
"Aku tidak terima jika kematian Pram dianggap selesai. Bagaimana pun, aku harus mencari pelakunya!" Ucap Victor sambil memukul meja kerjanya kuat kuat, hingga menimbulkan suara berisik, dan membuat barang barang yang ada diatasnya berserakan di lantai
Setelah melampiaskan kekesalan dan kemarahannya, Victor memutuskan untuk keluar dari dalam showroom mobil nya, dan berniat ingin menemui seseorang, yang bisa diajak berunding, untuk mencari pelaku pembunuhan anaknya itu
"Kau dengar itu, bos kita sedang melampiaskan kemarahan pada barang barang yang ada di dalam kantornya tersebut." Ucap seorang karyawati menggosip
"Sejak anaknya diketahui mati dengan cara yang mengenaskan, bos kita gampang marah, dan terkadang tidak terkendali." sambungnya lagi dengan suara sedikit keras
"Turunkan sedikit volume suara mu itu. kalau sampai bos mendengar nya, habis lah kau!" Jawab temannya yang lain mengingatkan
Karyawati yang tadi berbicara secara berbisik bisik itu, nyalinya menjadi ciut. Sontak dia terdiam seribu bahasa, dan pura pura menyibukkan diri yang sebenarnya tidak ada
Tak lama kemudian, Victor keluar dari dalam kantornya, dengan kondisi rambut yang berantakan, dan pergelangan tangan kanannya berdarah
Karyawati yang tadi sempat bergosip menjadi ketakutan, karena mereka sangka, Victor sedang berjalan mendekatinya, padahal sebenarnya, Victor ingin keluar dari dalam showroom mobil nya itu
Tapi sebelum keluar,, dia sempat bertanya kepada dua orang karyawati itu. "Apa yang sedang kalian lakukan?. Di sini bukan tempat untuk ngerumpi!. Cepat kembali ke tempat kalian masing masing!" Perintahnya tegas bercampur marah
"Ba ba baik bos!" Jawab mereka gugup dan langsung pergi menjauh
"Ada ada saja!" Gerutu Victor kesal, kemudian bergegas keluar, dan menuju ke mobilnya, untuk meninggalkan showroom mobil tersebut
***
Sehari sebelum kepulangan, di resor Teluk Berlian, sekitar pukul 8.00 malam
Secara tidak sengaja, tuan Birawa mendengar pembicaraan antara ayah dan anak secara pribadi
Waktu itu, dia ingin pamit kepada Tiger serta maya, dan ingin menemuinya, karena besok siang, dia dan rombongannya akan kembali ke kota B
Tapi secara tidak terduga, tuan Birawa malah mendengar berita yang sangat mengejutkan, yang keluar dari mulut calon cucu menantunya sendiri
"Ayah!. Maya sungguh tidak tega, jika harus terus berbohong seperti ini pada tuan besar, juga pada tuan muda Dion!" Ucap Maya sambil menitikkan air mata
"Kau ngomong apa anak ku?. jangan terlalu dipikirkan. Ayah Yakin, tuan besar dan tuan muda Dion, pasti akan menerima mu apa adanya, serta tidak akan mempermasalahkan kondisi mu itu." Respon Tiger sedikit kesal
"Tapi yah!, tidak ada seorang laki laki yang mau menerima seorang perempuan yang mandul seperti Maya ini. karena dokter sudah memvonis, bahwa Maya tidak akan bisa mengandung yah!" Bantah Maya histeris dan panik
"Walau rahim Maya tidak jadi diangkat, tapi akibat penyakit itu, rahim Maya menjadi tidak normal lagi. Jadi bagaimana Maya bisa hamil nanti yah!" Sambungnya lagi semakin panik
"Sebaiknya kita akhiri drama ini saja, dan kita temui tuan besar serta tuan muda Dion, untuk mengatakan kondisi Maya yang sebenarnya!"
__ADS_1
"Maya tidak mau membohongi mereka, apalagi tuan besar, orang yang sangat tulus menyayangi Maya. Tentu saja Maya tidak akan tega yah!" Ucap Maya sudah tidak bisa lagi mengendalikan emosinya
"Jadi maksud mu?" Tanya Tiger singkat, yang jawabannya tentu saja dia sudah tahu
"Maya ingin mundur dari perjodohan itu, dan memilih untuk tidak menikah seumur hidup!" Jawab Maya mengejutkan Tiger, apalagi tuan Birawa yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka itu
Dia belum mau menampakan diri, karena ingin tahu kelanjutan dari pembicaraan mereka tersebut
"Apakah kau sudah memikirkan buruk baiknya Maya?. Tuan besar Birawa sangat tulus menyayangi mu dan sangat berharap, bahwa kau akan menjadi cucu menantunya nanti!" Tanya Tiger seperti menyesali keputusan dari anaknya tersebut
Dia berbuat seperti itu, bukan kemaruk dengan harta, yang dimiliki oleh Dion, tapi tidak enak saja dengan tuan besar Birawa, orang yang telah menolongnya dulu
Jika dia menyetujui rencana dari Maya tersebut, maka bisa jadi, tuan besar Birawa akan sangat marah sekali, karena keinginannya dibantah
Tigar sudah paham, bagaimana sikap sang penolong nya itu
Jika kehendaknya ditolak, maka dia akan sangat marah sekali. Jangankan hanya seorang Tiger dan Maya, cucunya sendiri pun akan di marah, kalau berani membantahnya. Itulah sifat dari tuan besar Birawa, dan itu juga yang sangat ditakuti oleh Tiger
Namun Maya tetap menolak dengan argumennya. "Tapi yah!, tuan besar melakukan itu karena belum tahu akan keadaan Maya. Maya yakin Setelah tuan besar tahu, dia tidak akan mau lagi menjodohkan tuan muda Dion dengan ku." Bantah Maya lagi
"Apa pun kondisi mu Maya, kakek tetap akan menerima mu sebagai menantu!" Ucap tuan Birawa yang tiba tiba muncul di belakang mereka
"Tu tu tuan besar!"
Mereka sangat terkejut, ketika melihat orang yang sedang dibicarakan itu, tiba tiba muncul di belakang mereka
Tuan Birawa menyadari keterkejutan juga kegugupan mereka. Oleh karena itu, dia bertindak sangat bijaksana sekali, lalu berkata..
"Aku sudah mendengar semua pembicaraan kalian tadi, dan aku sudah mengerti, kenapa Maya mau berbuat seperti itu." Ucap tuan Birawa tenang
"Maya tidak bisa disalahkan. Apa yang dikatakan olehnya itu memang benar, jika terus menyembunyikan rahasia besar ini, maka ada pihak yang akan dirugikan." Sambung nya lagi
"Jadi wajar, kalau dia ingin mengundurkan diri dari perjodohan, yang sebenarnya tidak dia kehendaki itu."
"Benarkan begitu Maya!" Tanya tuan Birawa tiba tiba
"Kakek!"
"Sudahlah kau jangan berbohong lagi!. Kakek sudah tahu sejak dari awal, sebenarnya kau berkeberatan jika dijodohkan dengan cucuku itu, tapi karena kau tidak mau menyinggung atau membantah perkataan kakek, maka kau diam saja, dan pura pura menuruti keinginan kakek. Begitu kan?" sanggah nya cukup mengena di hati Maya
"I..ini tidak seperti yang kakek sangka kan itu!." Jawab Maya mencoba meyakinkan tuan Birawa
__ADS_1
"Kakek bukan baru belajar hidup Maya, kakek sudah sangat paham sekali tentang masalah itu!"
"Sebenarnya sejak dari awal, kakek juga sudah tahu, bahwa di dalam hati kecil mu itu, ada penolakan, tapi kakek terus memaksakan kehendak, sambil menguji, apakah pendirian mu itu goyah atau tidak." Tangkis tuan Birawa tepat sekali
"Banyak perempuan yang ingin mendekati Dion, mungkin karena tergiur dengan kekayaannya."
"Kalau mereka itu dalam posisi mu, maka kakek yakin, saat itu juga, kesempatan yang sangat langka tersebut akan disambarnya."
"Tapi itu tidak berlaku bagi mu. Kau tidak tergiur sedikitpun dengan kekayaan keluarga kami, malah dengan rendah hati, kau ingin mengundurkan diri, karena tidak enak terus menerus membohongi kakek juga Dion."
"Oleh karena itu, kakek tidak akan lagi memaksakan kehendak. Jika memang itu pilihan terbaik mu, bukan karena dipaksa, maka kakek serahkan saja pada Maya untuk memutuskannya."
"Tapi bagaimana dengan tuan muda Dion kek?" Tanya Maya tidak enak hati
"Untuk Dion itu urusan ku, karena kakek sendiri yang akan menyampaikan berita ini padanya." Jawab tuan Birawa cukup bijaksana, kemudian memandang ke arah Tiger dan berkata..
"Untuk mu Tiger dan juga bagi ku!. Kita tidak harus memaksakan kehendak pada anak anak kita, sepanjang pilihan nya itu benar, dan telah dipikirkan buruk baiknya."
"Jodoh, maut dan rezeki itu sudah ada yang ngatur, walau kita mengancamnya pun, maka apa yang sudah ditetapkan itu, tidak akan bisa kita capai." Ucap tuan Birawa seperti memberi pengertian pada ayahnya Maya itu
Padahal jauh hari sebelumnya, dialah yang sangat getol menjodohkan Dion dengan Maya, tapi malam ini, dia pula yang malah menasehati calon besan nya itu
Hati seseorang memang tidak bisa ditebak
"Jadi apakah kakek menyetujui, jika Maya pamit undur dari kehidupan tuan muda Dion?" Tanya Maya membuyarkan lamunan dari tuan Birawa itu
"Iya!, kakek tidak akan memaksakan kehendak lagi. Bukan karena kondisi mu itu Maya, tapi Karena ketulusan mu. Walau sejujurnya kakek sedih, karena kau tidak bisa menjadi cucu menantu ku" Jawab tuan Birawa seperti menyesal
"Tapi kek!, walaupun Maya tidak jadi cucu menantu, tapi Maya kan bisa menjadi cucu angkat kakek." Sanggah Maya mencoba membujuk tuan Birawa
"??"
"Maksudmu, kau tetap mau menjadi cucu kakek?" Respon nya senang
"Benar kek!. Maya sudah memutuskan, kalau tidak jadi menikah dengan tuan muda Dion, menjadi cucu kakek jadilah!" Jawab Maya dengan kata kata gaul
"Hahaha!. kau ini ada ada saja!. Tapi dengan begini, kakek tidak jadi sedih lagi, karena kakek tidak akan pernah kehilangan orang yang kakek sayangi dengan setulus hati. Bagus! bagus! bagus!" Tawa tuan Birawa senang sekali
"Kau dengar itu tiger!. Anak mu bersedia menjadi cucu ku, jadi jangan coba coba berani menghalangi keinginannya itu!" Ucap tuan Birawa mengancam Tiger, hingga membuatnya terkejut, lalu buru buru merespon ucapan tuan Birawa itu dengan terbata bata
"Ba..ba..baik tuan besar!" Ucapnya
__ADS_1
"Bagus!. Walaupun aku kehilangan sebutan sebagai kakek mertua, tapi aku telah mendapatkan sebutan kakek, dari orang yang aku sayangi dengan tulus ini." Respon nya dengan senyum ceria