
Buk!
"Uuugghh1"
Sekali lagi wajah Braga terkena pukulan yang cukup kuat, yang dilancarkan oleh Brandy karena kesal
Gara gara dia, hampir saja Brandy melakukan kesalahan lagi. Jika Brandy tidak segera menyadari keadaan, maka bisa dipastikan, dia dan seluruh anak buahnya akan mati
"Tuan besar, tuan Senior dan para petinggi semua!. Saya serahkan sepupu jauh ku ini pada kalian."
"Keluarga besar kami memang sudah mendengar desas desus akan sepak terjang Braga di desa ini. orang luar yang bisa menjadi kepala desa."
"Mungkin satu satunya yang ada cuma dia ini, dan tadi saya ada mendengar, bahwa kemenangannya didapatkan secara curang."
"Oleh karena itu, dia bisa dihukum karena perbuatannya tersebut."
"Kalian anak buah Braga!. Cepat berlutut dan minta ampun pada tuan besar. jika tidak maka bersiaplah untuk mati!" Ucap Brandy tegas, mengancam anak buah kakak jauh nya itu dengan kata kata yang menakutkan
"Kalau begitu kami undur diri tuan besar dan tuan tuan semua!"
"Selamat bersenang senang!" Ucap Brandy cepat, karena sudah bisa bernafas lega, dan terhindar dari masalah, kemudian buru buru meninggalkan tempat itu dengan langkah cepat
"Cepat kalian geledah rumah ini!, siapa tahu dia menyembunyikan barang rampasan didalam nya!" Perintah Dion tegas, setelah Brandy anak buahnya tersebut pergi
"Jangan berani macam macam, kalau tidak mau celaka!" Teriak Braga mencoba menakuti orang orangnya Dion dengan kata kata sampahnya itu
Bumi yang mendengar ucapan tersebut menjadi sangat geram sekali, apalagi ketika melihat sikap kurang ajarnya Braga pada tuannya. Lalu berjalan mendekati Dion, dan berkata.
"Tuan besar!. Ijin kan saya..." Ucap Bumi ragu ragu dan tidak sampai selesai, karena langsung di potong oleh Dion
"Lakukan apa yang ingin kau lakukan Bumi!" Respon Dion cukup mengerti
"Terima kasih tuan besar!" Jawab Bumi senang, Kemudian berjalan secara perlahan, sambil menyeret pedangnya di tanah
"Mau apa kau?" Tanya Braga takut takut
"Mau menguliti tubuh mu, dan diberikan pada anjing jalanan!" Jawab Bumi cuek saja
"Jangan berani macam macam!. Aku ini orang pemerintahan!, Jika kau membunuh ku, maka kau akan berhadapan dengan hukum mereka!" Ancam Braga mencoba menakuti Bumi, yang masih tetap berjalan menuju ke arah nya dengan sikap dingin nya itu
"Kalau benar kau orang pemerintahan, tidak mungkin kau makan rakyat mu sendiri, dengan menjebak mereka dengan aturan aturan tidak masuk akal!" Jawab Bumi tegas dan sangat menohok sekali
"Aku tidak peduli!. Apa yang ku anggap benar dan bisa menguntungkan ku. maka itu ku anggap benar. tidak peduli apakah itu akan merugikan warga ku atau tidak!. Yang penting aku dapat untung besar!" Jawab Braga sangat konyol sekali
Plak!
"Ini tamparan untuk jawaban mu yang salah!"
Plak!
"Ini tamparan untuk ucapan mu yang tidak sopan pada tuan besar ku!"
Plak!
"Ini untuk omongan mu yang menyombongkan diri sebagai orang pemerintahan!"
Plak!
__ADS_1
"Ini untuk sikap kesewenangan mu pada warga desa!"
Plak!
"Ini tamparan untuk semua warga desa yang telah kau khianati!"
Plak!
"Dan ini tamparan untuk kekurang ajaran mu, menyalahgunakan wewenang mu sebagai kepala desa!"
Buk!
"Yang terakhir adalah tendangan hukuman, karena kau dianggap anjing busuk yang harus di usir, agar tidak mencemari lingkungan!"
"Selain itu, kau telah menjadi kepala desa, sekaligus rentiner lintah darat, yang membuat malu komunitas sesama kepala desa!" Ucap Bumi sangat marah sekali
Jangan ditanya lagi, bagai mana kondisi Braga. Seorang kepala desa, merangkap rentenir, mantan ketua gangster yang sangat ditakuti di kota S tempo dulu
Sekarang kondisinya telah babak belur, karena dihajar oleh Bumi, yang memang terkenal dengan sikap kejam dan tega nya tersebut
Hans, Leon , Burgon serta robin, yang juga terkenal kejam dalam jajaran pengawal Dion, tapi belum sebanding dengan kekejaman Bumi
Ketika menyiksa tubuh Braga, matanya tidak berkedip sedikitpun, dan tidak kenal takut
Anak buah Braga yang berjumlah 80 orang itu, saat ini tidak bisa berbuat apa apa, apalagi membantu tuannya tersebut
Kondisi mereka sekarang ini sedang terkepung, dan dipaksa untuk berlutut di tanah
Jika mereka berani menolak, maka hukumanya akan di siksa, serta di seret keluar, dan langsung dihabisi saat itu juga
Maka ketika Braga di tampar, di tendang, di pukul dan dipermalukan seperti itu, mereka hanya bisa melihat serta menyaksikan saja, tanpa mampu berbuat apa apa
"Dan yang terakhir sekali adalah...!"
Crash! Crash!
"Aaarrrkkkhh!" Teriak Braga keras, setelah kedua telinganya di potong oleh Bumi tanpa belas kasihan
"Iblis! Kau benar benar iblis!" Maki Braga marah, sambil memegang kedua belah telinganya, yang sekarang sudah hilang seluruhnya
"Itu hukuman yang pantas kau dapatkan Braga!" Jawab Bumi dengan entengnya
Entah mengapa seorang Braga, yang dulunya adalah seorang tukang pukul dan preman jalanan. saat ini tidak berkutik ketika berhadapan dengan anak buah Dion
Mungkin karena saat ini, keadaan tidak berpihak padanya, hingga membuatnya tidak bisa berkutik sama sekali
Apalagi di sekeiling nya, berdiri tiga sampai empat ratusan orang orang kuat, yang siap menerkam mangsanya
Ditambah lagi ada sekitar 200 orang warga desa, yang juga sedang menatapnya dengan pandangan jijik dan penuh dendam
Maka Braga harus merelakan wajah dan tubuhnya, menjadi bulan bulanan Bumi, yang terkenal di kelompok pengawal Dion dengan sikap kejam nya itu
"Apakah kau tidak terima Braga?" Tanya Bumi dengan aura mengintimidasi
"Lebih baik kau bunuk saja aku!, dari pada harus menanggung malu seperti ini!"Jawab Braga geram
"Tidak semudah itu kau akan mati Braga!. Kau harus merasakan dulu, bagaimana sakitnya tubuh tubuh orang yang pernah kau sakiti dulu!"
__ADS_1
"Hari ini aku mewakili mereka untuk membalaskan dendamnya, atas perlakuan mu pada mereka!" Jawab Bumi dingin, Kemudian diam tidak bergerak
Tapi matanya menatap sekumpulan warga desa, yang berdiri tidak jauh dari Braga itu
Kemudian pandangannya beralih pada Dion, seperti sedang meminta persetujuannya. Dion hanya mengangguk kecil, pertanda memberi restu pada Bumi, untuk melakukan apa yang sepantasnya di lakukan pada Braga
"Sekarang nyawa mu aku serahkan pada mereka, Kalau mereka memaafkan mu, maka kau selamat, tapi jika mereka tidak terima. Bersiap siaplah untuk mati!" Ucap Bumi dengan cueknya
"Tuan besar!" Teriak seorang komandan tiba tiba, dengan suara kuat.
Dibelakangnya berdiri belasan wanita muda, yang kondisi pakainnya sudah tidak beraturan lagi
Sepertinya mereka habis terkena pelecehan seksual dari orang orangnya Braga
"Itu Bunga anak ku!" Teriak seorang ibu histeris, kemudian meluruh ke arah anak nya itu, untuk memeluknya
"Kau tidak apa apa anak ku?" Tanya perempuan tersebut dengan perasaaan was was
"Tidak bu, mereka tidak mengapa apakan Bunga, hanya melecehkan, dengan memegang megang tubuh bunga saja."
"Tapi bagai mana dengan yang lain?" Tanya perempuan itu lagi
"Nasib mereka juga sama seperti bunga bu." Jawabnya berterus terang
"Tujuh diantara kami ini, malam tadi baru sampai di sini, dan besok rencananya kami akan di bawa ke suatu tempat, untuk dijadikan wanita penghibur."
"Menurut cerita yang bunga dengar, setelah setahun menjadi wanita penghibur, maka kami akan dibunuh, dan diambil organ tubuhnya untuk di jual." Jawab Bunga dengan suara lantang, berharap ada keadilan untuk mereka
Mendengar penuturan dari Bunga, Seluruh yang hadir menjadi sangat marah, termasuk juga tuan Birawa dan murid murid perguruan
Selama ini mereka selalu taat pada aturan, tidak mau berurusan dengan orang orang pemerintahan. Karena setiap bertransaksi, Braga dan orang orangnya, selalu menggunakan surat perjanjian, dan ditanda tangai di atas materai
Selain itu, mereka juga belum menemukan bukti, akan keterlibatan Braga dalam urusan kriminal, karena selalu dilakukan secara rapi dan terencana
Tapi hari ini mata mereka baru terbuka, dan merasa sangat naif sekali
Kejahatan di depan mata, meraka tidak mengetahuinya. Malu sungguh malu sekali
"Ternyata selain kepala desa dan rentenir, kau juga merupakan kelompok bromocorah, yang terlibat dalam urusan perdagangan manusia dan lain lain!"
"Untuk orang seperti mu!. sudah tidak ada lagi pasal yang meringankan. Kau wajib di bunuh!" Ucap Dion geram
"Tolong ampuni aku tuan besar!. Aku terpaksa melakukan ini, karena tergiur dengan pujuk rayu dari Bhadrika!'
"Selain itu, dia juga memaksaku dengan ancaman, Jika tidak mau, maka seluruh keluarga kami akan di habisi di kota S itu!"
"Jadi tolong lepaskan kami, agar kami bisa menyelamatkan nyawa mereka!" Ucap Braga berterus terang
"Siapa Badrika itu?" Tanya Dion ingin tahu
"Dia seorang ketua mafia perdagangan manusia dan organ tubuhnya, yang bersembunyi di balik seorang publik figur, yang di segani si negara ini!'
"Jika tuan ingin memberantasnya, maka tuan akan berhadapan dengan orang orang kuat yang berkuasa di sana!" Ujarnya lagi
"Kakek.! apakah cerita orang ini bisa dipercaya?"
"Mungkin kakek kenal dengan orang yang barusan disebutkannya itu." ucap Dion meminta masukan dari kakeknya
__ADS_1
"Sepertinya kakek pernah mendengar nama tersebut, tapi di mana dan kapan kakek sudah lupa!" Respon tuan Birawa apa adanya
"Katakan terus terang! dimana orang itu tinggal, dan apa pekerjaannya?" Tanya Dion tegas