
"Untuk hari ini, tugas kita sudah selesai. Mari berkemas dan berkumpul di markas kita!" Ucap Duvan, yang ternyata adalah Leon. Sambil mengepalkan kedua telapak tangannya erat erat, ketika teringat, bagaimana perlakuan Hans padanya
"Awas kau Hans, karena telah berani menendang perut ku kuat kuat!" Ucapnya kesal
Sementara itu, Hans yang menyamar sebagai Ungaran, saat ini tengah mengikuti keempat orang yang tadi sempat bersitegang dengannya, dan masih tetap memakai kumis palsu agar tidak dikenali oleh mereka
"Bos!. Lihat!" Ucap seorang anak buahnya kaget, sambil menunjuk ke suatu arah
"Ternyata perkiraan ku pagi tadi benar. Mereka adalah orang orang nya pak tua itu!" Reaksi Hans juga kaget. Lalu menghubungi Iron, untuk melaporkan temuannya
"Ketua!. Lokasi mereka sudah ditemukan. Apakah langsung disergap atau dibiarkan saja?" Lapor Hans meminta masukan dari pemimpinnya itu
"Apakah ada tanda tanda kalau kelompok itu akan melakukan kejahatan?" Tanya Iron malah balik bertanya pada Hans
"Sejauh ini belum ada ketua. Malah mereka tadi menolong Leon waktu warungnya diganggu oleh preman!" Jawab Hans apa adanya
"Apakah kau premannya?" Tanya Iron bercanda
"Hehehehe!" Kekeh Hans geli, karena teringat saat menendang perut Leon itu
"Kalau mereka tidak berbuat macam macam, biarkan saja dulu.Tapi tetap awasi pergerakan mereka, dan cari informasi berapa jumlah anggotanya!" Jawab Iron tegas
"Baik bos!" Jawab Hans bercanda
"Aku akan pergi melapor dulu pada tuan besar. Kelompok ini akan digantikan oleh 10 orang pengawal dan 5 orang Intel."
"Setelah mereka datang. kalian boleh kembali ke markas!" Ucap Hans memberi perintah
"Baik bos!" Respon mereka senang
***
"Jangan berisik!. Tempat ini sedang diawasi!. Cepat kita tinggalkan rumah ini. Penyamaran kita sudah diketahui oleh mereka!" Ucap Braga lirih seperti berbisik. sesaat setelah Hans pergi meninggalkan lokasi tersebut
"Gunakan jalan belakang, agar pergerakan kita tidak diketahui. Samarkan seolah olah kalian sudah mengantuk. Lalu satu persatu masuk kedalam rumah untuk tidur." Perintah rahasia Braga pada anak buah nya, untuk mengelabui orang orang nya Hans itu
Setelah semua anak buahnya masuk. Braga segera menyuruh mereka untuk keluar dari pintu belakang, dan pergi dari tempat itu secara diam diam
"Percepat jalan kalian!. Aku takut mereka tahu, kalau kita sudah pergi dari rumah itu!" Perintah Braga tegas dalam pelariannya itu
"Baik!" Jawab keempat nya patuh. Kemudian mempercepat Langkah mereka, hingga semakin lama semakin cepat, dan sudah berada jauh dari tempat semula
Tapi tanpa mereka sadari, mereka sejak dari tempat persembunyiannya, telah diikuti oleh beberapa orang Intel juga pengawal anak buah Burgon, yang terkenal licin dan ulet itu
Kemanapun mereka pergi. tim intel dan pengawal tersebut, tetap bisa mengikuti mereka, tanpa diketahui
Sementara itu,di tempat lain. Kelompok yang ditugaskan oleh Hans, masih tetap setia menunggu kelompok yang akan menggantikan tugas mereka, untuk memata matai keberadaan Braga, dan orang orangnya itu
"Kemana kelompok pengganti kita. Kenapa belum juga datang, padahal hari sudah semakin larut?" Ucap salah seorang mata mata itu kesal
Tak lama dia berkata seperti itu, masuk sebuah pesan ke handphone nya yang mengatakan, bahwa kelompok pengganti sedang mengejar orang orangnya Braga. Jadi Hans menyuruhnya untuk pergi saja dari tempat itu
__ADS_1
"Sialan!. Ternyata kita ditipu mentah mentah oleh mereka. Susah payah kita jaga tempat ini, eh malah mereka enak enak saja pergi!" Gerutu seorang pengawal sambil menguap tanda mengantuk
"Ah sudahlah!. Mending seperti ini, dari pada harus berjaga sepanjang malam!" Bela temannya enteng
"Awas kalian kalau tertangkap!. Akan ku kuliti tubuh kalian, dan ku buat dendeng!" Sambutnya kesal
***
Villa asri milik Dion. Dua jam sebelum kejadian, sekitar pukul 6.30 malam
"Salam tuan besar!" Sapa para penjaga pintu gerbang villa, ketika Dion mendekati mereka
"Dimana Hans?. Kenapa tidak nampak batang hidungnya?" Tanya Dion pada seorang pengawal yang berjaga di depan pintu gerbang villa nya itu
"Setengah jam yang lalu kami lihat, pemimpin Leon dan Hans menuruni bukit, bersama dengan seratus orang pengawal, diantar langsung oleh tuan senior dan pemimpin Iron." Jawab salah seorang penjaga itu apa adanya
"Aneh!. Tidak seperti biasanya kakek melakukan ini. Malah melibatkan pengawal pribadiku pula." Batin Dion keheranan dalam hati. sambil melihat jam tangannya, Kemudian bergegas pergi dan langsung masuk kedalam villa
"Aku harus menanyakan langsung tentang masalah ini pada kakek, atau paman Iron."
"Aku jadi penasaran. Kenapa mereka secara diam diam mengutus Hans dan Leon serta 100 orang pengawal elit turun gunung?. Apakah mungkin ada misi khusus untuk mereka?" Batin Dion dalam hati, saat dia sudah berada di dalam villa nya tersebut
"Sayang!. Kenapa panik seperti itu?. Apakah sedang mencari kakek juga paman Iron?" Tanya Ivory langsung pada intinya
"Benar!. Papa sedang mencari mereka. Apakah mama tahu dimana keberadaannya?" Jawab Dion sekaligus bertanya pada Ivory dengan ekspresi khawatir
"Papa tenang saja!. Kakek dan Paman Iron tidak akan kenapa kenapa. Mereka hanya ingin menjalankan misi, karena sudah lama tidak bergerak. Itu kata mereka." Ucap Ivory dengan ekspresi tenang
"Ya!. Misi yang mereka anggap penting!" Jawab Ivory enteng
"Dimana?"
"Kota B, tak jauh dari villa kita ini!" Jawab Ivory sambil tersenyum
"Aneh!. Tak seperti biasanya!" Batin Dion penasaran
"Kalian!. Jaga keselamatan istriku. Jangan biarkan siapapun masuk, jika tidak dikenal!" Ucap Dion memberi perintah pada tiga gadis Shanghai, dan pengawal lainnya itu
"Siap tuan besar!" Jawab mereka serempak
"Ternyata begitu sifat suamiku! Dia begitu peduli pada orang orang yang disayanginya, dan tidak mau terjadi apa apa pada mereka." Ucap Ivory dengan ciri khas senyuman manis nya itu
"Jaga villa ini dengan baik. Aku ingin menyusul kakekku, dan pemimpin kalian!" Perintah tegas Dion pada seluruh pengawal elit, yang ada di sekitaran villanya itu
"Baik!" Jawab mereka serempak
"Cepat siap kan mobilku!, aku ingin pergi ke kota B!" Ucap Dion pada penjaga garasi mobilnya itu tegas
"Kalian semua!. Ikut dengan ku!" Ucap Dion garang
"Siap tuan besar!" Jawab mereka patuh
__ADS_1
Tak lama kemudian, 4 buah mobil sudah melaju menuruni bukit, ingin menuju ke kota B.
Tapi sebelum mereka ke sana, Dion memutuskan untuk singgah ke markas para pengawalnya. untuk mengecek kebenaran, apakah benar, 100 orang diantara mereka, sedang bersama dengan kakek juga paman Iron itu
Kedatangan Dion tentu saja membuat tempat itu menjadi heboh, karena tidak biasanya malam malam seperti ini, tuan besar datang ke markas mereka, dalam kondisi seperti sangat khawatir sekali
"Salam tuan besar!" Sapa ribuan orang pengawalnya itu dengan sikap hormat
"Cukup basa basi nya!. Sekarang katakan!, apakah tuan senior dan paman Iron ada disini?" Tanya Dion tanpa membuang waktu lagi
"Benar tuan besar!. Mereka sedang ada di dalam." Jawab salah seorang komandan pengawal itu cepat
Tanpa menghiraukan anak buahnya tersebut, Dion buru buru masuk ke dalam markas besar pengawal keluarganya, dan langsung menuju ke ruang utama, di markas tersebut
"Salam kakek!" Ucap Dion sopan, sesaat setelah memasuki ruang utama di markas itu
"Dion!. Kenapa kau kemari?" Reaksi tuan Birawa terkejut
"Justru Dion yang harus bertanya kepada kakek, dan paman Iron!. Kenapa kalian berdua ada disini, dan tanpa memberitahu kan masalahnya padaku!" Jawab Dion kesal
"Kakek hanya ingin menjalankan misi, dan setelah berhasil akan dihadiahkan padamu!" Jawab tuan Birawa enteng
"Misi apa yang kakek maksudkan?. Kenapa dion tidak diberitahu?" Sanggah Dion masih dengan sikap kesalnya itu
"Tenanglah cucuku!. Kakek tahu kau sangat menghawatirkan kakek. Tapi seperti yang kau lihat sendiri, kakek tidak apa apa, bahkan sedang duduk dengan santainya di sini." Jawab tuan Birawa masih ingin mempermainkan emosi cucunya tersebut
"Mana bisa Dion tenang, kalau belum tahu ada permasalahan apa. Sampai sampai kakek dan Paman Iron, serta 100 orang pengawal elit yang ada di vila, kakek bawa sebahagiannya!"
"Sebenarnya ada masalah apa kakek?.Apakah ada masalah genting, hingga kakek dan paman Iron mengerahkan jumlah pengawal elite sampai sebanyak itu?" Respon Dion belum terima juga
"Ini semua karena keteledoran mu Dion!. Yang mudah percaya dengan orang yang baru saja dikenal. Padahal Hans sudah mengingatkan mu, tapi kau tetap tidak mengindahkannya!" Ucap tuan Birawa berterus terang
"Keteledoran dalam masalah apa kek, juga siapa orang yang baru Dion kenal itu?" Tanya Dion penasaran
"Apakah kau ingat!, apa yang terjadi pagi tadi?. Saat kau dan Hans sedang lari pagi, di sekitaran antara kota Golden City dan kota B itu?" Ucap tuan Birawa mencoba mengingatkan, peristiwa tersebut kepada cucunya itu
"Ya, Dion masih ingat!, pagi tadi secara tidak sengaja, telah menabrak seorang pria tua hingga terjatuh." Jawab Dion apa adanya
"Tahukah kau siapa pria itu?" Tanya tuan Birawa ketus
"Dion tidak tahu kek!" Jawab Dion jujur
"Dia adalah musuh besar kakek, juga musuh besar paman Iron mu ini!" Sambut tuan Birawa berterus terang
"Musuh besar?. Bahkan kalian berdua mempunyai 1 orang musuh yang sama?" Respon Dion penasaran
"Ya, orang itu adalah Braga, mantan karyawan Bhirawa Group 18 tahun yang lalu."
"Dia bersama dengan Dapen Wolf, Samuel dan beberapa orang lagi, telah melakukan korupsi besar besaran, dengan menggelapkan uang perusahaan kita."
"Tunggu dulu!. Orang yang bernama Wolf itu adalah karyawan kakek dulu?" Tanya Dion penasaran
__ADS_1