
Craasss !!
"Aaaarrrkkhh....!"
"Ampun! ampun tuan!. ampuni aku, jangan siksa aku lagi. tolong kasihani aku tuan!" Ucap penghianat itu kesakitan, sambil memegang telinga sebelah kirinya yang putus, akibat di tebas oleh Robin, si dewa kematian
"Baik! baik!. Aku akan berterus terang, siapa yang telah membayar ku melakukan ini semua!" Ujarnya sambil menangis menahan sakit yang tidak tertahankan lagi
"Govin! lakukan tugasmu." Perintah Dion tiba tiba
"Dimengerti tuan!" Jawab Govin singkat, sambil berjalan mendekati Pedro, si penghianat itu
Setelah dekat dengannya, dengan tiba tiba dan tak terduga, jari telunjuk Govin menotok leher dan pangkal telinga Pedro sebanyak dua kali, dengan tujuan menghentikan pendarahan di sekitar telinganya
Rasa sakit yang Pedro alami, seketika berkurang, walau masih tetap ngilu di pangkal telinganya
"Aku tidak mengatakannya dua kali, nyawamu tergantung dengan jawabanmu!" Ancam Dion mengintimidasi
"Ba. ba baik tuan muda!" Jawab Pedro ketakutan
"Jack Napoleon lah yang telah membayar ku untuk menghancurkan sistem data perusahaan tuan, dengan cara memasukkan virus silent killer ke dalam komputer milik perusahaan tuan." Ucap Pedro gemetaran
"Apa alasanmu mau melakukan itu?. Bukankah kau tahu akibat apa yang akan kau terima?" Tanya Leon juga ikut geram dan berniat ingin menghajar Pedro, tapi dicegah oleh yang lain
"Jack mengancam akan membunuh anak dan istriku. kalau aku tidak mau mengikuti perintahnya. Saat ini, Jack sedang menahan keluargaku." Jawab Pedro sambil menitikkan air mata
"Tapi aku tidak pernah bertemu dengan Jack Napoleon itu, aku mendapat perintah tersebut melalui orang orangnya, dan aku tidak tahu dimana tempat persembunyiannya sekarang." Sambung Pedro lagi
"Apakah kau ada nomor kontaknya?" Tanya Rams tiba tiba
"Ada bos!" Jawab Pedro singkat, lalu mengeluarkan handphone nya, memilih nomor kontak dan segera diberikan kepada Hans
Segera setelah itu, Hans memasukkan nomor kontak tersebut ke dalam komputernya. Dalam sekejap, semua informasi tentang Jack Napoleon terpampang disana
Dengan menggunakan GPS dan Google maps, yang terhubung dengan handphone Pedro, Rams akhirnya menemukan posisi Jack
"Ternyata selama ini, dia bersembunyi di pinggiran kota J tuan." Kata Rams melaporkan masalah itu kepada Dion, walaupun Dion sendiri sudah mengetahuinya, karena sama sama melihat petunjuk itu
"Ternyata sangat mudah sekali menemukanmu bangsat!" Guman Dion geram, lalu berkata lagi
"Hubungkan aku dengan Evan Sanders. Segera! Ucap Dion tegas
__ADS_1
"Ba baik tuan!" Jawab Hans gugup
Setelah panggilan video terhubung dengan Evan Sanders, Rams mengirimkan posisi Jack Napoleon kepadanya. Segera setelah itu, Dion memerintahkan kepada Evan, untuk memobilisasi para pengawal pilihan keluarganya, yang ada di kota J malam itu juga
"Urus si Jack badjingan itu. dan bebaskan seorang perempuan dan dua anaknya dari tangan mereka!. Kau bisa melakukan apapun padanya!" Perintah Dion tegas
"Bawa 200 orang pengawal terpilih, bekali mereka dengan senjata otomatis, dan jangan lupa ikut sertakan para samurai ke sana." Sambung Dion lagi
"Baik tuan!" Jawab Evan singkat
"Urus penghianat ini. Aku tidak mau melihat keberadaannya lagi di dunia!" Ucap Dion bengis
"Tolong ampuni aku tuan, aku mengaku bersalah, karena telah menuruti perintah dari Jack itu.tapi aku terpaksa melakukannya tuan!" Ujar Pedro memelas, meminta belas kasih dari Dion
Dia tahu apa arti ucapan dari Dion itu tadi. Bagi seorang penghianat sepertinya, hukumannya adalah satu, mati!
Tapi dia tetap berusaha mencegah hukuman mati itu, dengan memohon ampunan pada Dion. Dia rela di usir dan dipecat dari pekerjaannya semula, asal masih tetap hidup
"Baik!. Untuk kali ini, aku beri kau kesempatan untuk hidup, tapi jika sekali lagi kau berani melakukannya, dan masih tetap berhubungan dengan mafia itu, maka aku tidak akan segan segan lagi untuk menghabisi mu, berikut keluargamu!" Jawab Dion sambil mengancam
"Terima kasih tuan!" Jawab Pedro senang, lalu berlutut di lantai ke arah Dion
"Pergi!. Kau tidak di butuhkan lagi di sini!" Kata Dion dengan roman muka marah
"Maafkan aku teman teman, aku telah jadi penghianat di kelompok ini. Aku berjanji, akan selalu membantu kalian walaupun dengan taruhan nyawa." Ucapnya lalu pergi
Ketika sedang berjalan meninggalkan villa itu, dia membatin sendiri dalam hati." Siapa orang yang telah berhasil membunuh virus kuat itu. padahal selama ini, belum ada yang bisa lepas dari serangannya, tapi sekarang, bukan hanya berhasil di atasi, tapi berhasil di habisi sampai tidak tersisa lagi" Batinnya dalam hati
"Tuan!. Maaf kalau saya lancang bertanya, kenapa tuan melepaskan si Pedro itu?
Apakah tuan tidak khawatir kalau dia menghianati tuan lagi?" Tanya Ivory sedikit ragu
Dion tidak langsung menjawab pertanyaan Ivory tadi, tapi malah mengalihkan perhatiannya pada Rams, lalu memanggil namanya
"Rams!" Ucapnya
"Baik tuan!.Aku sudah menyadap handphone milik Pedro, kapanpun dan kepada siapapun dia menelepon, akan segera diketahui, berikut dengan posisinya nanti." Jawab Rams tanpa ditanya lagi
"Kalau Pedro tidak mempunyai tanggungan istri dan kedua anaknya, saat ini ku jamin, dia sudah tidak ada lagi didunia ini!" Jawab Dion dingin, menanggapi pertanyaan dari Ivory tadi
"Aku pernah merasa berada di posisinya, kehilangan keluarga dan kepercayaan orang lain. Jadi dengan berat hati, aku memberikan kesempatan hidup sekali lagi padanya."
__ADS_1
"Tapi kalau dia berkhianat lagi, maka bisa ku pastikan, saat itu juga dia mati!" Sambung Dion lagi
"Baik tuan! Terima kasih atas penjelasannya." Ucap Ivory senang, sambil membatin dalam hati" Ternyata, ada sisi baik yang dimiliki oleh tuan muda Dion, aku tidak salah menitipkan hatiku padanya." Lamunnya dalam hati
"Ivo! Kenapa kau melamun?" Tanya Dion tiba tiba, hingga membuyarkan lamunan Ivory
"Ti. tidak ada apa apa tuan muda." Jawab Ivory gugup
"Baiklah karena ini sudah larut malam, maka pertemuan ini, kita sudahi sampai disini saja. Silakan kalian beristirahat di villa ku ini, atau jika kalian tidak mau, kalian boleh memilih, salah satu kamar yang tersedia di samping bangunan ini." Ucap Dion mengakhiri penjelasannya, serta menutup pertemuan itu
***
Di waktu yang sama di pinggiran kota J
"Kurang ajar, sebenarnya siapa mereka. kenapa dia bisa menguras semua harta kekayaanku, berikut aset aset ku, termasuk juga tiga perusahaan yang baru saja aku beli itu?" Ucapnya marah dan geram
"Apakah ini perbuatan orang yang dipanggil tuan muda itu?" Sambungnya lagi dalam hati
"Joseph!. Apakah kau sudah mengerjakan perintahku?" Tanya seseorang yang ternyata adalah Jack Napoleon
"Sudah tuan, dan mungkin saat ini dia sudah atau sedang melakukan perintah itu." Jawab orang yang dipanggil Joseph tadi
"Kalau dia sudah mengerjakan tugas itu, tentu ada laporannya ke handphone ku, tapi sampai saat ini, belum ada laporan sedikit pun yang masuk kepadaku." Sanggah Jack marah
"Sabarlah tuan, mungkin saat ini, dia sedang menghadapi sedikit masalah, karena dia juga harus hati hati dalam mengerjakan tugas itu." Ucap Joseph membela diri dan berusaha menenangkan tuannya
"Tuan lihat! ada satu pemberitaan masuk dari si Pedro itu." Ucap Joseph sambil menunjukkan layar handphonenya kepada Jack
"Kau benar, di handphone ku juga ada berita seperti itu." Jawab Jack senang
"Hahahaha !. Walaupun semua kekayaan juga aset aset ku telah hilang, tapi aku puas!, karena telah berhasil menghancurkan semua data perusahaan tuan muda yang sombong itu." Katanya senang sambil tertawa terbahak bahak
Seluruh anak buahnya juga ikut merasa senang, walaupun mereka telah dikalahkan oleh orang orang Dion tadi, tapi sedikit banyaknya, dendam mereka sudah terbalaskan, dengan hancurnya seluruh data milik perusahaan Birawa group, saingan berat perusahaan tuan mereka
Tapi beberapa menit kemudian, tiba tiba muncul satu notifikasi yang sangat mengejutkan Jack, juga Joseph yang sempat senang tadi
"Bagaimana mungkin?. Bukankah seluruh komputer mereka sudah di susupi virus itu, tapi kenapa bisa dihancurkan dengan begitu mudah?. Ini tidak bisa di biarkan!" Kata Jack panik
"Cepat cari tahu, kenapa virus yang kalian ciptakan itu bisa di bunuh dengan begitu mudah?. Apakah itu benar benar virus atau hanya lelucon kalian saja!." Ucap Jack marah dan kecewa
" Maaf tuan! tidak ada yang bisa kita lakukan, karena seluruh komputer kita sudah rusak." Jawab salah seorang peretas dengan takut takut
__ADS_1
"Sial! sial! sial!" Ucap Jack sambil tanpa sengaja membanting handphonenya ke lantai
"Habis sudah!. Sekarang kita benar benar sudah habis. Cepat kemasi barang barang kalian. malam ini juga kita pindah. Tempat ini kemungkinan sudah terdeteksi oleh musuh"