Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Rencana kompetisi


__ADS_3

Dua hari kemudian, kakek Birawa benar benar datang ke kota B dan Golden City, dikawal oleh Iron, dan ribuan orang yang kuat kuat, lengkap dengan 10 orang komandannya


Seluruh pengawal dan petinggi perusahaan level tiga dan empat, tampak berjejer di sepanjang jalan yang dilalui oleh tuan Birawa itu, untuk memastikan, perjalanannya tidak mengalami hambatan, juga dibantu oleh aparat setempat, untuk mengatur jalannya lalu lintas agar tetap tertib dan lancar


"Sungguh penyambutan yang luar biasa. Ketenaran tuan Birawa sampai bisa menghipnotis kita semua hari ini. Benar benar hebat"


"Dia orang terkaya nomor satu sejagat, bersama dengan tuan muda Dion, cucunya itu. Jadi wajar kalau dia mendapat penyambutan dan penghormatan yang luar biasa ini,


"Tidak macam kita, boro boro disambut, kalau berani nongol, bisa bisa di tendang keluar dari sini!"


Itulah sebagian kasak kusuk dari warga kota, juga sebagian besar karyawan perusahaan cabang Birawa Group di kota B, yang dikerahkan untuk menyambut kedatangan tuan besar mereka itu


"Salam hormat tuan besar. Semoga selalu panjang umur!" Ucap petinggi perusahaan juga petinggi pengawalnya serempak, sambil membungkuk dalam kearahnya


"Terima kasih!" Jawab tuan Birawa singkat, sambil membuka telapak tangannya sejajar dengan dada


"Selamat datang kek!" Sambung Dion sesaat setelah kakeknya selesai membalas penghormatan bawahannya itu


"Hahahaha!. beberapa bulan tidak bertemu, kau sudah tumbuh semakin gagah cucuku!" Sambut tuan Birawa senang sambil memeluk cucu kesayangan itu erat erat


"Sebaiknya kita masuk dulu ke vila kek, sambil menyeruput teh Da Hong Pao Kesukaan kakek itu." Ujar Dion agar bisa lepas dari pelukan kakeknya tersebut


"Kalau begitu kakek setuju. Bagus bagus!. Ternyata cucuku tau menyenangkan hati kakeknya!. Hahahaha!" Jawab tuan Birawa sambil tertawa senang


***


Di aula keluarga, vila milik Dion, kota Golden City, pukul 11, 58 siang


Kakek Birawa dan para petinggi perusahaan, serta pengawal keluarga, sama sama memasuki vila milik Dion, dan di tempatkan di ballroom yang cukup luas di vila itu


Setelah semuanya duduk di ditempat yang sudah di tentukan, mereka segera di suguhkan dengan hidangan yang super mewah dan lezat, yang di letakkan di atas meja besarnya masing masing, tapi belum semua meja mendapatkan nya


Aroma yang keluar dari hidangan itu sangat menggugah selera, sehingga membuat yang hadir serasa tidak sabaran untuk mencicipinya, tapi tidak berani melakukannya, sebelum di minta


Sambil duduk dan menunggu, para tamu yang ada, mengambil kesempatan untuk menikmati suasana mewah di vila itu, dengan mengarahkan semua pandangannya ke seluruh ruangan ballroom tersebut, dan hasilnya, tidak bisa dilukiskan dengan kata kata


Petinggi perusahaan yang sudah pernah datang ke vila milik Dion itu, masih juga dibuat takjub, ketika memasuki ruangan besar itu, apalagi yang belum pernah datang sama sekali, bukan takjub lagi, tapi bagai mimpi di siang bolong


Bagi mereka, vila milik Dion itu bukanlah vila, tapi istana yang yang dirancang mirip vila, tapi sebenarnya adalah istana raja, yang kemewahannya melebihi hotel bintang lima, bahkan mungkin bintang enam


Pantas saja, banyak diantara para petinggi perusahaan itu, hanya berdiri atau duduk bengong dan takjub, ketika melihat segala kemewahan yang ada dalam vila tersebut

__ADS_1


Ini merupakan kehormatan yang sangat besar bagi mereka semua, bisa di undang oleh pemilik perusahaan Birawa Group yang kesohor itu, untuk menghadiri acara makan bersama dengan pemilik utama perusahaan itu


Dengan segala kerendahan hati semua mengakui, bahwa tuan besar, juga tuan muda mereka, adalah orang yang sangat beruntung, karena ditakdirkan menjadi orang sukses dan kaya pada saat ini


Didalam hati mereka juga mengakui, bahwa mereka juga beruntung, karena bisa bekerja pada tuan yang kaya raya tersebut, dan bertekad, akan selalu taat dan patuh, juga setia pada tuan besar Birawa, juga tuan muda Dion


Kini jam sudah menunjukkan pukul 12.20, tapi acara makan belum juga di mulai, para pelayan yang sengaja di datangkan dari restoran dan hotel hotel yang ada di sekitar kota Golden City, belum selesai juga menghidangkan semua menu yang dimasak untuk mereka


Tak lama sesudah itu, semua hidangan mewah nan lezat sudah tersaji di depan mata, mereka sudah tidak sabaran lagi ingin memakannya


Akhirnya harapan mereka terkabul, Dion melalui para koki seluruh restoran miliknya, mempersilakan orang orang nya untuk menikmati hidangan yang sudah tersedia di atas meja masing masing


Tak lama sesudah itu, hanya terdengar dentingan suara beradunya sendok dan garpu dengan piring mereka. dan sesekali, di iringi dengan ucapan kagum dari penikmat makanan itu


Setelah 30 menit acara makan selesai. Tuan Birawa menyampaikan maksud kedatangaannya pada Dion, secara pribadi. "Kedatangan kakek kesini, selain ingin mengunjungi mu, juga ada maksud lain!" Ujar tuan Birawa setelah selesai menyeruput teh kesukaannya itu, sehabis makan


"Apakah sesuatu yang sangat penting itu kek, hingga kakek rela datang sendiri ke sini, Bukankah kakek bisa memintaku, untuk datang sendiri ke kota J itu?" Jawab Dion heran sekaligus bertanya


"Setiap hari kakek selalu gelisah memikirkan akan keselamatan mu di sini, walau kau sudah di kelilingi oleh orang orang kuat, tapi kakek masih tetap saja dihantui oleh perasaan takut itu."


"Maksud kakek?" Sela Dion keheranan


"Menjadi orang kaya dan sukses itu, tidak serta merta membuat orang tersebut menjadi tenang, tapi malah semakin ketakutan, contohnya kakek ini." Jawabnya bijaksana tapi terkesan penuh sindiran pada diri sendiri


"Yang penting, keinginan kakek itu terwujud. yaitu terlindungi. Tujuannya adalah, agar tak seorang pun berani mengancam kakek, apalagi mendekati kakek dengan niat jahat."


"Dan ternyata, cara kakek itu memang benar benar terbukti, perusahaan kakek semakin maju dan disegani, sekaligus di takuti oleh semua kalangan, baik dari dalam maupun luar negeri."


"Dengan keberhasilan kakek itu, lama kelamaan, banyak pengusaha besar yang mengikuti jejak kakek, yaitu merekrut pengawal pilihan, untuk mengamankan udahannya, walaupun mereka tidak seekstrim kakek."


"Para pengawal itu, tidak seluruhnya dikerahkan untuk mengawal kakek, tapi juga ditempatkan di perusahaan semua kota besar dan cabang milik kakek dulu."


"Kerena jumlah perusahaan cabang sudah semakin banyak, yang tersebar di beberapa kota besar dan daerah, apalagi setelah kau mengakuisisi beberapa perusahaan, juga mendirikan cabang baru, maka kakek ingin merekrut sejumlah pengawal baru, disamping untuk mengawal mu, juga untuk di tempatkan di kota ini, juga kota kota yang lain."


"Itulah maksud kedatangan kakek ke tempatmu ini Dion." Ujar kakek Birawa mengakhiri penjelasannya


"Tapi kek!, bukankah sudah ada Hans, Robin, Leon, Burgon dan beberapa komandan komandan lain, yang siap sedia 24 jam secara bergantian, mengawal dan mengawasi keselamatan ku di sini?" Sanggah Dion tidak enak hati


"Jumlah sebanyak itu, belum cukup buat kakek. Menurut laporan Iron, jumlah pengawal keluarga kita, baru mencapai, 10.150 orang saja."


"Kakek ingin menggenapkan menjadi 15 ribu orang, yang akan di seleksi melalui adu tanding diantara para pelamar pengawal itu."

__ADS_1


"Bagi yang masuk ke babak terpilih, akan di uji oleh para petinggi pengawal kita. Apabila mereka di anggap layak. maka baru diperbolehkan bergabung dengan tim pengawal yang sudah ada sebelumnya." Ujar kakek Dion sangat semangat sekali


"Kalau itu keputusan kakek, Dion hanya menurut saja, karena Dion yakin, pertimbangan kakek itu benar, dan akan bermanfaat kedepannya." Sahut Dion menyetujui saran dari kakeknya


"Bagus kalau begitu!. Kakek senang mendengarnya." Sambut kakek Birawa senang


"Iron, sesuai dengan rencana, kau umumkan pembukaan lowongan pekerjaan ini ke seluruh dunia. Aku ingin merekrut orang orang terbaik di bidangnya masing masing. Jangan kecewa kan aku dan tuan muda kalian ini!" Titah tuan Birawa tegas


"Siap laksanakan tuan besar!" Respon Iron cepat


"Dan kau Hans dan Robin, segera cari gedung besar yang mempunyai ruangan cukup luas, untuk tempat pemilihan calon pengawal itu, jika pemiliknya menolak, beli gedung itu, berapapun yang dia minta, asal sesuai dengan logika!" Titah tuan Birawa yang kedua


"Siap tuan besar!" Jawab Hans dan Robin serempak


"Sedangkan kau Ivory!. Urus perizinan tempat dan acara pemilihan itu. Aku tidak mau rencana ku ini gagal!"


"Jika mereka menghalang halangi. minta alasan yang jelas, apa yang mereka mau. Jika masih menindas hubungi yang lebih berwenang lagi, tak bisa juga, habisi!" Ujar tuan Birawa lepas kendali


"Kakek! "Tegur Dion mengingatkan kakeknya untuk sabar


"Ya! kakek cuma terlalu semangat, karena kakek tidak mau rencana ini gagal, hanya karena masalah sepele. maka kakek berkata seperti itu tadi!" Jawab kakeknya mulai melemah


"Kalian semua dengar kan baik baik!. Kesempatan untuk menjadi tim pengawal keluargaku, terbuka bagi siapa saja, yang merasa mempunyai kemampuan tinggi dalam ilmu bela diri!. Jadi silakan daftarkan siapa saja dari keluarga kalian, yang ingin bekerja pada keluarga ku sebagai tim pengawal."


"Seleksi tahap pertama, akan dilaksanakan 15 hari dari sekarang, itupun menunggu persyaratannya beres, termasuk gedung yang akan dipakai sebagai tempat seleksi tersebut."


"Apakah semuanya cukup jelas?" Tanya tuan Birawa tegas


"Dimengerti tuan besar!" Jawab mereka serempak


"Bagus!. Aku senang mendengar jawaban kalian." Sambut tuan Birawa dengan wajah penuh senyuman


***


Satu jam kemudian


"Tuan besar cukup kelelahan setelah memberikan pidato yang lumayan panjang itu. untung kondisi tuan besar sudah semakin prima akhir akhir ini. Aku sangat khawatir akan terjadi apa apa padanya tadi." Batin Govin dalam hati


"Govin, apakah kondisi kakek ku sudah semakin membaik, pasca sakit lambung akutnya itu terlewati?" Tanya Dion khawatir


"Sampai saat ini, kondisi tuan besar sudah tidak perlu di khawatirkan lagi tuan muda, karena tuan besar rajin mengkonsumsi racikan herbal yang ku buat itu." Jawab Govin yakin sekali

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, aku turut senang mendengarnya." Respon Dion senang


__ADS_2