
Seminggu telah berlalu, kematian Pram masih juga menjadi tranding topik di kota B, bahkan di kota kota sekitarnya
Victor dan Leni, kedua orang tua Pram, merasa sangat sedih dan kehilangan. Mereka tidak menyangka, bahwa anak semata wayangnya, akan pergi secepat itu, dan dalam kondisi yang menggenas kan pula
Sebagai orang tua, apalagi konglomerat berduit, kematian Pram, tentu tidak dibiarkan berlalu begitu saja, tanpa ada kejelasan, tanpa ada penyelidikan, apa yang menyebabkan kematian anaknya, juga keempat kawannya itu
Apakah murni kecelakaan, atau ada faktor lain, semisal pembunuhan, miras atau pemakaian obat obat terlarang
Dengan segala upaya dan memanfaatkan pengaruhnya, Victor meminta dengan sangat, agar kasus kematian anaknya, diselidiki dengan benar dan seksama
Tapi tanpa diminta ataupun tidak, pihak berwajib tetap akan menyelidiki nya, sampai ditemukan bukti bukti yang mendukung, apa penyebab kematian mereka tersebut
Hampir seminggu ini, kematian Pram dan empat kawannya itu, terus diselidiki oleh berbagai pihak, tapi belum juga menemukan titik terang
Dugaan sementara, penyebab kematian mereka adalah kecelakaan, akibat pengaruh minuman keras, dan pemakaian obat obat terlarang, karena di bekas mobil yang mereka naiki itu, terdapat satu seloki minuman keras merek tertentu, dan satu seloki lagi minuman keras jenis lain, yang sudah dikenal cepat membuat peminumnya mabuk dan mudah terbakar, walau semuanya itu telah meleleh karena api
Didalam mobil yang terbakar itu, juga ditemukan sejenis obat obatan terlarang atau psikotropika, yang tersimpan di sebuah botol dan ditaruh di bawah tempat duduk
Walau bentuknya sudah tidak utuh lagi karena meleleh, dan barang didalamnya juga terbakar habis, tapi masih bisa dikenali, bahwa itu bekas obat obatan terlarang
Walau belum ada bukti lanjutan, kalau kematian Pram dan anak buahnya itu karena pengaruh miras dan psikotropika, namun ada juga pihak yang mengatakan, bahwa kematian mereka karena korban pembunuhan
Tapi sejauh ini, belum ada pihak yang berani menyimpulkan, apa penyebab pasti kematian mereka itu
Satu hal yang menyulitkan peyelidikan tersebut adalah, tidak ada saksi, tidak ada petunjuk yang mengarah ke sana. Ditambah lagi, tempat kejadian perkara, berada di dasar jurang yang cukup dalam
Sekuat apapun mereka berusaha, tetap tidak bisa memecahkan misteri kematian lima orang itu, karena jasad mereka sudah tidak utuh lagi
Hampir 99.96 persen, daging jasad mereka terbakar habis, dan hanya meninggalkan kerangkanya saja, itupun sudah banyak yang terlepas dari tempatnya semula
Berita kematian orang yang sempat heboh itu, juga telah didengar oleh tuan Birawa dan Dion, yang saat ini baru kembali dari kota Teluk Berlian, tapi tidak begitu ditanggapi. cuma pernah terjadi pembicaraan tentang kejadian tersebut sekitar satu jam
***
Seminggu sebelumnya, di pinggiran kota B, lokasi kejadian
"Kau yang berbuat, kau pula yang harus bertanggung jawab. Singkirkan tubuh tak bernyawa itu, dan hilangkan jejak di lokasi ini serapi mungkin!" Ucap Robin sesaat setelah Nick menuntaskan sakit hatinya itu pada Pram
"Baik bos!" Jawab Nick cepat
"Dan kalian semua, cepat tinggalkan tempat ini, karena sudah tidak ada urusan lagi di sini." Perintah Robin tegas, kemudian berjalan menuju ke mobilnya, diikuti oleh Eric dan teman temannya yang lain
***
Masih di lokasi kejadian, satu menit setelah Robin dan yang lainnya meninggalkan tempat kejadian perkara
"Ambil dua sloki minuman keras di sana, dan masukkan kedalam mobil mereka, untuk menambah minuman yang sama, yang sudah mereka minum terlebih dahulu itu." Perintah Nick pada anak buahnya
"Bos!, didalam saku dua orang ini, terdapat psikotropika jenis Shabu, apa yang harus kita lakukan dengan obat ini bos?" Tanya seorang anak buahnya itu
__ADS_1
"Biarkan saja, cari botol kaca, dan masukkan obat tersebut kedalam botol itu, taruh di bawah jok tempat duduk mereka." Jawabnya cepat kemudian memberi perintah lagi
"Kalian bertiga!. Cepat angkat jasad mereka, dan masukkan kedalam mobil. kita bawa ke daerah puncak. Di sana, baru kita siramkan minuman keras itu ke sekujur tubuh mereka, dan bakar sampai tidak tersisa."
"Di puncak itu banyak terdapat jurang yang dalam, jadi aman untuk menghilangkan jejak. Cepat!" Perintah Nick pada anak buahnya itu
" Baik bos!" Jawab anak buahnya serempak
Singkat cerita, kelima jasad itu dibawa ke daerah puncak, dan di buang ke dasar jurang berikut mobil nya itu
Karena mobil tersebut berbahan bakar premium, tentu saja mudah terbakar, ditambah lagi dengan adanya dua sloki minuman keras, di campur dengan sedikit siraman bensin di dalam mobil itu, hingga menjadikan mobil berikut isinya terbakar habis
***
Vila milik Dion kota Golden City, dua jam setelah pemiliknya kembali
"Salam tuan besar, tuan muda!" Sapa Robin dengan sikap hormat
"Ya terima kasih!. Apakah ada yang mau di laporkan Robin?" Tanya tuan Birawa dengan ekspresi dingin
"Ada tuan besar, tuan muda!" Jawab Robin cepat, kemudian menyuruh Eric untuk maju
"Katakan!" Balas tuan Birawa masih dengan sikap dingin
"Saya Eric tuan besar, tuan muda!" Ucap Eric memperkenalkan diri
"Ya, teruskan!"
"Ha!,kapan itu?, dan siapa orang nya?" Tanya tuan Birawa terkejut, karena tidak menyangka, ada orang yang masih berani mengganggu orang orang nya itu
"Pramudya atau Pram, anak dari Victor, pemilik showroom mobil di kota B, dan empat anak buahnya yang lain!" Jawab Eric cukup lancar dan tidak ragu ragu lagi
"Pram! Victor!" Tanya Dion penasaran
"Benar tuan muda!"
"Lalu apa yang terjadi?" Tanya Dion penasaran karena dia kenal dengan si Victor itu
"Usahanya gagal, malah dia sendiri yang terbunuh, oleh orang yang membayarnya itu."
"Cukup membingungkan, coba jelaskan lebih detiel lagi!"
"Waktu kejadian itu, Nick ketua gangster kota J, orang yang di bayar oleh Pram, tidak mengetahui, bahwa saya anggota pengawal keluarga tuan."
"Tapi ketika bertemu dengan komandan utama Robin, Nick tidak mau meneruskan rencananya lagi, karena terikat janji dengan komandan Robin ini."
"Janji apa itu?" tanya tuan Birawa penasaran
"Maaf tuan besar!, kalau saya lancang. Nick dan anggota nya telah kami taklukkan setahun yang lalu. Saat itu kami berniat menghabisi nya berikut anak buah, juga organisasinya."
__ADS_1
"Tapi karena dia memohon belas kasihan, dan meminta diberi kesempatan sekali lagi untuk hidup, dan berjanji, tidak akan berani lagi mengganggu orang orang tuan besar. maka kami melepaskan Nick dan seluruh anak buah nya itu."
"Lalu?"
"Entah kenapa waktu itu, dia berani berkonspirasi dengan Pram, untuk menghabisi komandan Eric ini. mungkin karena dia belum tahu, bahwa Eric adalah komandan pengawal keluarga tuan besar"
"Untung kami datang tepat waktu. kalau tidak, mungkin Nick saat itu sudah mati, dan kami tidak akan tahu, siapa orang yang telah berani membayarnya tersebut."
"Begitu kami datang, baru lah Nick tahu, bahwa Eric adalah orang orangnya tuan besar dan tuan muda."
"Karena merasa dibohongi, maka Nick menjadi begitu kesal dan marah. maka
kemarahannya itu, dijadikan alasan untuk menghabisi Pram dan anak buahnya itu." Ucap Robin panjang lebar, menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya
"Jadi maksudmu, si Pram itu mati dibunuh oleh Nick, bukan oleh si Eric ini?" Tanya Dion cukup senang
"Bukan tuan muda!, yang membunuh Pram juga anak buahnya itu, adalah Nick dan
orang orang nya. Tapi walau bagaimanapun, saya penyebab masalah itu terjadi."
"Ya sudahlah, kau tidak usah takut atau khawatir. Itu masalah kecil." Jawab Dion mencoba menenangkan Erik, kemudian Dion berkata lagi
"Tapi menurut informasi yang disampaikan oleh Rams, katanya si Pram itu buronan internasional, karena kasus narkoba di Italia, benarkah begitu?" Tanya Dion menyampaikan informasi dari Rams itu
"Benar tuan muda." Jawab Eric sambil mengangguk
"Kalau begitu, kalian boleh pergi!. dan anggap kejadian itu tidak pernah ada!. Kalau Victor macam macam!. Habisi saja!" Ucap Dion memberi perintah, hingga membuat kening kakeknya berkerut dalam
"Terimakasih tuan besar, tuan muda!" Jawab Eric dengan sikap hormat, lalu beranjak pergi diikuti oleh Robin dan yang lainnya
***
"Sikap mu sudah mulai berubah, tidak naif, tegas dan cepat mengambil keputusan. Kakek senang melihatnya." Puji tuan Birawa tulus kepada cucu kesayangannya itu, sesaat setelah Robin dan Erik beserta yang lain meninggalkan mereka berdua
"Dion belajar dari kakek. Sebagai seorang atasan, Dion harus mampu bergerak cepat, dan berani mengambil keputusan, serta mau menanggung resikonya, serta mengutamakan keselamatan bawahannya."
"Kalau Dion bersikap lembek, ragu ragu, tidak mampu bersikap tegas, serta tidak mempunyai visi dan misi, maka keluarga kita, perusahaan kita, juga orang orang kita, akan dipandang rendah oleh orang lain, dan pemimpinnya akan dianggap rendah kapabilitasnya."
"Kau benar Dion, kakek sangat setuju dengan pendapat mu itu. Adakalanya kita harus bertindak cepat dan tidak ragu ragu, sepanjang apa yang kita putuskan itu benar dan sudah sesuai prosedur."
"Masalah pembunuhan itu, kakek rasa tidak ada sangkut pautnya dengan kita, tapi sebagai seorang pemimpin, yang memperkerjakan si Eric itu, maka mau tidak mau kita harus bertanggung jawab."
"Tapi jika melihat latar belakangnya, anak si Victor itu sendirilah yang salah, karena dia berani mencari gara gara dengan anak buah kita."
"Tapi sayang nya kita lupa untuk menanyakan, peristiwa apa yang melatarbelakangi kejadian itu!"
"Tapi kakek yakin!, bahwa si Eric itu, tidak mungkin akan bertindak ceroboh, kalau tidak dilatarbelakangi oleh kejadian besar."
"Kesimpulan sementara menurut kakek adalah, si Pram itu, tanpa sepengetahuan orangtuanya, telah bertindak gegabah, karena berani mendatangkan ketua gangster dari kota J, hanya untuk menghabisi nyawa seseorang."
__ADS_1
"Tapi kali ini, sepertinya dia salah sasaran, karena orang yang ingin dihabisi nya itu, bukanlah orang sembarangan, karena dia merupakan pengawal elit keluarga kita."
"Jadi! Jika ada orang yang berani menyinggung orang orang kita, maka taruhannya mati!"