempat berlindung."


"Saat ini saya menjadi tahanan Tommy. Saya dikurung di ruang bawah tanah, yang akses apapun tidak bisa menembus ke dalamnya." Ucap Austin sedih, sambil menyeka air matanya. kemudian dengan terbata bata, dia menyampaikan sesuatu kepada Dion


"Untuk membuktikan, bahwa saya sedang tidak merencanakan kejahatan apapun pada Birawa Group, saya akan membuka rahasia tentang organisasi yang sekarang dipimpin oleh Tommy itu." Ucapnya yakin, kalau dia menceritakan yang sebenarnya, Dion pasti mau melindunginya.


"Rahasia?" Tentang apa itu?" Reaksi Dion penasaran


"Benar tuan!. Ruang bawah tanah tempat saya di sekap itu, adalah tempat penyimpanan harta organisasi, berbentuk emas batangan, hasil usaha organisasi mafia selama puluhan tahun."


"Tidak ada seorangpun yang mengetahui, termasuk Tommy dan istrinya itu, kecuali para petinggi organisasi tersebut Tapi sayangnya mereka sudah mati terbunuh."


"Saya satu satunya orang yang masih hidup, yang mengetahui letak di mana emas emas Itu disimpan." Jawab Austin panjang lebar


"Apakah ceritamu ini bisa dipercaya?" Tanya Dion ingin menguji kesetiaan Austin


"Saya bersumpah atas nama Tuhan saya!, bahwa kali ini saya serius, dan sedang tidak berniat untuk melakukan kejahatan pada Birawa Group, juga orang orangnya itu, apalagi kepada pemilik perusahaan." Jawab Austin bersikap jujur, lalu memberi tawaran kepada Dion


"Jika tuan menginginkan emas emas itu, maka saya akan menunjukkan jalannya." Sambungnya lagi dengan ekspresi yakin


"Saya berani menjamin, bahwa emas itu tidak bermasalah, karena didapatkan dengan cara legal." Jawab Austin berterus terang, lalu dia berkata lagi


"Untuk tuan ketahui, tuan Benyamin secara diam diam, tanpa diketahui oleh dunia, apalagi oleh rivalnya dulu, telah membuka usaha pertambangan emas bawah tanah, di lahan perbukitan yang sudah dia beli tersebut."


"Usahanya ini juga diketahui oleh otoritas setempat, dan sudah mendapatkan izin. Jadi menurutku, usahanya tersebut legal, termasuk juga emas emas itu."


"Ternyata begitu ceritanya." Respon Dion datar


"Apakah tuan menginginkan emas emas tersebut?" Tanya Austin penasaran, dengan sikap cueknya Dion tersebut


"Untuk saat ini belum perlu. Tapi jika kau mau, kau boleh mengambil emas emas itu untuk kepentingan mu sendiri." Jawab Dion malah di luar perkiraan Austin


"Saya jelas tidak bisa tuan, karena jumlah emas emas itu tidaklah sedikit. Jika diangkut dengan menggunakan kendaraan besar, mungkin bisa memakai 7 sampai 8 kendaraan itu" Respon Austin terkejut


"Sebanyak apakah emas yang disimpan oleh tuan Benyamin itu?" Tanya Dion seperti penasaran


"Setahun yang lalu, ketika saya diajak oleh tuan Benyamin, untuk memeriksa ruang tempat penyimpanan emas batangan tersebut, jumlahnya sudah tidak bisa dihitung lagi tuan!"


"Yang mengetahui secara pasti, berapa jumlah emas batangan itu, hanyalah tuan Benyamin sendiri." Jawab Austin apa adanya


"Apakah emas emas itu, memang milik organisasi, perusahaan, atau milik pribadi tuan Benyamin?" Tanya Dion seperti sudah mulai tertarik


"Emas emas itu, sebenarnya bukan milik organisasi, juga perusahaan yang dikelola oleh organisasi tersebut."

__ADS_1


"Kalau bukan milik organisasi, apakah itu milik pribadi tuan Benyamin?" Tanya Dion semakin penasaran


"Benar tuan!. Emas batangan itu, memang milik tuan Benyamin secara pribadi." Jawab Austin berterus terang


"Kenapa Tommy juga istrinya itu, tidak mengetahui bahwa ayah dan mertuanya tersebut, banyak menyimpan emas batangan?" Tanya Dion penasaran


"Karena sampai saat tuan Benyamin meninggal. Dia tidak mempunyai anak dari hasil perkawinannya dengan ibunya Adeline itu."


"Jadi dia tidak memberitahukan keberadaan emas batangan itu pada Adeline, apalagi pada Tommy."


"Masalah itu, memang sengaja dilakukan oleh tuan Benyamin, karena sejak dari awal, tuan Benyamin tidak percaya pada Tommy, apalagi anaknya itu." Jawab Austin apa adanya


"Lalu bagaimana caranya, agar aku bisa mengambil emas batangan itu?" Tanya Dion kembali memastikan


"Tuan tidak perlu datang ke markas organisasi tersebut. Ruang penyimpanan harta itu, berada sekitar 1 km dari mansion milik Benyamin dulu." Jawab Austin cepat


"Jalan masuknya melalui daerah perbukitan, yang seorang pun tidak akan menyangka, bahwa di tempat itu terdapat banyak sekali emas." Sambungnya lagi


"Baiklah. Untuk masalah itu, akan kita bicarakan nanti." Respon Dion biasa biasa saja


"Apakah tuan tidak tertarik dengan emas emas itu?" Tanya Austin sekali lagi penasaran dengan sikap cueknya Dion


"Aku bukan tidak tertarik dengan emas itu, tetapi untuk saat ini, Birawa Group sendiri sudah mempunyai banyak emas batangan. Jadi aku rasa, Birawa Group sudah tidak membutuhkan emas emas itu lagi."


"Mungkin suatu saat nanti, aku akan mengambil nya, untuk digunakan membangun daerah daerah kumuh di seluruh dunia, agar menjadi bersih dan layak huni." Ucap Dion berseloroh


"Itu rencana bagus tuan." Respon Austin setuju, tapi Dion malah berkata lain


"Kau ambil saja emas batangan itu, untuk kepentingan mu sendiri Austin!" Reaksi Dion kembali mengajukan Austin


"Saya tidak mau tuan. Sekarang saya tidak memikirkan apa apa lagi. yang saya pikirkan adalah bagaimana menyelamatkan nyawa saya saat ini, karena saya benar benar takut, orang orang nya Tommy, akan menghabisi nyawa saya." Jawab Austin khawatir


"Oleh karena itu, mohon tuan mengizinkan saudara Robin dan orang orangnya, untuk melindungi saya."


"Baiklah Austin. mengenang Kau pernah berjasa bagi Birawa Group, walau akhirnya menghianati nya, juga merupakan sahabat dari gurunya Rams, maka untuk sementara, aku mengizinkan kau berada dibawah perlindungan orang orang ku." Jawab Dion memberi keputusan


"Terima kasih tuan!" Respon Austin senang


"Robin!. Tempatkan Austin di ruang khusus, tapi untuk beberapa minggu kedepan, awasi dia dengan ketat, karena aku belum bisa mempercayai niat baik nya itu." Perintah Dion kepada Robin, dan orang orangnya tersebut


"Baik tuan besar!" Jawab Robin patuh


"Eric!. Hantarkan tuan Austin ini ke kamarnya. Tugaskan 4 orang pengawal untuk senantiasa mengawasinya secara bergantian." Perintah Robin tegas


"Siap bos!" Jawab Eric cepat


***


"Bagaimana ini bisa terjadi?. Bukankah kalian telah ku tugaskan, untuk mengawasi si Austin itu, tapi kenapa kalian bisa kehilangan jejaknya?" Ucap Tommy marah, sesaat setelah anak buahnya melapor, bahwa mereka tidak bisa menemukan keberadaan Austin dimana mana


"Terakhir kami melihat dia, berada tidak jauh dari perusahaan orang Asia itu. tidak lama kemudian, tiba tiba kami kehilangan jejaknya." Jawab pengawal itu ketakutan


"Sial!. Kenapa kalian jadi sebodoh ini!" Maki Tommy dengan ekspresi kesal

__ADS_1


"Maafkan kami tuan. Kami berjanji, akan menemukan keberadaan si Austin itu." Jawab anak buahnya ragu ragu


"Cepat pergi! dan temukan dimana sebenarnya Austin itu! Jika dalam 3 hari kalian tidak bisa menemukan keberadaannya, maka bersiap siaplah untuk meregang nyawa!" Ucap Tommy mengancam anak buahnya tersebut


__ADS_2