Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Gangguan kecil


__ADS_3

"Dengan telah ditanda tanganinya surat kepemilikan baru ini. otomatis perusahaan yang telah lama hilang sudah kembali lagi padamu."


"Sebagai pemilik perusahaan, lakukan yang terbaik pada semua karyawan mu."


"Untuk kau ketahui, anak buah Melviano masih ada disini. Tapi bukan sebagai preman lagi. Sebagiannya ada yang beralih profesi sebagai buruh pabrik, ada juga yang tetap memilih sebagai pengawal atau sekuriti di perusahaan mu ini."


"Aku melalui orang orang ku, akan terus mengawasi mereka. Jika berani berbuat macam macam lagi, maka orang orang ku akan bertindak tegas pada mereka."


"Jadi kau tidak perlu khawatir dengan adanya mereka."


"Aku jamin, orang orang itu tidak akan berani lagi berkhianat padamu." Ucap Dion tegas, sesaat setelah Sidiq selesai menandatangi surat kepemilikan baru perusahaannya


"Terima kasih atas kebaikan tuan besar!. Saya atas nama keluarga, juga seluruh karyawan perusahaan ini, menyatakan tunduk dan setia pada tuan besar dan Birawa Group."


"Jika kedepannya saya ingkar. Tuan boleh menghabisi saya." Respon Sidiq tegas


"Apakah kau tahu tentang adanya lorong rahasia, yang membentang di bawah tanah antara pabrik ini dengan rumahmu itu?" Tanya Dion ingin tahu


"Apa!. Lorong rahasia!. Saya sungguh tidak tahu tuan besar." Jawab Sidiq apa adanya


"Kalau begitu kau bisa mengeceknya nanti, Orang orang ku akan memandu mu kesana."


"Sekarang sebaiknya kalian kembali dulu ke rumah,. Orang orang ku sudah mempersiapkannya untuk anda."


"Baik tuan besar, Budi baik ini akan tetap kami kanang." Respon Sidiq bahagia tidak terkira


***


Keesokan harinya


Dion memutuskan untuk berjalan jalan di kota P itu, tanpa membawa pengawal banyak. Dia hanya membawa Hans pengawal pribadinya,. Anjani dan tiga gadis shanghai serta 10 pengawal elitnya saja.


Saat ini dion dan Ivory serta Dragon, sedang berada di mall yang cukup besar dan megah. Dion sudah berpesan pada pengawalnya, agar tidak terlalu mencolok dalam mengawal keluarganya. agar privasi mereka terjaga


"Pa lihat!. Itu sepertinya barang yang Ivo ingin miliki?" Teriak Ivo sedikit kuat, hingga membuat pengunjung mall menoleh kearah mereka. dengan isi kepala penuh dengan tanda tanya


"Pelan kan sedikit suaramu sayang. Lihat tuh!. banyak yang sedang memperhatikan kita!" Protes Dion tidak enak hati


"Biarkan saja mereka seperti itu pa!. Toh tidak merugikan mereka juga. Ini mall, siapa saja boleh mengunjunginya kok!." Sanggah Ivory kekanak kanakan


"Memang barang apa yang ingin kau beli sayang?" Tanya Dion penasaran


"Itu tuh pa. Guci antik yang dipajang dekat etalase toko barang antik yang ada didepan kita itu." Jawab Ivory senang dan tidak sabar ingin memilikinya


"Bukankah barang seperti itu sudah banyak ditempat kita ma. Kenapa masih ingin membelinya lagi?" Protes Dion kurang senang


"Kalau papa tidak mau menemani Ivo, biar Ivo dengan Dragon saja yang kesana!" Reaksi Ivory merajuk


"Ayo Draco!.Temani ibu kesana!" Ucap Ivory pada anaknya, sambil menunjuk kearah toko barang antik, yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri itu


"Tapi ayah jadi sendiri dong bu!. Kita ajak ayah juga lah.Ya?" Protes Dragon kecil sambil menarik tangan ayahnya agar ikut dengan mereka

__ADS_1


"Ya! ya !. Ayah akan ikut kesana. takut ibumu ngambek nanti. bisa gawat!" Jawab ayahnya santai, sambil mengedipkan matanya ke arah Ivory


"Huh. kalau ada maunya. Gitu deh!" Ejek Ivory sambil menjulurkan lidahnya untuk menggoda suaminya tersebut, kemudian bergegas menuju kearah toko barang antik itu


"Selamat datang Nyonya, selamat datang tuan, dan selamat datang tuan muda!" Sapa pelayan toko barang antik itu cukup ramah. Menyapa ketiganya dengan sebutan masing masing


'Ya, terima kasih." Respon Ivory senang


"Apa yang bisa kami bantu Nyonya?" Tanya pelayan itu sekali lagi


"Aku tertarik dengan guci antik itu. Apakah itu barang asli?" Respon Ivory antusias sambil menyelidik


"Toko ini hanya menjual barang asli saja nyonya. dan satu satunya yang ada di kota ini. Kalaupun ada toko lain, tapi banyak menjual barang palsu, walau bentuknya juga sama." Jawab Pelayan tersebut cukup lancar


Mendengar penjelasan tersebut, Ivory tidak langsung mempercayainya. Karena dia ingin mengujinya sendiri, lalu berkata. "Bolehkah saya menyentuh guci itu?"


"Boleh saja nyonya!. Tapi setelah itu harus dibeli, karena kalau sudah keluar dari etalase. pemegangnya harus bertanggungjawab, disebabkan guci tersebut rentan terhadap sentuhan." Jawab pelayan itu apa adanya


"Kau tenang saja!. Kalau barang itu asli akan saya beli. kalau tidak pun akan saya beli juga." Respon Ivory berani menjamin


"Baiklah nyonya silakan!" Ucapnya sedikit ragu. Kemudian dengan gerakan hati hati, mengambil guci tersebut, dan diletakkan diatas meja khusus yang ada di dalam toko itu


Sebagai penggemar sekaligus ahli di bidang barang antik, Ivory tahu mana barang yang asli mana yang palsu. Keahliannya itu tidak ada siapapun yang tahu, kecuali setelah dia menikah dengan Dion


Kebiasaannya yang satu ini, membuat Dion sedikit heran. Perempuan kok menyukai barang antik. Biasanya yang disukai oleh seorang perempuan itu tas tas branded, dan barang barang bermerk lainnya


Tapi Ivory lebih menyukai barang barang antik ketimbang barang mewah masa kini


Dia bisa melakukan itu karena ditunjang oleh perekonomiannya yang mumpuni, dan orang super kaya sebelum menikah dengan dion, apalagi setelah menikah dengannya


Kegemarannya akan barang antik, malah menjadi jadi, tapi tidak begitu ditonjolkan ketika berada di kota B maupun kota Golden City. Dia tahu mana yang urgen mana yang tidak


Memikirkan semua itu, dan mumpung sedang berada di toko barang antik. yang dia heran kan, kenapa bisa ada di sebuah kota yang bukan ibukota negara, Ivory segera mendekati guci kecil tersebut, kemudian merabanya dengan perlahan, untuk menguji apakah barang itu asli atau tidak


Dia ingin mencari dan merasakan, apakah dari dalam guci itu ada aura kesungguhan dan kehati hati an dari pembuatnya.


Karena menurut literatur, sebuah benda antik itu, dibuat dengan hati dan bersungguh sungguh oleh pembuatnya. Jika merasakan ketertarikan yang tinggi terhadap barang antik itu, bisa dikatakan bahwa barang tersebut memang asli


Tapi jika tidak, itu tergantung dari orang bersangkutan, jika asli akan dibeli ,tapi jika tidak yang akan ditinggalkan begitu saja


"Bisa kau ceritakan sejarah guci antik ini nona." Ucap Ivory tiba tiba


"Saya akan panggilkan manajer toko ini sebentar, karena hanya dia yang lebih tahu tentang guci ini." Jawab pelayan toko itu terus terang


"Kalau begitu tolong kau hubungi manajer mu. Sekarang!" Respon Ivory terkesan memaksa


"Baiklah. akan saya hubungi." Respon pelayan itu cepat,. Kemudian menelepon pimpinannya, agar datang ke toko itu segera


Tak lama sesudah itu, terlihat dua orang masuk kedalam toko barang antik tersebut, dikawal oleh empat orang pengawalnya, yang terlihat tidak ramah ketika memandang orang lain


Ketika berpapasan dengan Dion dan Dragon, sikap mereka seolah olah meremehkan keberadaan Dion dan anaknya itu. Tapi Dion cuek saja, tidak menghiraukan sikap keempat pengawal yang arogan itu

__ADS_1


Pelayan toko lain yang sudah mengenal kedua orang itu bergegas menghampiri keduanya, dan dengan ramahnya berkata.


"Selamat pagi tuan muda dan nona. Apa yang bisa kami bantu?. Apakah anda ingin mendapatkan barang antik di toko kami ini?" Tanya pelayan itu dengan suara khasnya


"Ya!.Tunangan ku ini ingin mencari sebuah guci antik, yang katanya baru datang dari Tiongkok. Apakah kau bisa menunjukkannya pada ku?" Jawab Anthony, orang yang dipanggil tuan muda itu dengan sikap sombongnya tersebut


"Memang barang itu sudah datang tuan muda. tapi sudah dibooking oleh orang lain. Itu orangnya!" Jawab Sherly, pelayan toko itu terus terang, sambil menunjuk ke arah Ivory, yang sedang sibuk mengamati sebuah guci yang ada diatas meja tersebut


Anthony dan Chitra, segera mengalihkan pandangannya kearah Ivory, dan mendapati, apa yang dikatakan oleh Sherly itu memang benar adanya


Saat ini dia sedang menimang dan mengamati, sebuah guci antik kecil berasal dari daratan Tiongkok, dengan ekspresi yang sulit untuk ditebak apa maksudnya


Tidak mau membuang waktu, Mereka segera mendekati Ivory dan langsung berkata.


"Kalau kau mau menyerahkan guci itu pada kami, maka aku akan memberimu uang yang banyak, hingga kau bisa membeli barang barang mewah yang kau inginkan!" Ucap Anthony dengan sikap sombongnya itu


Ivory hanya memandang mereka sekilas, kemudian kembali mengamati dan meraba raba guci antik tersebut, tanpa memperdulikan keberadaan mereka


Sikap yang ditunjukkan oleh Ivory, tentu saja membuat Chitra berang, kemudian dengan pongahnya menarik tangan Ivory agar memperhatikannya


"Kau sudah tahu bahwa tunangan ku ini sedang berbicara padamu, tapi kenapa kau tidak mengacuhkan nya?" Tanya Chitra dengan ekspresi marah dan tidak suka


"Memang apa urusanku dengan tunangan mu itu?. Aku sedang mengamati guci ini, dan tidak boleh ada suara ribut, agar aku bisa mengetahui, apakah guci ini asli atau tidak!" Jawab Ivory kesal


Dion yang melihat perdebatan mereka, segera mendekat, kemudian berkata.


"Apa yang dikatakan oleh istriku itu benar, dia sedang mengamati apakah barang yang ada diatas meja itu asli atau tidak, tapi kalian telah mengganggu konsentrasinya dalam bekerja!" Ucap Dion masih bersikap merendah


"Siapa kau?. Kenapa berani ikut campur?. Tak tahukah kau siapa aku?" Tanya Anthony marah


"Aku tidak peduli siapa kamu. yang aku tahu istriku ini, sedang fokus. Jadi jangan mengganggunya!" Jawab Dion dengan suara kuat


"Tuan tuan, mohon tidak membuat keributan disini, dan pelan kan suara anda." Ucap Sherly menegur ketiganya agar diam


"Maaf, tidak sengaja. Aku hanya kesal melihat sikap mereka yang tidak tahu aturan ini!" Respon Dion sedikit tidak enak hati


"Diam kau!, Apakah kau sudah bosan bekerja disini, Ha!" Bentak Chitra marah pada Sherly, si pelayan toko tersebut dengan angkuhnya


"Maafkan saya nona!.Saya tidak berani." Jawab Sherly ketakutan


"Kalau begitu kau diam saja!. termasuk kau Diva!" Respon Chitra tidak senang


"Tawaranku masih berlaku padamu nyonya. Aku ingin kau menyerahkan guci itu untuk kami miliki. karena tunangan ku ini penyuka barang barang antik, apalagi guci itu, yang cuma ada satu satunya didunia saat ini." Ucap Anthony terkesan memaksa


"Aku akan memberimu uang banyak, agar kau bisa berbelanja kebutuhanmu di kota ini." Ujarnya terkesan merendahkan Ivory


Ivory menghentikan kegiatannya mengamati guci antik itu, kemudian berdiri tegak menghadap Anthony dan Chitra, lalu berkata.


"Aku menginginkan guci ini. apakah kalian keberatan?" Jawab Ivory enteng, lalu berkata lagi


"Lagian berapa banyak uang mu, hingga berani memberikannya pada orang lain secara cuma cuma?"

__ADS_1


__ADS_2