
Bruk!
"Tolong ampuni kami tuan pendekar!. Kami berjanji akan setia, dan membantu apa saja yang tuan perintahkan pada kami kecuali mati!" Ucap Risman dengan muka pucat pasi
"Apakah kata kata mu ini bisa di percaya?"Tanya Burgon menguji kesungguhan hati Risman itu
"Demi langit dan bumi kami bersumpah!, bahwa kami akan selalu setia, bahu membahu membantu kelancaran pengiriman semen semen ini sampai ke tujuan."
"Jika kami ingkar dan tidak menepati janji, maka kami rela mati di sambar petir!" Jawab Risman bersungguh sungguh
"Baiklah!. Untuk kali ini kalian aku ampuni!"
"Tapi jika lain kali kalian mempersulit kami lagi, maka kami tidak akan sungkan sungkan lagi untuk menghabisi kalian sampai ke akar akarnya!" Respon Burgon tegas
"Kami berjanji akan mematuhi nya tuan pendekar!" Jawab Risman sudah mulai bernafas lega
"Satu lagi!. Jangan panggilan aku dengan sebutan itu!. Panggil saja dengan panggilan lain, asal jangan dengan panggilan tersebut!' Sambung Burgon tegas
"Baiklah bos! kami akan patuh dengan instruksi apapun!" Jawab Risman cepat, kemudian menghadap pada anak buahnya, untuk memberi arahan
"Kalian semua dengar baik baik!. Mulai saat ini, kita bukan lagi bawahan pak tua itu, tapi kita sekarang adalah bawahan tuan besar Dion atasan dari komandan ini!"
"Jadi apapun yang kita kerjakan, harus sesuai dengan perintah dari bos kita yang baru!' Ucap Risman apa adanya
"Apakah ada pertanyaan, atau masih ada keraguan di hati kalian?"
"Jika memang ada, kalian boleh mengajukan pertanyaan sekarang juga!" Ucapnya lagi memberi perintah
"Pemimpin!. Apakah setelah ini, kita tidak boleh lagi merampok, atau melakukan hal hal terlarang sama seperti biasanya?" Tanya salah seorang anak buahnya ingin tahu
"Jelas saja tidak!. Kita tidak boleh lagi melakukan hal hal yang bertentangan dengan hukum, sama seperti yang biasa kita lakukan!" Jawab Risman cepat, dan di benarkan oleh Burgon
Tak lama kemudian, dia maju melangkah mendekati Risman dan berkata.
"Sekedar informasi saja!. Orang yang kalian panggil dengan sebutan pak tua itu, mungkin saat ini sudah mati. karena aku telah menugaskan kepada 3.000 anak buah ku. untuk memporak porandakan kediaman berikut markasnya!"
"Sengaja aku berbuat demikian, agar kedepannya tidak ada lagi hama pengganggu usaha setiap orang, karena manusia seperti dia, tidak boleh ada di dunia ini!"
"Apakah kalian keberatan?" Ucap dan tanya Burgon langsung pada intinya
"Tidak!" Jawab anak buah Risman serempak penuh semangat, pertanda mereka benar benar tulus ketika mengatakannya
"Terima kasih kalau begitu." Respon Burgon senang, kemudian mengarahkan pandangannya pada anak buah Risman itu, dan berkata kembali
"Sedikit tambahan arahan buat kalian!. Mulai saat ini, kalian adalah orang orangnya tuan Besar Dion, bekerja untuk tuan besar, dan mendapat gaji tetap juga dari tuan besar!"'
"Karena kalian telah menjadi bagian orang orang nya, maka kalian harus tunduk dan patuh pada ketentuan yang berlaku!'
"Bukan hanya itu saja. Mulai saat ini, kalian harus merubah perilaku buruk yang selama ini kalian lakukan."
"Tidak ada lagi pemalakan pada setiap orang, atau ekspedisi yang lewat. Malah kalian harus membantu kelancaran lalu lintas di sepanjang jalan ini!'
"Aku sebagai komandan utama ketiga Birawa Group, dengan ini menjamin, bahwa keselamatan kalian adalah tanggung jawab kami dan kita semua."
"Aku akan mengusulkan pada tuan besar, agar tempat ini dibangun atau dibeli lahannya. supaya ke depannya, tempat ini menjadi suatu tempat persinggahan, yang ramah pada setiap pengemudi, atau orang orang orang yang lewat."
"Karena tempat ini masih termasuk hutan lebat di sekelilingnya, maka aku usulkan pada kalian, supaya membuka lahan yang sedikit lebih luas, agar bila tuan besar datang, tempat ini sudah rapi dan siap untuk di bangun!'
__ADS_1
"Apakah kalian setuju dengan usul ku?" Ucap dan tanya Burgon panjang lebar, memberi harapan besar pada orang orang barunya itu
"Kami setuju komandan, malah kami sangat berharap, agar tempat ini menjadi sebuah perkampungan dalam masa dekat ini" Jawab seluruh bekas anak buah Risman semangat
"Baiklah kalau begitu!. Aku akan mengusulkan pada tuan besar, agar secepatnya, membangun tempat ini menjadi pemukiman orang orangnya di pulau S."
"Untuk itu diminta pada kalian, agar bersabar barang satu atau dua minggu lagi."
"Aku jamin tuan besar kita akan merespon dengan baik keinginan kalian itu!'
"Ditambah lagi, tempat ini sangat strategis, sebelum mencapai pelabuhan penyeberangan untuk istirahat."
"Jadi mohon kalian bersabar ya!" Ucap Burgon dengan berapi api
"Baik bos!. Kami akan sabar menunggu!" Jawab bekas anak buah Risman serempak
"Oh ya!. Untuk membantu kelancaran dalam pembukaan lahan ini menjadi jauh lebih besar dan luas. aku akan memberikan pada kalian, sejumlah dana pribadi, agar dapat dibelikan peralatan pemotong kayu, dan pembersih semak semak belukar nya
"Kedepannya tempat ini juga akan di pasangi aliran listrik, agar penerangan menjadi jauh lebih terjamin!" Ucap Burgon lagi lagi memberikan harapan besarnya itu pada mereka
"Hore!. Tuan besar memang hebat, manusia dermawan yang berhati mulia, tidak sama dengan pak gaek itu!" Teriak mereka berbarengan, kemudian berikrar lagi.
"Kami berjanji akan selalu setia dan patuh, membantu tuan besar dengan taruhan nyawa!" Tekad orang orang itu semangat
"Bagus!. Aku senang mendengarnya!" Sambut Burgon juga semangat sekaligus senang. Lalu mengambil nafas sejenak, kemudian menyambung lagi perkataannya
"Sekedar untuk kami tahu saja!. Berapa jumlah seluruh anak buah mu ini Risman?" Tanya Burgon tiba tiba
"Untuk yang ada di sini, jumlahnya sekitar 210 orang bos!. Sedangkan yang ada di titik delapan, jumlah mereka lebih banyak lagi."
"Hum!" Reaksi Burgon singkat, tapi batinnya berkata sendiri
"Bos jangan khawatir tentang mereka!. Setelah ini, saya akan menghubungi ketua nya tentang ini, dan akan menarik semuanya malam ini juga!" Ucap Risman menghapus keraguan dari Burgon tersebut
"Kalau begitu terima kasih!. Jadi kami tidak perlu capek capek lagi untuk mengurusi mereka nanti." Jawab Burgon sudah mulai lega
"Bos!. Karena hari hampir menjelang malam, bagaimana kalau kalian istirahat dulu di tempat ini, dan besok pagi melanjutkan perjalanannya!" Ucap Risman memberi usul dan tiba tiba menawarkan kebaikan pertama pada Burgon dan rombongannya itu
"Bagus juga usul mu itu, kami akan mempertimbangkannya nanti." Jawab Burgon cepat. Kemudian memanggil enam orang komandan pasukan, untuk diajak berunding
Setelah mencapai kata sepakat, maka mereka memutuskan untuk menginap semalam di tempat terpencil itu. Hitung hitung untuk menguji kesungguhan dari niat orang orang yang baru mereka taklukkan tersebut
Setelah hari menjelang malam, anak buah Burgon segera menghidupkan dua buah mesin pembangkit listrik, berkapasitas besar, yang cukup untuk menerangi satu perkampungan sedang, dengan jumlah rumah sebanyak 180 sampai dengan 200 buah rumah
Mesin mesin itu, memang sengaja mereka bawa, selama dalam perjalanan, karena takut sewaktu waktu mengalami kendala dalam perjalanan melintasi jalan lintas S tersebut
Dengan telah hidupnya dua buah mesin dari empat buah mesin yang mereka bawa, lengkap dengan peralatannya, telah membuat tempat yang semula gelap dan sunyi, menjadi terang benderang dan seperti siang hari
Bekas anak buah risman menjadi senang dan bersuka cita, setelah tempat gelap dan terpencil mereka menjadi terang seperti itu
Sungguh mereka tidak mengira, bakal mendapat keberuntungan besar. setelah bergabung dengan Dion
Mereka dengan semangat membersihkan tempat yang bakal didirikan tenda, buat orang orang nya Burgon tidur dan berjaga
Setelah berlangsung selama satu jam atau lebih semua tenda telah selesai di dirikan, termasuk juga tenda utama tempat Burgon akan istirahat malam ini
Sementara anak buahnya yang lain, mempersiapkan menu yang akan mereka santap malam ini. dan dibantu oleh bekas anak buah Risman, yang memang terdiri dari orang orang yang jago masak
__ADS_1
Karena dadakan dan terburu buru, tapi tetap menjaga mutu masakan, maka tepat pukul 7, 30 malam, semua menu makanan, telah selesai dimasak dan siap untuk disantap
"Mari semua sama sama kita makan, sebagai bentuk persahabatan kita dan bergabungnya kalian pada Birawa Group!' Ucap Burgon dengan suara lantang
Serempak mereka mengiyakan ajakan itu, karena jarang sekali mereka makan dengan lauk lezat dan banyak seperti itu
Akhirnya malam itu berlalu dengan tenang dan lancar. tidak ada gangguan yang berarti, selain banyak sekali hewan hewan atau serangga malam, yang mencari cahaya lampu, yang baru pertama kali ada di tempat terpencil tersebut
***
Pagi pun menjelang dengan cepatnya, pemukiman yang sejak menjelang malam menjadi terang, sekarang lampu lampu nya telah dipadamkan semua
Burgon yang pertama kali bangun, kemudian menyusul para bawahannya, tapi ada seratus anak buahnya yang tidak tidur karena berjaga sepanjang malam, takut kalau kalau dalam mereka tidur itu, akan di habisi oleh orang yang baru saja bergabung dengannya
Tapi sampai menjelang pagi, tidak ada kejadian yang mereka takutkan itu terjadi
Malah 300 orang yang diperintahkan untuk kembali ke markas mereka, 2 jam sebelum Burgon bergerak, mereka sudah sampai di tempat itu.
Sama seperti sebelumnya, mereka juga di perintahkan untuk berikrar setia pada tuan besar Dion, melalui Burgon itu
Setelah menerima ikrar setia mereka. Burgon pun memberikan wejangan pada anak buah barunya itu. dan memberitakan apa saja rencana kedepannya buat mereka
Mendengar wejangan panjang itu, tentu saja mereka sangat bersuka cita, dan gembira begitu mendengar pak tua mereka, saat ini mungkin sudah mati ditangan anak buah Burgon yang lain
Sekitar pukul 8 pagi, Burgon dan rombongannya, memutuskan untuk meninggalkan tempat itu, dengan meninggalkan dua buah mesin pembangkit listrik di tempat pemukiman terpencil tersebut
Risman dan anak buahnya, tentu saja sangat senang sekali, karena pada malam malam seterusnya, tempat mereka tidak akan gelap lagi
Bukan hanya itu saja, Burgon juga meninggalkan beberapa drum bahan bakar, untuk menghidupkan mesin pembangkit tersebut. dan berjanji akan mengirimkan lebih banyak lagi pada mereka bahan bakarnya
Setelah berpamitan, mereka pun meniggalkan tempat itu, dan melaju ke arah pelabuhan penyebrangan, yang berjarak 65 kilometer lagi dari tempat persinggahan tersebut
***
Sementara itu pada malam yang sama, Burgon sudah mengetahui, bahwa kota emas dan kota B di serang oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dengan persenjataan otomatis dan semi berat
Tapi dia tidak mengetahui betapa kondisi kota B juga kota emas pada saat itu sangat mencekam sekali. Beruntung serangan tersebut bisa digagalkan oleh kekompakan orang orang nya Dion dengan tentara dan para penegak hukum di kota tersebut
Pada pagi harinya sekitar pukul 8 pagi, Dion mengarahkan pada anak buahnya untuk membersihkan puing puing bekas reruntuhan, di bantu oleh petugas kebersihan kota, dengan mendatangkan alat alat berat ke sana
"Bagaimana keadaan tuan besar?. Aku merasa sangat berdosa sekali, karena meninggalkan kota demi mendapatkan semen semen ini." Ucap Burgon sedih dan menyesal
"Jika aku tahu bakal begini, tidak mungkin aku bersedia pergi ke kota P." Ucapnya lagi
"Maafkan aku tuan besar!. karena tidak bisa membantu saat kota kita membutuhkan bantuan."
"Semoga tuan besar dan keluarga tidak apa apa!' Ucap Burgon sedih
***
Di sudut kota B, sisa sisa pasukan Aminanta terlihat sedang bersembunyi ketakutan. Mereka yang tersisa hanya tinggal 36 orang saja.
Mereka tidak berani keluar dari tempat persembunyiannya, karena semua tempat di kota B, sedang di sisir oleh orang orang nya Dion juga para tentara
Mereka melakukan itu, karena mendapatkan kabar, bahwa masih ada sisa sisa musuh yang bersembunyi di salah sudut ruang kota B tersebut
Maka dengan gerakan cepat, lebih dari 300 orang, menyisir tempat tempat yang dicurigai menjadi tempat persembunyian mereka tersebut
__ADS_1