Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Siapakah Mereka?


__ADS_3

"Ada berita apa selama sepekan ini?" tanya Lampard dengan serius.


"Akhir-akhir ini dunia bawah tanah sedang ribut di sini. Saya takut tuan. Jika Black Horizon ikut terlibat. Begitu juga dengan Blue Diamond," jawab Damian.


"Ada apa ini? Apakah ada yang mengacau lagi? Apakah ada masalah lain?" tanya Lampard.


"Saya kurang tahu tuan. Saya belum menurunkan orang untuk menyelidikinya," jawab Damian lagi.


"Kamu tahu jika Miss Al turun, cepat atau lambat mereka yang mengacau akan dibubarkan. Semakin hari Miss Al mulai menunjukkan taringnya. Jika ini terjadi aku sama Gio akan angkat tangan," jelas Lampard.


"Apakah kita akan turun tangan?" tanya Damian lagi.


"Nope. Kamu harus memperhatikan mereka. Jika mereka sudah menyenggol keberadaan Black Horizon dan Blue Diamond. Siap-siap saja Miss Al dan Master Fu akan turun tangan," tambah Lampard.


"Baik tuan," sahut Damian.


"Lalu bagaimana dengan pembangunan tiga pabrik di sini? Apakah semuanya sudah siap?" tanya Lampard.


"Kurang lebih delapan puluh persen. Ya bisa dipastikan beberapa bulan lagi akan selesai," jawab Damian yang mengerutkan keningnya karena memandang wajah Ian. "Apakah ada yang salah dengan wajahku? Apakah aku terlalu tampan hari ini?"


"Sialan lu!" geram Ian.


"Bisakah kalian akur ketika bertemu?" tanya Lampard dengan dingin.


"Ah... Semuanya berawal dari Ian yang selalu memasang wajah sok cool. Aku tahu hingga detik ini asisten tuan masih jomblo," ejek Damian.


"Astaga kalian ini. Untung saja aku mempunyai sifat sabar hari ini. Kalau tidak kalian berdua akan aku kirim ke dunia konflik. Jika kalian tidak dapat meredam masalah kalian. Aku tidak akan mengijinkan kalian pulang!" titah Lampard dengan dingin.


Mereka bergidik ngeri ketika mendapat titah Lampard. Seharusnya kedua pria itu jarang sekali bertengkar. Sering sekali mereka saling merindukan satu sama lain melalui pesan singkat. Tapi jika mereka bertemu seperti kucing dan tikus. Untunglah Lampard tidak pernah marah sama sekali. Karena kedua orang itu sangat penting sekali untuk hidupnya.

__ADS_1


"Mari tuan. Dengan senang hati saya akan mengantarkan anda ke pembangunan tiga pabrik di kota ini!" ajak Damian.


Mereka segera meninggalkan bandara untuk meninjau ketiga pabrik secara bersamaan. Sepanjang perjalanan Lampard menerima laporan dari Damian. Lampard sangat bersyukur karena sebentar lagi cabang S&T di luar negeri. Bahkan S&T Company akan melebarkan sayapnya ke Asia. Lampard berharap S&T akan sukses seperti Snowden Groups dan Taurus Corps.


Sesampainya di sana Lampard dan Ian memulai berkeliling dari satu ke tempat lain. Lampard sangat teliti memeriksa seluruh peralatan dan perlengkapan. Lampard tersenyum puas dengan kinerja para pengawal dan asistennya itu.


Setelah itu mereka melanjutkan pergi ke pabrik kedua ketiga hingga malam tiba. Lampard mencatat seluruh perkembangan tersebut. Tidak sengaja Lampard teringat dengan wajah Stella yang imut. Lalu Lampard mengerutkan keningnya dan meraih ponselnya. Lampard segera menghubungi Alexa untuk menanyakan keberadaan Stella untuk mengecek. Alexa menceritakan keadaan Stella yang baik-baik saja. Alexa juga bercerita kalau Stella adalah gadis yang sangat menyenangkan yang mudah berbaur dengan siapapun. Lampard mengucapkan rasa syukur karena tidak merepotkan Alexa dan lainnya.


Ceklek.


Pintu terbuka.


Ian masuk ke dalam dengan wajah acak-acakan. Ian menghempaskan bokongnya di depan Lampard. Tak lama Lampard melihat wajah Ian dengan mengerutkan keningnya, "Ada apa?"


"Markas Blue Diamond diserang oleh orang yang tidak dikenal," jawab Ian.


"Apa!" teriak Lampard. "Siapa yang menyerang Blue Diamond?"


"Lalu?" tanya Lampard yang bingung.


"Mereka ingin memasarkan obat-obatan terlarang di Asia. Pangsa pasar yang dibidik adalah Indonesia, Singapura, Thailand dan Malaysia. Jika mereka berhasil, mereka bisa meraup keuntungan besar bagi mereka. Tapi kamu tahukan kalau Kak Martin tidak akan membiarkan barang haram itu menyebar ke Asia. Kak Martin tidak ingin generasi muda mati konyol dengan barang haram tersebut," jawab Ian yang menjelaskan tujuan Martin.


"Kamu benar. Aku juga tidak akan membiarkan ini terjadi. Kita harus mencegahnya satu persatu. Kalau tidak you knowlah," ucap Lampard.


"Apakah kita perlu menceritakan kepada Kak Martin?" tanya Ian.


"Antara ya dan tidak. Kalau iya Martin akan bergerak bersama Blue Diamond dan menghancurkan barang itu. Atau juga Martin akan menyabotase dan memberikan Alexa izin untuk mencari keberadaan pabrik itu dan membakarnya hingga habis," jawab Lampard. "Tidaknya kalau kita tidak akan memberitahu kepada mereka cepat atau lambat barang itu akan merebak. Bisa jadi barang itu sampai ke tangan anak kecil. Itu hal yang sangat mengerikan."


"Bagaimana dengan Black Horizon?" tanya Ian yang memandang wajah Lampard.

__ADS_1


"Black Horizon selalu stand by. Kamu tahu kita memiliki banyak pasukan khusus. Terutama yang dipegang Alexa. Lalu ditambah pasukanku dan Gio. Bisa dipastikan kita akan mencarinya dan membakar semuanya," tambah Lampard. "Jika kurang Alexa akan membawa Derek."


"Aku paham," ujar Ian.


"Bagaimana akhirnya?" tanya Lampard.


"Mereka kalah telak," jawab Ian yang melihat ponselnya bergetar dan meraihnya.


Ian menggeser lambang warna hijau itu dan menyapa, "Hallo."


"Tuan markas Blue Diamond diserang lagi. Kali ini mereka membawa pasukan lebih banyak lagi. Kami kalah telak karena seluruh anggota Blue Diamond sedang latihan di hutan," jawab seseotan yang diseberang sana.


"Apa!" pekik Ian yang membuat Lampard terkejut. "Kalau begitu aku akan segera ke sana bersama Kak Lampard."


Sambungan terputus.


Ian menatap wajah Lampard lalu mengatakan Blue Diamond dalam bahaya. Lampard menganggukan kepalanya sambil tersenyum devil, "Baiklah... Kalau begitu mari kita bermain!"


Ian bergidik ngeri melihat senyuman devil dari Lampard. Ian hanya bisa mengusap wajahnya. Ian mengira diusia yang kelima puluh dua tahun semangat Lampard akan padam. Semakin lama Lampard semakin menjadi. Bisa dikatakan Lampard mempunyai motto tua-tua keladi.


Sebelum berangkat Lampard membuka tasnya dan mengambil beberapa senjata. Lampard memberikan senjata AK-47 ke Ian. Sedangkan Ian memakai beberapa senjata air softgun, "Jangan lupa memakai rompi anti peluru."


Dengan cepat mereka memakai rompi anti peluru. Malam ini mereka segera meluncur ke markas Blue Diamond. Sementara di markas Blue Diamond, pertarungan masih terjadi. Seluruh anggota Blue Diamond sangat kewalahan mengingat mereka para musuh sangat kuat sekali. Biasanya sekali pukul langsung ambruk. Tapi ini tidak, mereka tidak merasakan sakit apa pun.


"Apakah mereka terpengaruh dengan obat sehingga mereka dipukul tidak sakit?" tanya Lampard yang mengerutkan keningnya.


"Kemungkinan besar sih iya. Aku dengar dari para anggota Blue Diamond," jawab Ian.


"Baiklah. Setelah ini kita ambil sampelnya dan berikan pada Raka. Sudah saatnya kita bertarung," ucap Lampard.

__ADS_1


Mereka akhirnya membantu para anggota Blue Diamond. Mereka mulai menyerang dan memukul tubuh Blue Diamond area jantung. Benar saja hanya sekali pukulan mereka langsung tumbang. Mereka berpisah untuk sementara waktu dan berteriak kepada para anggota untuk memukul area jantung. Lalu seluruh anggota Blue Diamond melakukannya dan memukul jantung mereka cukup kencang.


__ADS_2