Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Begitulah sifat manusia


__ADS_3

"Yang mulia!"


"Yang mulia!"


"Ayah!"


"Suami ku!"


Teriak perdana menteri, panglima, kepala kepolisian, Anong Acha, permaisuri, serta pangeran susul menyusul


Mereka sangat terkejut, saat melihat raja dalam keadaan demikian. Sebagiannya ada yang marah, dan ingin menangkap dewa obat serta Dragon juga orang orangnya saat itu juga


Pengobatan yang mereka lakukan dinilai gagal, karena raja malah kesakitan seperti itu, ditambah dengan pingsan lagi


Tapi memandang Dragon yang sakti tersebut, menyebabkan mereka menahan emosinya, dan berusaha memendam nya dalam hati


Namun jika raja kenapa kenapa, barulah mereka akan bertindak, walau tidak tahu bagaimana caranya


Bagi mereka, raja adalah dewa yang harus dihormati dan disembah. Bagaimana mungkin saat ini kondisinya sedang tidak sadarkan diri, akibat pengobatan aneh tersebut


Dokter ahli saja tidak berani berbuat seperti itu. Saat melakukan pengobatan, para dokter tersebut harus menunduk hormat, dan tidak boleh berdiri lebih tinggi dari posisi raja


Sedangkan Dragon dan dewa obat, cara pengobatannya malah dinilai barbar menurut penilaian mereka


Mana ada pengobatan hanya dengan mengirimkan aura kesadaran ke arah pasien. tidak disentuh lagi


Biasanya kalau tidak di beri obat, di urut urut, ya tetap di tekan atau di ketuk ketuk


Tapi kali ini, pengobatan mereka dinilai aneh, dan belum pernah terjadi di dunia modern seperti sekarang ini


Tapi itulah kehebatan Dragon dan dewa obat. Tanpa menyentuhnya pun mereka bisa menyembuhkan pasien


Tapi masalahnya pengobatan mereka dinilai gagal. Karena raja sampai pingsan begitu


Sepertinya mereka lupa atau pura pura lupa, bahwa tuan putri mereka, Anong Acha itu disembuhkan oleh Dragon tanpa disentuh, bahkan saat dibawa ke orang tuanya


Namun kali ini mereka telah melupakan itu, dan marah pada Dragon, walau hanya dalam hati


Tapi sayangnya Dragon mengetahui kemarahan mereka, dan apa yang sedang mereka rencanakan terhadapnya juga orang orangnya


"Kalian tenanglah!. Raja kalian tidak akan apa apa!"


"Justru dengan dia pingsan begini, akan mempercepat proses kesembuhannya!" Ucap Dragon terkesan serius. Kemudian memandang satu persatu wajah wajah yang mulai terlihat memusuhi atau tidak mempercayainya lagi


Tak lama kemudian dia berkata ."Aku tahu kalian mulai meragukan ku!"


"Tapi apakah kalian lupa orang yang ada di depan kalian ini adalah dewa obat, yang disebut juga dengan tabib dewa!"


"Pengalaman dalam masalah ini, sudah dilakukannya puluhan tahun!"


"Ditambah lagi dengan keberadaan ku juga ayah ku di sini. Seharusnya semakin memperkuat rasa kepercayaan kalian kepada kami!"


"Tapi sayangnya saat pengobatan sudah hampir selesai, kalian hampir saja menyerangku!. Bahkan berniat ingin menangkapku!"


"Apakah kalian lupa siapa aku juga orang tuaku itu?"


"Tindakan kalian sangat disayangkan sekali!"

__ADS_1


"Sikap dan tindakan kalian yang seperti itu, terus terang sangat membuat ku kecewa!"


"Maaf jika ucapanku ini terkesan kasar dan tidak tahu aturan!"


"Aku tahu kalian adalah orang penting di negara ini. Tetapi kami juga mempunyai harga diri!"


"Sudah dengan tulus ingin membangun kerjasama, dan berusaha menolong raja kalian. Bahkan tuan putri kalian itu. Kalian malah berbalik memusuhi kami!"


"Ternyata apa yang sering dilakukan di negara ku, di negara kalian juga ada!"


"Seratus kebaikan yang sudah dibuat oleh orang tersebut, tidak akan berarti apa-apa ketika dia melakukan satu kesalahan saja, yang belum tentu itu salah!"


"Sebaik apapun dia, tetap akan di hujat, hanya karena satu kesalahannya!"


"Sementara 100 kebaikannya akan hilang dan dilupakan begitu saja!. Naif!"


"Sama seperti kalian ini!. Aku sudah cukup berbaik hati dan menghormati keberadaan kalian, bahkan mencoba untuk menyembuhkan penyakit raja kalian!"


"Tapi sayangnya setelah Raja kalian sembuh, yang kalian lihat pingsan ini, kalian malah berusaha mencelakai ku!"


"Terus terang aku sangat kecewa sekali!" Ucap Dragon berapi-api, dan baru pertama kali dilihat oleh Dion serta orang-orangnya itu


Biasanya Dragon akan bersikap bijaksana, dan berusaha menahan kemarahannya, walau apapun yang dikatakan oleh orang tersebut


Tapi kali ini. Entah mengapa, Dragon menjadi begitu marah, hanya karena dia mengetahui orang-orang tersebut akan menangkapnya, bahkan ada yang berniat untuk mencelakai nya. Maka dia menjadi sangat kecewa sekali


"Sekarang Raja kalian telah sembuh!. Dan penyakit yang dideritanya sudah tidak ada lagi."


"Karena sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan disini. Maka kami permisi dulu!" Ucap Dragon lagi


Wus!


Terlambat!. Tiba-tiba saja tubuh Dragon dan yang lainnya menghilang dari pandangan mereka, dan kembali ke hotel tempat mereka menginap


Tak lama sesudah itu, check out, dan melaporkan rencana kepulangan mereka. Walaupun batas waktu mereka menginap di situ masih ada dua hari lagi. Tapi Dragon tetap memutuskan untuk kembali ke Indonesia


Sesaat setelah Dragon dan orang-orangnya pergi. Mongkut Kittirong sadar dari pingsannya. Dan memandang sekitarnya dengan ekspresi bingung. Apa yang sebenarnya terjadi padanya


Melihat raja mereka telah sadar, dan sepertinya sudah sehat itu. Bergegas orang-orangnya berlarian ke arah raja tersebut, dan segera bersimpuh di lantai. Begitu juga dengan permaisuri, pangeran serta tuan putri


Sejenak mereka melupakan kata-kata dari Dragon tadi. yang sempat membuat hati mereka ketar-ketir. dan merasa tidak enak hati serta takut


Mereka takut raja Mongkut akan tahu, apa yang sebenarnya terjadi paska pengobatan Raja itu


"Kemana perginya tamu agung kerajaan?"


"Kenapa mereka tidak terlihat ada di sini?" Tanya raja merasa penasaran


"Lapor yang mulia!. Mereka sudah pergi, dan hanya menitipkan salam saja kepada anda." Jawab perdana menteri merasa bimbang


"Pergi!. Kenapa begitu mendadak, dan pergi ke mana?" Respon raja dengan ekspresi marah


"Setelah pengobatan yang mulia selesai, dan kebetulan yang mulia pingsan. Tuan Dewa dan tuan Dion serta orang-orangnya, memutuskan untuk kembali ke Indonesia."


"Mereka hanya menitipkan salam nya saja." Jawab Sangkok Yap mengarang cerita


Lalu melirik pada panglima, kepala kepolisan, permaisuri juga anak anak nya, untuk mendapatkan pembenaran, jika raja bertanya kepada mereka

__ADS_1


Tapi ternyata Raja tidak bereaksi sama sekali. Dia hanya memperlihatkan wajah kecewa, karena dia belum sempat mengucapkan terima kasih pada Dragon, Dion serta Dewa obat


Dalam hatinya berkata." Jika lain kali aku ada kesempatan, maka aku akan berkunjung ke negara mereka." Batinnya


Tak lama kemudian dia bangkit dan berdiri, dengan dibantu oleh putranya. Sementara yang lain masih tetap bersimpuh di lantai, karena memang begitu budaya di negara tersebut ketika berhadapan dengan rajanya


"Kalian semua kembalilah ke tempat masing-masing, dan laksanakan tugas harian kalian!" Ucap Mongkut Kittirong pada perdana menteri, panglima angkatan bersenjata, serta kepala kepolisian, dan beberapa orang penting lainnya


"Baik yang mulia!" Jawab mereka serempak, dan seperti sudah terbebas dari himpitan batu yang teramat besar di punggung mereka


Tapi dalam hatinya masih merasa was-was, karena takutnya Raja akan tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan apa yang telah mereka lakukan pada tamu agung kerajaan itu


Jika raja tahu apa yang terjadi, takutnya karir mereka akan berakhir. Bahkan mereka akan mendapatkan hukuman, karena telah membuat tamu agungnya tersinggung serta marah, dan membatalkan kerjasama yang bakal mereka lakukan nanti


Memikirkan semua itu mereka menjadi bergidik ngeri, terutama perdana menteri dan kepala kepolisian negara tersebut. Termasuk pangeran mahkota yang sejak semula sudah menunjukkan sikap permusuhan pada Dragon


Mereka bertigalah yang berniat ingin menangkap serta mencelakai Dragon, Dewa obat dan orang-orangnya itu


Tapi karena menyadari Dragon adalah orang sakti. Jadi mereka tidak berani menujukkan nya secara terang-terangan, dan hanya disimpannya dalam hati


***


Sementara itu di hotel tempat Dragon dan orang-orangnya menginap. Satu jam sebelum Dragon dan orang orang kembali ke kota emas


Dion yang sejak awal sudah merasa penasaran. dan ingin bertanya kepada Dragon. perihal kenapa anak nya bisa marah seperti itu, memutuskan untuk menanyakan hal tersebut kepada secepatnya. Walau sebenarnya itu lumrah terjadi pada manusia. Tapi tetap saja membuat Dion merasa penasaran


Tidak biasanya Dragon bersikap seperti itu. Sehari-harinya Dia bersikap lembut, sopan serta bijaksana, dan terkesan sangat berwibawa sekali


Tapi hari ini di hadapan mereka. Dragon menunjukkan tajinya. yang Dion tahu sebenarnya adalah untuk memberikan pelajaran, serta teguran halus pada orang-orang penting Thailand tersebut


"Ayah bisa merasakan rasa kecewa mu itu anak ku."


"Tapi sebagai orang yang berbudaya serta berbudi luhur, sebaiknya kita tidak menaruh dendam pada mereka" Ucap Dion memberi nasehat


"Dragon tidak dendam ayah! Dragon hanya bermaksud untuk menegur mereka saja, agar lain kali tidak bersikap seperti itu lagi!"


"Tapi kalau masih dilakukannya juga. mau tidak mau Dragon harus memberi pelajaran pada mereka, walaupun mereka itu petinggi negara!"


"Namun untuk hari ini, Dragon sudah memaafkan mereka, dan tidak akan mempermasalahkan nya lagi."


"Karena masih ada hal penting yang harus kita lakukan, yaitu kembali ke Indonesia secepatnya." Jawab Dragon berterus terang dan apa adanya


"Apakah adikmu akan segera lahir?" Tanya Dion penasaran


"Benar ayah!. Dan peristiwa itu akan berlangsung malam ini." Jawab Dragon menjelaskan


"Oh kalau begitu, sebaiknya kita segera kembali ke Indonesia untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan saat adikmu lahir nanti!" Respon Dion senang


"Ayah benar!. Oleh karena itu segera bersiap-siap!. sebab Dragon akan membawa kalian semua untuk kembali ke negara kita!" Jawab Dragon tegas


Tiga puluh menit kemudian, semua orang yang di bawanya sudah berkumpul di aula pertemuan, yang memang sengaja di sewa oleh Dragon, sesaat setelah dia memasuki hotel tersebut, yang gunanya untuk dia dan orang-orangnya berkumpul serta memberikan instruksi pada mereka


Setelah segala sesuatu dirasa lengkap, dan tidak ada yang tertinggal seorangpun. Maka Dragon merilis kemampuan Wahyu taqwa nya, untuk membawa ayah serta orang-orangnya itu, untuk kembali ke kota emas


Namun beberapa saat sebelum Dragon selesai merilis kemampuannya. Perdana menteri, panglima tinggi, serta kepala kepolisian negara juga kepala kepolisian kota Bangkok, beserta orang orangnya, bergegas memasuki ruang tersebut, dan berusaha untuk menemui Dragon untuk meminta maaf


"Tuan Dewa, tunggu!" Ucap perdana menteri dengan sikap tulus. kemudian dia menangkupkan kedua tangannya di dada, pertanda meminta maaf, dan segera diikuti oleh orang-orang yang dibawanya tersebut

__ADS_1


Melihat kejadian itu, orang orang yang belum pernah atau tidak sempat bertemu dengan perdana menteri, panglima tinggi, serta kepala kepolisian negara menjadi terheran-heran


Ada apa orang-orang itu datang menemui Dragon, disaat penting seperti ini. Padahal tuan mudanya akan membawa mereka semua kembali ke kota emas


__ADS_2