
Satu bulan telah berlalu, Iron sudah sembuh dari sakitnya
Luka tembak yang dialaminya itu sudah mengering, karena dioperasi dengan baik oleh para ahlinya.
Kurang lebih 18 hari Iron dirawat di rumah sakit tersebut dengan pelayanan ekstra. Maklum ruang inap termahal dan terbaik di rumah sakit itu. Tapi gratis bagi Iron
Harga inapnya saja kisaran 2.5 sampai 3 juta perharinya. Belum dengan obatan obatan terbaik, dan pelayanan dokter 24 jam nonstop.
Pantas saja Iron dan anak buahnya merasa berutang budi pada tuan Birawa, dan berjanji akan mengikutinya kapan saja dia kehendaki
Selain itu, Iron juga merasa berutang budi pada Birawa, karena telah menyelamatkan anak semata wayangnya itu dari kematian
Sebaliknya bagi Birawa. dia juga merasa demikian pada Iron, karena telah menyelamatkan nyawanya. Kalau Iron tidak muncul saat itu, mungkin nyawanya tidak akan bisa diselamatkan lagi
...Kini Iron dan seluruh anak buahnya, telah bergabung dibawah bendera Birawa Group, dan diboyong seluruhnya ke kota J...
Sedangkan gedung KTV milik kelompok itu, telah diakuisisi oleh Birawa Group, dan dikembangkan menjadi jauh lebih besar serta modern dari sebelumnya
***
Delapan belas tahun kemudian
Semua orang yang terlibat dalam perselisihan itu, telah melupakan peristiwa berdarah tersebut, tapi tidak bagi Braga
Luka tembak dan tusukan di perutnya itu, menyebabkan dia lumpuh dalam beberapa tahun, karena abdomen besarnya terluka cukup parah, dan butuh penanganan serius
Untung daya tahan tubuhnya sangat luar biasa. Bisa bertahan hidup, walau harus makan melalui selang, selama kurang lebih dua tahun itu
Kini dia telah sembuh total, dan bisa beraktivitas seperti biasa. Namun dia lebih memilih bersembunyi dari pada menunjukkan jati dirinya ke permukaan
Pagi ini orang tersebut tengah duduk santai di kursi kebesarannya. Didepan taman rumahnya yang asri dan tertata rapi itu
"Sudah saat nya aku muncul ke permukaan. Aku rasa dunia pun sudah melupakan ku, dan tidak ingat lagi apa yang aku lakukan."
"Birawa!. aku datang!" Ucapnya kuat sambil mengepalkan telapak tangan kanannya erat erat ke udara
***
"Bos!. Ada laporan masuk dari intel kita. Tommy dan istrinya itu sekarang berada di Belgia. Berprofesi sebagai petani, sekaligus peternak di sana!" Lapor Bumi pada Robin
"Pantas saja keberadaannya tidak bisa kita temukan. ternyata dia telah keluar dari Prancis ini." Reaksi Robin kesal
"Jadi siapa yang kalian tugaskan untuk memantau aktivitas mereka di sana?" Tanya Robin ingin tahu
"Untuk sementara, hanya empat orang pengawal tingkat elit dan dua orang Intel. yang ditugaskan untuk terus memantau mereka."
"Dari merekalah kita bisa mengetahui keberadaan Tommy." Jawab Bumi apa adanya
"Bagus!. Setelah ini aku ingin Tommy dan istrinya, berikut anak buahnya itu, bisa kita habisi. Karena tuan besar Dion, sudah sangat risau dengan keberadaan mereka." Respon Robin senang
"Kirim 16 orang lagi ke sana, untuk memperkuat tim kita. termasuk kau dan awan. Jika kesempatan sudah ada, habisi mereka secara diam diam. Agar pihak otoritas setempat tidak curiga, bahwa kelompok kitalah yang telah menghabisi semuanya" Perintah tegas Robin pada Bumi
"Baik bos!" Reaksi Bumi cepat. Kemudian meminta izin untuk berlalu dari hadapan Robin
Sepeninggal Bumi, Robin berucap pada diri sendiri. "Mungkin sudah saatnya aku membalaskan dendam dan sakit hati tuan besar pada si Tommy itu."
__ADS_1
"Tindakan nya selama ini telah meresahkan hati tuan besar. Jadi tidak ada salah nya kalau manusia seperti itu, dihapus saja dari daftar manusia di bumi. Agar menjadi penghuni alam kegelapan yang entah dimana itu."
"Kali ini bisa ku pastikan!, Tommy pasti mati, dan tidak akan bisa melarikan diri lagi." "
"Orang orang yang akan ku kirim ke sana, adalah pengawal pengawal elit tingkat tinggi. yang 99% tidak akan meleset dari sasaran nya." Ucap Robin sangat yakin sekali
"Ya!. Kali ini Tommy harus mati!. Agar berkurang musuh musuh tuan besar!" Batinnya dalam hati dengan tekad kuat
***
Belgian blue farm, wilayah timur Belgia, sekitar pukul 10 malam
"Itu peternakan milik Tommy!. Ada 29 orang karyawannya. Apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah seorang Intel pada Awan
"Terus awasi mereka dari atas bukit ini. Menjelang dini hari nanti, baru kita beraksi." Jawab Awan tegas
"Apa tidak sebaiknya kita serang mereka sekarang?. mumpung sedang lengah." Ucap Bumi memberi usul, karena dia sudah tidak sabar ingin menghajar Tommy dan orang orangnya itu
"Sabarlah kawan!. Kalau kita bergerak sekarang, aku khawatir mereka akan bisa meminta bantuan dari para peternak lain. Tapi jika serangan itu dilakukan tengah malam, mungkin tidak ada siapa pun yang mau memberikan bantuan pada mereka, karena masing masing sedang terlelap tidur." Jawab awan cukup bijaksana
"Ah terserah kau sajalah!" Reaksi Bumi kesal, kemudian meninggalkan Awan dan orang orangnya begitu saja
Dalam tiga serangkai pasukan elit tingkat tinggi keluarga Bhirawa, Bumi memang dikenal tidak sabaran dalam kelompoknya. Tapi hatinya baik, dan kemampuan bela dirinya sudah tidak perlu diragukan lagi
Kali ini dia terpaksa harus mengalah pada rekannya, agar serangan yang direncanakan terjadi dinihari, tidak akan gagal karena ulahnya
Mau tidak mau dia harus menyetujui strategi dari teman nya itu, dan dia tidak boleh mengacaukan rencana yang sudah disusun secara matang tersebut
"Cepat kenakan penutup kepala juga wajah kalian!. Jangan sampai ada yang mengenali kita, terutama si Tommy itu!" Perintah Awan tegas
"Periksa apakah pistol kalian sudah dipasangi alat peredam, dan periksa juga belati kalian, apakah sudah ada di sarungnya." Perintahnya lagi
"Oke kalau begitu kita bergerak!" Sambut Awan puas
Tepat pukul 2 dini hari, 20 orang pengawal, dan dua orang Intel memasuki peternakan. Saat ini kondisinya sangat sepi sekali, dikarenakan orang orang nya sedang terlelap tidur
Sesekali terdengar lenguhan sapi dari kejauhan, tapi suara itu sama sekali tidak mengganggu tidurnya para peternak tersebut
Awan membagi kelompok itu menjadi dua bagian. 1 kelompok masuk dari pintu depan, dan satu lagi masuk dari pintu belakang
Walaupun mereka adalah para pengawal elit, yang kemampuannya sudah tidak perlu diragukan lagi, tetapi dalam penyerangan tersebut, mereka dipesankan agar dalam menghabisi Tommy dan orang orangnya itu, harus dilakukan dalam keadaan senyap. Dan jika memungkinkan, tidak ada keributan yang terdengar
"Cepat masuki barak barak mereka. Habisi penghuninya satu persatu. Usahakan jangan ada keributan." Ucap Awan memberi perintah.
Tak lama kemudian..
Shut! shut! shut!
Jleb! jleb! jleb!
Satu persatu anak buah Tommy dihabisi dengan tembakan pistol berperedam, ataupun ditusuk dengan menggunakan belati di lehernya
Hanya dalam waktu tak sampai 2 menit, seluruh anak buah Tommy sudah mati tanpa perlawanan, dan tidak tahu siapa yang telah menghabisi mereka
Kini hanya tinggal Tommy dan kedua keluarganya itu yang masih tersisa
__ADS_1
Bumi dengan gerakan cepat, tapi tidak menimbulkan suara bising, saat ini sudah berada dalam rumah Tommy, yang sengaja dibangun di bagian tengah barak barak anak buahnya itu
Tapi Bumi tidak mendapati Tommy ada dalam kamarnya, dengan gerakan enteng bumi memasuki ruang per ruang dalam rumah itu. Namun Tommy tetap tidak bisa ditemukan juga, tapi tiba tiba..
Dor! dor!
"Uh!" Reaksi Bumi kaget, karena tiba tiba ditembak seperti itu
Mengandalkan insting bertarungnya selama berkiprah dalam dunia bodyguard, dan kerasnya jalanan, Bumi segera bersalto di udara, untuk menghindari tembakan tersebut dengan gerakan cepat
Hasilnya, tembakan itu tidak mengenai nya, tapi mengenai beberapa perabotan yang ada di belakang Bumi
Kesal karena tembakannya tidak berhasil menghabisi lawannya. Tommy sekali lagi berusaha menembak Bumi. Tapi kali ini tembakannya tidak terdengar, karena Bumi sudah menembak senjata yang dipegang oleh Tommy duluan
Melihat Tommy yang sudah tidak bersenjata, Awan memasukkan kembali pistol itu ke dalam bajunya. Kemudian dengan langkah pasti, mendekati Tommy, dan berkata.
"Apa kabar Tommy!. Apakah kau sudah siap untuk mati?" Tanya bumi dengan aura suara mengintimidasi
"Siapa kau?. Kenapa memasuki rumah ku?" Reaksi Tommy ketakutan
"Kau tidak perlu tahu siapa aku!. Yang perlu kau tahu adalah, hari ini kau akan mati!" Ucap Bumi enteng
"Jangan macam macam! Tembakan ku tadi, akan membuat orang orang ku terbangun, dan akan segera menuju kemari." Ancam Tommy menggertak Bumi
"Kau hanya sendiri dan mereka ramai. Apakah kau tidak merasa takut?" Tanya Tommy malah balik mengintimidasi
"Kenapa kau tidak langsung menghabisinya?" Tanya Awan yang tiba tiba datang itu, kemudian berkata lagi
"Suara tembakan tadi, akan memicu orang lain datang kemari. Jadi cepat habis dia!" Perintah Awan sedikit kesal, atas sikap temannya yang lambat tersebut, Tak lama kemudian..
Shut! shut! shut!
Tiga kali bunyi tembakan senjata berperedam terdengar lirih, dan mengenai kepala serta dada Tommy, hingga membuatnya terjengkang ke belakang, dan mati seketika
"Cepat periksa kamarnya, dan habisi juga istri serta anaknya itu!" Perintah awan pada anak buahnya
"Di dalam kamarnya tidak ada siapa siapa bos!. Dan kami sudah memeriksa seluruh ruangan di rumah ini, tapi keberadaan istri dan anaknya tidak bisa ditemukan." Lapor salah seorang anak buah nya itu apa adanya
"Cepat tinggalkan tempat ini!. Aku takut para peternak lain akan datang ke sini, karena suara tembakan tadi!" Perintah tegas awan kepada seluruh anak buahnya itu
"Tapi bagaimana dengan istri serta anak Tommy itu. Apakah kita biarkan mereka tetap hidup?" Tanya Bumi kesal
"Kita tinggalkan tempat ini dulu. Baru kemudian mencari cara untuk menghabisi istrinya itu!" Jawab Awan singkat dan terkesan kesal atas sikap Bumi itu
"Baiklah!. Disini kau yang punya kuasa. Aku ikut saja." Reaksi Bumi datar, kemudian buru buru meninggalkan rumah Tommy dengan perasaan bercampur aduk
Awan dan seluruh anak buahnya itu, yang melihat Bumi sudah pergi, juga bergegas meninggalkan peternakan tersebut, dan menghilang di kegelapan malam
***
Keesokan harinya
Peternakan milik Tommy itu, kondisinya tidak seperti biasa, lengang dari aktivitas manusia, seperti tempat yang tidak berpenghuni
Tapi suara lenguhan sapi sapi yang meminta diberi makan, riuh terdengar di areal tersebut.
__ADS_1
Hal itu menimbulkan tanda tanya besar bagi seorang wanita dan satu anaknya yang baru saja datang, tapi belum memasuki areal peternakan itu
"Apa yang terjadi?. Kenapa peternakan ini begitu lengang. Kemana para pekerja, dan kenapa suamiku juga tidak kelihatan batang hidungnya?" Tanya wanita tersebut pada diri sendiri