
Tak lama kemudian, Rams sudah datang dengan membawa komputer jinjingnya, dan langsung di serahkan pada gurunya itu
Tanpa membuang waktu lagi. Deon langsung mengoperasikan komputer tersebut, dan tak lama kemudian, di layar komputernya, sudah muncul seluruh informasi tentang Turangga
Walau dalam situs resmi tidak di sebutkan, tapi Deon berhasil meretas seluruh informasi, serta usaha apa saja yang dijalani oleh Turangga, termasuk usaha ilegalnya, yaitu merekrut para pensiunan militer dari tempat lain, untuk menjadi mesin pembunuh bagi memuluskan rencana busuk nya tersebut
Bukan hanya itu saja, dia juga merekrut preman jalanan, orang orang pengangguran yang mempunyai talenta bertarung, juga mahir menggunakan berbagai macam senjata, termasuk juga senjata api
Selain itu, dia juga mengembangkan suatu gerakan bawah tanah, yang bertujuan untuk mendukungnya menjadi kepala daerah setempat, tapi selama ini usahanya masih belum dilaksanakannya juga
Dalam informasi itu juga disebutkan, bahwa Turangga mempunyai sebuah rencana besar, yaitu dalam waktu lima tahun ke depan, dia akan melakukan makar pada pemerintah yang sah
Membaca informasi itu, Dion dan yang lainnya tersenyum penuh arti. Mereka tahu apa makna dari informasi tersebut
"Sebarkan berita ini di portal portal berita, baik dalam maupun luar negeri!"
"Sertakan dengan poto poto kegiatannya, termasuk anak buahnya dalam gerakan yang tersusun rapi itu!'
"Tambahkan narasi yang semakin menyudutkannya, Aku ingin malam ini juga publik sudah bisa mengkonsumsi berita tentangnya itu!" Perintah Dion tegas
"Siap laksanakan tuan besar!" Jawab Deon semangat
"Terima kasih atas saran kakek tadi!. Kalau tidak, kemungkinan besar, anak buah kita sudah kita kirim ke sana." Ucap Dion tulus
"Tidak masalah cucu ku!. Ini demi kebaikan kita juga." Jawab tuan Birawa merendah
"Lagipula anak buah kita baru saja menghadapi peperangan yang termasuk skala besar dan berbahaya."
"Jadi wajar kalau kita harus mencari cara lain dalam menangani ancaman tersebut."
"Lapor tuan besar tuan senior!"
"Semua informasi tentang Turangga dan anak buahnya, sudah saya kirimkan ke seluruh portal portal berita, baik dalam maupun luar negeri. Bahkan saya juga mengirimkan berita itu ke situs resmi milik pemerintah."
"Bagus!.Kami senang melihatnya. tidak sia sia kau berjuluk legenda cyber Deon, dan juga kau Austin!" Respon tuan birawa senang
"Itu sudah menjadi tugas kami tuan senior!"Jawab Deon kalem
"Lihat!. Masyarakat bereaksi." Ucap Rams dengan suara keras
"Dalam sekejap saja ribuan orang sudah membaca berita itu dengan berbagai macam komentar." Ucapnya lagi
"Bagus!. Teruslah bongkar kebusukan manusia licik itu!"
"Siapa suruh berpura pura baik, padahal di dalam hatinya jahat, dan mempunyai rencana busuk!" Respon tuan Birawa senang
"Dengan ini kita tidak perlu khawatir lagi, bahwa manusia sombong tersebut akan menyerang kota kita, karena Dion yakin dia sendiri sedang sibuk mensomasi berita itu!" Jawab Dion pada kakeknya
"Kau benar cucu ku!. Untuk sementara kita bisa tenang." Sambut kakeknya cepat
"Tapi walau bagaimanapun. kita tetap harus berjaga jaga, siapa tahu sebelum berita itu muncul. si Turangga itu telah melakukan persiapan, dan anak buahnya sudah diberangkat ke sini!" sambungnya lagi
"Burgon!. Cepat lakukan tugasmu!. Kirim beberapa ratus orang anak buah mu, untuk menyelidikinya!" Perintah Dion tegas
"Baik tuan besar!" Jawab Burgon semangat, Kemudian meninggalkan tempat itu dengan langkah cepat
__ADS_1
"Untuk mu paman Iron!. Persiapkan 4.000 anak buah mu untuk berjaga jaga!. Siapa tahu malam ini Turangga melakukan serangan!" ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawab Iron cepat. Kemudian meminta izin untuk meninggalkan tempat itu segera
"Untuk mu Eric dan kalian semua!. Tetap berada di kota emas kita!"
"Sisir setiap jengkal sudut kota, dan periksa pagar pagarnya apakah ada yang ganjil di situ!" Perintah dion selanjutnya
"Baik tuan besar!. Perintah akan segera kami laksanakan!" Jawab Eric patuh
"Pergilah!" Sambut Dion singkat
"Baik!" Jawabnya kemudian
Sepeninggal Eric dan yang lainnya itu, Dion mengambil nafas dalam dalam dan berkata.
"Ini masa masa sulit Birawa Group juga kita."
"Selama ini, kita Belum pernah mengalami kejadian yang sebesar sekarang."
"Kedepannya aku tidak mau kejadian ini terulang kembali!'
"Aku akan membeli ribuan senjata otomatis berbagai macam tipe. setelah mendapat legalitas dari parlemen negara ini!'
"Berapapun biaya yang di butuhkan untuk itu, termasuk biaya perizinannya, aku tidak mau tahu!"
"Yang penting senjata senjata yang aku inginkan sampai ke tangan kita dengan selamat
"Aku akan membeli produk dalam negeri, ditambah dengan produk luar dalam jumlah banyak, 3 atau 4 kali lebih banyak dari jumlah pengawal kita!"
"Maaf kakek!. Kejadian ini karena kesalahan Dion, yang tidak mengkondisikan para pengawal di semua lini, untuk mencegah serangan itu terjadi di kota kita." Ucap nya tidak enak hati
"Itu semua bukan salah mu cucu ku!. Persenjataan kita yang tidak memadai, sehingga dengan mudah pasukan kita di pukul mundur karena kalah dalam persenjataan."
"Jika waktu itu kita mempunyai persenjataan yang cukup dan lengkap, mungkin kehancuran kota tidak separah itu."
"Lagi pula pihak militer pun tidak mengerahkan sejumlah banyak pasukannya untuk membantu, ditambah lagi pihak kepolisian juga demikian."
"Maka dengan mudahnya pasukan kita dipukul mundur oleh mereka."
"Beruntung waktu itu para pengawal kita cukup cerdik dan berani, apalagi para ninja, assassin juga samurai itu"
"Karena kekompakan, keberanian, informasi dan pengalaman yang cukup banyak dan besar. maka kita bisa mengalahkan pihak musuh, dan semuanya mati terbunuh dalam serangan itu."
"Untuk itu, kita sebagai penguasa kota emas, juga perwakilan dari kota B, harus mengucapkan terima kasih, kepada orang orang yang dengan gagah berani menghadapi pihak musuh yang bersenjata lengkap."
"Karena dengan perjuangan mereka lah, musuh bisa kita kalahkan!" Ucap Tuan Birawa panjang lebar dan berapi api
"Kami juga berterima kasih pada tuan senior juga tuan besar serta pada pihak pihak yang telah melindungi kami dalam bertugas!' Jawab Deon mewakili seluruh teman temannya itu
"Ah sudahlah jangan kita bicarakan lagi dan kenang kejadian tersebut!"
"Yang penting sekarang adalah, kita harus mulai berbenah, dan membangun kembali kedua kota itu mulai dari sekarang!" Jawab Dion apa adanya. Mengambil nafas sejenak, kemudian berkata lagi
"Karena sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, maka kalian boleh pergi!" Ucapnya pada Deon Austin juga Rams
__ADS_1
"Baik tuan besar!"
"Kalau begitu kami mohon pamit!' Ucap Deon mewakili mereka bertiga
"Silakan!" Jawab Dion singkat
***
Keesokan harinya
Kondisi kota emas dan kota B sudah berangsur angsur pulih, aktivitas nya sudah kembali normal. Cuma bagi bangunan toko, atau bangunan lain yang terkena serangan bom, terpaksalah penyewa atau pengusahanya hanya bersabar, dan menunggu pihak otoritas kota atau pengembang membangunnya kembali
Pagi itu seperti biasa, Dion dan kakeknya, beserta Iron serta Hans juga tiga komandan elit lainnya termasuk Eric, datang menghadap mereka
Waktu itu jam baru menunjukkan pukul 8 pagi, tapi di depan pintu gerbang villa, terjadi sedikit keributan kecil, dimana ada 6 orang yang tidak mereka kenal, mencoba memasuki tempat itu
Tentu saja penjaga pintu gerbang tidak mengizinkannya, Kejadian itu terpantau oleh ruang pengawas, sekaligus operator seluruh kota juga perusahaan yang ada
Deon seperti mengenal tiga Ki diantara mereka, dan sepertinya pernah bertemu, tapi kapan dan entah dimana dia sudah lupa
"Lapor tuan Besar. di depan pintu gerbang villa, ada 6 orang yang tidak di kenal, ingin meminta izin untuk masuk."
"Jadi apakah mereka di izinkan masuk tuan besar?" Tanya pengawal itu dengan wajah takut takut
"Izinkan saja!. tapi setelah kau periksa, apakah mereka membawa senjata atau tidak!' Jawab Dion tegas
"BaiK tuan besar!" Respon nya cepat
"Tuan senior!" Ucap Deon yang datang tergesa gesa itu
"Ada apa Deon?.Kenapa kau datang seperti di kejar hantu?" Respon tuan Birawa keheranan
"Dari layar monitor pengawas kami mengamati, ada tiga orang yang baru datang itu seperti nya saya kenal dan sudah tidak asing lagi!"
"Tapi saya lupa siapa dia?" Jawab Deon masih dengan suara putus putus karena berlari tadi
"Apakah mereka musuh?" Tanya tuan Birawa khawatir
"Bukan tuan senior!. Mereka bukan musuh. Malah kawan yang akan membawa perubahan besar bagi kota emas dan kota B, juga Birawa Group!' Jawab Deon lancar
"Kita tunggu saja mereka di sini. karena pengawal sudah di tugaskan untuk menjemput mereka!" Respon tuan Birawa kalem
"Baik tuan senior!" Jawab Deon cepat
Tak lama sesudah itu, enam orang yang tadi mereka bicarakan pun sudah sampai, dan langsung memberi hormat pada tuan Birawa juga Dion, dengan cara menyilang kan tangannya di dada
"Salam hormat tuan besar!" Ucap salah seorang dari mereka berenam dengan santunnya pada tuan Birawa
Kemudian dia membuka topi serta kacamata, yang senantiasa dia kenakan. Perbuatannya itu diikuti oleh lima temannya yang lain
"Dewa arsitektur, dewa tabib dan dewa kekayaan!" Pekik tuan Birawa terkejut, dengan suara cukup keras sangking terkejutnya
"Hahahaha!' Ternyata tuan masih mengenali kami!"
"Tapi tuan lupa pada tiga orang ini!" Respon salah seorang diantaranya sambil tertawa lepas, karena memang kebiasannya kalau lagi senang dan bercanda seperti itu
__ADS_1
"Ada angin apa yang membawa kalian bertiga, eh bukan berenam ini, datang ke kota emas kami?" Tanya tuan Birawa penasaran