Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Misteri belum terpecahkan


__ADS_3

Namun usahanya di gagalkan oleh Dragon. yaitu hanya dengan melambaikan tangannya saja. golok yang dipegang oleh Haraga, terlepas dari genggamannya


Kemudian sekali lagi Dragon melambaikan tangannya ke arah tubuh Haraga, hingga membuat tubuhnya terpental ke belakang, dan menabrak anak buahnya sendiri


Akibat diperlakukan seperti itu, Haraga menjadi semakin marah, dan membuatnya gelap mata. Anak buahnya sendiri yang menjadi sasaran amukan nya


Belasan tubuh anak buahnya terpental ke mana mana, akibat di pukul, ditendang dan ditampar oleh Haraga, karena mereka tidak juga kunjung membantu sejak dari tadi


"Dasar tidak berguna!. Percuma mendapat gaji tinggi, tapi menghadapi anak kecil saja kalian tidak mampu!"


"Lebih baik ku habisi saja kalian!" Teriak Haraga kesal. Kemudian mengambil pedang yang tergeletak di tanah, lalu di ayunkan ke arah tubuh anak buah nya sendiri


Tapi usahanya kembali gagal, karena tiba tiba tubuh anak buahnya yang ingin diserang, bisa bergerak, dan langsung menahan serangan pedang dari ketuanya, dengan menggunakan pedang juga


Kebetulan orang yang ingin dicelakainya itu, adalah komandan kelompok tersebut, hingga dia bisa mengimbangi gerakan dari bosnya dengan menggunakan pedangnya sendiri


Tapi adegan itu tidak berlangsung lama, karena para pengawal Dragon segera turun tangan, dan melerai pertarungan mereka, atas perintah dari tuannya


"Hentikan pertarungan mereka! Aku ingin menangkap Haraga hidup hidup!" Ucap Dragon memberi perintah


"Baik!" Jawab beberapa anak buah Dragon patuh. Kemudian berlari ke arah pertarungan itu, lalu memukul keduanya hingga jatuh


"Tangkap mereka berdua, juga seluruh orang orangnya, dan bawa ke balai desa!" Ucap Dragon memberi perintah


"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab seluruh anak buahnya serempak. Kemudian mengerjakan seperti yang diperintahkan oleh Dragon


Penduduk desa yang bertugas sebagai Jagabaya, juga ikut membantu, terutama para pemudanya


Kepala desa Mamuju, yaitu Benoa, juga turun tangan. Dia rela membantu karena senang, sebab kelompok yang selama ini selalu meneror warga desa, bisa ditangkap untuk diadili


Itu semua berkat pertolongan dari tuan muda Draco, yang dengan senang hati datang membantu


Apalagi setelah dia tahu, bahwa ayah dari Draco, akan datang ke desa itu, untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut


***


Keesokan harinya. Sepuluh helikopter super puma, yang masing masing berisi 25 orang, telah mendarat dengan selamat di alun alun desa Mamuju, yang difungsikan sebagai lapangan sepak bola oleh masyarakatnya


Kedatangan mereka, karena di minta oleh Dragon untuk datang, termasuk ayahnya sendiri


Pada awalnya Dion tidak tahu, bahwa Dragon sedang berada di Indonesia bagian timur, dan itu membuat Dion, Ivory serta tuan Birawa menjadi khawatir serta terkejut


Yang lebih mengejutkan lagi adalah saat diberitahu, bahwa dia sedang menjalankan tugas, membasmi kelompok yang selalu mengganggu masyarakat desa Mamuju dan sekitarnya


Bukan hanya itu saja yang dikabarkan oleh Dragon. Dia juga mengatakan, bahwa penyebab kejadian tersebut dikarenakan adanya penemuan sebongkah batu berlian, yang sebenarnya itu masih berbentuk intan di desa itu


Batu berlian itu, ditemukan oleh salah seorang penduduk desa, dan berita tersebut segera menyebar ke mana mana, sehingga mengundang kelompok atau orang lain untuk datang. dan ingin membuktikan kebenarannya, termasuklah kelompok yang sedang mereka tangani saat ini


Mendapatkan kabar tersebut, tuan Birawa serta Ivory, meminta agar Dion dan orang-orangnya, termasuk yang ahli masalah batu dan pertambangan, untuk datang ke desa Mamuju tersebut, sekaligus untuk membantu Draco dan para pengawalnya di sana


Maka keesokan harinya. Sekitar pukul 8 pagi. Dion dan orang-orangnya, sudah berada di desa Mamuju, dan saat ini sedang berhadapan dengan Haraga, ketua kelompok yang selalu meresahkan masyarakat desa tersebut


Setelah dia disambut dengan antusias oleh penduduk desa, termasuk oleh para pengawal Dragon. Dion segera menghampiri Haraga untuk bertanya sesuatu. "Dari siapa kau tahu, bahwa ada penemuan batu berlian di desa ini?" Tanya Dion pada Haraga dengan ekspresi dingin


"Bukan urusanmu!. Urus saja urusanmu sendiri. Jangan malah bertanya padaku!" Jawab Haraga dengan ekspresi tidak senang


Plak!


Bug!


Akibat dari jawaban yang tidak sopan tersebut, Hans menjadi marah, dan spontan menampar wajah Haraga hingga membuatnya terjatuh, dan berguling-guling di lantai


"Sekali lagi kau berani bersikap tidak sopan kepada tuan besar! Maka mulutmu akan aku koyak, dan akan aku rontokan semua gigimu!" Ucap Hans penuh ancaman


Mendapat tamparan serta tendangan yang cukup kuat tersebut, membuat hati Haraga menjadi ciut

__ADS_1


Dia tidak berani lagi untuk bersikap jumawa di hadapan orang-orang yang tidak dikenalnya itu. Dan dia memutuskan untuk menjawab, apa saja yang akan ditanyakan oleh Dion nanti


"Apakah kau masih bersikeras, untuk tidak mau menjawab pertanyaan ku?" Tanya Dion sekali lagi, dengan aura yang lebih mengintimidasi


"Ba Ba baik!. Aku akan menjawab semua pertanyaanmu!" Jawab Haraga gugup serta takut


"Bagus!. Ternyata kau sayang dengan nyawamu juga!" Respon Dion senang


"Sekarang katakan apa yang kau tahu, dan siapa yang telah memberitahu masalah tersebut padamu?" Tanya Dion cukup tegas


"Orang itu adalah Mamboa, penduduk asli desa ini."


"Dari dialah kami mengetahui informasi tersebut!" Jawab Haraga berterus terang


"Apa hubungan antara kau dengan si Mamboa itu?" Tanya Dion ingin tahu


"Dia anak buah ku, tapi sekarang dia sedang tidak ada di sini!"


"Dimana?"


"Aku tidak tahu!" Jawab Haraga mencoba untuk berbohong


"Robin! lakukan tugas mu!" Ucap Dion tidak main main dan merasa tidak senang


"Siap tuan besar!" Jawab Robin tegas. Kemudian berjalan mendekati Haraga, sambil mencabut belati yang ada di pinggangnya itu. Kemudian mengarahkannya pada Haraga


"Apa yang akan kau lakukan?. Jangan berani macam macam pada ku!" Teriak Haraga ketakutan


"Ini bukan apa-apa!. Tapi kata orang, apa yang akan aku lakukan nanti, adalah sebuah teknik pemutus keturunan."


"Mungkin kau akan menyukainya!" Jawab Robin sekenanya saja


"Tidak! tidak! tidak!. Tolong jangan lakukan itu!. Aku akan menjawab apa yang ditanyakan oleh tuan mu tersebut!" Reaksi Haraga gugup dan semakin takut


Jleb!


"Argh!" Teriak Haraga kesakitan, karena pahanya di tusuk dengan menggunakan belati, yang dipegang oleh Robin


"Bhangsat!. Kenapa kau lukai paha ku?. Bukan kah aku sedang menjawab pertanyaan tuan mu tadi?" Ucap Haraga bertanya karena kesal


"Kau bukannya mau menjawab, tapi berusaha menyembunyikan rahasia besar, yang sengaja ingin kau sembunyikan dari tuan besar kami" Jawab Robin sangat mengena sekali


"Paman Robin!. Serahkan urusan itu pada!" Ucap Dragon kalem


"Baik tuan muda!" Jawab Robin cepat, dan mundur selangkah, karena ingin memberi ruang kepada tuan mudanya


Dion yang melihat itu hanya diam saja. Begitu juga dengan yang lain, termasuk Abhicandra, Benoa dan seluruh penduduk desa, yang kebetulan ada di balai desa tersebut. Walau mereka tidak seluruhnya bisa masuk ke dalam, tapi bisa melihat dari luar, karena balai desa itu hanya berdinding separoh saja


Dragon yang sudah mendapatkan tempat, dan persis berada di depan Haraga, segera merilis suatu ilmu yang belum pernah dilakukannya


Seketika dari jari telunjuknya, memancarkan siluet berwarna biru, dan mengarah tepat pada kening Haraga, hingga membuatnya terdiam seribu bahasa


Ternyata, Dragon sedang melakukan suatu teknik memindai pikiran Haraga, supaya terbuka apa yang disembunyikan olehnya


Dari pemindaian itu Dragon bisa mengetahui, bahwa orang yang bernama Mamboa tersebut, sekarang sedang berada di desa sebelah, yang berbatasan langsung dengan hutan, juga desa Mamuju


Yang paling mengejutkan Dragon adalah, ternyata di desa itu, ada kelompok lain yang dipimpin oleh seorang laki-laki tegap dan berkumis tebal


Bersama dengannya, ada sekitaran 400 orang, yang beberapa puluh diantaranya, terlihat sedang berjaga-jaga di luar bangunan, yang mereka gunakan sebagai markas sementara


Bukan hanya itu saja. Dari pemindaian itu, Dragon juga bisa mengetahui, bahwa di desa lainnya, ada sekelompok orang, yang juga dipimpin oleh seorang laki-laki yang berbadan tegap, tapi berkepala botak


Jumlah mereka sedikit lebih banyak, dengan jumlah orang yang ada di desa sebelah. Tapi kelihatannya mereka terdiri dari orang-orang lemah


Hanya ada sekitar 165 orang saja, yang terdeteksi mempunyai kekuatan yang cukup mumpuni. Di tangan mereka ada sepucuk senjata berjenis revolver, dan sekarang sedang di permainan oleh mereka

__ADS_1


Setelah mendapatkan informasi yang diinginkan, Dragon segera melepaskan pindaian nya dari kepala Haraga, kemudian mengalihkan perhatiannya pada Benoa, dan berkata.


"Apa nama dua desa yang ada di sebelah Utara dan selatan itu penatua?" Tanya Dragon ingin tahu


"Di sebelah selatan, yang berbatasan langsung dengan hutan larangan, dinamai desa Senja. Sedangkan yang di sebelah utara disebut desa Bukit Batu." Jawab Benoa apa adanya


"Ada apa kau tanyakan desa itu anak ku?" Tanya Dion penasaran


"Di kedua desa itu, ada dua kelompok besar, yang masing masing dipimpin oleh seorang ketua, dan sepertinya mereka itu adalah senior dari Haraga ini."


"Sepertinya mereka sedang mendapatkan tugas, untuk mencari informasi di sana."


"Tapi sebenarnya, fokus mereka yang terbesar adalah desa ini, karena di hutan desa inilah, ditemukan sebongkah batu berlian tersebut."


"Mereka berada di sana hanya sebagai pengalihan saja, karena di dua desa itu, mereka mempunyai markas nya sendiri."


"Sedangkan di desa ini tidak ada."


"Ayah boleh tanyakan pada orang tua ini. Apakah informasi yang Draco sampaikan ini benar." Ucap dan jawab Dragon cukup panjang sekali


"Cukup menarik!. Sepertinya ini tidak sesederhana yang kita pikirkan!."


"Pasti ada sesuatu, yang jauh lebih berharga dari hanya sebongkah batu berlian itu!"


"Lebih baik kita menyelidikinya, atau bertanya pada kepala desa ini tentang kebenaran berita tersebut!" Respon Dion mulai bersemangat


"Penatua desa!. Selain batu berlian tersebut, Apakah ada sesuatu yang lebih berharga, yang selama ini kau sembunyikan?" Tanya Dion dengan penekanan pemaksaan sambil menyebarkan aura intimidasi ke arah kepala desa tersebut


"Tu tu tuan besar!. Apa maksud pertanyaan anda tadi?"


"Kenapa anda menanyakan tentang itu?" Tanya kepala desa tersebut gugup, dan hatinya sudah mulai merasa takut


"Ayah!. Dari hasil pindaian aura kesadaran Draco, ternyata di hutan dekat dengan desa ini, tersimpan sesuatu yang sangat luar biasa!"


"Letaknya tidak begitu jauh, dari puncak bukit yang ada di tengah-tengah hutan tersebut!" Ucap Dragon cukup jelas


"Apakah di puncak bukit itu ada gua?" Tanya Dion ingin tahu pula


"Benar sekali ayah!. Di dalam gua itulah, benda yang sangat berharga itu sekarang sedang berada."


"Bukan hanya itu saja ayah!. Di seluruh perut bukit itu, juga mengandung batu batu mulia, yang jumlahnya sangat banyak sekali!"


"Mungkin dari tempat itulah, orang yang bernama Mamboa itu, mendapatkan sebongkah batu berlian tersebut!" Jawab Dragon sangat tepat


"Apakah benar begitu penatua?" Tanya Dion pada kepala desa Mamuju itu


"Informasi yang tuan dengar barusan, tidak seluruhnya benar."


"Yang mendapatkan sebongkah batu berlian itu bukanlah Mamboa, tapi Samatoa, seorang pencari kayu bakar, warga asli desa ini." Jawab Benoa berterus terang


"Di mana dia sekarang?. Bisakah aku menemuinya?" Tanya Dion penasaran


"Sayangnya dia sekarang sudah tidak berada di desa ini lagi!"


"Dia memutuskan untuk pindah ke kota saja, dengan hasil penemuannya tersebut!" Jawab Benoa berterus terang lagi


"Sayang sekali!" Reaksi Dion kecewa


"Bagaimana menurut pendapatmu anakku?. Apakah bukit yang ada guanya itu tergolong aman, dan mudah untuk didatangi?" Tanya Dion sangat bersemangat sekali


"Tidak begitu juga ayah!. Gua dan hutan tersebut, merupakan tempat tinggal binatang buas dan berbisa!"


"Jarang orang bisa memasuki hutan tersebut apalagi guanya!" Jawab Dragon sedikit kecewa


"Lalu bagaimana caranya, orang yang bernama Samatoa itu, bisa mendapatkan sebongkah batu berlian tersebut?" Tanya Dion penasaran

__ADS_1


__ADS_2