Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Ujian cinta


__ADS_3

Deg!.


Jantung Bumi tiba tiba berdetak dengan kencang, ketika Dion mengucapkan keputusannya itu


Sirna sudah apa yang diimpikannya selama ini. Padahal dialah yang paling menginginkan Maya untuk menjadi istrinya


Tapi kini harapannya itu tidak mungkin lagi bisa di raih, karena tuan besarnya telah memutuskan pernikahannya dengan Awan, sahabatnya sendiri


"Cucuku!. Apakah masalah ini sudah kau pikirkan baik baik, dan bertanya pada Maya, apakah dia mau menikah dengan Awan atau tidak?" Tanya tuan Birawa protes


"Dion tidak perlu bertanya lagi pada Maya kek!, karena Dion yakin Maya juga menyukai Awan." Jawab Dion cuek


"Bukan itu masalahnya cucu ku!. Apakah kau lupa bahwa Maya ini masih punya orang tua juga saudara!?" Protes kakeknya marah


"Maaf kek!, Dion lupa!" Jawab Dion enteng


"Huh dasar kau ini!" Sambut tuan Birawa kesal


"Lalu apa yang seharusnya Dion lakukan kek?" Tanya Dion sudah mulai bersikap lunak


"Pertama!. Kau tanyakan baik baik, apakah ada pihak lain yang kurang senang atas perjodohan ini?"


"Kedua!. Kau harus meminta izin pada orang tua dan keluarganya, apakah mereka menerima perjodohan ini atau tidak?"


"Selain itu ada hal lain yang harus kau pikirkan, yaitu. Apakah kau sudah menanyakan pada adik mu ini, apakah dia bersedia menikah dengan Awan yang baru saja dikenalnya itu?"


"Kau tidak bisa asal menjodohkan saja, tanpa bertanya dulu pada yang bersangkutan!" Ucap tuan Birawa cukup bijaksana dan masuk akal


"Dion tidak memikirkan tentang masalah itu kek!" Jawab Dion datar dan seperti merasa tidak bersalah


"Kalau begitu biar kakek yang mengambil peran mu." Ucap tuan Birawa geram


"Baik kek!" Jawab Dion patuh


"Kemari kalian berdua!" Perintah tuan Birawa tegas


"Sekarang jawab dengan jujur!, biar aku bisa memutuskan, apakah kalian bisa menikah atau tidak nanti." Ucapnya lagi


"Baik tuan senior!, saya siap menerima apapun keputusan yang akan diambil!" Jawab Awan tegas, walau hatinya merasa khawatir cinta pertamanya akan kandas di tengah jalan


"Apa benar kau menyukai cucu ku ini Awan?" Tanya tuan Birawa langsung pada intinya


"Benar tuan senior!, dan saya siap mengambil resikonya!" Jawab Awan tanpa ragu ragu


"Apakah kau tahu bahwa Maya ini telah aku jodohkan dengan orang lain?" Tanya tuan Birawa kemudian


"Saya tidak tahu tuan senior!, dan maaf karena saya telah mengacaukannya!" Jawab Awan kaget


"Kalau sekarang aku meminta kau mundur, apakah kau bersedia?"


"Tidak tuan senior!. Sebelum saya mendapatkan jawaban pasti dari orang yang saya cintai, maka saya tidak akan mundur!" Jawab Awan mantap


"Walau kau harus berhadapan dengan kekuatan besar, termasuk berhadapan dengan tuan mu?" Tanya tuan Birawa menguji


"Benar tuan besar!, cinta harus diperjuangkan, walau harus kehilangan nyawa sekalipun!" Jawab Awan tegas, dan lagi lagi mengejutkan tuan Birawa juga yang lain


"Apa kau berani?" Tanya tuan Birawa penasaran


"Selagi orang yang saya cintai mau diperjuangkan, maka saya tidak akan mundur walau harus bersaing dengan taruhan nyawa!" Jawab Awan tidak kenal takut


"Apakah selama ini kau pernah mencintai orang lain?" Tanya tuan Birawa ingin tahu


"Tidak tuan senior!. Baru nona Maya lah yang mampu membuat saya takluk, dan mau berjuang karenanya!" Jawab Awan berterus terang

__ADS_1


"Lalu, jika aku memintamu untuk mundur karena Maya telah dijodohkan, atau disukai oleh orang lain, apakah kau masih tetap akan memperjuangkannya?" Tanya tuan Birawa penasaran


"Selagi nona muda masih mau saya perjuangkan, maka saya akan mengalahkan semua rintangan itu, dan bersaing secara sehat dengan para pesaing ku tersebut!" Jawab Awan memberi keputusan


"Baik kalau itu keputusanmu!" Respon tuan Birawa lega


"Sekarang giliran mu cucu ku!. Kau harus menjawab dengan benar dan jangan ragu ragu!"


"Keputusan kakak mu itu masih bisa dibatalkan, kalau kakek yang memintanya."


"Itupun jika kau merasa keberatan atas keputusan dari Dion."


"Jadi sekarang jawab pertanyaan kakek, apakah kau menyukai komandan Awan ini?" Tanya tuan Birawa tegas


"Sejujurnya Maya tidak begitu mengenal, apalagi dekat dengan komandan Awan ini."


"Baru hari inilah Maya bergaul dekat dengannya, itupun secara tidak sengaja." Jawab Maya berterus terang dan tidak ada yang ditutup tutupi


"Masalah menyukai atau tidak, Maya belum bisa menjawabnya sekarang."


"Jadi tolong beri waktu pada Maya untuk menjawabnya."


"Jadi kau tidak mau dijodohkan, atau diperjuangkan oleh Awan yang dengan tulus mencintai mu ini?" Tanya tuan Birawa ragu, karena masih belum puas atas jawaban dari cucu angkatnya itu


"Maya bukan tidak mau diperjuangkan, tapi Maya masih perlu waktu untuk memikirkannya."


"Kalau memang jodoh itu ada untuk kami, maka Maya siap menerima keputusan itu."


"Kalau kak Awan memang benar benar menyukai Maya, maka berjuanglah untuk memenangkan hati Maya."


"Tapi jika dalam tiga bulan hati Maya belum tergerak juga, mohon maafkan Maya dan jangan pernah membenci Maya."


"Selain itu yang perlu kak Awan ketahui, sejujurnya hati Maya sudah diisi oleh sosok lain yang sangat Maya kagumi."


Bam!


Bagai mendengar petir di siang bolong, semua orang yang mendengarnya terkejut, karena Maya berterus terang seperti itu


Ivory yang mengetahui arah pembicaraan dari adik angkatnya itu menjadi trenyuh dan kagum, ternyata sampai saat ini, Maya masih memendam rasa pada suaminya tersebut


Tapi tetap dipendamnya dalam hati, karena tidak mau merusak ikatan cinta orang lain apalagi kakaknya sendiri


Ivory menyadari, bahwa Maya terpaksa mengatakan itu, karena tak ingin membuat Awan kecewa atau terlalu berharap padanya


Jika memang Awan tulus dan benar benar mencintainya, maka dia harus bisa menerima Maya apa adanya, serta mau memperjuangkannya demi ingin bersatu


Sementara itu tuan Birawa juga berpikir demikian Dion apalagi


Selama ini dia menyadari, bahwa sebelum diangkat menjadi adik angkatnya, dia dan Maya, pernah terlibat ikatan cinta dalam diam


Tapi akhirnya Maya yang mengundurkan diri, karena dia sadar hanya akan menjadi beban bagi Dion nanti


Namun demikian, cinta dan perasannya tetaplah pada Dion seorang, dan itu hanya diketahuinya sendiri


Sekarang setelah dia sembuh, dia kembali ragu dan bimbang. Saat bimbang itulah, Awan mencoba masuk, dan berusaha menggaet hatinya untuk mencintai orang lain


"Aku masih ada kesempatan untuk mendapatkan hati nona muda kalau waktu yang ditentukan telah terlewati oleh Awan." Batin Bumi dalam hati


"Tapi selama waktu itu, aku tidak mau mengganggu usaha rekan ku sendiri."


"Tapi setelah tiga bulan awan tidak berhasil, maka aku akan mencoba masuk dalam kehidupan nona muda." Batinnya lagi


"Anak muda memang penuh energi. Hanya untuk mendapatkan cinta sang bidadari saja, harus bersaing dan berusaha sekuat itu!" Batin Iron dalam hati, dan lupa bagaimana usaha dia dulu, ketika ingin mendapatkan wanita pujaan hatinya tersebut

__ADS_1


"Bagaimana dengan mu Awan?, Apakah kau kecewa setelah Maya memberi keputusan seperti itu?" Tanya Dion menengahi


"Tidak tuan besar!. Saya menyadari, bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, pasti harus melewati banyak rintangan."


"Tapi bagaimana kalau selama tiga bulan, hati adikku tidak terbuka juga untuk mu Awan?" Tanya Dion sekedar menguji


"Saya akan menerimanya tuan besar dan tidak akan menggangu nona muda lagi!" Jawab Awan mantap


"Bagus!. Itu baru namanya laki laki sejati!" Respon Dion senang


"Baiklah!. Karena semua telah jelas, dan Awan pun sudah memaklumi situasi ini, maka kita semua bisa bubar untuk melakukan aktivitasnya masing masing!" Ucap tuan senior cukup jelas


Setelah berkata seperti itu. tuan Birawa mengajak para pengawalnya pergi, disusul oleh Dion, Ivory dan Maya


Sedangkan Awan masih tetap tinggal di tempat itu dalam kebingungan


Sambil memandang kepergian mereka dalam hatinya berkata. "Tidak ku sangka, ujian cinta pertamaku akan seberat ini." Batinnya dalam hati


"Tapi aku tidak boleh menyerah hanya karena persyaratan itu!"


"Walau bagaimanapun aku harus berusaha mendapatkan hati nona muda, dan berusaha untuk membuatnya jatuh cinta pada ku!" Batin hatinya penuh semangat. Kemudian pergi dari tempat tersebut menyusul tuannya dengan langkah tergesa gesa


***


Sementara itu di waktu yang sama, tepatnya di sebuah perumahan mewah kota J


Seorang laki laki tampan dan berpenampilan elegan, terlihat sedang duduk di kursi kebesarannya, didampingi oleh seorang wanita cantik nan menawan


Di depan mereka, duduk empat orang anak buahnya, termasuk Arnold, yang pernah diceritakan sebelumnya


Dalam pertemuan itu, laki laki tampan tersebut banyak memberikan masukan juga arahan, tentang apa yang harus mereka berempat dan anak buahnya lakukan di penghujung malam tahun baru, yang tak lama lagi menjelang


"Aku tidak mau rencana besar, untuk melemahkan posisi Birawa Group gagal!"


"Untuk itu aku tegaskan pada kalian, agar bertindak sesuai arahan ku"


"Jangan sampai ada yang keluar dari ketentuan."


"Satu saja kelompok kita ketahuan, maka kalian, termasuk juga aku dan perusahaan ku, akan hancur karena keputusan berani ini!"


"Tapi jika kalian berhasil, maka sudah bisa dipastikan, triliunan rupiah akan menguap, dan hangus terbakar, bersamaan dengan terbakarnya 21 perusahaan besarnya itu." Ucap laki laki tersebut optimis


"Maaf bos kalau saya menyela!" Ucap Arnold takut takut


"Ada apa Arok?" Jawab laki laki tersebut datar, dengan memanggil nama kecil Arnold begitu saja


"Hum, begini bos!. Seperti yang sudah kita ketahui dan kita sadari bersama, serta bukan rahasia umum lagi, kalau kekuatan Birawa dan orang orangnya tidak bisa diremehkan sama sekali."


"Terus!"


"Seperti yang bos besar takutkan jika usaha kita gagal. Usul saya, Bagaimana kalau orang orang yang dipilih untuk melaksanakan sabotase itu, menanda tangani perjanjian hidup mati mereka pada kita!"


"Agar bila mereka tertangkap mereka tidak akan berani buka mulut."


"Selain itu, untuk memperkuat posisi kita, bagaimana kalau keluarga orang yang terpilih itu, kita jadikan tameng hidup."


"Jika mereka tertangkap dan membocorkan siapa dalang di balik sabotase tersebut, keluarganya akan kita bunuh!"


"Jadi mereka akan berpikir dua kali untuk membuka mulut, dan posisi bos besar tetap aman." Ucap Arnold atau Arok penuh semangat


"Bagus juga katamu itu Arok!. Aku setuju dengan ide mu tersebut!"


"Sekarang kau panggil mereka semua dan hadapkan padaku!"

__ADS_1


"Aku ingin melihat wajah mereka untuk yang terakhir kalinya!" Respon Sangkuni senang


__ADS_2