Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Pucuk di cita ulam pun tiba


__ADS_3

Satu tahun pun berlalu. Banyak hal yang sudah dikerjakan dan terjadi, termasuk juga dengan perputaran roda perusahaan. Birawa Group, yang semakin besar dan maju


Seluruh anak buahnya yang setahun lalu dipertemukan dalam ajang pencarian jodoh, kini semuanya telah menikah, termasuklah Langit serta Bumi


Sementara Tagor dan Thania sudah duluan menikah, sebulan setelah mereka berkenalan. Begitu juga dengan Delvin dan Sonya


Mereka berempat menikah secara bersamaan, dengan pesta pernikahan yang tidak begitu besar, karena menyesuaikan suasana


Sedangkan bagi anak buah Dion, pesta pernikahannya dilangsungkan sangat meriah sekali, dalam nikah masal dan pestanya pun masal juga


Tapi Bagi Awan, masa setahun itu, adalah waktu yang sangat menyiksa. Maya belum juga memberikan keputusan pasti padanya


Dia masih harus setia menunggu labuhan hatinya membuka diri, dan menerima dia apa adanya


Bayang bayang Dion masih belum bisa hilang dari hati dan pikirannya. Cinta pertama yang tidak terwujud, memang sangat menyakitkan sekali


Namun kalau dipikir pikir bukan tidak berbalas atau tidak terwujud, tapi Maya sendirilah yang mengundurkan diri waktu itu, karena dia tidak mau menyakiti hati saingan sesama wanita, yaitu Ivory. Benar-benar simalakama


Walau cintanya sangat besar pada Dion, dia juga malu karena penyakitnya dulu


Mungkin jika saat ini kesempatan itu ada, Maya tidak akan menolak tawaran tersebut


Tapi nasi sudah menjadi bubur, terpaksalah dipendamnya sendiri dalam hati, dan imbasnya adalah Awan


Cintanya belum mendapatkan tempat di hati Maya. Bagaimanapun kerasnya usaha Awan, hati Maya masih tetap membeku dan sulit untuk dicairkan


Namun pada satu kesempatan, Maya seperti sudah mulai bisa menerima Awan, dan itu sangat membuatnya bahagia


Hanya tinggal menunggu waktu saja, maka labuhan hati Awan, akan mendapatkan tempatnya. dan itu tidak akan lama lagi


***


Selain itu, dalam tahun itu pula, pembangunan paviliun obat di kota emas, sudah selesai dikerjakan, begitu juga dengan pembangunan perumahan para pengawal


Sedangkan markas besar pengawal, belum selesai 100 persen dikerjakan, karena masih ada yang harus di poles yaitu pengecatan. Hanya tinggal itulah yang harus di kerjakan


Sementara pekerjaan pekerjaan lain, sudah lama selesai, termasuk pembangunan ulang pinggiran kota B, dan renovasi beberapa bangunan di kota Golden City, yang hancur akibat serangan dari manusia gila Aminata dan antek anteknya itu


Sedangkan tempat yang dulunya merupakan desa terpencil, lokasi dimana perguruan silat, yang dulunya dipimpin oleh gentala, sekarang sudah berubah 180 derajat


Bangunan perguruan sudah sangat modern sekali, lengkap dengan asrama murid muridnya. Bahkan tak jauh dari tempat itu, dibangun pula sebuah pondok pesantren modern, tempat di mana anak anak dari daerah sekitar dan dari luar daerah, bahkan dari luar negeri menuntut ilmu di sana


Di pesantren itulah, sekarang Dragon juga belajar


pada sore harinya


Sementara pada pagi hari, Dragon dan anak-anak lainnya, menuntut ilmu di sekolah dasar umum, yang juga dibangun oleh penguasa Birawa Group


Tidak ada kata lelah bagi Dragon dan yang lain Mereka sangat bersemangat sekali dalam menuntut ilmu


Sementara desa tempat mereka menuntut ilmu tersebut, sekarang bukan disebut desa lagi, tapi sudah berubah menjadi sebuah kota kecil tapi cukup maju


Jalan-jalan yang dulunya kecil, dan terjal, sekarang telah berubah menjadi jalan yang sangat lebar, dengan beberapa jalur, yang menghubungkan desa satu ke desa lainnya juga ke kota-kota lain


***


Hari ini tepat satu tahun setelah keputusan yang sulit itu, Maya berniat untuk menemui Awan, guna mengutarakan isi hatinya, atas desakan dari Dion, tuan Birawa juga Ivory


Tapi dia tidak mau sendiri ketika menemui Awan, maka dia meminta kepada kakaknya yaitu Dion, untuk memanggil Awan agar menghadap kepada keluarganya


Dalam pertemuan itu. Awan bagai pesakitan, yang dihadapkan pada para penguasa. Di depan mereka dia harus mengucapkan janji dan kesetiannya pada Maya


"Apakah kau tahu, untuk apa kau dipanggil ke sini secara khusus Awan?" Tanya Dion membuka cerita


"Saya tidak tahu tuan besar. Mohon arahannya!" Jawab Awan bersikap sopan


"Ketahuilah oleh mu pengawal! bahwa kami keluarga dari Maya, telah mendengar keputusan yang telah diambil olehnya!"


Gleg!


Dug! dug! dug!


Jantung Awan mendadak berdetak kencang, ludahnya di telan sendiri, pertanda shock mendengar ucapan Dion yang tegas itu


Sebagai seorang pengawal, bila menghadapi ancaman dan tantangan, dia tidak akan takut atau gentar sedikitpun

__ADS_1


Tapi kali ini lain, yang dihadapinya adalah urusan hati, dan yang dihadapinya pula adalah penguasa Birawa Group, sekaligus penguasa dirinya


"Apakah kau sudah siap komandan Awan?" Tanya Dion mengagetkannya


"Saya siap tuan besar!" Jawab Awan mantap


"Dalam perundingan keluarga satu jam yang lalu memutuskan, bahwa kau tidak...!" Ucap Dion sengaja menggantung perkataannya


Sedangkan Awan tidak berani memotongnya. Dalam pikirannya kali ini, Maya juga menolaknya, dan ini adalah kesempatan terakhir baginya


Sekian menit di tunggu, Dion tidak kunjung jua mengatakan sambungan ucapannya itu, hingga membuat Awan sampai berkeringat dingin dibuatnya


"Kau tidak ditolak oleh Maya dan dia sudah memutuskan, akan menikah dengan mu!" Ucap Dion akhirnya


Jedar! Bam!


Bagai bunyi kilatan petir dan Guntur, melanda hati awan yang kegirangan


Kalau tidak sedang berada di hadapan penguasa, sudah dari awal keputusan itu, dia akan melonjak lonjak bagai cacing kepanasan, malu akan kegembiraan hatinya yang tiada tara


"Apakah kau puas dengan keputusan itu Awan?" Tanya Dion tiba tiba


"Ya tuan besar!. Saya sangat gembira sekali!" Jawab Awan berterus terang


"Tapi ingat!. Maya ini adalah adik ku, jika kau berani menyakitinya, maka kau akan berhadapan dengan ku!" Ucap Dion dengan ancaman seriusnya


"Saya mengerti tuan besar!, dan saya tidak akan berlaku kasar padanya. Malah akan memperlakukannya dengan baik!" Jawab Awan dengan tekad kuat


"Baik!. Aku pegang kata kata mu itu!"


"Satu bulan lagi kalian akan dinikahkan, dan akan diberi perumahan khusus tak jauh dari villa ini!" Ucap Dion senang


"Silakan paman Tiger!. Apakah ada yang ingin paman sampaikan pada calon menantu mu itu?" Tanya Dion tidak melupakan bagian dari orang tua adik angkatnya tersebut


"Paman sebagai orang tua, hanya berharap, supaya ini adalah pilihan terbaik bagi anak ku!"


"Jika ke depannya kau mengecewakan kami, terutama Maya, maka kami akan sangat marah sekali!, dan tidak akan memberi ampun padamu!" Ucap Tiger singkat tapi padat


"Kau dengar itu Awan!. kami sudah menyerahkan kepercayaan besar pada mu!. Maka jangan kau khianati kepercayaan itu."


"Saya siap dihukum, jika sejengkal saja berani mengkhianati kepercayaan besar itu, dan saya rela untuk dibunuh!" Jawab Awan mantap


"Bagus itu baru calon ipar ku dan laki laki hebat!" Respon Dion senang


"Untuk adik ku Maya, kau sudah menjatuhkan pilihan pada orang yang tepat!"


"Sepanjang yang aku tahu, Awan tidak pernah terlibat dalam urusan asmara dengan siapapun."


"Jadi jangan ada lagi keraguan di hati mu tentangnya!" Ucap Dion memberi penguatan akan jati diri Awan


"Tuan besar!. Apakah engkau tidak tahu, jika di dalam hatiku ini, hanya ada engkau seorang?"


"Tapi mengapa, engkau malah memintaku untuk menikah dengan orang yang tidak aku cintai?"


"Apakah ini tidak akan berakibat buruk pada rumah tangga aku nanti?"


"Kak Dion!. Sampai kapanpun, cinta dan perasaanku ini tidak akan pernah berkurang terhadap mu!"


"Semoga di kehidupan mendatang, kita akan dipertemukan kembali." Batin Maya dalam hati, dengan ekspresi sedih


"Cucu ku!. Kenapa kau malah sedih begitu?. Apakah masih ada ganjalan dalam hati mu?" Tanya tuan Birawa ingin tahu, walau sebenarnya dia tahu penyebab kesedihan Maya tersebut


"Tidak ada apa apa kek!. Maya cuma sedih, karena kakak kandung ku sendiri, sampai saat ini belum menemukan jodohnya!" Jawab Maya mencoba berbohong


"Adik jangan memikirkan tentang kakak!. Sudah ada wanita yang sekiranya cocok buat kakak, dan dia tinggal di kota B." Jawab Rudolf membela diri


"Benar kah itu kak?. Kalau boleh Maya tahu, siapa calon kakak ipar ku itu?" Respon Maya senang, padahal tadi dia cuma mengalihkan pembicaraan saja, dengan membicarakan tentang kakaknya tersebut


Tapi tidak disangka, kakaknya malah membuka rahasianya sendiri tentang calonnya itu


Berita itu tentu saja mengejutkan semua orang yang ada di ruangan tersebut, tidak terkecuali Dion dan tuan Birawa


Sedangkan Tiger ayahnya itu, hanya tersenyum saja, karena dia sudah tahu, siapa calon dari anaknya tersebut


"Ini berita besar, dan harus dirayakan!" Ucap tuan Birawa senang

__ADS_1


"Benar apa kata kakekku, dan aku setuju dengan pendapatnya!" Respon Dion juga senang


"Untukmu Rudolf!. Besok kau bawa perempuan tersebut untuk dikenalkan pada kami!" Ucap Dion memberi perintah


"Ta ta ta tapi tuan besar!" Jawab Rudolf gugup


"Tidak ada tapi tapi!. Besok malam kau bawa perempuan tersebut ke villa ini!. Jika tidak, maka kau akan aku hukum!" Perintah Dion tegas


"Ba ba baik tuan besar!" Jawab Rudolf patuh. Tapi dalam hatinya membatin sedih dan ketakutan


"Gawat! Padahal aku cuma membohongi adik ku saja!"


"Tapi kenapa tuan besar dan tuan senior malah ikut campur?" Batinnya


"Kenapa kau diam Rudolf?. Apakah perempuan itu menolak cinta mu?" Tanya Dion terus terang hingga mengagetkan Rudolf


"Ti.. ti.. tidak tuan besar!, Cuma ragu saja!" Jawab Rudolf


"Ragu kenapa?" Cecar Dion tak mau kehilangan kesempatan


"Salam tuan besar!" Sapa seseorang tiba tiba


"Ada apa Hans?" Tanya Dion penasaran


"Nona muda Emily ingin menghadap." Jawab Hans apa adanya


"Suruh dia masuk!" perintah Dion tegas


"Baik tuan besar!" Jawab Hans cepat


Satu menit kemudian, seorang wanita cantik, anggun dan menawan masuk ke ruangan itu


Semua orang menantikan dia sampai, dan duduk bersama mereka


"Tumben kau datang adik ku?. Ada apa ini" Tanya Dion langsung pada intinya


"Kakak jangan salah sangka dulu. Lily datang cuma ingin berbincang bincang dengan kak Ivory saja." Jawab Emily Enteng


"Jadi dengan kakak atau kakek tidak?" Respon Dion kecewa


"Tidak!. Ini urusan perempuan tau!"


"Week!" Jawab Emily cuek, sambil menjulurkan lidahnya, mengejek kakak angkatnya itu. Kemudian menarik tangan Ivory untuk diajaknya pergi


"Eh!. Mau dibawa kemana istriku?" Tanya Dion penasaran


"Jalan jalan!" Jawab Emily sekenanya. Lalu cepat cepat melangkah menuju ruang lain di villa itu


"Ada ada saja cucu ku itu!. Datang minta izin, waktu sudah sampai malah nyelonong saja membawa istri orang!" Ucap tuan Birawa tak habis pikir


"Itu namanya cucu hebat kek!" Jawab Dion malah membela Emily


"Kamu kenapa malah membelanya, padahal kau tadi di terlihat seperti marah?" Ucap tuan Birawa bertanya


"Biarkan sajalah kek!. kemungkinan ada sesuatu yang ingin dibicarakannya dengan istriku." Jawab Dion legawa


"Kalau kau sudah berkata begitu, ya kakek bisa apa?. Ya biarkan saja!" Respon kakeknya cuek. Kemudian dia seperti teringat sesuatu, lalu buru buru berkata.


"Oh ya kita kembali ke awan dan Maya lagi" Ujarnya cepat


"Awan dan Maya!. Apakah kalian sudah siap untuk membangun rumah tangga?" Tanya tuan Birawa hanya sekedar menguji


"Saya siap tuan senior!" Jawab Awan tegas


"Bagaimana denganmu Maya?. Apakah kau juga sudah siap?" Tanya tuan Birawa pula


"Ma..ma.. Maya juga siap kek!" Jawab Maya Angelina seperti dipaksakan


"Bagus!. Kalau demikian, kakek tidak akan ragu ragu lagi untuk menikahkan kalian minggu pertama bulan depan!" Jawabnya senang


"Bagaimana Tiger dan Rudolf, Apakah kalian juga setuju?" Tanya tuan Birawa ingin kepastian pula


"Kami setuju tuan senior!" Jawab tiger dan Rudolf bersamaan


"Nah!. Satu masalah telah selesai!. Sekarang giliran masalahmu Rudolf!" Ucap tuan Birawa tegas

__ADS_1


__ADS_2