Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Terbuka peluang besar


__ADS_3

"Itu mudah saja!"


"Kebetulan tanpa sengaja, aku berhasil mengobati penyakit langka, kepala keluarga pemilik lokasi perumahan ini."


"Sebagai hadiahnya, dia memberiku sebuah mansion mewah di sebelah barat, dengan syarat aku harus bekerja padanya seumur hidup, dan akan mendapatkan gaji yang cukup tinggi setiap bulannya."


"Tapi aku menolaknya dengan tegas, dengan pertimbangan lain pula!"


"Karena aku menolak tawarannya itu. dia menjadi tidak enak hati dan merasa bersalah."


"Sebagai gantinya, orang tersebut memberiku kartu ini, yang bukan sembarang orang bisa mendapatkannya." Jawab Abhicandra berterus terang


"Luar biasa!. Anda benar benar orang yang sangat beruntung, karena telah dipercaya oleh pemilik lokasi perumahan ini!"


"Jarang sekali ada orang luar yang mendapatkan kepercayaan seperti itu."


"Dengan kartu emas tersebut, orang yang memilikinya bebas keluar masuk, tanpa melalui pemeriksaan lagi!"


"Bahkan wakil ketuanya sendiri, tidak berhak untuk menghentikannya!" Ucap Gustav Paisley merasa takjub


"Tapi apa yang mendasari tuan dewa, berani menolak tawaran langka itu?" Ujarnya penasaran


"Jawabannya sangat mudah!. Aku tidak suka terikat, apalagi pada orang luar seperti pemilik lokasi ini."


"Aku lebih suka hidup bebas, tanpa ada ikatan!" Jawab Abhicandra apa adanya


"Tapi kenapa tuan dewa saat ini bergabung dengan tuan besar kalian itu?" Tanya Gustav Paisley protes


"Karena dia orang sendiri, lagipula murid murid kami juga bergabung dengan tuan besar itu."


"Jadi kami memutuskan untuk mengakhiri petualangan kami, dan menetap di tempat itu, yang menurut kami sangat nyaman dan kondusif tanpa ada paksaan."


"Tapi sangat disayangkan, anda kehilangan rumah berharga miliaran rupiah di perumahan ini!" Bantah Gustav Paisley tidak habis pikir


"Anda salah!. Justru di tempat baru itu, kami mendapatkan rumah yang jauh lebih mewah dari pada perumahan ini, dengan fasilitas sangat lengkap sekali!" Jawab Taraka berterus terang


"Benarkah?" Jawab Gustav Paisley takjub


"Jika benar, maka kalian semuanya adalah orang yang sangat beruntung, lebih dari apa yang ditawarkan oleh pemilik dan pengembang perumahan ini!" Respon Gustav Paisley berterus terang


"Terima kasih atas pujiannya!" Jawab Taraka cepat. Kemudian berkata lagi


"Karena apa yang kami inginkan sudah didapat. Maka kami izin pamit, dan kembali ke kota emas milik tuan besar kami " Ucap Abhicandra menimpali


"Baik!. Kami tidak berani meminta waktu lebih pada tuan dewa."


"Cuma kalau aku boleh meminta, mungkin untuk terakhir kali."


"Sudi kah kiranya tuan dewa melihat fengsui rumah ini sekali lagi, siapa tahu ada yang aneh di sekitar sini." Ucap Gustav Paisley penuh permohonan


"Tidak masalah tuan Paisley. Itu perkara mudah!" Jawab Abhicandra enteng. Kemudian berdiri diam, dan merilis kemampuan terbaiknya untuk memindai rumah dan pekarangan milik bekas tuannya itu


Setelah tiga menit mencari aura negatif dan semacamnya, tidak ditemukan hal hal yang mencurigakan di dalam rumah tersebut


"Formasi pelindung yang aku pasang, masih terlihat baik dan utuh. Tidak ada tanda tanda diserang."


"Jadi dalam sepuluh tahun ke depan, tuan Paisley tidak perlu khawatir dengan ancaman yang datang."


"Sebelum serangan masuk, sudah dihancurkan duluan oleh formasi itu." Ucap Abhicandra menjelaskan


"Terima kasih tuan dewa!. Budi baik anda tidak akan kami lupakan."


"Kapan pun anda membutuhkan bantuan saya, akan saya penuhi walau harus bertaruh nyawa!" Ucap Gustav Paisley dengan ekspresi tulus


"Terima kasih atas kesediaan anda!"


"Kalau begitu kami izin pamit!" Jawab Abhicandra senang. Berdiri, bersalaman dan berjalan keluar rumah, lalu memasuki mobil mereka untuk kembali ke kota emas

__ADS_1


Satu jam setelah Abhicandra pulang, datang serombongan orang orang berpakaian mewah, dengan menaiki mobil mewah juga


Diantara orang yang ada di mobil mewah itu adalah Arjaya, pemilik sekaligus pengembang perumahan elit tersebut


Dia datang bersama dengan jajaran petinggi perusahaan properti miliknya itu


Tapi kedatangan mereka tentu saja sia sia, karena Abhicandra sudah pergi meninggalkan rumah tersebut, tanpa sempat menitipkan pesan lagi


Karena tujuannya tidak tercapai. Arjaya bergegas menelepon Abhicandra untuk meminta maaf, karena tidak sempat menyambut kedatangannya


Namun sayang sekali, handphone Abhicandra sudah berganti nomor, karena handphone miliknya hilang entah dimana


Dengan perasaan kecewa, Arjaya kembali tanpa sempat bertemu dengan sang penolongnya tersebut


***


Keesokan harinya, Abhicandra dan Taraka, memutuskan untuk menemui Dion, guna melaporkan hasil temuannya ketika mengunjungi Gustav Paisley di perumahan elit Arjaya Graha itu


"Salam tuan besar!" Sapa Abhicandra dengan suara rendah, yang ditemani oleh Taraka, Iron, Adiwilaga, Burgon, Robin, Hans, Langit, Awan, Bumi, Eric dan petinggi Birawa Group lainnya


"Silakan semuanya duduk!" Respon Dion datar dan terkesan cuek


"Ada apa tuan besar ya?. Tidak biasanya bersikap seperti itu?" Batin Hans dalam hati


"Maaf tuan besar jika kedatangan kami mengganggu waktu istirahat tuan!" Ucap Iron mencoba mencairkan suasana


"Bukan kedatangan kalian yang membuat ku terganggu, tapi masalah pemain baru yang kita tidak tahu, apakah kawan atau lawan!" Jawab Dion berterus terang


"Apakah hal yang mengganggu pikiran tuan besar itu adalah tentang kemunculan si Bajra itu?" Tanya Abhicandra ingin tahu


"Tidak semuanya benar!. Kemunculannya hanya sepersekian persen saja yang ada dalam pikiran ku!" Jawab Dion apa adanya


"Kalau boleh tahu, apakah hal yang paling membuat tuan besar menjadi tidak enak begini?" Tanya Adiwilaga penasaran


"Huh!" Reaksi Dion mencoba meredakan kegelisahannya


"Tidak sembarang orang bisa masuk ke lokasi tersebut, beda dengan kota emas kita!"


"Semua orang boleh masuk dan berusaha di dalamnya, dan itu aku sadari, karena beda tempat beda aturan dan beda tujuan."


"Namun yang membuat aku tidak habis pikir, kenapa keberadaan lokasi tersebut di izinkan, dan terkesan di biarkan?"


"Apakah ini namanya negara dalam negara?" Ucap Dion asal bicara saja


Mendengar ujaran tersebut, Semua yang hadir disitu menjadi terdiam, dan tidak ada yang berani menjawabnya


Tapi selang beberapa detik berikutnya, Adiwilaga yang mereka tua kan maju memberi jawaban serta usul


"Maaf tuan besar jika saya mencoba menjawabnya." Ucap Adiwilaga cukup sopan


"Silakan paman Adi!. Sampaikan apa yang mau disampaikan!" Jawab Dion memberi izin


"Tentang wilayah itu, memang sudah ada sejak dulu."


"Dikembangkan oleh para taipan, sebelum tuan senior berjaya seperti ini!"


"Jadi sangat sulit untuk mengurus mereka, apalagi lokasi perumahannya!


"Kekuatan yang menaunginya, adalah sebuah konsorsium besar, dan sudah menjadi raja bisnis di merata negeri."


"Yang bisa kita lakukan adalah, mencegah agar mereka tidak mengganggu Birawa Group, dan merambah dunia bisnis kita!" Ucap Adiwilaga sangat yakin sekali


"Apa yang paman katakan itu semuanya benar!. Tapi bukan hanya itu yang aku pikirkan."


"Ada yang jauh lebih penting dari itu semua, yaitu Bagaimana caranya kita bisa menguasai saham perusahaan mereka, agar kita bisa mengontrol perusahaan tersebut, dan mencegah ekspansi yang jauh lebih besar ke negara ini!" Ucap Dion berapi api


"Jika itu yang tuan pikirkan, tidak banyak yang bisa kami bantu!"

__ADS_1


"Paling yang bisa kami buat adalah menyarankan, agar tuan besar tidak patah semangat dalam menghadapi permasalahan itu." Jawab Adiwilaga apa adanya


Dion terdiam dan mencerna apa yang diucapkan oleh anak buahnya tersebut, kemudian setelah beberapa detik ia berkata


"Bagaimana dengan hasil penyelidikan kalian di tempat itu paman Abi, Apakah ada berita yang sedikit menggembirakan hati ku saat ini?" Tanya Dion benar ingin tahu


"Itulah yang sedari tadi ingin kami sampaikan pada anda tuan besar!" Jawab Abhicandra berterus terang


"Cepat katakan!. Aku sudah tidak sabar ingin mendengarnya!" Respon Dion mulai senang


"Yang pertama tentang orang yang bernama si Bajra itu."


"Menurut kabarnya, dia baru setahun lebih tinggal di komplek perumahan itu, tapi sudah mampu menguasai wilayah tersebut."


"Hal itu bisa terjadi karena pemilik serta pengembang wilayah itu, adalah orangnya sendiri, atau lebih tepatnya anak buah Jack Napoleon ayahnya itu!"


"Berkat bantuannya, Bajra mendapatkan hak penuh atas wilayah itu, atau boleh dikatakan sebagai pemegang wilayah kekuasaan besar di sana." Ucap Abhicandra berterus terang


"Tenyata begitu!. Pantas saja dia mampu menjadi sebuah kekuatan yang hampir menyamai kita!" Respon Dion terkejut


"Lalu bagaimana caranya kita bisa masuk ke sana tanpa kekerasan?" Tanya Dion ingin tahu


"Dengan ini tuan besar!" Jawab Abhicandra cepat, sambil menunjukkan sebuah kartu pipih berwarna kuning keemasan pada Dion


"Apa itu, dan apa hubungannya dengan tempat tersebut?" Tanya Dion keheranan


"Ini adalah kartu kelas utama, dimana orang yang memegangnya bisa bebas keluar masuk ke wilayah tersebut, tanpa perlu diperiksa lagi."


"Tinggal menunjukkan kartu ini pada para penjaga, maka mereka akan tunduk dan patuh, tanpa berani bertanya apa dan untuk apa pemiliknya akan masuk ke wilayah itu!" Jawab Abhicandra bangga


"Apakah kartu ini milik mu, dan sejak kapan ada ditangan paman?" Tanya Dion mulai tertarik


"Benar tuan besar!. Kartu ini saya dapatkan ketika saya tinggal di daerah itu, dan menjadi seorang pelindung sebuah keluarga bangsawan dari luar negeri." Jawab Abhicandra apa adanya


Kemudian menceritakan asal muasal dia bisa tinggal di sana, dan mendapatkan kartu kelas utama tersebut


Selain itu, dia juga menceritakan, bagaimana caranya bisa mendekati si Bajra tersebut, dan bagaimana cara mengatasinya


Mendengar penjelasan itu, Dion mendadak senang bukan main. senyumnya terlihat mengembang, seperti tengah mendapatkan sesuatu yang selama ini diinginkannya


Dalam pikirannya seperti ada harapan dia bisa menguasai wilayah tersebut. Tapi tidak ada siapa pun yang tahu, apa yang sedang direncanakannya


Setelah sekian lama larut dalam khayalnya, Dion kembali berkata. "Kalau begitu utus orang orang mu, untuk mengirimkan pemberitahuan padanya, bahwa kita akan berkunjung ke wilayah kekuasaannya!"


"Sambil menyelam minum air!. Menundukkan serta menguasai wilayah tersebut, walau tidak seluruhnya."


"Yang paling aku inginkan adalah, mencari tahu kenapa dia mengganggu usaha kita, dalam pengiriman semen semen tersebut ke tempat lain?"


"Apakah ada motif lain, atau memang sengaja di politisir oleh anak buahnya sendiri!" Ucap Dion dengan ekspresi marah


"Selain itu aku juga ingin tahu, tentang berita yang kalian sampaikan itu!. Apakah benar si Bajra tersebut mempunyai kekuatan yang cukup besar!"


"Jika memang itu terbukti benar, maka aku ingin menjajal kemampuannya, untuk sekedar mengukur, sampai di mana kekuatan orang tersebut!" Ucap Dion bersemangat sekali


"Maaf tuan besar jika saya menyela!"


"Menurutku tuan tidak perlu mengotori tangan tuan sendiri, hanya sekedar untuk menanganinya!"


"Serahkan saja orang tersebut pada kami!. Maka kami dengan senang hati akan membuatnya bertekuk lutut pada tuan!" Ucap Abhicandra yang terkenal kuat itu apa adanya, serta yakin sekali atas keputusannya itu


"Jika tuan besar mengizinkan. Saya sendiri bisa mengatasi orang tersebut tuan!" Sambung Bumi datang menyela


"Baik!. kita lihat situasi nya dulu, karena kita belum tahu kekuatan lawan sampai di mana!"


"Untuk itu aku perintahkan pada paman Deon, Austin juga Rams, untuk mencari informasi tentang orang tersebut, dan apa yang sedang direncanakan olehnya."


"Selain itu ku tugaskan juga pada paman dewa kekayaan Upasama serta Shio Lung, untuk meneliti apakah ada kemungkinan kita bisa mendapatkan wilayah elit tersebut dengan membeli nya!"

__ADS_1


"Bukan hanya itu saja!. Aku juga menugaskan pada paman dewa arsitektur dan James, untuk melihat segala kemungkinan, Apakah kita bisa menguasai wilayah tersebut atau tidak, tanpa melalui kekerasan." Ucap Dion memberikan intruksi tegas, pada masing-masing anak buahnya


__ADS_2