
"Salam tuan besar! Salam tuan muda!" Sapa seorang gadis berparas cantik nan elegan dari arah samping tiba tiba
"Ah kebetulan sekali kau datang Ivory!. Ini benar benar hari yang bagus buat keluargaku!. Kau harus mendengarnya!" Seru kakek Birawa senang
"Saya siap melaksanakan perintah tuan besar!" Sahut Ivory sudah mulai curiga
"Bagus! kau memang pantas menyandang seorang sekretaris utama perusahaan ku." Respon kakek Birawa memuji
"Kau duduklah di situ!" Perintah kakek Birawa pada ivory sambil menunjuk sebuah kursi besar di depannya
"Siap tuan besar!" Sambut ivory nurut
"Nah! begitu lebih bagus!." Responnya datar
"Kau dengarkan berita bagus ini baik baik!." Ucapnya menggantung
Dion yang mendengar itu mempunyai firasat yang kurang enak, pasti akan ada kemelut dalam hati Ivory, Maya, Tiger juga dirinya
Dengan harap harap cemas, Dion membatin, agar kakeknya tidak membahas masalah perjodohan itu dulu pada Ivory, karena dia tidak mau melihat Ivory sedih, menolak, memberontak, atau melakukan hal hal yang bisa membuat kakeknya marah
Tapi harapannya tidak terkabul, ketika dengan entengnya kakek Birawa berkata. "Aku sudah memilihkan calon istri untuk Dion!" Ujarnya mantap
Deg!
Detak jantung ivory tidak karuan, antara senang dan khawatir menjadi satu
Kalau apa yang ditebak nya itu benar, maka harapan yang selama ini tidak bersambut, akan putus begitu saja, hancur dan hilang ditiup angin
Tapi jika harapannya bersambut, karena mendapat restu dari tuan besar, maka kebahagian yang tak berujung akan menjadi nyata
"Kau lihat gadis yang ada di sebelah Tiger itu?, dialah calon cucu menantu ku!" Sambung kakek Birawa senang, sambil menunjuk kearah Maya
Dhuuuaaaarrr! Pyaaarrr!!!
Meledak dan hancur!, seperti itulah kondisi hati ivory saat ini
Bagai petir yang menyambar di siang bolong, tanpa angin tanpa hujan, tiba tiba petir menyambar dengan ganasnya
Tubuh Ivory bergetar bagai tersengat listrik, bibirnya terkatup rapat, kaki nya tidak mampu lagi menopang tubuh mungil dan bagus itu, walaupun sedang duduk, lalu tangannya menopang dagu agar tidak tertunduk, mungkin seperti inilah adanya Ivory yang terluka hatinya itu
"Ada apa dengan mu ivory?. Apakah kau tidak senang mendengar berita bagus ini?" Tanya kakek Birawa membuyarkan lamunannya
"Sa.. ss..saya senang tuan besar." Jawab Ivory gugup, sambil menunduk, terlihat jelas di sudut matanya yang indah itu, mengalir air mata bening, pertanda kesedihan yang tiada tara
Dion yang melihat visualisasi semacam itu, menjadi tidak sampai hati, antara ingin menenangkan atau membiarkan saja kondisi ivory, dia tidak bisa memutuskan
__ADS_1
Dion tahu bahwa Ivory terluka, Dion tahu bahwa wanitanya itu tidak bisa menerima perjodohan dirinya dengan Maya, dan Dion sangat tahu bagaimana kondisi hati ivory saat ini. Tapi apa daya, kehendak kakeknya lebih kuat dari kekuasaannya
"Ivory, seharusnya kau senang mendengar berita bagus dari ku, tapi kau malah diam begitu saja!. Ada apa dengan mu ivory?" Tanya kakek Birawa sangat menusuk jantung, dan tidak bisa membaca gerak tubuh sekretarisnya itu
"Saya tidak apa apa tuan besar, cuma kelelahan saja." Sahut Ivory mencoba menenangkan diri
Jawaban seperti itu bisa di baca oleh Maya dan Tiger, tapi mereka diam saja, karena tidak berani menegur orang penting seperti ivory itu
Jadinya mereka hanya duduk manis, dan siap menunggu titah berikutnya dari mulut tuan Birawa
Tapi bagi Maya, sebagai seorang wanita, dia tahu apa arti diamnya Ivory itu, jelas dia terluka dan tidak terima, ketika mendapat kabar, bahwa lelaki yang sangat dicintainya itu, akan menikah dengan orang lain, ini membuat hatinya menjadi bimbang
Ingin rasanya dia berteriak. "Aku menolak dijodohkan dengan lelaki yang sudah dicintai oleh wanita lain!. Aku tidak mau bahagia diatas penderitaan nya!. Kakek!, batalkan perjodohan ini!. kalau tidak, bakal ada yang terluka kek!" Batin Maya menjerit histeris
Sebaliknya di hati Ivory juga berkecamuk kata kata yang hampir sama." Tidak ku sangka, orang yang datang terakhir, akan mampu merebut singgasana hati lelaki yang aku cintai itu!"
"Andai aku bisa menghentikan waktu, maka aku akan memutarnya, agar wanita itu tidak bertemu dengan orang yang sangat kucintai!"
"Tapi nyatanya aku tidak mampu!. Apakah aku harus menerima kenyataan, bahwa tidak semua yang dicintai, akan menjadi jodoh kita."
"Apakah aku seperti menjaga sebuah intan, begitu sudah di poles menjadi berlian, diambil oleh orang lain begitu saja."
"Padahal aku yang telah menggali, memoles dan membentuknya, tapi kenapa setelah jadi, orang lain yang memilikinya!" Teriak hati ivory menyayat hati
"Aaaaaaaaaa! Dunia sungguh tidak adil, tidak adiiiill!" Pekiknya menyayat dalam hati
"Dion!. Apakah kedekatan kita selama ini kau anggap tidak ada?. Apakah gerak tubuh dan perhatianku tidak bisa kau baca?. Ha!"
"Deg!
Jantung Dion berdetak, seperti terhubung dengan suasana hati ivory yang sedang sedih itu. Ingin rasanya dia mengatakan." Ivo! ini tidak seperti yang kau lihat, aku bisa menjelaskannya!" Balas batin Dion juga menghiba
"Hey!. kenapa malah diam Diaman saja?. Ini hari bahagia buat Dion dan Maya. kenapa kalian sepertinya tidak senang!" Ucap kakek Birawa memecahkan suasana canggung di sekitar mereka
"Kakek!" Tegur Dion tiba tiba
"Ada apa cucu ku?. Apakah kau tidak bahagia?" Balas kakeknya enteng dan malah bertanya
"A..a..aku.." Jawab Dion terbata bata
"Ah sudah, kau diam saja!" Bentak tuan Birawa tidak mau tahu
"Tuan besar!." Ucap Ivory mencoba memecahkan suasana tidak enak itu
"Kebetulan ada yang ingin ivory sampaikan pada tuan besar dan tuan muda hari ini." Ucap Ivory berupaya bersikap tegar, dan secara tidak sengaja merubah kata saya dengan menyebut namanya saja
"Tentang apa itu?" Tanya tuan Birawa datar
__ADS_1
"Ini tentang kompetisi itu tuan, kebetulan saya melihat secara langsung adu otot itu, ada seorang lelaki yang cukup kuat, yang sampai saat ini belum juga terkalahkan." Jawabnya mengarang cerita
"Terus!. Apa hubungannya dengan suasana senang ku hari ini" Respon datar tuan Birawa cuek
"Apakah tuan besar dan tuan muda tidak ingin melihatnya secara langsung?" Jawab Ivory mengarang cerita, padahal bukan itu intinya dia datang
"Aku rasa belum perlu, karena ini sudah waktunya makan siang. Kebetulan kau datang, Ayo kita makan sama sama." Sanggah tuan Birawa biasa saja, malah terkesan mengacuhkan laporan ivory itu. Sungguh orang tua yang tidak tahu perasaan anak muda
"Ayo Tiger dan kau juga Ivory, Ayo kita rayakan, perjodohan Dion dengan maya. kita makan di top sky restoran sama sama." Titah tuan Birawa pada mereka semua
"Tuan birawa!. Apakah hatimu terbuat dari batu, tidakkah kau tahu dan rasakan, betapa sakit dan hancurnya hati sekretaris mu itu."
"Kenapa kau terus menerus mengucapkan kata yang menggambarkan kedekatan Dion dengan Maya, tanpa kau pedulikan perasaan orang lain."
"Berhentilah mengucapkan kata perjodohan itu!, Kau tanya pada Dion, apakah dia memang benar benar mencintai gadis pilihanmu itu?" Batin Tiger berkecamuk, pikirannya buntu, hatinya merasa tidak enak, tapi apa yang bisa dilakukannya dalam masalah ini? Pasrah!
***
Gedung olahraga daerah diwaktu yang sama
Tiga orang wanita berpakaian ala pendekar dinasti cina jaman dulu, terlihat sedang menghadapi lawannya masing masing
Kipas andalan mereka dipegang dengan erat. Gadis kipas ungu, Ling Chia, itulah namanya, sedang melancarkan serangan mematikan kearah leher lawan dengan kipasnya, tujuannya adalah untuk menotok jalan darah pemiliknya
Gerakannya sangat cepat, walau memakai pakaian panjang tapi ringkas itu, tidak menghalangi langkahnya untuk menyerang, mengelak, menghindar dan menangkis serangan lawan
Lawannya kali ini adalah seorang gadis berpakaian karateka, tapi di pinggangnya terikat ban berwarna coklat saja
Gerakannya juga sangat lincah dan menawan. Setiap serangan lawan datang, dengan mudah bisa dihalaunya, bahkan sesekali pukulannya masuk mengenai tubuh Ling Chia itu
Karena berkali kali tubuhnya terkena tendangan dan pukulan dari gadis kareteka tersebut, membuat emosinya yang semula tenang menjadi naik
Dalam satu gerakan cepat, dia berhasil memukul tubuh lawan dengan kuat, kemudian melumpuhkan lawannya dengan satu kali totokan andalannya itu, sehingga membuat tubuh gadis karateka tersebut tidak bisa bergerak lagi
Wasit yang menyaksikan kejadian itu, tidak berusaha untuk mencegah, karena hal tersebut tidak dilarang, sepanjang tidak membahayakan nyawa lawannya
Dengan tidak bisa bergeraknya tubuh lawan, otomatis Ling Chia memenangkan pertandingan itu, dan dia berhak maju ke babak berikutnya, atau langsung dinobatkan sebagai pengawal elit
Di bagian lain masih di gedung yang sama, rekan Ling Chia, juga sedang menghadapi seorang perempuan yang berpakaian biasa saja, tapi ringkas,namun ilmu bela dirinya cukup tinggi
Berkali kali tubuh Ling Hua, nama gadis itu, terkena pukulan dan tendangan dari gadis, sebut saja namanya Rista cukup telak, tapi Ling Hua belum mau menyerah juga
Dalam satu serangan yang tidak diduga duga oleh Rista, Ling Hua melancarkan tendangan kakinya dengan cara melentingkan tubuhnya ke udara. kaki kanannya melayang mengenai dagu lawannya, sehingga membuat gadis tersebut terangkat ke udara
Ketika tubuh gadis tersebut sedang terangkat di udara, Ling Hua memukul perut Rista dengan kuat, sehingga membuat tubuhnya terpental jauh, dan jatuh dilantai tidak bergerak lagi. kalah
Ling Hua dinyatakan menang dalam laga tersebut
__ADS_1
Sedangkan temannya yang lain, Ling Ma, itu namanya, yang sedang memwgang kipas hijau itu, telah berhasil merobohkan lawannya dengan sekali tendangan, dan empat kali pukulan, serta satu kali tusukan dengan kipas hijau tersebut, tapi tidak membuat tubuh laki laki ceking itu terluka, tapi dinyatakan kalah
Dengan kemenangan tiga gadis tersebut, pertandingan hari ini dinyatakan usai, dan akan dilanjutkan lagi pada keesokan hari nya