Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Bajra Napoleon


__ADS_3

"Aku akan mengantarkanmu terbang melayang, dan menuju ke surga!" Jawab orang tersebut enteng sekali


"Jangan berani macam macam!. Tuan muda ku akan sangat marah, jika kalian memperlakukanku seburuk ini!" Ucapnya penuh ancaman


"Tenang saja!. Justru dia akan sangat berterima kasih sekali, jika sampah sepertimu mati di tangan mulia kami!" Jawab pengawal tersebut enteng, sambil menyeringai cukup menyeramkan sekali


"Kurang ajar!. Kalian iblis yang lebih jahat daripada iblis!" Ucapnya marah dan tak sadar diri dengan ucapannya tersebut


"Siapa yang iblis, kau atau kami?"


"Seenaknya mengambil hak orang lain, untuk memperkaya diri sendiri!"


"Apakah kau tidak sadar, bahwa perbuatan mu itu telah menyusahkan orang lain?" Tanya Randy, si pengawal tersebut sangat menohok sekali


"Menyusahkan kata mu?. Apa dia tidak berpikir ketika merampas seluruh harta kekayaan tuan besar Jack yang telah kalian bunuh itu?" Bantah Rojak Babu berapi api


"Jack?. Apa orang yang kau panggil Jack itu adalah Jack Napoleon si orang Prancis tersebut?" Ucap Robin penasaran


"Ya!. Dialah orangnya!" Jawab Rojak Babu berterus terang


"Lalu apa hubungannya kau dengan Jack Napoleon itu?" Tanya Robin semakin penasaran


"Dia bos ku!. Orang tua dari tuan muda kami sekarang ini!" Jawab Rojak Babu berterus terang


"Menarik!. Ternyata penjahat yang sangat di cari dunia itu, mempunyai keturunan di negara ini!" Respon Robin keheranan


"Memangnya kenapa kalau kau mantan anak buah Jack napoleon tersbut?"


"Apakah kau pikir kami akan takut?" Ucap Robin tiba tiba


"Keturunan dari musuh bos besar kalian itu, adalah orang kuat!"


"Dia selalu menjuarai turnamen beladiri dunia, dan belum pernah terkalahkan sampai dia mengundurkan diri, dan memutuskan pindah ke negara ini, serta membangun usaha yang bakal menyaingi Birawa Group!"


"Dengan kekuatannya, kalian ini tidak ada apa apanya. Cuma dianggap sampah di mata tuan muda kami!" Jawab Rojak Babu membanggakan tuannya tersebut


"Benarkah?" Respon Bumi geram, dan sudah sangat muak sekali. Kemudian maju mendekati Rojak Babu yang masih terduduk di tanah itu, dan melakukan sesuatu yang tidak pantas untuk di lihat


Jleb!


"Arg!" Teriak Rojak Babu kesakitan, tatkala tangan sebelah kirinya di potong oleh komandan Bumi, lalu disambung lagi dengan sebuah tusukan cukup dalam di paha kaki sebelah kanannya


Teriakannya semakin kuat terdengar di seantero lokasi tersebut, tapi cepat di bungkam dengan sebuah totokan di sekita leher, hingga suaranya tidak terdengar lagi

__ADS_1


Bukan hanya itu saja. Ahli totok saraf yang dibawa oleh Robin, juga menotok sekitar pangkal lengan bagian bawah Rojak Babu


Seketika darah yang mengalir cukup deras di pangkal lengan Rojak Babu terhenti. dan hanya menyisakan rasa ngilu di bekas tebasan senjata tajam tersebut


Tapi tak lama kemudian, orang tersebut kembali menotok leher dan lengan kiri Rojak babu. Maka segera setelah itu, terdengar raungan kesakitan yang sangat memilukan sekali bagi yang mendengarnya di subuh hari menjelang pagi itu


"Aaaaargh!"


"Aaaaaaarkhh!" Teriak Rojak Babu sekuat kuatnya. Darah segar kembali mengalir dari tangannya yang sudah buntung sebelah, walau tidak sederas tadi


Tak sanggup menahan derita. Tubuh Rojak Babu berguling guling di tanah, sambil merasakan sakit yang sangat luar biasa sekali


Rojak tiga dan dua temannya, yang saat itu berada persis di samping Rojak Babu menjadi ketakutan


Tubuhnya menggigil, matanya nanar, dan jantungnya berdetak sangat kencang, ketika melihat bagaimana sadisnya orang tersebut memberlakukan bos besar mereka sedemikian rupa


Mau melawan tentu saja dia tidak mampu, apalagi mau menyerang orang tersebut. Yang bisa dia lakukan adalah diam, sambil merasakan ngilu di tangan kanannya yang sudah buntung sebelah tersebut


Sementara itu, puluhan anak buah Rojak Babu yang melihat bosnya diperlakukan semena mena, menjadi sangat geram sekali. Tapi mereka tidak berani menampakkan nya selain di dalam hati


"Bagaimana Rojak Babu?. Apakah hadiah yang kami berikan berkenan di hatimu?" Tanya pengawal tersebut sambil mulutnya menyeringai bengis


Bhangsat!. Badjingan!. Setan!. Iblis!. Brengsek kalian!" Jawab Rojak Babu penuh dengan kemarahan dan makian, sambil terus menggeliat di tanah itu


Buk!


Tubuh Rojak Babu terangkat, akibat ditendang cukup kuat oleh Bumi, hingga terpental cukup jauh, dan menabrak jendela kaca hingga pecah


Tak cukup sampai di situ saja, Bumi kembali meluruh ke arah Rojak Babu, dan berusaha menebas lehernya biar mati, atau merobek mulutnya, karena telah berani menghina tuan besar mereka


Tapi tindakannya di cegah oleh Robin, karena dia belum menginginkan Rojak Babu mati saat ini


Namun kondisi Rojak Babu antara hidup dan mati. Kalau tidak kehabisan darah, ya karena kesakitan akibat di tendang cukup kuat oleh Bumi


"Jika kalian tidak mau mengalami hal seperti itu. Katakan!. Siapa orang yang kalian panggil tuan muda itu, dan dimana tempat tinggalnya?". Ucap dan tanya Robin pada seluruh anak buah Rojak Babu, cukup mengintimidasi sekali


"Jangan harap kami akan memberi tahu!. Mati sekalipun kami tidak akan takut!" Jawab Rojak tiga buka suara dan tumben berani sekali menjawab


Sebentar tadi dia sangat ketakutan, tapi entah mengapa saat ini dia jadi seberani itu, dengan menjawab yang sebenarnya tidak mau dia jawab sedari tadi karena ingin mencari aman


Tapi setelah dipikir pikir, menyerah mati melawan juga mati. maka dengan memberanikan diri dia bangkit dari duduknya, dan menjawab asal bicara saja


Mendengar jawaban yang sumbang seperti itu, Bumi yang terkenal bertemperamen tinggi, langsung meluruh ke arah Rojak tiga, dan langsung menebas lehernya tanpa peringatan lagi

__ADS_1


Bukan hanya itu saja, enam orang yang berada dekat dengan Rojak tiga pun terkena imbasnya. Tubuh mereka terpotong oleh senjata katana yang sangat tajam sekali


Robin yang melihat itu, sempat bergidik ngeri, dan membatin di dalam hati. "Jika dibiarkan, orang orang ini bakalan habis, tanpa sempat mendapatkan informasi tentang tuan mereka"


"Ini tidak boleh jadi!. Harus dicegah tindakannya yang diluar batas itu!" Batinnya dalam hati, kemudian berkata pada anak buahnya.


"Cukup Bumi!. Hentikan tindakan brutal mu itu!" Ucap Robin padanya


"Percuma ketua!. Mereka tidak akan mau membuka mulut, jika tidak kita paksa dengan kekerasan!" Jawab Bumi tidak mau tunduk pada perintah ketuanya. Kemudian mengalihkan pandangannya ke arah anak buah Rojak Babu yang masih tersisa


"Dengarkan kalian semua!. Aku tidak akan main main dengan ucapan ku ini!!"


"Jika kalian tetap bersikeras melindungi keberadaan tuan kalian itu!, maka saat ini juga aku akan memutus mata rantai keturunan kalian di masa yang akan datang!" Ucapnya penuh ancaman. Kemudian menyeret katana nya di tanah, dan berlagak seolah olah ingin menyabetkannya katana nya pada ************ salah seorang dari mereka


Tindakan Bumi yang tidak kenal perasaan itu, tentu saja membuat orang-orang yang sedang duduk di tanah menjadi ketakutan. Salah seorang dari mereka berteriak lantang dengan berkata.


"Hentikan!. Aku akan mengatakan siapa tuan kami, dan dimana dia tinggal!" Ujarnya


"Pintar!. Ternyata kau sayang juga dengan senjata mu itu ya?" Respon Bumi senang tapi penuh misteri


"Dia tinggal di daerah pantai. Tapi rumahnya tergolong rumah mewah, karena dijaga selama 24 jam nonstop, oleh 1000 orang lebih pasukan bersenjata!"


"Tidak sembarang orang bisa masuk ke sana!" Ucap orang tersebut berterus terang


"Lokasi tepat nya!" Sambut Bumi tidak sabaran


"Daerah Utara kota J. Rumah bercat putih, lantai tiga, dan yang paling besar sekali, itulah rumahnya!" Jawabnya lagi


Buk!


"Kau ini bodoh atau apa!. Yang aku butuhkan nama tuan busuk mu itu!" Respon Bumi geram, dengan menendang perut orang tersebut kuat kuat


Jangan ditanya lagi bagaimana kondisinya. Tubuh orang tersebut terpental, dan menabrak dinding samping Rojak Babu, yang sedang tidak sadarkan diri itu


Entah mati atau sekedar pingsan, tidak ada yang tahu


"Tunggu bos!. Aku bisa menjelaskannya!" Ucap seseorang yang tiba-tiba ingin meredakan kemarahan dari komandan Bumi tersebut


"Jangan membuang waktuku! Sebutkan saja apa yang kami tanyakan tadi!" Jawab Bumi dengan ekspresi marah


"Orang tersebut bernama Bajra Napoleon. atau yang sering kami panggil dengan tuan muda Baja."


"Umurnya baru 27 tahun lebih, tapi mempunyai fisik yang sangat kuat sekali!" Jawab anak buah Rojak Babu berterus terang

__ADS_1


"Bagus!. Sudah lama aku tidak olahraga. Aku ingin tahu, seberapa kuatnya orang itu!" Respon Bumi senang, sambil menyeringai penuh misteri


__ADS_2