
Pedang panjang yang menembus tubuh Miyazawa, dicabut oleh nya dengan paksa, dan ditusukkan pada perut Dragon dengan niat untuk membunuhnya
Tapi bukan Dragon namanya, jika dengan trik kecil seperti itu akan membuatnya terbunuh. Wahyu Taqwa yang dikuasainya, sudah menyatu dengan jiwa serta raganya. Kehendak raga adalah kehendaknya juga. Kehendak hati adalah kehendak raga seluruhnya
Insting bertahan dan menyerang, sudah sangat dikuasainya, menyatu dengan jiwa. dan raga lah yang akan melaksanakannya
Oleh karena itu, ketika Miyazawa ingin mencoba membunuh Dragon, dengan pedang yang ada di tubuhnya tersebut, Dragon sudah mengetahuinya sejak lama. Tapi dia berpura pura tidak tahu
Walhasil tubuh Miyazawa sendiri yang menjadi korban. Pedang yang dipegangnya itu meleleh dalam jepitan dua jari tangan Dragon, dan tangan Leon bergerak cepat, menebas leher Miyazawa hingga putus, dan nyawanya melayang saat itu juga
Akhirnya riwayat hidup Miyazawa, harus berakhir di tangan orang yang selama ini diincar nya. Mungkin jika ada orang lain yang tahu, bagaimana tragisnya Miyazawa mati, bisa jadi mereka akan lari terbirit birit, dan menjauh dari arena pertempuran
Kini sepanjang mata memandang, hanya ada tumpukan jasad-jasad tidak bernyawa. Ada yang putus lehernya, ada yang terbelah badannya, ada pula yang berlubang dadanya, bahkan ada yang tubuhnya sudah tidak utuh lagi
Semua jasad-jasad tersebut terdiri dari orang-orang nya Miyazawa, termasuk jasad nya sendiri. Tapi di pihak Dragon, tidak ada satupun yang terbunuh apalagi terluka, karena mereka dilindungi oleh perisai energi yang tidak akan bisa ditembus oleh senjata apapun, kecuali oleh suatu energi yang mempunyai kekuatan yang sama
"Periksa tempat ini dan ambil apapun yang berharga!"
"Temukan daftar orang orang yang bekerja pada Miyazawa ini. dan berikan harta rampasan pada keluarganya!" Ucap Dragon memberi perintah
Tanpa mau membuang waktu lagi, seluruh anak buah Dragon yang dibawa olehnya, melaksanakan perintah dari tuannya tersebut, kecuali Leon, yang kemanapun Dragon pergi, dia harus berada di samping tuannya berada
Satu setengah jam kemudian, seluruh kekayaan yang dimiliki oleh Miyazawa telah berpindah tangan, termasuk yang ada di rekening banknya
Informasi tersebut didapatkan, saat anak buah Dragon memeriksa komputer yang ada ruang operator milik kelompok tersebut, dan langsung menariknya tanpa ada indikasi perampokan
Setelah semua uang yang ada di tujuh rekening milik kelompok tersebut di ambil. Ruang operator tersebut berikut markas juga penghuninya di hancurkan dengan cara dibakar
Tapi nyala api serta asapnya tidak muncul di udara. Karena sebelum di musnahkan itu, Dragon dan Abhicandra, sudah melapisinya dengan formasi penyamaran, yang mampu mencegah bocoran asapnya keluar
Kalau pun ada, itu hanya dalam jumlah kecil, dan tidak akan dicurigai sebagai kebakaran besar. Jadi kejadian pembantaian, juga pembakaran markas serta jasad jasad tidak bernyawa itu, tidak akan diketahui oleh siapapun
Kini jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi, dan satu setengah jam lagi waktu subuh akan datang
Dragon yang telah berjanji pada ibunya, bahwa dia akan kembali sebelum subuh itu, akan ditepati nya saat itu juga
Maka setelah semuanya dirasa beres, Dragon memutuskan untuk kembali ke kota emas, dengan cara yang sama, seperti waktu keberangkatannya ke gunung Dagu tersebut
Dan tepat pukul 3, 45 pagi, Dragon dan orang orangnya sudah berada di depan villa, Kedatangannya sudah diketahui serta ditunggu oleh Dion, tuan Birawa, Ivory juga yang lain
Mereka sengaja tidak tidur semalaman. atau kalaupun tidur hanya sebentar saja, karena gelisah menunggu kepulangan anak semata wayangnya itu, apalagi Ivory tersebut
Maka begitu Dragon muncul, Ivory langsung meluruh ke arahnya, dan memeluknya erat erat, seperti takut akan kehilangan
Dion yang melihat itu hanya tersenyum saja, begitu juga dengan tuan Birawa. Hatinya merasa senang, karena Dragon kembali dengan selamat. dan tidak kurang suatu apapun
__ADS_1
Tak lama kemudian dia pun berkata."Kau memang hebat anak ku!"
"Seratus orang yang kau bawa, maka seratus juga yang kembali!"
"Sebelum subuh kau janjikan , maka sebelum subuh juga kau tepati!"
"Ayah benar benar bangga pada mu Draco!" Ucap Dion tulus
"Ini semua berkat doa dari kalian semua, terutama mama, ayah juga kakek." Jawab Dragon merendah. Kemudian berkata pada ibunya
"Sekarang Draco sudah kembali. Apa hadiah dari mama juga kakek buat ku?" Ucap Dragon sekaligus bertanya
"Ini hadiah ku!. Cup!" Jawab Ivory spontan. Dia mencium pipi Dragon sampai basah, hingga membuat dia gelagapan, dan itu membuat Dion dan tuan Birawa tertawa, karena tingkah Dragon yang lucu seperti itu
Setelah tawa mereka mereda, Dion memutuskan untuk bertanya pada Dragon. "Apa hasil yang kau dapatkan dalam penyerangan itu anak ku?" Tanya Dion ingin tahu
"Miyazawa berikut anak buahnya semuanya telah tewas yah!"
"Markas besarnya berhasil di musnahkan. Harta kekayaannya juga sudah di ambil, dan akan diberikan pada ahli warisnya, terutama pada keluarga bawahannya itu."
"Bukan hanya itu saja ayah!. Kami juga sudah mengetahui markas besar seluruh kelompok tersebut, melalui komputer yang mereka tinggalkan di ruang operator."
"Komputer komputer itu sudah seluruhnya kami ambil, sebelum ruangannya kami bakar."
"Mudah-mudahan dengan adanya komputer tersebut, kakek Deon juga yang lain, bisa memantau aktivitas kelompok lainnya dengan mudah."
Semua mata tertuju pada benda yang dimaksud, termasuk juga Dion, tuan Birawa dan Ivory
Setelah melihat dan menghitungnya secara acak, Dion memerintahkan agar barang barang tersebut dipindahkan ke suatu tempat, lalu berkata." Angkat semua barang barang ini, dan bawa ke ruang operator!"
"Kepada yang ikut serta dalam penyerangan, kami ucapkan selamat dan terima kasih, karena kalian telah melaksanakan tugas dengan baik!"
"Atas kontribusi kalian yang sangat bagus itu, Maka kalian di beri cuti selama tiga hari untuk istirahat mulai hari ini"
"Gunakan kesempatan itu untuk memulihkan tenaga, dan berkumpul kembali dengan keluarga kalian."
"Sekarang kalian boleh bubar dan kembali ke tempat masing masing!" Ucap Dion memberi perintah
"Terima kasih tuan besar!" Jawab mereka serempak. Kemudian meminta izin untuk meninggalkan tempat itu, dan kembali ke tempatnya masing masing
***
Keesokan harinya. Tepat pukul 10 pagi atau 12 siang waktu Jepang
Enam orang pengantar barang, yang biasa hilir mudik ke markas besarnya Jundan Miyazawa menjadi keheranan, karena mereka tidak bisa menemukan lokasi yang sedang mereka tuju
__ADS_1
Segencar dan seteliti apapun mereka mencari, tetap saja tidak bisa menemukan markas tersebut
Oleh karena itu mereka jadi kebingungan. "Benarkah tempat yang ingin kita tuju adalah tempat ini?"
"Tapi kenapa semuanya telah berubah menjadi hutan?"
"Padahal tempat ini biasanya berupa padang rumput, bebatuan, bukit dan dua buah gua bawah tanah?" Tanya seorang pemimpin kelompok kecil tersebut keheranan
"Mungkin kita salah arah bos!. Tempat ini kan biasanya ada di sebelah kiri, sebelum sampai di daerah itu!"
"Berarti kita sebenarnya belum sampai ke tempat tujuan!" Jawab salah seorang anak buahnya menerka saja
"Mungkin kau benar!. Kalau begitu kita terus maju dan temukan markas mereka!" Sambut Hayato semangat
Tak lama kemudian mereka kembali menaiki mobil pembawa barang barang pesanan, dan melaju ke arah selatan, menjauhi lokasi markas Miyazawa, yang sebenarnya sudah mereka temukan sejak tadi
Tapi karena lokasi bangunan itu tertutup dengan formasi penyamaran, maka tempat tersebut tidak terlihat oleh mereka
Dragon sengaja menutupi markas itu, karena dia tidak mau ada orang atau pihak berwenang setempat yang tahu, bahwa sebenarnya tempat tersebut sudah di hancurkan, dan orang orangnya pun sudah terbunuh semua
Formasi tersebut bisa bertahan selama satu setengah tahun dan akan hilang dengan sendirinya, bersamaan dengan hilangnya bekas bekas pertempuran, juga bekas bekas abu pembakaran mayat berikut bangunannya
Jadi tidak ada yang tahu, bahwa tempat tersebut sebenarnya sudah di hancurkan, dan di rubah menjadi hutan, dan di samarkan tempatnya. Hingga jika ada orang yang ingin mencari lokasi tersebut, mereka mengira bahwa mereka telah salah jalan
Maka ketika enam orang itu sudah berada di tempat tersebut, mereka mengira belum sampai ke tempat tujuan, lalu pergi dari tempat itu, dan malah menjauhi lokasi sebenarnya
Namun setelah mencari selama empat jam lebih, dan tidak ditemukan juga tempatnya, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali, dan akan dilanjutkan lagi besok
***
Sementara itu di tempat terpisah, atau tepatnya di markas ketua tiga kelompok mafia besutan Mr.T tersebut. Di tempat itu saat ini sedang terjadi kehebohan besar, karena mereka tidak bisa menghubungi Jundan Miyazawa atau anak buahnya
Bukan hanya itu saja. Mereka juga tidak bisa menemukan lokasi markas Jundan Miyazawa, bahkan jejak jejaknya pun sudah tidak ada lagi di komputer mereka
Berita tersebut segera di sampaikan pada seluruh ketua, terutama pada ketua satu, agar diteruskan pada big bos kelompok mafia itu, yaitu orang yang mempunyai inisial huruf T saja
Mendapat laporan tersebut, seluruh ketua yang ada menjadi kebingungan dan seakan tidak percaya, ada kejadian seperti itu dalam lingkup organisasi besar mereka
Rata rata dari mereka berpikir, bahwa tidak mungkin ada anggotanya yang menghilang begitu saja, apalagi jumlah anggotanya cukup banyak
Tapi itulah kenyataan yang terjadi. Bukan hanya lokasi mereka saja yang tidak bisa di deteksi, tapi orang orang nya juga hilang tanpa jejak
Menyadari akan hal itu, ketua satu segera menghubungi pemimpin tertingginya, dan menceritakan kejadian seperti yang dia dengar dari ketua tiga, lalu mengambil inisiatif untuk mencari kebenarannya
"Berangkat ke gunung Dagu, dan temukan keberadaan mereka!"
__ADS_1
"Bawa seribu petarung, dan 150 master metafisika ke sana!"
"Cari dan temukan Miyazawa juga anak buahnya itu, serta amankan apa saja yang berhubungan dengan organisasi kita!" Ucap Mr.T dengan perintah tegasnya