Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Penyergapan


__ADS_3

Hari itu juga. Berita pembangkangan Jarot dan anak buahnya, serta penyerangan pada para pengawal adik pemilik Birawa Group tersebut, didengar oleh Dion, dan itu membuatnya sangat marah sekali


Dengan perhitungan matang, Dion memerintahkan pada 200 dari 1200 anak buahnya yang ada di kota S bagian selatan, dibawah komando 4 orang komandan elit, untuk menyerang dan meratakan markas Jarot, manusia tidak tahu balas budi tersebut


Kelompok pengawal itu, dipimpin oleh empat orang komandan level elit. Salah satunya bertindak sebagai kepala komandan, yang membawahi tiga komandan yang ada


Hari itu sekitar pukul 10 malam, saat orang orang mau beranjak tidur, Evander, mantan petarung mma, sekaligus tentara terkuat di kesatuannya, walau sudah mengundurkan diri, terlihat sedang memberi instruksi pada anak buahnya yang lumayan banyak itu


Dalam instruksinya tersebut, dia lebih menekankan pada taktik sergap dan habisi, lalu menghilang tanpa jejak dan tidak menimbulkan keributan sekecil apapun saat terjadi penyerangan itu


"Dengarkan semua. Tengah malam nanti, kita bergerak ke bagian timur, untuk melaksanakan perintah tuan besar kita, meratakan markas Jarot dan orang orangnya!" Ucap Evander dengan suara tegas


"Dalam penyerangan nanti, kalian akan dibagi menjadi empat kelompok besar, dan akan dipecah lagi menjadi delapan kelompok kecil, pada masing masing kelompok yang sudah dipecah itu jika memungkinkan."


"Dua kelompok kecil dari kalian, akan menjadi pembuka jalan, dan menemukan lokasi yang pas untuk melakukan serangan senyap!"


"Dalam serangan itu, di usahakan tidak menimbulkan suara, gunakan gas pembius agar mereka tertidur, dan saat mereka tertidur itu, baru kalian habisi mereka semua!"


"Agar tidak terlalu mencolok pergerakan di tengah kota, maka aku atas persetujuan dari tuan besar, hanya akan mengirim 200 orang pengawal terpilih saja, untuk melaksanakan misi itu."


"Sedangkan sisanya akan tetap berada di markas ini, dan tetap menjaga objek vital milik Birawa Group."


"Selama satu tahun lebih ini, kita telah lengah dan terlena, dengan situasi aman pada tiap tiap perusahaan cabang Birawa Group, hingga orang seperti Jarot, memanfaatkan kelengahan kita, untuk berbuat sewenang wenang di perusahaan yang dikelolanya itu."


"Untuk mencegah hal tersebut terulang kembali, maka mulai saat ini. tuan besar melalui sekretaris utama perusahaan, memerintahkan pada kita untuk melakukan penjagaan 24 jam bergantian pada delapan perusahaan cabangnya di kota ini."


"Apakah ada pertanyaan?" Tanya Evander pada seluruh anak buahnya


"Tidak ada komandan!. malah kami semua sudah siap untuk diberangkatkan saat ini juga!" Jawab komandan bawahannya tegas


"Kalau begitu, dua kelompok besar pertama segera berangkat untuk membuka jalan. dibawah komando komandan Barga"


"Sepuluh menit kemudian, dua kelompok lain juga berangkat, untuk memperkuat pasukan, sekaligus untuk melemparkan gas pembius di markas mereka, dikomandoi oleh komandan Jarvis"


"Sepuluh menit setelah kelompok besar kedua berangkat, baru kelompok ketiga dan keempat, yang bertindak sebagai eksekutor berangkat ke sana."


"Kelompok terakhir akan aku pimpin langsung."


"Sedangkan komandan Laiz dan Lamont, tetap menjaga markas ini, juga memberi instruksi jika diperlukan!" Ucap Evander panjang lebar


"Karena semua instruksi sudah aku sampaikan, maka kelompok pertama boleh berangkat!" Perintahnya kemudian


***


Tiga setengah jam kemudian. 200 orang pengawal Birawa Group, telah seluruhnya berada di sekitar markas gangster Jarot, dan telah menjalankan misi pembersihan dengan sukses dan lancar


Taktik yang mereka gunakan, memang benar benar jitu dan tidak menimbulkan kegaduhan


Dari 650 orang anggota gangster yang masih tersisa, 525 orang telah tewas seluruhnya, Sedangkan yang 25 orang berhasil selamat, karena saat kejadian, mereka sedang tidak berada di tempat


Setelah berhasil menghabisi kelompok besutan Jarot itu, seluruh anak buah Evander, bergegas meninggalkan tempat kejadian dengan cara bergerak tidak serentak, dan berlainan arah, agar tidak menimbulkan kecurigaan serta mencolok


Cara yang mereka gunakan memang telah berhasil, tapi satu jam setelah kelompok pertama sampai, sempat terjadi ketegangan antara mereka


Hal itu terjadi karena salah seorang dari kelompok pimpinan Barga, tanpa sengaja telah menyenggol kaleng bekas yang memang ada di sekitar markas itu

__ADS_1


Kejadian tersebut tentu saja menimbulkan suara bising dan kecurigaan pada tim penjaga kelompok Jarot


"Siapa di sana?" Ucap seorang penjaga pada orang yang telah menabrak kaleng kaleng itu. Kemudian mengajak dua temannya untuk memeriksa keadaan,tapi...


Jleb! Jleb! Jleb!


Tanpa bersuara. tiga orang tim pembuka, telah berhasil menghabisi nyawa ketiga para penjaga markas itu, dan saat itu juga keadaan menjadi hening kembali


"Kenapa teman teman kita tidak kembali?. Jangan jangan mereka minum minum lagi tanpa mengajak kita!" Ucap seorang penjaga pada enam temannya yang lain


"Kalau kau penasaran, lebih baik periksa sana!. Apakah benar apa yang kau katakan itu?" Jawab kawannya ketus


"Kau saja yang periksa!. Aku sedang malas untuk bangun, karena cuaca malam ini sangat dingin." Jawab orang tersebut juga ketus


"Enak saja!. Dari tadi kami lihat, kau terus bermalasmalasan ketika sedang berjaga!" Sanggah temannya marah


"Jangan kau urusi keadaan ku!. Kalian saja yang ke sana dan periksa apa yang telah terjadi pada ketiga teman kita itu!" Sambutnya kesal, Kemudian merebahkan diri kembali di tempat tidur dalam pos penjagaan tersebut


"Ayo kita susul teman kita dan periksa keadaan, Kalau komandan tahu tentang ini maka kita akan dihabisi!" Ucap salah satu diantara mereka


Dengan langkah hati hati dan tidak percaya diri, enam orang penjaga segera melakukan tugasnya, memeriksa keadaan sekitar markas itu


Tapi secara tiba tiba, mereka disergap oleh belasan orang yang tidak dikenal, karena semuanya memakai penutup kepala dan wajah


Shut!


Dengan sekali kibas, enam buah belati melayang kearah leher leher enam orang itu, dan dalam sekejap telah membuat tubuh mereka ambruk, karena lehernya tertembus belati cukup dalam


Tanpa sempat berteriak atau menjerit, nyawa mereka langsung terlepas dari badan


"Masih ada satu yang tersisa di pos penjagaan tersebut. Cepat habisi dan jangan menimbulkan suara bising!" Perintah Barga pada anak buahnya


"Baik!" Jawab mereka serempak, Kemudian bergerak dengan langkah pelan dan mendekati pos itu.


Di dalam pos penjagaan tersebut, mereka mendapati seorang anak buah Jarot sedang tertidur pulas di atas dipan, dan langsung disergap


"Jangan berteriak kalau kau masih ingin hidup!. Ucap Seorang pengawal dengan suara cepat, sambil menempelkan belati di leher penjaga itu


"Siapa kalian?, dan kenapa membuat keributan di markas ini?" Tanya penjaga itu marah


Plak!


"Sudah aku bilang jangan berteriak!. Apa kau sudah bosan hidup?" Ancamnya dengan suara di tekan


"Apa yang kalian inginkan?" Respon pengawal itu ketakutan


"Dimana bos mu?" Tanya pengawal itu


"Dia sedang tidak di tempat!"


"Dimana?"


"Aku tidak tahu!"


Jleb!"

__ADS_1


"Argh!"


"Jangan berisik!. Itu baru telapak tangan. Kalau kau tetap membandel, maka jantung mu yang akan aku tusuk!"


"Katakan dengan jelas dimana si Jarot itu?. Apakah dia sedang berada dirumahnya?"


"Tidak! tidak!. Bos Jarot sedang berada di rumah bordil tak jauh dari sini, bersama dengan 25 orang teman teman kami yang lain!"


"Dimana lokasinya?"


"Jalan Kd, di sebuah hotel bintang dua dekat dengan penjualan spare part kendaraan roda dua dan empat."


"Ternyata di tempat busuk itu."


"Oh ya, karena kau telah berbaik hati dengan kami malam ini, maka aku akan memberikan mu hadiah kecil!" Ucapnya sambil menyeringai, dan..


Jleb! Jleb!


"Argh!"


Tak sempat berteriak atau meminta tolong, penjaga itu langsung mati, dengan pandangan matanya melotot kearah penusuk leher dan dadanya itu


Tak lama kemudian, setelah lokasi itu bersih dari para penjaga. Kelompok kedua pun datang, dan langsung bergerak mendekati markas tersebut, dan masuk ke dalamnya dengan langkah hati hati, serta melemparkan puluhan benda ke dalamnya


Tanpa menimbulkan keributan, seluruh penghuni gedung besar itu semakin tertidur dengan pulas. Setelah itu mereka pergi menjauh, dan tidak ikut campur tangan lagi dalam urusan menghabisi lawan.


Jam pada saat itu sudah menunjukkan pukul 1.30 dini hari. Kelompok ketiga dan keempat yang bertindak sebagai eksekutor, telah datang ke lokasi tersebut, dan langsung memasukinya, dengan menggunakan alat anti asap dan obat bius di mulutnya


Jleb! Jleb Jleb!


Bunyi benda di tusuk dengan senjata tajam jelas terdengar di dalam gedung yang disulap menjadi markas itu


Ratusan tubuh tidak berdaya, mati ditangan musuh, dan tidak tahu siapa pelakunya


Hanya membutuhkan waktu setengah jam ,seluruh anak buah Jarot telah dihabisi tanpa perlawanan sama sekali. Kini tempat itu telah menjadi tempat pembantaian tanpa kenal ampun


"Dimana Jarot, apakah dia ada didalam?"


"Tidak ada komandan, dia dan anak buahnya dikabarkan sedang berada di rumah bordil tak jauh dari sini." Jawab bawahannya cukup jelas


"Kelompok empat!. Kalian pergi ke tempat Jarot dan anak buahnya, dan habisi mereka tanpa sisa!" Perintah tegas Evander pada anak buahnya


"Baik!" Jawab 25 orang pengawal tersebut serempak, kemudian menaiki mobil mobil mereka dan langsung pergi kejalan Kd tempat rumah bordir itu berada


"Bagi yang yang masih ada, segera tinggalkan tempat ini, dan berpencar agar tidak menarik perhatian!"


"Sedangkan kelompok pertama!. Kalian harus tetap tinggal dan bertugas menyiramkan bensin bensin itu, ke seluruh areal gedung yang mudah terbakar, dan pasang pemantik api didalamnya."


"Sisakan beberapa kaleng minyak yang masih utuh, dan biarkan tutupnya terbuka."


"Sepuluh menit sesudah kita meninggalkan tempat ini, maka gedung akan terbakar dengan sendirinya."


"Cepat kerjakan dan bergerak sesuai instruksi!" Perintah Evander tegas


"Baik!" Jawab beberapa orang diantara mereka serempak

__ADS_1


__ADS_2