
Dor! dor! dor!
Jleb! jleb! jleb!
"Aaaarrkkhh!"
Bunyi tembakan dan desingan senjata tajam juga senjata otomatis, nyaring terdengar diruang pertemuan itu
Dalam sekejap, ratusan orang tergeletak sambil mengerang kesakitan dilantai
Rata rata dari mereka tertembus peluru, atau terkena tusukan senjata tajam berupa belati, yang menancap di dadanya masing masing
Yang tersisa hanya tinggal empat orang, yang sedang berdiri dengan kaki gemetar, sambil terperangah tidak percaya, begitu melihat sepertiga anak buahnya, menyerang rekannya sendiri sesama pengawal
Bukan hanya itu saja, seluruh orang orang kepercayaan Benyamin, termasuk 10 orang bodyguard setia nya itu, sekarang sudah terkapar di lantai, dan tidak bernyawa lagi, akibat kepalanya tertembus peluru tajam
Sungguh mereka tidak menduga, akan mendapat serangan yang mendadak seperti itu. Padahal sejatinya mereka juga mempunyai senjata api, tapi tidak sempat mereka keluarkan
Akibatnya adalah, seluruh orang orang yang ada di ruangan tersebut, sekarang sudah tidak bernyawa lagi. Yang tinggal dari orang orang itu hanya Benyamin, Marvello, Caesar dan Alois saja
Di saat mereka sedang kebingungan seperti itu, masuk serombongan orang yang diperkirakan berjumlah 100 orang lebih, mengawal seorang pria lumpuh, yang saat ini sedang duduk di atas kursi roda. Orang tersebut adalah Tommy, suaminya Adeline, yang saat ini telah bisa menguasai keadaan
"Jadi ini semua adalah ulah dan rencana mu Tommy?. Kalau aku tahu kau akan menikamku dari belakang!, maka aku tidak akan segan segan lagi untuk membunuh mu dulu!" Ucap Benyamin marah dan menyesal sekali
"Sudah terlambat tuan Benyamin!. Saat ini nyawamu ada di tangan kami. Dengan menjentikkan jari ku saja, maka nyawa kalian bertiga akan tercabut dari badan!" Respon Tommy enteng sekali
"Mulai hari ini, setuju atau tidak setuju, suka atau tidak suka! Aku nyatakan bahwa Tommy suamiku ini, adalah ketua organisasi mafia milik mu itu." Ucap Adeline dengan sikap tegas
"Bagi yang menentang keputusanku ini, silakan katakan saat ini juga. Jika tidak ada komentar atau usulan apapun, maka aku anggap kalian setuju dengan keputusanku ini." Ucap Adeline tanpa basa basi lagi
"Jangan mimpi kau Tommy! aku tidak akan diam saja!. Aku akan membuat organisasi yang kau rebut ini bangkrut dalam sekejap!" Teriak Caesar sambil tersenyum sinis
"Ayah!.kerjakan bagian mu!" Ucap Caesar sambil berteriak lantang, dan sangat yakin sekali
Satu detik, 2 detik, 3 detik dan seterusnya, tidak ada reaksi apa apa dari ayahnya tersebut
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Batin Caesar sudah mulai khawatir
"Apakah yang kau maksudkan itu Caesar?" Tanya Adeline sinis, sambil menunjuk seseorang yang sedang terikat tangannya itu
"Ayah!. Bagaimana mereka bisa menemukanmu?. Bukankah ayah saat ini sedang tidak ada di Paris?" Tanya Caesar terkejut
Austin hanya diam saja, tidak bisa menjawab pertanyaan dari anaknya tersebut, dia hanya tertunduk lesu, sambil menahan sakit di tubuhnya, akibat disiksa oleh anak buah Tommy itu
"Kau pikir aku bodoh Caisar!. Aku sudah tahu apa yang kau rencanakan itu, karena orang orang yang ku susupkan dalam kelompokmu itu, telah membocorkan rahasia mu!" Jawab Adeline berterus terang
"Jadi sebelum Kau bertindak lebih jauh, aku sudah menemukan ayahmu, dan membawanya kemari."
"Begitu juga kau Marvello!. Mungkin kau tidak menyangka, bahwa anak buah yang kau percayai akan membantumu disini, saat ini sudah menghianati mu!"
"Sekarang terima lah pembalasan dari ku ini!" Ucap Adeline dingin, kemudian memerintahkan kepada anak buahnya untuk menghabisi mereka semua
"Tunggu!" Teriak Benyamin dengan suara kuat
"Kenapa kau bisa bertindak sampai sejauh ini Adeline?" Tanya Benyamin seakan tidak percaya
"Kau tidak perlu mengetahui alasanku!. Yang perlu kau lakukan adalah menjawab pertanyaanku dengan jujur!. Dimana kau sembunyikan ibuku itu?" Tanya Adeline dengan intimidasi kuat
"Bukankah kau sudah tahu kebenarannya, bahwa ibu mu sudah mati!" Jawab Benyamin ketus
__ADS_1
"Bohong!. Kalau benar dia sudah mati, dimana kau letakkan kuburnya?. Apakah kau sembunyikan di rumah, atau ibuku mati karena kau bunuh, sama seperti kau membunuh ayah kandung ku?" Sergah Adeline kasar, dengan kemarahan yang meluap luap
"Jaga sikap mu Adeline!" Bentak Benyamin marah
"Apa yang harus aku jaga!. Kau saja tidak menjaga perasaanku, termasuk juga ibu ku!" Sanggah adelin juga marah
"Mungkin kau telah membunuh ibuku, sama seperti kau membunuh ayahku dulu, karena kau tidak terima ibuku mencintai orang lain!" Ucap Adeline tidak terima
"Aku tidak membunuh ayahmu apalagi ibu mu!. Mereka mati karena kesalahannya sendiri, yang tidak mau patuh padaku!" Ucap Benyamin membela diri
Dor!
"Aaaarrkkh!" Teriak Benyamin kesakitan karena kaki kanannya ditembak oleh orang atas perintah Adeline secara sadis
"Itu untuk ayah ku!"
Dor!
"Aaaarrkkh!"
"Itu untuk ibuku!"
Dor!
"Dan itu untuk Tommy!" Ujarnya sambil menyeringai bengis
"Iblis! kau benar benar iblis!" Teriak Benyamin keras, lalu ambruk kelantai menggelepar glepar kesakitan tapi belum mati
"Sebelum nyawamu ku cabut, dimana kau sembunyikan jasad ibuku badjingan!" Teriak Adeline keras, dan sudah tidak menghargai jasa Benyamin lagi padanya
"Sampai kapanpun kau tidak akan pernah menemui ibu mu! karena aku sudah memerintahkan pada pengawal ku, agar ibumu dihabisi saja!" Jawab Benyamin berterus terang
"Karena kau tidak mau berterus terang, dan mengatakan di mana ibuku berada, Apakah dia sudah mati atau belum, maka kau akan ku kirim ke sana, untuk menjemput ibuku!" Ucap Adeline penuh dengan intimidasi
"Pengawal!"
Dor! dor!
Tubuh Benyamin terdorong sedikit dilantai, akibat terkena tembakan sebanyak dua kali di dadanya
Tidak ada suara yang terdengar dari mulutnya Benyamin, ketika mendapatkan 2 kali tembakan itu
Seketika itu juga, Benyamin menghembuskan nafas terakhirnya, dan mati secara mengenaskan, dibunuh oleh anak yang selama ini dibesarkannya sendiri
Sungguh benar benar iblis, dan anak yang tidak bisa membalas budi
"Sekarang hanya tinggal kalian bertiga saja!. Apakah mau tunduk padaku atau memilih mati!" Ucap Adeline memberikan peringatan kepada mereka
"Sepuluh kali pun kau bunuh kami!. Jangan harap aku akan tunduk pada iblis sepertimu ******!" Teriak Caesar lantang sekaligus menantang perintah Adeline tersebut, Maka akibatnya
Dor! dor! dor!
Tiga kali bunyi tembakan terdengar kembali di ruang itu, mengiringi robohnya 3 tubuh ke lantai, dengan kepala pecah terkena peluru yang berukuran besar
"Caesaaaar!!" Teriak Austin keras, seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat itu
"Dasar iblis!. Baru kali ini aku temui, ada wanita sekejam kau, yang teganya menghabisi ayahnya sendiri!" Teriak Austin kuat dan mencoba ingin menyerang Adeline
Tapi dengan tenangnya, Adeline melancarkan tendangan kaki kanannya ke arah dada Austin, hingga membuat tubuhnya yang sedang terikat itu roboh ke lantai
__ADS_1
Nafasnya seketika sesak, dan itu membuatnya kehabisan udara. Ditambah lagi dengan pongahnya Adeline menginjak dada Austin, agar tidak berani berkomentar lagi
"Bangunkan dia, dan bawa ke sini" Perintah Adeline tegas
Setelah tubuh Austin yang sedang kesulitan bernapas tersebut, dibawa ke hadapan Adeline, tiba tiba dengan angkuhnya, dia menyiram wajah Austin dengan menggunakan air hangat, yang memang sengaja dibawa ke ruangan itu oleh anak buahnya, kemudian dia berkata
"Beri minum Austin yang tidak tahu diri ini, agar dia tidak mati. Karena aku masih membutuhkan tenaganya." Perintah Adeline tegas pada anak buahnya tersebut
"Aku tahu di komputermu itu, telah kau pasang enkripsi pada seluruh rekening orang orang yang telah mati terbunuh itu, juga perusahaan milik ayahku, termasuk juga organisasi ini."
"Sekarang aku perintahkan padamu, untuk merubah rekening tujuannya!"
"Tapi jika kau menentang keinginanku!, maka bersiap siaplah menyusul anakmu yang tidak berguna itu!" Ucap Adeline mengintimidasi
Austin yang sudah melihat kekejaman Adeline sebelumnya, menjadi tidak berani berbuat macam macam
Ayahnya saja sanggup dia bunuh, apalagi dia
Jika Austin berani menentang perintah Adeline, maka saat itu juga, dia akan menghabisinya. Sementara Austin masih ingin hidup
Siapa tahu di masa yang akan datang, dia bisa membalaskan dendam dan sakit hati nya pada Adeline juga Tommy itu, atas kematian putranya tersebut
Maka dengan terpaksa, Austin menuruti segala kemauan dari iblis betina itu
Tangannya yang terikat sedari tadi, saat ini sudah dilepas atas perintah Adeline, kemudian dengan cekatan dia mengoperasikan komputer nya, dan merubah rekening tujuan
Tapi ada satu hal yang dia lakukan, dan tidak ada yang menyadari akan trik liciknya itu
Dengan mengklik tanda help, seketika itu juga sebuah notifikasi terkirim ke komputer di ruang operator milik Dion, dan muncul tulisan
"Tolong selamatkan organisasi milik Benyamin, karena saat ini Benyamin dan anak buahnya, beserta orang orang yang mencalonkan diri sebagai ketua, telah mati dibunuh oleh anak nya sendiri." Safe Austin!"
Setelah mengklik tanda help tersebut, secara otomatis, sistem menterjemahkan keinginan dari pengirimnya dan langsung terkirim ke komputer Dion saat itu juga
Austin yang telah mengirim notifikasi itu, meneruskan dengan pekerjaan lain, yaitu mengosongkan seluruh rekening yang telah menjadi target peretasannya
Tidak membutuhkan waktu lama, seluruh rekening yang ada di komputer milik Austin itu telah kosong, dan terkirim kepada satu rekening pribadi milik Adeline
Tidak hanya itu saja, rekening yang ada di organisasi, juga di perusahaan milik ayahnya itu, saat ini juga sudah terkuras habis
"Apa yang kau inginkan semua sudah aku lakukan sekarang. Tolong lepaskan aku!" Ucap Austin sesaat setelah mengerjakan semua perintah Austin itu
"Apakah kau pikir aku bodoh Austin?. Dengan kepandaian mu itu, aku yakin kau telah berbuat sesuatu, dan aku menduga, bahwa kau telah mengirimkan pemberitahuan kepada orang yang menjadi musuh suamiku tersebut." Jawab Adeline malah mengintimidasi Austin
"Pengawal!. Potong telinganya!, karena dia tidak mendengar apa yang aku perintahkan!" Ucap Adeline mencoba menggertak si Austin tersebut
"Tunggu!" Teriak Austin kuat
"Aku akan jujur kali ini!. Aku memang sudah mengirimkan notifikasi itu kepada Dion, tapi aku bisa membatalkan nya!" Ucapnya penuh harap untuk diampuni
"Cepat lakukan sebelum notifikasi itu terbaca oleh mereka. Kalau tidak, bukan hanya telinga mu saja yang akan aku potong, tapi lehermu juga akan terputus!" Respon Adeline menyeramkan sekali
"Baik!. Aku akan melakukan keinginanmu!" Jawab. Austin gugup dan takut takut, kemudian merubah dan menghapus notifikasi yang telah dikirimkan nya kepada Dion. Seketika di komputer Dion, notifikasi tersebut sudah terhapus, dan tidak bisa di baca lagi
Tapi sebelum terhapus itu, Rams atas petunjuk gurunya, telah mengcopy secara otomatis pesan tersebut, agar bisa disampaikan kepada Dion ataupun tuan di rawa
"Sekarang apa yang aku inginkan telah tercapai. Dan kau suamiku!. Sekarang kau adalah ketua organisasi milik ayahku ini, berikut dengan pimpinan perusahaannya." Ucap Adeline senang
"Setelah ini! kau harus bangkit dan giat untuk berlatih berjalan, agar kau bisa maksimal melaksanakan tugasmu sebagai ketua." Ucapnya lagi seperti menggurui suaminya tersebut
__ADS_1