Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Tetap ingin melawan


__ADS_3

"Perintah sudah dilaksanakan!. Markas pun sudah hancur!"


"Semua sudah ditenggelamkan!"


"Apa yang harus kami lakukan lagi tuan agung?" Tanya Leopard patuh, seperti orang yang sudah kehilangan kendali atas dirinya


"Untuk sementara tugas mu di tempat ini sudah cukup!"


"Aku hanya mencegah apa yang seharusnya tidak terjadi nanti!"


"Jadi terpaksa aku lakukan hal tersebut, untuk kebaikan umat manusia beberapa tahun yang akan datang!" Jawab Dragon apa adanya


"Baik tuan agung!" Jawab Leopard nurut, diikuti juga oleh Tejamaya yang langsung merasa senang


Sebagai orang yang sudah paham akan hakekat kehidupan, dan bisa melihat apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Kecuali yang sudah menjadi ketentuan Tuhan. Maka Dragon harus bertindak cepat, untuk mencegah suatu kehancuran besar atas umat manusia di muka bumi ini terjadi


Bukan hanya itu saja yang menjadi perhatian Dragon. Masih ada tiga kekuatan besar, yang berasal dari wilayah timur, tengah dan selatan, termasuk dari wilayah Afrika dan Eropa yang harus menjadi perhatian Dion


Walau orang lain belum menyadarinya. Tapi Dragon sudah tahu akan hal itu. Maka usaha yang bisa dilakukannya adalah, mengurangi bahaya tersebut, walau belum seluruhnya dilakukan


Tejamaya dan Leopard sudah ditundukkan. Masalah keberadaan anak buahnya yang lain itu hal mudah, dan menjadi prioritas utama Birawa Group selanjutnya


Senjata pemusnah massal milik mereka pun sudah dihancurkan. Lebih dari 76 pesawat tempur dan ampibi juga sudah tidak ada lagi. Namun empat buah kapal besar pengangkut alat alat perang masih menjadi misteri. Apakah sudah ikut ditenggelamkan atau belum tidak diketahui sama sekali


Tapi peluru kendali Jarak jauh dan menengah juga menjadi korban, saat terjadi ledakan di markas bawah laut itu


Praktis seluruh aset berharga milik Leopard telah hancur, berikut batangan batangan emas, dan batu batu berharga lainnya.Tapi tidak ada yang tahu. Tentang keberadaan batu batu tersebut kecuali Dragon sendiri


Kini yang tersisa hanya istana sekaligus markas besar organisasi. Delapan buah kasino besar. Tujuh hotel bintang lima, Dua puluh dua hotel bintang empat dan tiga, Ratusan pertokoan serta puluhan mall, Baik besar maupun kecil. Supermarket serta bangunan lain, yang dikelola oleh Tejamaya juga anaknya itu


Untuk semua barang atau aset tersebut, tidak di usik oleh Dragon, karena dia mempunyai rencana jangka panjang atas aset aset tersebut, terutama tujuh hotel bintang lima, yang tersebar di beberapa negara bagian, serta beberapa bangunan toko dan mall milik mereka


Tapi buat saat ini, Dragon belum mau bertindak lebih. Baginya membuat penguasa organisasi tunduk dan menyerah padanya itu sudah lebih dari cukup


Urusan urusan lain yang berkaitan dengan organisasi mafia besutan Leopard itu, Akan dibicarakan dengan ayahnya nanti


Kini yang harus dilakukan oleh Dragon adalah, mengakhiri petualangannya di Nevada, atau tepatnya di markas besar organisasi milik Tejamaya itu


"Tugas ku sudah selesai di sini!. Sekarang waktunya untuk kembali."


"Tapi sebelum aku pergi, ada beberapa hal yang akan aku sampaikan pada kalian!"


"Pertama, aku akan memulihkan kondisi tubuh kalian, kecuali kekuatan kalian itu!"


"Bersiaplah!" Ucap Dragon cukup berwibawa. Kemudian merilis aura kekuatan penyembuhannya, dan dikirimkan pada Tejamaya, Leopard, serta Ranggas Pati secara bersamaan


Tak lama kemudian. Tubuh ketiganya kembali bugar. dan semangat hidup telah kembali lagi


Dalam rasa senang itu, kecuali Ranggas Pati. Dragon tegas berkata. "Kalian masih diperbolehkan mengelola organisasi juga usaha kalian itu! dan keuntungannya tetap menjadi milik kalian!"


"Tapi tindak tanduk anak buah mu, akan selalu kami awasi!"


"Robin serta Angkara akan kami adili!. Karena mereka telah banyak menyusahkan kami!"


"Sementara anak buah mu yang lain, ketua organisasi cabang mu itu. sebagiannya masih hidup, dan saat ini sedang menjadi tawanan kami!"


"Sedangkan ketua dari tujuh cabang organisasi mu yang masih tersisa, untuk sementara aku biarkan hidup!"


"Namun keberadaan mereka akan tetap kami awasi!"


"Menghabisi mereka bagi ku itu mudah!. Semudah membunuh lalat yang sudah kekenyangan!"


"Jadi katakan pada anak buah mu ditempat lain, agar jangan coba coba mengganggu Birawa Group, berikut orang orang nya!"


"Jika masih juga membandel, maka bersiaplah untuk hancur!"


"Suatu saat nanti, ada sesuatu yang ingin kami miliki dari usaha kalian itu, dengan cara ganti rugi."


"Tapi untuk saat ini, masih ku serahkan usaha tersebut pada kalian. Dan kami tidak akan mengganggu!" Ucap Dragon cukup panjang sekali, dan terkesan bijaksana


"Maaf tuan muda.m jika aku lancang!. Apakah tuan tahu keberadaan guru hamba, sekaligus ketua utama organisasi ini?" Tanya Tejamaya ingin sekali mendapatkan jawaban


"Maksud mu kakek tua yang bernama Tohpati itu ya?" Respon Dragon pura pura tidak tahu


"Benar sekali tuan muda!. Jadi tolong katakan dimana keberadaannya sekarang!" Jawab Tejamaya sudah mulai merasa senang dan ada harapan


"Kebetulan dia sudah pergi menemui Tuhannya!"

__ADS_1


"Secara tidak sengaja, nyawanya melayang saat bersentuhan dengan ku!"


"Jadi aku biarkan saja nyawanya pergi, karena memang sudah waktunya dia bertobat!" Jawab Dragon dengan ekspresi datar


"Ja ja jadi ketua kami sudah mati?" Ucap Leopard datang menimpali


"Begitulah kira kira!" Jawab Dragon enteng


"Apakah tuan yang membunuhnya?" Tanya Leopard pula, dan seperti linglung


"Bukankah sudah cukup jelas orang tua!"


"Dia mati karena kesalahannya sendiri!"


"Kitab Kalamurka yang dicurinya itu, telah menyebabkan dia mati."


"Atas kesalahannya tersebut, pangeran Brawijaya telah menghukum mati murid nya yang durhaka itu, dan mengirimkan untuk mendapatkan hukuman dari Tuhan."


"Jadi kalian tidak perlu lagi mencari tahu keberadaannya mulai dari sekarang!"


"Yang jelasnya dia itu sudah mati!" Jawab Dragon berterus terus


"Tapi tapi dia itu ketua kami. Orang yang tidak boleh disentuh oleh siapapun!" Sambung Leonard tidak mengerti keadaan


"Apakah kau meragukan penjelasan ku orang tua?, dan apakah kau tahu siapa itu pangeran Brawijaya itu ?"


"Dan lagi, apakah kau berniat ingin membalas dendam padanya?" Jawab Dragon sekaligus bertanya


"Kami tidak berani tuan muda!. Tapi kalau boleh kami tahu, apakah kitab Kalamurka yang ada padanya itu boleh kami miliki sebagai kenang kenangan?" Jawab Tejamaya mewakili anaknya tersebut


"Apakah kau ingin mempelajari isi kitab itu orang tua?"


"Ti ti tidak tuan muda!. Kami hanya ingin menyimpannya saja!" Jawab Tejamaya ketakutan


"Bukankah sudah aku katakan!. Apapun yang kalian sembunyikan itu bisa aku ketahui, termasuk apa yang ada dalam hatimu itu orang tua!"


"Jadi jangan coba coba untuk membohongi ku!"


"Kau ingin memberikan kitab tersebut pada cucu mu itu kan!"


"Bukankah kau juga sudah tahu, bahwa ilmunya tidak akan bisa berkembang sampai kapan pun?"


"Kalau kau tetap memaksa agar ilmu metafisikanya bertambah, maka bersiaplah untuk kehilangan cucu mu itu buat selamanya!" Jawab Dragon apa adanya


"Baik tuan muda!. Kami tidak akan berani meminta lagi!" Ucap Tejamaya pasrah


"Tapi kalau boleh kami tahu, dimanakah buku tersebut sekarang berada?" Tanya Tejamaya pula


"Belum waktunya kalian tahu tentang keberadaan buku itu!"


"Masih ada syarat syarat lain untuk bisa melihatnya!" Jawab Dragon cukup jelas sekali


"Baik tuan muda!" Respon Tejamaya sudah mengerti


"Sekarang sudah waktunya aku pergi, dan mengurus dua anak buah mu itu!" Ucap Dragon menjelaskan


"Tapi sebelum aku pergi. Aku ingin berpesan pada cucu mu itu!"


"Anak kecil!. Kita akan bertemu lagi saat usia mu sudah 18 tahun. Dan saat itu pula aku akan menghajar mu sampai kau meminta ampun!"


Wus!


Blam!


Tanpa menunggu Tejamaya maupun Ranggas Pati menjawab. Dragon dan sepuluh anak buahnya tiba tiba menghilang, dan pergi ke negara Thailand untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda di sana


"Siapa sebenarnya orang itu, kenapa sangat kuat dan sakti sekali?" Tanya Leopard setelah orang orang yang mengintimidasinya pergi


"Ayah juga tidak tahu!. Kekuatannya tidak bisa kita lawan!"


"Melihatnya, sama seperti melihat seorang penguasa, dan guru agung di perguruan tapak jingga dulu!"


"Ayah yakin dia ada hubungannya dengan pendiri perguruan tersebut!"


"Aura penguasanya sangat mengintimidasi sekali. sehingga membuat kekuatan kita tertekan, dan tidak bisa digunakan!" Jawab Tejamaya berterus terang


"Bukankah kita sudah tahu, bahwa mereka berasal dari perusahaan Birawa Group?"

__ADS_1


"Tentu saja mereka adalah orang orangnya!"


"Aku yakin, mereka bekerja pada orang yang bernama Dragon atau Dion itu!" Ucap Leopard asal asalan saja


"Tadi dia mengaku sebagai anak itu!"


"Tapi setahu kita waktu menonton Vidio pertarungannya, anak tersebut masih kecil!"


"Namun yang tadi kita lihat itu sudah dewasa, dan seperti seorang pangeran!" Jawab Tejamaya merasa bingung. Lalu memandang ke arah cucunya


"Aku tidak terima dikalahkan serta dihina seperti ini!"


"Siapapun dia adanya. Aku harus membalas dendam!" Ucap Ranggas Pati bernada kasar, memotong pembicaraan ayah serta kakek nya itu


"Jangan bertindak bodoh cucu ku!"


"Ditubuh kita ini ada bom, yang sewaktu waktu bisa meledak, dan melumatkan tubuh kita menjadi debu!" Bentak Tejamaya marah


"Aku tidak peduli!"


"Hiaaa!"


"Krak!"


"Argh!"


"Anak ku!. Apa yang kau lakukan?" Teriak Leonard sangat khawatir


"Terlambat.Tubuhnya telah menjadi cacat, akibat memaksakan diri mengerahkan kekuatannya!"


"Ada beberapa tulangnya yang patah, terutama kedua tangannya itu!"


"Butuh waktu lama untuk dia sembuh!" Ucap Tejamaya merasa kasihan


"Kurang ajar. Dasar manusia manusia sombong!"


"Aku a.."


"Argh!" Teriak Leopard kesakitan, saat tiba tiba tubuhnya kram dan hampir kaku


"Hentikan Leo!. Kau tidak akan bisa melawan kekuatan darah, yang sudah di kunci di tubuh kita ini!" Ucap Tejamaya mengingatkan


"Jika kau memaksa, maka nasib mu akan sama dengan Raga itu!" Ucapnya lagi


"Huh!. hampir saja!" Respon Leopard merasa lega


"Benar benar kekuatan yang sangat mengerikan!" Ujarnya lagi


"Apa yang harus kita lakukan pada Raga ayah?"


"Apakah kita harus mencari tabib atau orang pintar untuk mengobatinya?" Tanya Leopard ingin penjelas


"Itu harus!. Sekarang mari kita keluar, dan temui anak buah kita yang diluar itu!" Jawab Tejamaya cepat. Kemudian menyuruh anak buahnya untuk mengangkat tubuh Ranggas Pati untuk di obati


***


Sementara itu di arena pertarungan negara Thailand tersebut. Laga untuk mengadu kekuatan sudah terhenti, dan seluruh petarung sudah menyatakan tunduk pada Dragon


Ratusan bodyguard merangkap panitia penyelenggara, seluruhnya sudah dihabisi, dan jasad-jasad mereka sudah diamankan oleh anak buah Dragon


Seluruh penonton yang ada di ruangan itu pun sudah disuruh keluar, dengan terlebih dahulu menghilangkan ingatan mereka, terhadap apa yang mereka lihat di dua ruangan tersebut


Kini tinggal para petarung dan anak buah Dragon yang masih tersisa. Pada mereka dipesankan, agar tidak membocorkan rahasia tersebut. Jika ada yang berani melanggar, maka nyawa taruhannya


"sekarang kalian sudah boleh pergi, dan kembali ke negara kalian masing-masing!"


"Setelah urusanku selesai di negara ini, maka aku akan memanggil kalian satu persatu, untuk di resmikan menjadi pengikut ku!" Ucap Dragon dengan wibawa yang sangat luar biasa sekali


"Terima kasih tuan muda!" Jawab mereka serempak, kemudian meminta izin untuk meninggalkan tempat itu, dan berjalan terburu-buru untuk keluar dari ruang bawah tanah tersebut


"Semuanya dengarkan!. Urusan kita disini telah selesai!"


"Untuk itu, mari kita pergi menemui Ronin dan Angkara di markasnya!" Ucap Dragon tegas. Setelah ratusan bertarung itu keluar. Kemudian melakukan sesuatu pada beberapa kamera CCTV yang ada di ruangan tersebut


Bush!


Aura kesadaran Dragon mengalir memasuki belasan CCTV tersebut, dan dikirimkan pada orang-orang yang sedang menonton jalannya kejadian di arena pertarungan

__ADS_1


__ADS_2