
"Aku tau siapa dia bos!. dia orang yang mencoba melecehkan adikku, ketika berkunjung di bar, beberapa mingu yang lalu." Ucap Eric langsung menanggapi ucapan Nick tersebut
"Untung aku cepat sampai, kalau tidak, mungkin adikku akan dilecehkan oleh nya." Sambung Eric lagi
"Karena dia merasa terganggu, maka dia mengancam ku, tapi hanya dengan sekali pukul, dia sudah roboh, dan aku saat itu, ingin menghabisi nya, tapi keburu ayahnya datang, dan meminta ku agar tidak membunuh Eric. Dia berjanji akan mendidik anaknya nanti."
"Tapi tidak disangka, ternyata dia menaruh dendam padaku, dan akhirnya menyuruh si bodoh ini untuk membunuh ku." Ucap Eric panjang lebar, sambil melirik kearah nick dengan tatapan tajam
"Ternyata cuma karena itu, sampai mau menghabisi nyawa orang lain. Dasar idiot!" Respon Robin kesal, kemudian berkata lagi
"Lebih baik kita cari informasi tentang nya dulu, siapa tahu, dia orang yang berbahaya!" Sambungnya lagi, kemudian menghubungi Rams, untuk mencari data tentang Pram itu
Tidak membutuhkan waktu lama, informasi tentang Pram, sudah dikirimkan ke handphone Robin. Di dalam notifikasi itu mengatakan, bahwa Pram adalah seorang buronan internasional, karena terlibat kasus narkoba, dan pembunuhan tingkat tinggi di Italia
Pihak berwenang di sana ingin menangkapnya, tapi dia keburu kabur melalui Prancis, dan langsung terbang ke kota J
Karena dia sudah keluar dari Italia, maka pihak berwenang di sana tidak bisa lagi menangkapnya di negara ini, karena tidak ada perjanjian ekstradisi antara kedua negara. kalaupun ada, mungkin belum diperbaharui
"Ternyata begitu!, jadi tidak salah, kalau kita bertindak tegas terhadap nya, karena bagaimanapun, dia hama pengganggu, jika tetap dibiarkan hidup!" Ucap Robin sesaat setelah selesai membaca isi notifikasi di handphonenya
"Nick!. Kau tahu apa yang harus dilakukan?. Dia yang menabur angin, maka dia pula yang harus menuai badai. Kau paham maksud ku?" Tanya Robin mengintimidasi
"Paham bos!. Akan kami lakukan sebaik mungkin!" Jawab Nick sudah mulai merasa lega
"Lakukan dengan bersih, dan jangan tinggalkan jejak. Buat seolah olah itu merupakan kecelakaan!. Paham?"
"Baik bos!" Jawab Nick singkat
"Komandan Eric!. Kami sungguh menyesal, karena telah membuat perkara dengan anda. Mohon jangan diambil hati." Ucap Nick dengan suara rendah
"Jika kami tahu sebelumnya, tidak mungkin kami berani mencelakakan anda, karena bagaimanapun, anda adalah seorang komandan elit, dan orang orangnya tuan Birawa."
"Jika anda tidak memaafkan kami, niscaya keselamatan kami akan terancam. Jadi mohon beri keringanan kepada kami komandan Eric!" Ucap tulus Nick meminta maaf
"Sudahlah! semua sudah terjadi. Untung aku bukan orang lemah. Kalau aku tidak kuat, maka sudah dari tadi daging tubuh ku kau buat sate." Respon Eric menohok hati yang mendengarnya
Nick hanya tersenyum kecut, ketika mendengar pernyataan yang menohok tersebut, kemudian dia membungkuk ke arah Eric, pertanda meminta maaf, begitu juga dengan keempat anak buahnya itu
***
"Kenapa belum juga ada kabar dari Nicholas itu. Aku sudah tidak sabar ingin menendang kepala Eric yang kurang ajar tersebut!" Gerutu Pram kesal
"Sabar bos, tunggu sebentar lagi!. Mungkin saat ini, dia sedang bermain main dengan si Eric jahanam itu!" Ucap salah seorang anak buahnya, mencoba memberi pengertian kepada Pram
"Iya, kau benar!. Aku yakin, saat ini, si bedebah tersebut, tengah menjadi bulan bulanan Nick yang kuat itu, karena reputasinya selama ini tidak terkalahkan, dan dia juga dijuluki pembunuh berdarah dingin, dan julukannya yang lain adalah manusia tubuh besi."
"Wah sangat menyeramkan ternyata orang itu!. Untung kita tidak membuat masalah dengan nya "
"Tapi bagaimana kalau dia tidak berhasil menghabisi si Erik itu bos?" Tanya salah seorang anak buahnya yang lain
"Jangankan hanya seorang Eric, sepuluh orang macam Eric itu, tidak ada apa apanya bagi nick." Jawab Pram penuh percaya diri
"Luar biasa, aku sudah tidak sabar ingin mendengar laporannya!" Seru anak buahnya tak sabar
"Tapi bos!, sesuai waktu yang dijanjikan, dua jam sudah terlewati, tapi kenapa belum ada juga informasi dari nya?" Tanya salah seorang anak buahnya yang lain lagi
__ADS_1
"Benar juga katamu, dia hanya meminta waktu dua jam, untuk menghabisi si Eric itu, tapi ini sudah lebih dua jam. Apakah dia gagal?" Guman Pram pada diri sendiri
Begitu selesai mengucapkan kata kata itu, tiba tiba handphone Pram berdering, lalu buru buru layarnya dibuka, dan disitu tertera nama Nick yang sedang memanggil
"Pucuk dicinta ulam pun tiba. Baru saja ingin meneleponnya, malah sudah ditelepon duluan. Bagus!"
"Halo bos!. Bagaimana perkembangannya?. Aku yakin!, kau sudah berhasil membunuh si Eric jahanam itu!" Ucapnya senang
"Kau jangan kuatir!. Kepala Eric yang kau minta itu, sudah aku bawa, tapi aku mengalami kendala, karena mobil yang aku gunakan, ternyata mogok di tengah jalan. Jadi tolong jemput aku di jalan..."
Ucapan nick terhenti, karena dia tidak memahami nama jalan di Kota B ini
"Di jalan apa bos, cepat kasi tahu!" Desak Pram tidak sabar
"Ada bangunan kosong lima lantai, tak jauh dari bangunan itu ada stasiun radio yang sudah berkarat. Di tempat itulah mobil ku mogok." Jawab Nick mengarang cerita
"Sampai sejauh itu kau pergi!. Ada apa?" Tanya Pram penasaran
"Kau jemput lah aku dulu!, nanti akan aku ceritakan masalah nya."
"Baik!. kau tunggu lah di situ! dan jangan kemana mana!"
"Jangan lupa, bawa separuh pembayaran itu, karena malam ini juga, aku harus kembali ke kota J. dan akan mengantarkan mu ketempat aman"
"???"
***
Bangunan kosong, pinggiran kota B, yang sudah tidak berpenghuni
Pram dan keempat anak buahnya itu, bergegas pergi ke lokasi yang dimaksud, dengan menggunakan mobil kesayangannya itu
Tiga puluh lima menit kemudian, Pram dan keempat anak buahnya, sudah sampai di tempat yang ditunjuk
Dari kejauhan, terlihat sebuah mobil sedang berhenti di pinggir jalan, sedangkan penumpangnya tidak terlihat, mungkin mereka sudah tertidur di dalamnya
Dengan memanfaatkan sorot lampu mobil nya, Pram bisa melihat, ada beberapa orang di dalam mobil tersebut
Tanpa curiga sedikitpun, Pram dan keempat anak buahnya turun, dan mendekati mobil yang ditumpangi oleh Nick itu, tetapi lampu mobilnya tetap dinyalakan sebagai penerangan
Benar seperti perkiraan mereka, bahwa Nick dan keempat orangnya itu, sedang tertidur di dalam mobil, sepertinya mereka benar benar kelelahan
Di wajah dan tangan kelima orang itu, terdapat bercak darah, dan goresan goresan kecil di tangan, mungkin mereka mendapatkan perlawanan sengit dari Eric tersebut
Tangan Pram dengan gesit mengetuk pintu mobil itu, mencoba untuk membangunkan mereka
Karena pintu mobilnya di ketuk dari luar, tentu saja orang di dalamnya menjadi terbangun
Pram tidak tahu, bahwa jendela mobil di sebelah kiri, kedua duanya terbuka, agar udara bisa masuk ke dalamnya
"Kenapa kau lama sekali?" Tanya nick pura pura marah
"Sebenarnya aku bisa lebih cepat sampai di sini, tapi tadi aku ada sedikit keperluan, makanya aku lambat datang."
"Tapi yang penting, sekarang aku sudah ada di sini. Ayo tunjukkan!, mana kepala si Erik keparat itu?" Desak Pram tidak sabar
__ADS_1
"Kepala ku ada di sini Pram!" Ucap seseorang dari balik pohon, yang sengaja di tanam di pinggir jalan itu
"Kau!" Ucapnya terkejut
"Ya, Ini aku!. Kaget?" Jawab Eric dingin
"Katanya kau menginginkan kepalaku?. jadi aku sendiri yang mengantarkan nya padamu. karena orang suruhan mu itu, tidak mampu mengambil nya." Sambung Eric sambil menyeringai
"Bagaimana bisa?" Tanya Pram penasaran, kemudian memandang ke arah Nick, yang saat ini sudah keluar dari dalam mobil
"Ternyata aku tidak mampu mengambil kepalanya itu, jadi aku bawa orangnya langsung, agar kau bisa mengambilnya sendiri." Kata Nick sambil tersenyum licik
"Kurang ajar!. Ternyata kau menjebakku! Apa maksudnya ini?" Bentak Pram marah
"Maksudnya adalah, malam ini juga, kau harus mati!" Jawab Nick sambil menyeringai menyeramkan
"Jangan macam macam!. Jika ayahku tahu, maka kau bisa celaka!" Ancam Pram mencoba mengintimidasi Erik
Buk! buk !
"Uuuuggghhh!"
Dua kali perut Pram di hajar dengan bogem mentah oleh Eric
"Beraninya kau!" Bentak anak buah Pram marah
Buk!
"Uuugggghhh!." Tubuh orang itu terpelanting jauh, sampai mendekati mobil Pram, akibat terkena tendangan lurus, dari kaki kanan Eric yang cukup kuat itu
"Kurang ajar!" Maki tiga orang pengawal Pram yang masih tersisa, tapi tiba tiba dari arah belakang mereka, tiga tendangan kuat membuat tubuh pengawal itu roboh, dan tidak sadarkan diri
"Jleb! jleb! jleb!
Tiga sekali bunyi tusukan senjata tajam ke dada mereka masing masing, hingga membuat nyawa mereka melayang saat itu juga
Pram yang melihat kejadian itu menjerit histeris, ingin rasanya dia berteriak, dan menghajar ketiga orang itu. Tapi apalah daya, sekarang tubuhnya sedang terduduk di tanah, akibat terkena bogem mentah dari Eric yang cukup kuat itu
Sedangkan satu anak buahnya yang masih tersisa, saat ini, juga tengah menjadi bulan bulanan anak buah Nick, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dengan wajah ketakutan
Sekarang tinggallah Pram seorang diri, tidak ada yang mengawal atau membelanya lagi
Nick yang sangat dendam pada Pram, berjalan perlahan mendekati tubuh Pram, yang sedang bersimpuh di tanah, kemudian menendang dadanya kuat kuat, hingga membuat tubuh Pram terdorong cukup jauh, dengan posisi terlentang menghadap langit
Tidak cukup sampai disitu saja, Nick melentingkan tubuhnya ke udara, dengan posisi kaki kanan lurus mengarah ke dada Pram, dan..
Deesss!
"Phuuufff!"
Darah segar langsung menyembur dari mulut Pram dengan derasnya. Dadanya melesak kedalam, mulutnya terbuka, dan matanya melotot, seolah tidak percaya, bahwa kematiannya sangat tragis seperti itu
Tumit sepatu kulit Nick, yang digunakan untuk menghabisi Pram tadi, sedikit melesak ke dalam dada Pram, sehingga membuat tulang selangka nya menyembul keluar
Sungguh kematian yang sangat tragis. Mencabut nyawa bagai memakan kerupuk saja
__ADS_1