
"Nyonya besar!" Ucap Burgon terkejut
"Apa maksud mu dengan menyuruh anak ku untuk pergi berguru di luar?" Tanya Ivory kurang senang
Burgon tidak bisa menjawab pertanyaan dari nyonya besarnya itu, dia menyerahkan sepenuhnya jawaban itu pada Dion
"Maksudnya adalah, Burgon sudah menemukan orang yang cocok untuk membimbing Draco, agar kemampuannya bisa berkembang dengan baik, Begitu!" Jawab Dion sedikit berbohong
"Tadi aku ada mendengar, kau mengatakan kalau anak ku itu bisa berguru di sana, itu maksudnya apa?" Bantah Ivory marah atas pernyataan dari Burgon tadi
"i..i..itu, Nyonya besar hanya salah dengar saja." Jawab Burgon terbata bata, dan mencoba membalikkan fakta yang ada
"Cucu ku, kau dengar kakek dulu, Burgon ini telah menemukan tempat yang cocok untuk Draco menuntut ilmu." Ucap tuan Birawa tegas, yang tiba tiba saja muncul di ruang pribadi cucunya tersebut
"Kakek!" Ucap Dion dan Ivory terkejut bersamaan
"Tuan senior!" Sambung Burgon juga terkejut
"Ada perundingan sebesar ini, tapi kalian tidak mengundang ku untuk ikut memberi saran!" Protes tuan Birawa tidak senang
"Bukan seperti itu kek!. Rencananya setelah ini, Dion akan memanggil kalian, termasuk Draco untuk datang keruangan ini."
"Tapi belum selesai pembicaraan, kalian sudah datang duluan." Jawab Dion apa adanya dan merasa tidak enak hati
"Kakek sudah mendengarnya dari tadi, dan kakek sudah memahaminya." Respon tuan Birawa cukup bijaksana
Setelah berkata seperti itu, tuan Birawa mengalihkan perhatiannya pada Ivory, lalu berkata.
"Apa yang dikatakan oleh Burgon itu benar!"
"Setelah dia menemukan orang itu dan tempat perguruan nya. Maka dia melaporkannya pada suami mu, untuk minta pertimbangan, apakah Draco bisa dikirim ke sana atau tidak. Begitu!" Ucap tuan Birawa tenang
"Jadi kalian dari tadi sedang membicarakan rencana, untuk membawa anak ku keluar dari sini, dan harus hidup menderita di luar. begitu?" Respon Ivory marah
"Ivo!. Apa yang dikatakan kakek itu benar. Demi untuk kemajuan anak kita, maka Draco harus dikirim keluar, untuk berguru dengan orang yang tepat." Sambut Dion memberi pengertian pada istrinya itu
"Bukankan papa punya kuasa?. Boyong orang itu kemari, jika perlu dengan perguruan silatnya, dan buatkan tempat yang jauh lebih bagus dari tempat mereka!" Jawab Ivory tetap ngotot
"Memang papa punya kuasa, tapi kita tidak bisa memaksa orang untuk selamanya tunduk pada kita, apalagi orang tersebut bukan orang biasa!" Bantah Dion keras tidak mau kalah
"Pokoknya mama tidak setuju, kalau Draco keluar dari villa ini, hanya untuk mendapatkan guru di luaran sana. Titik!" Bantah Ivory marah dan langsung keluar dari ruangan itu sambil berurai air mata
"Bagaimana ini kek?. Ivory tidak mengijinkan kalau Draco keluar dari villa ini." Tanya Dion lemah
"Kau tenang saja cucu ku!. Seiring berjalannya waktu, kakek yakin, istri mu itu akan luluh juga hatinya nanti." Jawab tuan Birawa cukup bijaksana
__ADS_1
"Mudah mudahan apa yang kakek katakan itu benar, Pendirian Ivory akan berubah. Sebab jika tidak, bakat Draco akan terhambat." Respon Dion pasrah
Tak lama setelah mengatakan itu, Dion memusatkan perhatiannya pada keterangan Burgon tadi, dan berkata.
"Pergi temui guru itu, dan sampaikan salam ku padanya. Katakan aku ingin bertemu!" Ucap Dion memberi perintah tegas pada Burgon si mata dewa
"Baik tuan besar, akan saya laksanakan!" Jawab Burgon cepat, kemudian meminta ijin untuk meninggalkan ruang kerja milik tuan besarnya itu
Sepeninggal Burgon Dion beralih ke kakeknya. dan berkata. " Jika guru tersebut tidak mau memenuhi undangan ku. maka mau tidak mau Dion sendiri yang akan pergi ke sana." Ucapnya tidak semangat
"Mengingat nama besar kita, orang tersebut pasti akan datang memenuhi undangan mu, Kakek yakin itu!" Jawab tuan Birawa yakin sekali
"Mudah mudahan saja seperti itu." Reaksi Dion hambar
"Oh ya kek! Bagaimana perkembangan proyek kita yang di pulau S itu juga yang di kota teluk Berlian ya?" Ucap Dion tiba tiba
"Kalau untuk masalah itu, kau boleh tanyakan pada James, Erisha atau Shio Lung, karena mereka adalah penanggung jawabnya!" Jawab tuan Birawa enteng
"Karena kesibukan menangani berbagai permasalahan Birawa Group, kita jadi tidak fokus dalam satu masalah. Selesai satu timbul lagi masalah lain. Lama lama pikiran jadi pusing!"
"Kita tidak tahu lagi dimana saja perusahaan kita itu, dan apa saja bentuknya."
"Untung orang orang yang kita pekerjakan di perusahaan kita adalah orang orang yang bertalenta tinggi. Jika tidak, mungkin sudah lama Birawa Group bangkrut, karena tidak ditangani dengan benar."
"Untuk apa lagi kau memanggil mereka, bukankah rapat tahunan masih lama lagi?" Tanya tuan Birawa keheranan
"Mereka dipanggil bukan untuk menghadiri rapat tahunan, tapi untuk mengecek jumlah usaha kita saja."
"Termasuk mereka memegang usaha apa dan dimana" Jawab Dion mantap
"Apakah itu memang diperlukan cucu ku?" Respon tuan Birawa seperti kurang setuju
"Ya kek!. Dion perlu tahu semua bentuk usaha kita, yang tergabung dalam Bendera Birawa Group."
"Karena selama ini Dion hanya duduk di belakang meja, dan jarang turun ke lapangan, sangking banyaknya perusahaan kita yang tersebar di negara ini"
"Dion takut nanti lupa bahwa kita mempunyai perusahaan, tapi keuntungannya orang lain yang menikmatinya."
"Selain itu, Dion juga ingin mencegah, Jangan sampai terjadi penyimpangan dalam bentuk sekecil apapun dalam Birawa Group. Karena jika itu terjadi, maka Dion akan sangat marah sekali."
"Oleh karena itu, setelah permasalahan Draco selesai, mereka mereka yang saat ini bekerja pada kita, akan Dion panggil untuk berkumpul di kota ini."
"Selain itu, Dion juga berencana, akan menghentikan segala bentuk ekspansi kekuasaan kita dalam bisnis, karena Dion merasa, apa yang ada sudah cukup bagi Birawa Group juga bagi kita."
"Jadi, setelah proyek besar di pulau S dan di kota teluk Berlian selesai, Dion berencana akan fokus pada bentuk usaha yang sudah ada."
__ADS_1
"Untuk sementara, tidak akan ada lagi mendirikan perusahaan baru. cukup fokus pada perusahaan yang sudah ada, agar hasilnya lebih maksimal." Ucap Dion panjang lebar pada kakeknya itu
"Kalau itu sudah keputusan mu . maka kakek hanya bisa mendukung saja." Jawab tuan Birawa apa adanya
"Terima kasih kek atas pengertiannya." Respon Dion senang
***
Desa T, distrik K kota S, provinsi B, sekitar pukul 10 pagi, Burgon dan rombongannya yang berjumlah 12 orang, saat ini sedang berhadapan dengan sesepuh perguruan silat di tempat itu
Dihadapan mereka duduk juga 20 orang petinggi perguruan, termasuk lima jawara yang beberapa hari lalu dilatih oleh orang tersebut
Gentala, adalah nama orang itu, merupakan pemimpin perguruan tersebut, sekaligus guru utamanya, yang menyambut kedatangan Burgon dan rombongannya
"Ada maksud apakah tuan tuan datang kemari?" Tanya Gentala dengan sopan nya
"Kami utusan dari tuan besar Dion Mahesa Birawa dengan kakeknya Mahesa Birawa, pemilik perusahaan besar Birawa Group, datang karena ingin menyampaikan salam dari tuan besar kami." Jawab Burgon berterus terang
"Apa pesannya?" Tanya Gentala berpura pura tidak tahu
"Tuan besar ingin agar anda bisa datang kerumahnya. untuk membicarakan suatu bisnis besar dengan anda!" Jawab Burgon dengan sikap sopan nya
"Aku tahu apa yang akan dibicarakan oleh tuan mu itu dengan ku."
"Tapi tolong sampaikan padanya, bahwa aku tidak bisa memenuhi keinginannya itu saat ini, untuk menjadi guru pribadi anaknya di sana."
"Aku hanya akan mengajar pewaris terpilih, kalau dia datang sendiri ke sini."
'Selain itu, aku adalah ketua perguruan ini. yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan nyawa ribuan orang murid murid ku di sini."
"Jadi tolong sampaikan salam maaf ku padanya, karena tidak bisa memenuhi keinginan besarnya itu." Ucap Gentala dengan sikap merendah dan bersuara lembut
"Bagai mana tuan tahu kalau saya akan mengatakan itu pada anda?" Tanya Burgon keheranan
"Tuan muda Dragon, adalah pewaris leluhur satu satunya, yang selama ini sedang ditunggu oleh perguruan ini untuk berguru disini."
"Setelah umurnya genap 7 tahun, maka dia resmi menjadi pewaris perguruan ini, sekaligus pewaris pemegang ilmu tertinggi, yang selama ini tidak ada yang mampu mempelajarinya, selain keturunan langsung sesepuh perguruan ini." Jawab Gentala panjang lebar
"Maksud anda?" Tanya Burgon masih belum mengerti
"Jelasnya adalah, tuan muda Dragon itu, adalah orang yang masih ada pertalian darah langsung dengan pendiri perguruan ini. ratusan tahun yang lalu"
"Jadi hanya dia yang saat ini ,bisa mempelajari jurus tertinggi WT tersebut."
"Untuk jelasnya, sampaikan salam ku pada tuan besar kalian, katakan padanya, bahwa aku ingin bertemu dengannya di sini." Ujarnya tegas
__ADS_1