Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
54. Ingin sedikit bermain main


__ADS_3

Hal itu di lakukan agar mereka tidak kehilangan kesempatan untuk menjebak mata mata itu


Tapi satu hal yang mereka lupa adalah, pengintai itu terus menerus memperhatikan segala aktivitas yang terjadi di lokasi tersebut, melalui teropong jarak jauhnya, walaupun samar


Puncaknya adalah, ketika Tiger menerima penawaran dari Dion, untuk melepaskan tanahnya dengan harga setengah lebih tinggi dari harga pasaran


Saat itulah mata mata tersebut melaporkannya kepada Govan tentang apa yang terjadi. Tentu saja Govan sangat marah


Dia segera memerintahkan kepada 250 anak buahnya, yang terdiri dari 150 anak buah Brandy, dan sisanya adalah pembunuh bayaran dari gangster kalajengking merah, untuk pergi ke lahan yang selama ini di incarnya


Begitu mendapat perintah dari Govan, mereka bergegas pergi ke lokasi yang dimaksud. Dengan menaiki puluhan mobil van, motor crf, dan beberapa bus besar untuk membawa mereka ke sana


Mereka dipersenjatai dengan berbagai macam senjata tajam, seperti pedang panjang, katana, pisau, dan beberapa pucuk senjata api laras pendek berbentuk revolver. Tentu saja hal itu hanya dipegang oleh Govan dan 5 anak buahnya yang lain


Di rombongan itu, ada juga yang membawa besi sepanjang 1 meter, untuk memukul atau menangkis serangan lawan, tak lupa pula membawa kayu pemukul bisbol


Luma menit setelah transaksi pembelian lahan selesai, Dion mendapat informasi dari anak buah Burgon, bahwa ada puluhan mobil van, belasan motor crf, dan tujuh buah bus, sedang menuju ke arah mereka dengan kecepatan tinggi


Begitu mendapatkan informasi tersebut, Dion memberikan instruksi kepada Iron dan orang orangnya, untuk mempersiapkan diri menyambut rombongan yang baru datang tersebut


Berdasarkan informasi yang diberikan oleh anak buah Burgon, orang yang sedang menuju ke arah mereka, adalah para gangster yang dikomandoi oleh Govan


Jarak mereka tidak begitu jauh lagi, dan kemungkinan dalam 3 menit akan sampai di lokasi tersebut


Dion bukannya takut, tapi malah senang, terbukti dengan senyumannya yang terukir di bibir, tak lama sesudah itu dia berkata dengan antusias


"Kebetulan sekali mereka sendiri yang datang ke sini, jadi kita tak perlu bersusah payah lagi untuk mendatangi mereka." Ujarnya tenang. Kemudian melanjutkan instruksinya


"Iron!. Persiapkan orang orang mu, untuk menyambut mereka, tempat kan mereka di lokasi yang strategis."


"Ungsikan dulu si Brandy ini, aku ingin melihat, apa yang akan dilakukan oleh Govan brengsek itu, bersama dengan orang orangnya di sini."


"Hans! lindungi tuan tiger dan anak anaknya, dan untuk Burgon, Leon dan Robin, perkuat pertahanan orang orangnya Iron, dan jangan menampakan diri dulu, karena aku ingin sedikit bermain main dengan psikopat itu." Ujar Dion memberi instruksi pertahanan untuk menjebak Govan


"Untuk mu Shio Lung dan Rams, bergabung dengan Hans untuk melindungi tuan Tiger disana." Ucap Dion menambahkan instruksi pertahanan penting pada mereka

__ADS_1


"Iron! tinggalkan 10 orang mu disini, dan yang lain menyebar membentuk kurungan, agar mereka terjebak di tengah tengah areal ini nanti." Bunyi instruksi Dion penuh perhitungan


Setelah masing masing mendapatkan intruksi dari tuan mudanya, mereka segera menyebar, dan membentuk formasi seperti apa yang diperintahkan oleh Dion


Kini tinggallah Dion dengan beberapa orang pengawalnya. Tiger dan kedua anaknya, berikut Hans, Burgon, Robin dan Leon, mereka saja yang masih ada di areal terbuka itu


Tak lama kemudian, puluhan mobil van dan bus, serta belasan motor crf, memasuki areal bekas pabrik tersebut, dengan suara mesin yang meraung raung memekakkan telinga


Beberapa saat kemudian, ratusan orang keluar dari mobil van dan bus, dengan membawa persenjataan mereka, dan langsung mengambil posisi mengepung


Sementara yang mengendarai motor crf, masih tetap berada di atas motornya. di punggung mereka, tergantung sebuah senjata berbentuk katana, yang masih berada di sarungnya masing masing


Orang yang mengendarai motor crf tersebut, sepertinya adalah para ninja. Itu terbukti dengan pakaian yang mereka kenakan, mirip sekali seperti sekumpulan assassin dari negeri seberang


Dengan pongahnya mereka menggeber motor crf nya, tanpa mempedulikan suara bising yang memekakkan telinga semua orang di situ


Govan dan orang orangnya, perlahan mendatangi Dion, yang sedang berdiri diam, di depan bawahannya yang lain


Tapi ketika jaraknya tinggal 4 meter lagi dari Dion, Govan berhenti, dan mengalihkan pandangannya dari Dion


Matanya mencari cari keberadaan orang yang ingin sekali ditemuinya, yaitu Tiger. Setelah ketemu, Govan tersenyum, kemudian berjalan ke arah nya


Senyumnya mengembang, begitu dia melihat ke arah Tiger, tapi sesaat kemudian, keningnya berkerut, matanya melotot, dan mulutnya melongo, ketika bersitatap dengan seorang gadis cantik yang ada di belakang Tiger


Seakan tidak percaya dengan penglihatannya, Govan berusaha mengucek matanya sendiri, untuk membuktikan, bahwa apa yang dilihatnya itu memang benar benar nyata


Lalu secara refleks dia berkata." Sungguh cantik!" Ujarnya. Tapi karena urusannya ke sini bukanlah masalah wanita, maka Govan mengacuhkan saja perempuan cantik yang ada di depannya itu


Tapi dalam hatinya membatin, setelah membereskan Tiger dan orang orangnya, yang disangka adalah pengawalnya, maka dia akan membawa wanita tersebut untuk dijadikan simpanannya


Govan sangat yakin dengan kekuatan pasukannya, karena mereka telah dipersenjatai dengan senjata tajam, ditambah dengan hadirnya belasan assassin, yang sudah terkenal kuat dan lincah tersebut


Kemudian dengan pongah, angkuh dan sombongnya, dia semakin mendekati Tiger, ketika jaraknya hanya tinggal 3 meter, dia berhenti, lalu berkata


"Beraninya kau melangkahi ku, dan menganggapku tidak ada Tiger!. Bukankah kau tahu, bahwa selama ini, aku menginginkan tanah mu ini?, tapi kenapa kau malah melepaskannya pada orang lain?" Ujarnya sambil berkacak pinggang

__ADS_1


"Sudah aku katakan, bahwa aku tidak akan pernah melepaskan tanah ini pada badjingan sepertimu Govan!" Jawab Tiger tanpa kenal takut, lalu berkata lagi


"Lebih baik aku mati, dari pada harus tunduk pada kemauan serakah mu itu!" Sambung Tiger geram, dengan gigi saling bertaut, hingga samar samar terdengar suaranya


"Oho!. Jadi kau lebih memilih mati Tiger, daripada menyerahkan lahan ini padaku?" Tanya Govan sambil menyeringai


Tiger tidak menanggapi pertanyaan itu, dia malah tersenyum sinis ke arah Govan, menyayangkan, bahwa sebentar lagi Govan dan orang orangnya akan mati


Tiger berani bersikap seperti itu, karena adanya Dion dan orang orangnya. Dia sangat yakin, tuan muda Dion akan mampu melindunginya dan anak anaknya


Walaupun jumlah pengawal Govan sedikit lebih banyak dari pengawal Dion, tapi Tiger yakin, bahwa kekuatan orang orangnya Dion, jauh lebih unggul dari lawannya


Sebaliknya, Govan yang tidak mendapatkan jawaban memuaskan dari Tiger menjadi geram, dengan kemarahan yang meluap luap, serta merta dia mengeluarkan sepucuk senjata dari balik bajunya, dan mengarahkannya pada Tiger


Hans si tangan kilat, yang berada di samping Tiger tidak merespon acungan senjata tersebut, dia malah tersenyum sinis kearah Govan dan berkata


"Apakah senjata mu itu, lebih cepat dari pisau di tanganku ini?" Tanya Hans dingin


"Oho!. Ternyata kau membawa tukang pukul Tiger, sehingga kau sangat yakin, bawa tukang pukul mu itu, akan mampu mengalahkan ku dengan pisau kecilnya?" Ucap Govan meremehkan Hans


Tiger yang mendengar ucapan Govan tersebut, menggelengkan kepala, kemudian dia berkata


"Sebelum terlambat, lebih baik kau pergi dari sini Govan, dan selamatkan nyawa kalian masing masing." Jawab Tiger malah memberi peringatan kepada Govan, dan tidak menjawab pertanyaannya tadi


Peringatan yang keluar dari mulut Tiger itu, tentu saja membuat Govan dan orang orangnya merasa geli.Govan tertawa terbahak bahak, begitu juga dengan anak buahnya yang lain


"Hahaha!. Sejak kapan kau jadi pelawak seperti itu Tiger? Bukankah selama ini, kau terkenal dengan sikap dingin mu itu!" Ujarnya menertawai sikap Tiger padanya


Dion yang melihat tingkah laku dari Govan tersebut, hanya diam saja, dia ingin melihat, seberapa besar kesombongan Govan dan orang orangnya


Dion hanya menyerahkan masalah kecil itu kepada anak buahnya, Hans. Dion yakin, Hans si tangan kilat, akan mampu mengatasi masalah kecil tersebut


Tapi nanti apabila situasi tidak bisa dikendalikan lagi, maka Dion akan turun tangan, beserta dengan bawahannya, juga orang orang penting lainnya


Govan dan orang orangnya, masih saja tetap tertawa, walaupun sudah tidak sekeras tadi, lalu sesaat kemudian Govan berkata

__ADS_1


"Ah sudahlah!. Aku tidak mau membuang waktuku habis di sini. Sekarang! serahkan surat surat tanah ini kepadaku, kalau tidak! kau dan orang orangmu yang ada disini akan mati secara mengenaskan!" Ucap Govan mengancam, dan membalikkan badannya ke arah Dion


Kemudian secara cepat, dia mengarahkan moncong senjatanya ke arah Dion, dan bersiap menarik pelatuknya, tapi tiba tiba Govan memekik kesakitan


__ADS_2