Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Kritis


__ADS_3

"Hati-hati tuan besar!, mereka seperti bukan manusia!" Ucap Hans mendadak menjadi cemas sekali


"Ya aku tahu!, Kau jangan khawatir!" Jawab Dion mencoba menenangkan hati pengawal pribadinyan tersebut


"Paman Abi!. Lakukan tugasmu!. Cari tahu siapa 4 orang itu!" Ucap Dion memberi perintah


"Baik tuan besar!" Jawab Abhicandra patuh. Kemudian menggunakan segenap kemampuan, untuk memindai tubuh keempat orang yang berpostur tinggi tegap tersebut


Namun alangkah terkejutnya Abhicandra, Setelah dia selesai memindai keempat orang itu. Ternyata dugaannya benar. Mereka berempat adalah manusia separuh mesin, yang memang sengaja di program oleh pemiliknya, untuk menjadi mesin pembunuh


Menyadari akan hal itu Abhicandra buru-buru menyudahi pemindaiannya, kemudian berbisik kepada tuan besar Dion dan berkata.


"Tuan besar!. Mereka bukanlah manusia biasa, tetapi manusia separuh mesin atau robot!"


"Ditangan kanannya tersimpan senjata otomatis, yang bisa muncul kapan saja dia kehendaki!"


"Di samping itu, tangan kirinya juga berfungsi sebagai senjata mematikan, karena terbuat dari baja yang sangat keras!"


"Rasanya sulit untuk bisa mengalahkan mereka!"


"Oleh karena itu, berhati hatilah tuan besar!" Ucap Abhicandra mengingatkan


"Jangan khawatir!. Lindungi saja nyawa kalian!, karena aku juga belum tentu bisa melindungi nyawa sendiri!" Jawab Dion mengingatkan anak buahnya


"Senior Iron!. Bawa orang orang mu keluar!. Jangan sampai menjadi korban kebrutalan robot robot itu!"


"Untuk mu Rams!. Cepat kirimkan informasi ini ke ruang operator, dan minta kepada legenda cyber untuk mencari tahu, apa kelemahannya!" Perintah Dion tegas kepada anak buahnya yang lain


Tak mau berlama lama. Rams yang ikut serta dalam rombongan itu mengambil gambar robot robot tersebut secara diam-diam dan cepat, lalu mengirimkannya ke ruang operator, disertai keterangan singkat bunyi perintah dari tuan besar Dion


Tanpa membuang waktu lagi, mereka segera mencari tahu segala informasi tentang manusia separuh mesin tersebut, dan dalam sekejap saja, sudah diketahui bahwa mereka jenis cyborg, yang memang sengaja diprogram untuk menjadi mesin pembunuh oleh pemiliknya


Yang mencengangkan, hampir tidak ditemui kelemahan yang ada di tubuh keempat orang tersebut, tetapi ada satu titik merah, yang kemungkinan akan menjadi kelemahan dari orang-orang itu


Tanda titik merah tersebut ada yang di punggung, ada yang di leher, ada yang di tengkuk, bahkan ada yang di perut. Tapi walau demikian.Tanda merah itu, dilindungi oleh cangkang yang cukup keras, dan sulit sekali untuk ditembus hanya dengan pukulan biasa


Informasi tersebut segera dikirimkan kepada Dion, lalu diteruskan kepada yang lain


"Kelemahan keempat manusia mesin itu, ada di empat titik. yang nomor satu ada di pusarnya, yang nomor dua ada di leher, yang nomor 3 ada di tengkuk, dan yang nomor 4 ada di punggung bagian bawah."


"Arahkan semua pukulan ke titik-titik tersebut, untuk menghancurkan cangkang yang melindunginya.


"Baik tuan besar!" Jawab Abhicandra, Adiwilaga, Iron dan yang lain-lainnya serempak


"Apakah kau merasa takut dengan adanya 4 orang-orang ku itu Dion?"


"Kalau kau takut dan tak yakin bisa mengalahkan mereka. Katakan terus terang dan jangan malu malu!. Hahahaha!" Ucap dan tawa Bajra sangat menjengkelkan sekali


"Tapi tenang saja!. mereka tidak akan menyerang sebelum aku memerintahkannya!"


"Namun jika kalian mau tunduk dan menyerah padaku, serta berjanji akan menjadi anjing penjaga ku, maka aku akan melepaskan kalian!"

__ADS_1


"Tapi jika kalian tetap melawan, Maka jangan salahkan aku, jika nyawa bahkan tubuh kalian, akan hancur dengan kekuatan mereka!" Ucap Bajra Napoleon mengancam keselamatan Dion dan orang-orangnya


"Jangan bangga dulu dengan kekuatan 4 orang manusia setengah mesin itu Bajra!. Belum tentu bisa membuat kami tunduk!"


"Tapi yang perlu kau tahu adalah, setelah kami menghancurkan manusia mesin kebanggaanmu itu, maka tiba giliranmu untuk mati!"


"Orang licik dan culas sepertimu, tidak pantas untuk dibiarkan hidup!" Jawab Dion


meremehkan peringatan dari Bajra barusan


"Kurang ajar!. Terlalu banyak omong kau!. Hadapi saja mereka!" Reaksi Bajra marah, kemudian memerintahkan kepada manusia setengah mesin itu, untuk menyerang Dion dan anak buahnya


"Cyborg one dan juga kalian! Cepat habisi musuh ku itu, seperti kalian menghabisi musuh-musuhku yang lain dulu!"


"Jika kalian bisa menghancurkan mereka, maka aku berjanji akan menyempurnakan program di tubuh kalian itu!" Ucap Bajra memberi perintah


Tanpa menjawab atau menoleh, keempat cyborg setengah jadi itu berpencar, dan memindai orang orang yang ada di ruangan itu dengan menggunakan sebelah mata robotnya


Begitu pandangannya tertuju pada senjata yang mereka pegang, baik pedang, katana, belati, maupun senjata api, robot robot tersebut langsung menembakinya dengan senjata otomatis yang ada di tangan kanannya


Senjata senjata tersebut bisa muncul dan menghilang sesuai dengan keinginan pemiliknya


Mendapatkan tembakan yang membabi-buta tersebut, para ninja segera menghilang dari jarak pandang mereka, dan beberapa diantaranya tiba-tiba saja sudah berada di belakang robot robot tersebut, kemudian menebaskan katana yang mereka pegang, ke leher tangan, badan bahkan kaki lawannya


Tapi serangan tersebut hanya mampu membuat sebagian kulit di wajah maupun di tubuh robot robot itu terkelupas, hingga memperlihatkan beberapa tulang baja yang benar benar keras, sampai sebilah katana dan pedang pun tak mampu memotongnya


serangan yang mendadak itu membuat 4 robot tersebut menjadi marah. Dengan membabi buta menembak ke arah depan, belakang dan ke seluruh ruangan, termasuk ke langit langit aula, dengan tujuan untuk menghabisi para ninja itu


Namun tidak demikian halnya dengan orang-orang Bajra, baik yang menjadi sandera para ninja, maupun yang berada di sana karena harus mengawal tuan muda mereka. Banyak dari mereka yang menjadi korban, karena tidak sempat untuk menghindar.


Tubuh mereka menjadi korban tembakan salah sasaran, dari robot kebanggaan tuan muda mereka sendiri. Tapi anehnya tembakan tersebut tidak ditujukan pada Bajra, termasuk juga pada Arjaya, dan 10 orang pengawal pribadi mereka


Melihat kejadian itu, tuan muda Bajra hanya tersenyum saja, bahkan terkesan menyeringai, dan membiarkan anak buahnya menjadi korban kebrutalan robot-robot nya sendiri


Sementara di bagian lain. salah seorang robot juga menembaki Dion dan para petinggi Birawa Group, yang ada di sebelah kanannya. Tentu saja tembakan itu membuat Dion dan yang lain menjadi kalang kabut, karena robot-robot tersebut menembaki mereka secara membabi buta juga


Bajra yang melihat itu hanya tertawa-tawa saja. Hatinya benar benar puas melihat Dion dan orang-orangnya, tidak berdaya atau mampu melawan manusia setengah robot itu


"Hahaha!. Mampus kalian!" Teriaknya lantang di sela-sela tembakan dari keempat manusia setengah robot miliknya tersebut


Geram karena menjadi sasaran tembak dan menjadi bulan bulanan robot robot itu, membuat Dion menjadi marah


Dengan lantang dia memerintahkan kepada anak buahnya, untuk berlindung, agar tidak terkena tembakan dari robot-robot tersebut


Sedangkan dia setelah memberikan perintah tegas itu, langsung berkelebat ke arah salah satu robot yang membelakanginya, dengan melancarkan serangan yang cukup kuat sekali, dan telak mengenai punggung robot itu


Tapi sayang sekali!. Bukan robot tersebut yang terdorong ke depan atau jatuh, tapi tubuh Dion yang malah terpental ke belakang, tapi tidak sempat jatuh, karena Dion bisa menstabilkan posisinya ketika mendarat di lantai


Melihat itu. Adiwilaga, Abhicandra, Hans dan Iron maju melindungi tuan nya. dan bersiap untuk mati bersama atau minimal menyelamatkan nyawa tuan besar mereka


Di saat yang genting seperti itu, salah satu robot yang sudah menghabisi teman-temannya sendiri, mengarahkan tembakannya ke arah Iron dan yang lain, yang sedang melindungi tuan besar mereka

__ADS_1


Beruntung pada saat itu, sebelum tembakannya meletus. Puluhan pengawal bersenjata otomatis, berlarian masuk ke ruangan, dimana Dion sedang berdiri dilindungi oleh 4 pengawalnya.


Ternyata senjata senjata itu disimpan oleh mereka di dalam mobil, dan tidak dibawa masuk ke ruangan. Saat terjadi kerusuhan, barulah pengawal yang berada di luar mengambilnya, dan langsung berlarian ke dalam untuk membantu orang orang yang ada di dalam


Belum juga mereka sampai, beberapa orang di antara mereka, sudah menembaki robot-robot tersebut dan telak mengenainya. Apalagi setelah mereka sampai di hadapan Dion dan tiga lainnya. Puluhan pengawal tersebut langsung memberondong robot robot itu, dengan tembakan terarah, hingga membuatnya terdorong ke belakang. dan roboh serta jatuh ke lantai


Tapi karena mereka manusia setengah robot, tentu saja mereka tidak mudah untuk dibunuh atau dihancurkan


Dengan gerakan lambat, mereka bangkit dan berdiri, kemudian mencoba untuk membalas tembakan mereka. Tapi sayangnya, peluru yang ada di dalam senjata otomatis yang tersimpan di tubuh mereka, sudah habis semua


Melihat kejadian itu!. Roman wajah Bajra kembali memucat serta ketakutan. Dia menyadari dengan habisnya persediaan peluru yang ada di senjata robot-robot tersebut, kemungkinan Dion dan orang-orangnya, akan mampu merobohkan manusia setengah robot itu


Timbul kembali niat liciknya untuk melarikan diri dari tempat tersebut. Tetapi Abhicandra terus mengawasinya, karena dia mendapatkan perintah untuk menangkap Bajra hidup-hidup dan belum mau untuk menghabisinya


Dengan datangnya puluhan pengawal itu, membuat nyawa Dion, Hans, Iron dan Adiwilaga dan Abhicandra terselamatkan, walau belum tentu benar, mereka akan habis saat itu juga


Sementara itu di bagian lain. Awan, Langit dan Bumi serta para pengawal lain, sedang berjibaku melawan 2 orang manusia setengah robot tersebut, dan tampaknya mereka sedikit kewalahan


"Cari kelemahan mereka! Gunakan pedang pedang kalian!"


"Jika tidak bisa menemukan kelemahannya, arahkan serangan kalian pada mata!" Ucap Langit memberi instruksi


"Baik!"


Wus!


Bam!


Tubuh Awan terhempas ke dinding sampai membuatnya jebol


Bukan hanya dia saja, Bumi serta Eric juga demikian. Pukulan dan serangan mereka tidak berpengaruh pada robot itu, bahkan pukulan cepat dari tangan robot berhasil membuat tubuh mereka terlempar ke sana kemari


"Ayo cyborg for!. Bunuh mereka!" Teriak Bajra Napoleon menyemangati robot robotnya


"Tuan muda!. Izinkan aku untuk keluar dari ruangan ini. Aku takut anak dan istriku khawatir dengan keadaan ku!" Ucap Arjaya memohon


"Oh aku baru ingat!, bahwa tadi kau berniat mengkhianati ku!"


"sekarang kau malah berlindung kepada aku dan ingin menyelamatkan diri sendiri


"Kau pikir aku akan membiarkannya Arjaya?" Jawab Bajra sinis, kemudian mengepalkan tangannya serta memukulkannya ke tubuh Arjaya, hingga membuatnya terpental, dan jatuh ke sudut ruangan, tidak bergerak lagi. Apakah pingsan atau mati tidak ada yang tahu


Sementara itu, Dion, Hans, Adiwilaga serta Iron, terlihat sedang bahu membahu menghadapi dua manusia setengah mesin, dan tampaknya mereka sangat kewalahan. Hingga pada suatu ketika serangan kuat membuat tubuh Dion terpental, dan menabrak dinding yang ada di belakangnya


Ada darah segar terlihat merembes dari mulut Dion, dan itu membuat dadanya sesak dan sulit untuk bernafas !


Prang!


"Papa!


"Ayah!"

__ADS_1


__ADS_2